Media Reformasi Indonesia (MRI)

17 Mei 2026

Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional



REFORMASI-ID | Tuban - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi kepada Polri saat menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Groundbreaking Gudang Pangan, serta Launching SPPG Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Presiden secara khusus menyoroti kontribusi Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. 

Menurutnya, peran Polri di lapangan menunjukkan hasil nyata yang patut diapresiasi.

"Saya melihat peran Polri luar biasa. Karena leadership, kepemimpinan kalau bagus, harus kita akui bagus," kata Prabowo.

Ia menilai keberhasilan organisasi tidak lepas dari kualitas kepemimpinan yang ada di dalamnya. 

Bahkan, Presiden menyebut berbagai capaian Polri dalam sektor pangan menjadi bukti nyata kerja dan inovasi institusi tersebut.

Presiden juga mengaku terkesan dengan berbagai inovasi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket energi alternatif hingga pengembangan pupuk dari bahan batubara berkualitas rendah.

"Menurut saya inovasi-inovasi semacam itu menjadi jawaban di tengah tantangan krisis energi dan kebutuhan peningkatan produktivitas pertanian nasional," ujar Prabowo.

Prabowo juga menyinggung bahwa Polri selama ini kerap menerima kritik dari masyarakat. Namun ia menilai jawaban terbaik terhadap kritik tersebut adalah pembuktian melalui kerja nyata.

“Kalian sering dicaci maki, sedikit-sedikit reformasi. Sekarang bisa membuktikan,”ungkap Prabowo.

Menutup sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi terhadap berbagai langkah strategis yang dilakukan Polri, termasuk pembangunan gudang pangan dan peluncuran SPPG baru yang dinilai akan memberikan dampak besar bagi masyarakat.

“Kepolisian Indonesia, terima kasih. Prestasimu, groundbreaking 10 gudang tanaman pangan ditambah yang sudah dibangun, luar biasa. Launching operasional 166 SPPG baru juga sangat penting,” pungkas Prabowo (*)

Presiden Prabowo dan Kapolri Panen Raya Jagung Nasional di Tuban Perkuat Ketahanan Pangan



REFORMASI-ID | Tuban - Polri menggelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). 

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum groundbreaking pembangunan gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional sarana pendukung ketahanan pangan nasional.

Acara tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Pada kesempatan tersebut Kapolri menyampaikan terimakasih atas dukungan Presiden dan seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan program ketahanan pangan nasional. 

Ia mengatakan kehadiran Presiden Prabowo menjadi semangat bagi seluruh jajaran Polri dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Jenderal Sigit menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung kedaulatan pangan melalui penguatan produksi hingga hilirisasi hasil pertanian.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta para petani dan mitra kerja,” ujar Sigit

Jenderal Sigit menjelaskan, pada tahun 2025 Polri telah berkontribusi dalam penanaman jagung di ratusan ribu hektare lahan dengan produksi jutaan ton jagung nasional, yang turut mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

Sementara itu, pada Kuartal I 2026, Polri mencatat panen di puluhan ribu hektare lahan dengan hasil ratusan ribu ton jagung. 

Pada Kuartal II 2026 ini, panen raya kembali dilakukan di hampir 189.760 ribu hektare lahan dengan potensi produksi sekitar 1,23 juta ton jagung.

Kapolri juga menyebut sebagian hasil panen akan diserap untuk kebutuhan dalam negeri, sementara sebagian lainnya berpotensi masuk ke pasar ekspor melalui kerja sama koperasi petani di wilayah perbatasan.

Selain peningkatan produksi, Polri juga memperkuat infrastruktur ketahanan pangan dengan membangun gudang penyimpanan di berbagai daerah. 

Pada kegiatan panen raya ini juga dilakukan groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan baru yang akan menambah kapasitas penyimpanan nasional menjadi puluhan unit di seluruh Indonesia.

“Polri berkomitmen membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan lahan, bibit, pendampingan petani, hingga penyerapan hasil panen,”tegas Jenderal Sigit.

Ia menambahkan, penguatan sektor pangan juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Polri juga memaparkan penguatan akses pembiayaan petani melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dimanfaatkan ribuan petani untuk kebutuhan bibit, pupuk, hingga alat pertanian.

“Harapan kami, dukungan terhadap akses pembiayaan ini dapat terus diperkuat agar semakin banyak lahan produktif yang bisa dikembangkan,” ujar Jenderal Sigit.

Program ketahanan pangan Polri juga mencakup pengembangan sarana pendukung pertanian dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi hasil panen di sejumlah wilayah.

Dengan berbagai program tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan, dari hulu hingga hilir, guna memperkuat kemandirian pangan Indonesia. (*)

Jejak “Pesta Babi” di Bitung: Dugaan Perampasan Tanah Garapan Berkedok Pembangunan

 



OPINI | BITUNG — Konflik agraria di Tokambahu, Makawidey, dan Kasawari perlahan membuka pertanyaan paling mendasar dalam republik ini: negara sebenarnya hadir untuk melindungi rakyat atau justru datang paling akhir untuk mengambil ruang hidup mereka?

Pertanyaan itu muncul bukan tanpa alasan.

Selama puluhan tahun, masyarakat keturunan ahli waris penggarap hidup di atas lahan yang dahulu hanyalah hutan belantara. Tidak ada jalan. Tidak ada investasi. Tidak ada korporasi. Tidak ada alat berat. Negara pun nyaris tak terlihat.

Tanah itu dibuka dengan parang dan cangkul. Kelapa ditanam satu per satu. Pisang, umbi-umbian, dan tanaman pangan tumbuh dari keringat rakyat kecil yang hidup bergenerasi di sana bahkan sebelum republik ini berdiri.

Namun sejarah republik sering kali aneh.

Ketika tanah masih hutan, rakyat dibiarkan sendiri.

Tetapi ketika tanah mulai memiliki nilai ekonomi, tiba-tiba muncul banyak pihak membawa peta, dokumen, stempel, bahkan nama institusi negara.

Inilah pola klasik konflik agraria Indonesia: rakyat membuka tanah, korporasi datang mengambil legalitasnya, lalu negara muncul menjaga administrasinya.

Pola semacam itu sesungguhnya bukan cerita baru di Indonesia. Film dokumenter Pesta Babi pernah memperlihatkan bagaimana pembangunan di Papua kerap menghadirkan luka sosial di tengah masyarakat adat. Dalam film itu, pembangunan datang dengan bahasa kemajuan dan investasi, tetapi di saat yang sama menghadirkan rasa kehilangan atas tanah, hutan, dan ruang hidup masyarakat lokal.

Papua dalam film tersebut digambarkan bukan sekadar kehilangan tanah, tetapi kehilangan kendali atas masa depannya sendiri. Tanah adat berubah menjadi angka investasi. Ruang hidup berubah menjadi konsesi. Dan masyarakat perlahan terdorong menjadi penonton di tanah leluhurnya sendiri.

Kini, kegelisahan serupa mulai dirasakan masyarakat Tokambahu, Makawidey, dan Kasawari di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Apa yang selama ini terlihat jauh di Papua, menurut warga, ternyata juga bisa terjadi di daerah mereka sendiri.

Bedanya hanya lokasi.

Polanya terasa mirip:

tanah rakyat mulai bernilai ekonomi,

korporasi masuk membawa legalitas,

lalu muncul klaim atas nama negara,

sementara masyarakat yang sejak awal membuka lahan justru diposisikan seolah penghalang pembangunan.

Di situlah masyarakat mulai merasa bahwa “Pesta Babi” bukan hanya cerita tentang Papua, melainkan potret wajah pembangunan Indonesia yang sering berulang di banyak daerah.

Pembangunan yang kerap lupa bertanya: siapa yang pertama hidup di atas tanah itu?

Pada 1995, masyarakat menyebut masuknya korporasi PT Awani Modern menjadi titik awal perubahan besar di wilayah tersebut. Dengan label Hak Pakai, perusahaan mulai masuk ke wilayah garapan rakyat. Setahun kemudian statusnya berubah menjadi Hak Guna Bangunan (HGB).

Di sinilah letak pertanyaan serius yang seharusnya diuji secara terbuka oleh negara.

Untuk apa sebenarnya HGB itu diberikan?

Sebab dalam praktiknya, menurut pengakuan warga, tidak pernah ada pembangunan signifikan sebagaimana semangat pemberian HGB dalam Undang-Undang Pokok Agraria. Yang terjadi justru penguasaan hasil kebun kelapa masyarakat penggarap.

Jika benar demikian, maka negara perlu menjelaskan: apakah fungsi sosial tanah sebagaimana amanat UUPA benar-benar dijalankan, atau hukum agraria hanya menjadi alat legalisasi penguasaan ruang hidup rakyat?

Masalah semakin pelik ketika HGB tersebut disebut berakhir pada September 2024. Dalam logika hukum pertanahan, tanah HGB yang habis masa berlakunya semestinya kembali menjadi tanah negara sebelum ada proses lanjutan sesuai mekanisme hukum.

Tetapi ironisnya, di tengah kekosongan dan sengketa status itu, muncul klaim baru yang menyebut tanah tersebut sebagai “tanah negara” karena diduga dijaminkan kepada negara.

Pertanyaannya sederhana:

di mana dokumen otentiknya?

mana bukti kredit macetnya?

mana keputusan hukum tetapnya?

mana keterbukaan administrasi publiknya?

Dan yang lebih mengkhawatirkan, mengapa justru muncul pendekatan-pendekatan intimidatif di lapangan dengan membawa nama institusi negara sebelum ada penyelesaian hukum yang terang?

Dalam negara demokrasi, penggunaan nama aparat tanpa dasar hukum yang jelas adalah persoalan serius. Sebab negara hukum tidak bekerja berdasarkan telepon misterius, tekanan psikologis, atau klaim sepihak.

Negara hukum bekerja melalui:

dokumen,

prosedur,

transparansi,

dan akuntabilitas.

Jika ada pihak mengatasnamakan institusi tertentu untuk menghentikan aktivitas masyarakat tanpa surat resmi, tanpa penjelasan terbuka, lalu menghilang tanpa jejak, maka publik berhak curiga ada praktik kekuasaan informal yang sedang bermain di balik konflik agraria ini.

Fenomena semacam ini berbahaya.

Karena republik yang sehat tidak boleh memberi ruang bagi praktik kekuasaan bayangan — kekuasaan tanpa identitas, tanpa tanggung jawab, tetapi memiliki daya tekan terhadap rakyat kecil.

Dalam forum mediasi yang digelar di Kantor Kelurahan Kasawari, pemerintah setempat mencoba mengambil posisi sebagai penengah. Lurah Kasawari meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog dibanding pendekatan tekanan di lapangan.

“Kami berharap semua pihak bisa duduk bersama mencari solusi yang baik. Pemerintah kelurahan tidak ingin ada konflik berkepanjangan. Persoalan ini harus dibuka secara terang dan diselesaikan lewat musyawarah serta mekanisme hukum yang benar,” ujar Lurah Kasawari dalam forum mediasi.

Hal senada disampaikan Babinsa yang hadir dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan menghindari tindakan sepihak yang dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan semua pihak mengedepankan komunikasi. Jangan sampai ada gesekan karena persoalan ini masih perlu dibicarakan bersama melalui jalur yang benar,” ujar Babinsa di hadapan warga.

Namun bagi masyarakat keturunan ahli waris penggarap, konflik ini bukan sekadar perkara administrasi tanah. Di balik peta dan dokumen, ada sejarah panjang keluarga yang hidup dari tanah tersebut sejak era sebelum kemerdekaan.

Salah satu ahli waris petani penggarap menuturkan, lahan Tokambahu telah digarap oleh opa dan oma mereka sejak sekitar tahun 1936, jauh sebelum korporasi maupun negara hadir membawa klaim kepemilikan.

“Ini bukan tanah kosong yang baru muncul kemarin. Opa-oma torang so buka ini hutan dari tahun 1936. Dorang kerja dengan parang, cangkul, dan tangan sendiri. Dulu waktu masih hutan belantara, nda ada negara datang bantu bersihkan, nda ada perusahaan datang garap. Tapi pas tanah so ada nilai ekonomi, baru banyak yang datang klaim,” ujarnya.

Ia mengatakan masyarakat tidak menolak negara, tetapi meminta negara hadir secara adil dan tidak menghapus sejarah hidup rakyat kecil hanya karena kekuatan dokumen formal yang masih dipersoalkan keabsahannya.

“Torang takut jangan sampai apa yang terjadi di Papua, yang torang lihat dalam film Pesta Babi, pelan-pelan terjadi juga di tanah torang di Makawidey dan Kasawari. Pembangunan jangan datang lalu rakyat kecil dikorbankan. Jangan sampai petani penggarap cuma jadi penonton di tanah sendiri,” katanya.

Karena itu, permintaan masyarakat Tokambahu agar persoalan ini dibuka melalui RDP DPRD dan audit legalitas menyeluruh sesungguhnya bukan tindakan melawan negara. Justru itu bentuk kepercayaan terakhir rakyat terhadap mekanisme konstitusional.

Mereka tidak meminta kekuasaan.

Mereka meminta kejelasan.

Mereka meminta negara membuktikan bahwa hukum masih bekerja untuk rakyat kecil, bukan hanya untuk mereka yang memiliki akses terhadap meja-meja kekuasaan.

Sebab sejarah Indonesia terlalu penuh dengan kisah rakyat yang dikalahkan bukan oleh hukum, melainkan oleh tafsir kekuasaan atas hukum.

Dan ketika negara mulai lebih sibuk menjaga dokumen korporasi dibanding melindungi sejarah hidup rakyatnya sendiri, di situlah republik perlahan kehilangan legitimasi moralnya.

16 Mei 2026

Peresmian Operasional 1.061 KDKMP, Danrem 044/Gapo : Koperasi Merah Putih Jadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat


REFORMASI-ID | Sumsel, Banyuasin — Komandan Korem 044/Gapo, Khabib Mahfud menghadiri kegiatan peresmian operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Rawa Maju, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026).

Selain melakukan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Rawa Maju, Danrem juga mengikuti secara virtual peresmian operasional 1.061 KDKMP.

Operasional 1.061 KDKMP tersebut diresmikan secara simbolis oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dari Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Presiden bersama jajaran Kabinet Merah Putih menekan bel sebagai tanda dimulainya operasional KDKMP di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa peresmian Koperasi Merah Putih merupakan tonggak bersejarah dalam memperkuat perekonomian nasional yang dimulai dari daerah.

“Koperasi ini akan jadi milik kita bersama, akan menjadi kekuatan kita bersama, akan membantu Indonesia Incorporated. Ekonomi kita adalah ekonomi atas dasar kekeluargaan dan ada di dalam Undang-Undang Dasar. Ekonomi kekeluargaan artinya yang kuat tarik yang lemah, yang kaya bantu yang miskin, pengusaha kuat, korporasi kuat, koperasi harus kuat, UMKM harus kuat, semua saling mendukung, jangan saling membunuh, mematikan dan mencurangi. Ini yang kita bangun,” ujar Presiden Prabowo.

Pada kegiatan tersebut, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan apresiasinya atas peluncuran program strategis nasional tersebut sebagai langkah nyata memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan potensi desa dan kelurahan.

“Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat berbasis potensi dan kearifan lokal. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, koperasi akan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa,” ujar Danrem.

“Korem 044/Gapo bersama Kodim jajaran siap mendukung program KDKMP sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat dari desa. Sinergi seluruh pihak sangat penting agar koperasi ini dapat berkembang dan menjadi wadah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan potensi serta kearifan lokal di masing-masing daerah,” tegas Brigjen TNI Khabib Mahfud.

Peresmian operasional 1.061 KDKMP ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi nasional dari akar rumput melalui sistem koperasi yang modern, mandiri, dan berbasis kebutuhan masyarakat. (Mdn) 

Ringkus Spesialis Ganjal ATM, Polisi: Pelaku Kuras Rp139 juta Uang Nasabah


REFORMASI-ID | Serang, Banten - Dua orang pelaku spesialis ganjal kartu ATM diringkus Tim Resmob Satreskrim Polres Serang Polda Banten.

"Kedua pelaku, yakni AA (30) dan HE (42), warga Dusun Johar Baru, Desa Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung diringkus usai menguras uang tabungan nasabah bank BCA hingga Rp139 juta," ujar Kapolres. 

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan menjelaskan, kedua pelaku ditangkap saat hendak kembali menjalankan aksinya di depan Indomaret Jalan Raya PLP Curug, Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (14/5/2026) sore.

Dijelaskan Andri Kurniawan, pengungkapan kasus pencurian dengan modus ganjal kartu ATM tersebut, merupakan tindak lanjut dari laporan korban bernama PS (32), warga Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.

"Pengungkapan kasus ini, merupakan tindak lanjut dari laporan korban yang kehilangan uang tabungan sebesar Rp139 juta setelah menjadi korban pencurian dengan modus ganjal kartu ATM," terang Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Andi Kurniady ES, Sabtu (16/5/2026).

Kapolres menerangkan, peristiwa itu, terjadi pada 15 April 2026 lalu, ketika korban hendak mengambil uang di mesin ATM yang berada di dalam minimarket tidak jauh dari rumahnya.

Saat melakukan transaksi, kartu ATM milik korban tiba-tiba tertelan mesin dan tidak bisa keluar kembali. Dalam kondisi panik, korban kemudian didatangi seseorang yang berdiri di belakangnya dan mengaku membantu.

"Pelaku kemudian mengarahkan korban untuk menekan salah satu tombol serta memasukkan PIN ATM. Namun kartu tetap tidak keluar, sehingga korban akhirnya pulang," terang Andri Kurniawan.

Setelah tiba di rumah, korban baru menyadari uang tabungannya di rekening bank sebesar Rp139 juta, telah raib dikuras pelaku. Korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Serang Polda Banten.

Berbekal laporan korban dan hasil penyelidikan, Tim Resmob Satreskrim yang dipimpin Ipda Athallah Thoriq dan Aipda Sutrisno, akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku. Keduanya kemudian diamankan saat akan kembali beraksi di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Para pelaku diamankan pada saat akan melakukan aksinya di depan Indomaret Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten" ujar Kapolres.

Setelah berhasil mengamankan kedua tersangka, petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap kendaraan dan barang bawaan pelaku. 

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah alat yang diduga akan digunakan untuk menjalankan aksi pencurian dengan modus ganjal ATM.

"Petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa alat-alat yang digunakan pelaku untuk melakukan pencurian dengan modus ganjal kartu ATM," jelasnya.

Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengakui telah melakukan aksi pencurian dengan modus ganjal ATM di sejumlah wilayah, termasuk di wilayah hukum Polres Serang.

Dari hasil interogasi, diketahui kedua pelaku merupakan spesialis ganjal kartu ATM yang sudah puluhan kali beraksi. 

Tercatat, mereka telah melakukan aksi serupa di 15 lokasi di wilayah hukum Polres Serang dan 10 lokasi di wilayah Tangerang.

"Dari pengakuan tersangka, masih ada satu pelaku lainnya yang saat ini masih berada di luar dan dalam pengejaran petugas," tegas Kapolres.

Barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya satu unit sepeda motor PCX yang digunakan sebagai sarana, 50 kartu ATM, dua gergaji besi, tujuh potongan tusuk gigi, serta dua bungkus tusuk gigi yang digunakan sebagai alat pengganjal kartu ATM. (Daeng Yusvin/Mdn) 

Tiba di Jawa Timur, Presiden Prabowo Akan Resmikan 166 SPPG Polri, Museum Ibu Marsinah hingga Panen Raya Jagung



REFORMASI-ID | Jawa Timur - Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, dalam rangka kunjungan kerja. 

Kedatangan Kepala Negara disambut langsung di antaranya oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Muchtadi Anjar Legowo, serta Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Kunjungan kerja Presiden Prabowo kali ini membawa sejumlah agenda strategis yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan, hingga ketahanan pangan. 

Dari Pangkalan TNI AU Iswahjudi, Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Tuban untuk menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan.

Di Kabupaten Nganjuk, Presiden Prabowo akan meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk. 

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi, penguatan nilai perjuangan, sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap aspek sosial kemasyarakatan.

Selain itu, Kepala Negara juga akan meresmikan operasionalisasi 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global.

Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas diketahui bertolak menuju Jawa Timur dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.50 WIB. 

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Jawa Timur diantaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. (*)

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Simbol Penghormatan Perjuangan Buruh



REFORMASI-ID | Nganjuk -  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Peresmian tersebut menjadi momentum bersejarah sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan kaum buruh sekaligus mengenang sosok Marsinah yang dikenal sebagai pejuang hak-hak pekerja.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, unsur Forkopimda Jawa Timur, Forkopimka Nganjuk, Ketua MUI, Ketua KSPSI, serta sekitar 7.000 buruh yang memadati lokasi acara.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyebut kehadiran Museum Marsinah sebagai sebuah peristiwa yang langka dan memiliki makna besar, bahkan mungkin menjadi yang pertama di dunia sebagai museum yang secara khusus didedikasikan untuk perjuangan kaum buruh.

"Ini saya kira peristiwa yang langka dan luar biasa. Mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh," kata Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, museum tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dan tonggak sejarah untuk mengenang keberanian seorang pejuang perempuan muda yang memperjuangkan hak-hak kaum pekerja.

Presiden menegaskan perjuangan Marsinah sesungguhnya menjadi lambang perjuangan seluruh masyarakat kecil dan kelompok yang selama ini berada pada posisi lemah.

"Perjuangan tersebut adalah lambang perjuangan mereka yang berada di pihak yang lemah, orang-orang miskin, orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan," ujarnya.

Presiden juga mengingatkan bahwa peristiwa tragis yang dialami Marsinah seharusnya tidak perlu terjadi apabila nilai-nilai dasar bangsa Indonesia dijalankan secara utuh. 

Menurutnya, Indonesia dibangun dengan landasan Pancasila yang menempatkan keadilan sosial dan semangat kekeluargaan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa.

Presiden menekankan bahwa sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, serta Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 telah menegaskan bahwa bangsa Indonesia dibangun atas asas kekeluargaan.

"Yang kaya harus menarik yang miskin, yang kuat membantu yang lemah. Buruh adalah anak bangsa, petani anak bangsa, nelayan anak bangsa, semuanya adalah anak bangsa," tegasnya.

Presiden juga menegaskan bahwa aparat negara, termasuk TNI dan Polri, pada hakikatnya merupakan pelayan rakyat yang diberikan amanah untuk menjaga dan mengabdi kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Presiden mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kehormatan untuk menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional setelah seluruh organisasi buruh secara bulat mengusulkan nama tersebut.

"Saya mendapat kehormatan untuk menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional," ungkap Presiden.

Menutup sambutannya, Presiden secara resmi meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini Sabtu, 16 Mei 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur," ucap Presiden.

Peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah tersebut diharapkan menjadi pengingat sejarah perjuangan kaum buruh sekaligus menjadi simbol semangat keadilan sosial serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan di Indonesia. (*)

Sebanyak 166 SPPG Polri Siap Diresmikan Presiden Prabowo Secara Serentak dari Tuban



REFORMASI-ID | Tuban - Polri menyatakan kesiapan penuh menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam agenda peresmian operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (16/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.

Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, mengatakan seluruh jajaran telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan operasional SPPG berjalan optimal dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Polri siap mendukung penuh agenda Presiden RI dalam peresmian operasional 166 SPPG. Program Makan Bergizi Gratis merupakan implementasi nyata aktualisasi Asta Cita Presiden RI karena pemenuhan gizi dan ketahanan pangan adalah fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” ujar Irjen Pol. Nurworo Danang.

Menurutnya, Program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan dengan melibatkan petani, peternak, UMKM hingga koperasi lokal.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui rantai pasok pangan yang inklusif. Karena itu, keberlanjutan program menjadi prioritas utama yang terus diperkuat Polri,” jelasnya.

Hingga 13 Mei 2026, Satgas MBG Polri telah mengembangkan 1.376 SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, melayani sekitar 1,84 juta penerima manfaat dan menyerap hampir 36.800 tenaga kerja. Selain itu, terdapat 172 SPPG dalam tahap persiapan operasional serta 468 SPPG yang masih dalam proses pembangunan, terdiri atas 435 SPPG di wilayah aglomerasi dan 33 SPPG di daerah terpencil.

Pada momentum ini, sebanyak 166 SPPG di 24 Polda jajaran diresmikan secara serentak dan terhubung secara daring dari wilayah masing-masing dengan dukungan Forkopimda, Bhayangkari, relawan, tenaga ahli gizi serta tim operasional lapangan.

Irjen Pol. Nurworo menegaskan, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat mulai dari tahap produksi hingga distribusi, didukung sertifikasi higiene sanitasi, keamanan pangan, sertifikasi halal hingga standar internasional, serta adanya pemeriksaan food safety oleh tenaga kesehatan Dokkes Polri sebagai kekhasan SPPG Polri untuk memastikan seluruh makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan higienis, layak konsumsi, dan aman dari kontaminasi zat berbahaya.

Polri juga terus menghadirkan inovasi operasional, termasuk pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar utama yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan guna mendukung layanan memasak dalam skala besar.

Lebih lanjut, program MBG diperkuat melalui pembangunan ekosistem ketahanan pangan berbasis gudang sentral, greenhouse, pekarangan pangan bergizi, kolam bioflok serta kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Hingga saat ini telah dibangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda, dan pada 2026 akan ditambah 10 gudang baru guna memperkuat ketersediaan serta stabilitas pasokan pangan nasional.

Selain agenda peresmian SPPG, Presiden RI dijadwalkan menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Kabupaten Tuban sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil produksi secara berkelanjutan.

“Seluruh upaya yang dilakukan Polri merupakan bentuk dukungan penuh terhadap Asta Cita Presiden RI. Kami ingin memastikan program strategis pemerintah dapat berjalan optimal, menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu hingga hilir,” tutup Irjen Pol. Nurworo Danang.

Kembangkan Usaha Kuliner Nasi Uduk dan Pecal Lele di Muaro Jambi, Yuliati: Sajikan Citarasa Khas


REFORMASI-ID | Muaro Jambi – Usaha kuliner Nasi Uduk Pecal Lele Ferly yang berada di Jalan Bumi Perkemahan RT 17, Desa Tangkit Lama, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, kini semakin diminati masyarakat. Sabtu, 16/05/2026.

‎Pemilik usaha kuliner tersebut, Yuliati, mengatakan saat ini pelanggan yang datang terus bertambah karena menu yang disajikan cukup beragam dan memiliki cita rasa khas.

‎“Alhamdulillah, untuk saat ini kuliner Pecal Lele Ferly banyak diminati masyarakat. Selain nasi uduk dan pecal lele, kami juga menyediakan nasi goreng, mie goreng, dan berbagai menu lainnya,” ujar Yuliati.

‎Menurutnya, usaha kuliner yang dijalankannya tersebut selalu mengutamakan kualitas rasa dan pelayanan kepada pelanggan agar tetap menjadi pilihan masyarakat, khususnya di wilayah Sungai Gelam dan sekitarnya.

‎Dengan harga yang terjangkau dan pilihan menu yang lengkap, Nasi Uduk Pecal Lele Ferly menjadi salah satu tempat kuliner favorit bagi warga yang ingin menikmati makanan lezat bersama keluarga maupun teman. 

"Kami siap memanjakan anda dengan cita rasa yang khas, silakan berkunjung dikuliner Ferly," pungkasnya. (YT/Mdn)

Kapolda Lampung Perintahkan Jajaran Tembak di Tempat Para Pelaku Begal dan Curanmor


REFORMASI-ID | Lampung - Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku begal dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polda Lampung. Sabtu, 16/05/2026.

Pernyataan tegas tersebut buntut maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Tindakan pelaku bahkan diketahui telah merenggut nyawa Bripka (Anumerta) Arya Supena.

Dalam instruksinya, Helfi bahkan memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk bertindak tegas dan terukur terhadap para pelaku, terutama jika membahayakan keselamatan warga maupun petugas di lapangan.

“Saya perintahkan seluruh jajaran, untuk tembak di tempat kepada pelaku begal. Tidak ada toleransi,” ujar Helfi dalam keterangannya.

Menurutnya, tindakan tegas tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Para pelaku begal disebut kerap membawa senjata api maupun senjata tajam saat beraksi, sehingga sangat membahayakan masyarakat.

“Mereka pasti bersenjata api maupun senjata tajam yang sangat membahayakan masyarakat,” ucapnya.

Kapolda juga menyoroti banyaknya pelaku kriminal jalanan yang terindikasi terpengaruh narkoba saat menjalankan aksinya. Kondisi tersebut dinilai membuat pelaku semakin nekat dan tidak segan melukai korban.

“Apalagi mereka para pecandu narkoba. Efeknya besar, kecenderungan akan melukai korbannya,” kata dia.

Helfi menambahkan, Polda Lampung bersama jajaran polres akan terus meningkatkan patroli, razia, dan tindakan preventif guna menekan angka kriminalitas jalanan, khususnya aksi begal yang belakangan meresahkan warga.

Ia memastikan, kepolisian akan hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat dan tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan untuk berkeliaran di Lampung.

“Masyarakat harus merasa aman. Negara tidak boleh kalah dengan pelaku kejahatan,” tandas Kapolda. (Mdn) 

Polri Bersama Petani Jagung Tuban Bersiap Sambut Kehadiran Presiden RI pada Panen Raya



REFORMASI-ID | Tuban - Polri bersama petani jagung dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Tuban bersiap menyambut rencana kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5).

Rencana kehadiran Presiden RI menjadi penyemangat bagi masyarakat petani sekaligus momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sebagai bagian dari Asta Cita Presiden menuju kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

Menjelang kegiatan, antusiasme masyarakat dan petani terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan. Kabupaten Tuban sendiri menjadi salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Jawa Timur, dengan sekitar 629 hektare lahan memasuki masa panen tahun ini. Potensi tersebut menjadikan Tuban sebagai daerah strategis dalam mendukung target swasembada jagung nasional.

Asisten Kapolri Bidang SDM selaku Kasatgas Ketahanan Pangan Polri, Irjen. Pol. Anwar, S.I.K., M.Si., mengatakan Panen Raya Jagung Serentak menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah, Polri, dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Polri bersama petani jagung Tuban menyambut penuh semangat rencana kehadiran Bapak Presiden RI pada Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Kehadiran Presiden di tengah petani menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperkuat langkah menuju swasembada jagung nasional,” ujar Irjen. Pol. Anwar.

Menurutnya, keberhasilan sektor pangan tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak, termasuk dukungan Polri melalui pendampingan kepada petani, distribusi bibit unggul, pupuk, alat pertanian, hingga penguatan sinergi dengan kelompok tani melalui jajaran kewilayahan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung nasional jenis pipilan kering pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, sementara kebutuhan nasional sebesar 15,64 juta ton, sehingga Indonesia mencatat surplus sekitar 470 ribu ton. Capaian tersebut menjadi fondasi menuju target produksi jagung nasional sebesar 18 juta ton pada tahun 2026.

Selain melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026, Presiden RI dijadwalkan meninjau stand booth inovasi ketahanan pangan Polri, yang menampilkan berbagai program dan terobosan penguatan sektor pangan, di antaranya Stand Pupuk Batu Bara Presisi, Stand Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Stand Gudang Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur, Stand Ketahanan Pangan Alternatif Uwi Ungu, Stand Benih Jagung Bhayangkara, Stand Miracle Carbob berbahan bonggol jagung, hingga Stand SPPG Polri.

Presiden RI juga dijadwalkan menyaksikan penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada perwakilan kelompok tani oleh jajaran Bank Himbara, sebagai bentuk dukungan pembiayaan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Agenda lainnya meliputi groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri sebagai upaya memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi hasil pangan, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri guna mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan, Presiden RI bersama jajaran juga dijadwalkan meninjau bakti kesehatan dan Gerakan Pangan Murah Polri, serta menyaksikan pelepasan (flag off) program pendukung ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Saat petani semakin kuat dan hasil produksi meningkat, Indonesia semakin siap mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat untuk memastikan ketahanan pangan menjadi fondasi ketahanan nasional,” tambah Irjen. Pol. Anwar.

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 diharapkan menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, Polri, petani, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat terwujudnya Indonesia mandiri pangan, sekaligus memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

15 Mei 2026

Dansatrol Kodaeral VIII Marvill Marfel Frits Dukung Pelestarian Budaya Pesisir Lewat Festival "Lembut Badaseng"


REFORMASI-ID | BITUNG — Komitmen menjaga dan melestarikan budaya pesisir terus diperkuat jajaran Satrol Kodaeral VIII melalui keterlibatan aktif dalam Festival Budaya “Lembut Badaseng” yang digelar di Kelurahan Binuang, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, Jumat (15/5).

Dankodaeral VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr., Opsla. diwakili Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr., Hanla., CRMP., hadir dalam Kegiatan budaya masyarakat pesisir tersebut. 


Festival “Lembut Badaseng” menjadi ruang pelestarian budaya lokal pesisir sekaligus momentum memperkuat persaudaraan, kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat maritim di wilayah kepulauan.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, masyarakat bersama unsur TNI Angkatan Laut menampilkan berbagai tradisi budaya lokal yang sarat nilai kearifan pesisir dan semangat persatuan.

Komandan Satrol Kodaeral VIII melalui keterangannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi budaya yang menjadi identitas masyarakat pesisir Kota Bitung.

“Kegiatan budaya seperti ini bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mempererat hubungan harmonis antara prajurit TNI Angkatan Laut dengan masyarakat pesisir,” ujarnya.


Menurutnya, budaya bahari merupakan bagian penting dari identitas bangsa maritim yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Kehadiran jajaran Satrol Kodaeral VIII dalam festival tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan sosial masyarakat pesisir melalui pendekatan budaya dan kebersamaan.

Festival berlangsung meriah dengan partisipasi tokoh masyarakat, pemuda, pelaku seni budaya hingga warga pesisir dari sejumlah wilayah di Kota Bitung.

Melalui kegiatan itu, semangat kecintaan terhadap budaya bahari dan persatuan maritim diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan sosial masyarakat pesisir sekaligus memperkokoh jati diri Indonesia sebagai bangsa maritim.

Cegah Gangguan Kamtibmasy di Malam Hari, Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri Gelar Patroli Presisi



REFORMASI-ID | Jakarta - Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Direktorat Samapta (Dirsamapta) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Patroli Presisi pada Kamis malam (14/5/2026). Patroli ini menyasar sejumlah titik vital di kawasan Gunung Putri, Bogor, termasuk Jl. Bojong Nangka, Jl. Cicadas, hingga area sekitar Mako Pangadegan.

Berbeda dengan patroli konvensional, kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini mengombinasikan penggunaan kendaraan roda dua (KR2) dengan patroli jalan kaki oleh personil Detasemen Perintis. Pendekatan ini bertujuan agar petugas dapat berinteraksi langsung tanpa sekat dengan warga yang masih beraktivitas di malam hari.

Brigjen Pol. Dr. Mokhamad Ngajib, S.I.K., M.H., selaku Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri, menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah manifestasi dari semboyan "Siap Terlihat dan Bermanfaat".
"Kami tidak hanya lewat, tetapi berhenti dan berdialog. 

Petugas kami mendengarkan langsung informasi, keluhan, hingga laporan warga mengenai potensi gangguan keamanan di lingkungan mereka," ujar Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib dalam laporan resminya kepada Kakorsabhara Baharkam Polri.

Dalam giat tersebut, personil di lapangan turut menyampaikan beberapa poin imbauan penting kepada masyarakat:
Kewaspadaan Kriminalitas, Mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap tindak kejahatan jalanan maupun pencurian di lingkungan pemukiman, Mengimbau warga agar tidak ragu segera melapor ke pihak Kepolisian terdekat apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Selain patroli, petugas di lapangan juga proaktif membantu pengguna jalan yang mengalami kendala teknis atau kesulitan saat melintas.

Kegiatan patroli dialogis ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Baharkam Polri dalam memberikan rasa aman secara preventif. Dengan intensitas patroli yang terukur dan pendekatan yang humanis, diharapkan ruang gerak pelaku kejahatan dapat ditekan seminimal mungkin.

Patroli Dialogis Samapta Baharkam Sasar Pusat Keramaian, Jamin Keamanan Warga Gunung Putri



REFORMASI-ID | Bogor - Direktorat Samapta Korsabhara Baharkam Polri menggelar patroli dialogis intensif di kawasan Gunung Putri untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif. Menurunkan personel Subden C Detasemen Perintis, patroli dilakukan dengan mengombinasikan kendaraan roda dua (KR2) dan metode berjalan kaki pada Jumat (15/5/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Langkah taktis ini menyasar tiga titik strategis, yaitu sepanjang Jalan Mercedez Benz, area Apartemen Gunung Putri Square, hingga wilayah permukiman Pangadegan. Melalui pendekatan humanis, Korps Sabhara berkomitmen menghadirkan rasa aman langsung di tengah aktivitas masyarakat.

Dalam aksi nyata di lapangan, para personel kepolisian aktif menyapa warga, pedagang, dan pengendara yang melintas. Dialog dua arah ini dimanfaatkan petugas untuk menjaring informasi, mendengar keluhan warga, serta mendeteksi potensi gangguan keamanan secara dini.

Selain menyerap aspirasi, petugas menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Warga diingatkan untuk selalu waspada terhadap berbagai modus tindak kriminalitas. Petugas meminta masyarakat segera melapor ke kantor polisi terdekat jika melihat atau mengalami hal yang mencurigakan.

Tidak hanya menjaga keamanan, personel Samapta di lapangan juga sigap memberikan aksi kemanusiaan. Petugas langsung turun tangan membantu sejumlah warga yang mengalami kendala teknis dan hambatan saat berkendara di jalan raya.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Polri yang siap terlihat di lapangan dan langsung memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Hingga patroli berakhir, situasi di seluruh area penugasan terpantau aman, tertib, dan terkendali.

Polwan Kapolsek Raih 3 Medali Internasional, Bukti Personel Polri Tak Hanya Jaga Kamtibmas Namun Juga Berprestasi di Kancah Dunia



REFORMASI-ID | Johor Baru - Polri kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional melalui keberhasilan Perwira Polisi Wanita (Polwan) Polda Maluku, IPTU Esterlina Titiheryu, A.Md., yang meraih tiga medali dalam kejuaraan binaraga “NPC Regional TNT Global Classic Malaysia 2026” di Hotel Holiday Villa, Johor Bahru, Malaysia, Minggu (10/5/2026).

IPTU Esterlina yang sehari-hari bertugas sebagai PS. Kapolsek Baguala Polresta Pulau Ambon dan P.P. Lease Polda Maluku berhasil menunjukkan bahwa personel Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga mampu mengukir prestasi di tingkat dunia.

Dalam kejuaraan yang diikuti peserta dari berbagai negara Asia tersebut, IPTU Esterlina berhasil meraih:

Juara 1 (Medali Emas) kategori Women’s Physique;

Juara 2 (Medali Perak) kategori Women’s Figure;

Juara 2 (Medali Perak) kategori Women’s Wellness.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dalam keterangan tertulisnya memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut dan menegaskan bahwa prestasi itu mencerminkan kualitas sumber daya manusia Polri yang unggul, disiplin, dan berdaya saing internasional.

“Seorang Kapolsek tidak hanya dituntut mampu menjaga stabilitas kamtibmas di wilayahnya, tetapi juga harus menjadi teladan dalam disiplin, semangat hidup sehat, dan prestasi. Apa yang diraih IPTU Esterlina membuktikan bahwa personel Polri mampu menjalankan tugas negara sekaligus berprestasi di tingkat internasional,” ujar Wakapolri.

Sebagai Pembina Utama Komite Olahraga Polri (KOP), Wakapolri juga terus mendorong pembinaan olahraga di lingkungan Polri agar menjadi bagian dari penguatan kualitas personel dan budaya hidup sehat.

Menurutnya, KOP dibentuk sebagai wadah serius untuk mengembangkan potensi dan bakat olahraga anggota Polri sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membawa nama baik institusi dan bangsa.

“Polri akan terus memberikan dukungan terhadap personel yang memiliki potensi dan prestasi olahraga. Pembinaan harus dilakukan secara sportif, profesional, dan berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet-atlet Polri yang membanggakan,” tegas Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Keberhasilan IPTU Esterlina diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kesehatan dan kebugaran, serta menghadirkan semangat pengabdian melalui karya dan prestasi nyata.

Melalui Komite Olahraga Polri (KOP), Polri juga terus berkomitmen memberikan dukungan, pembinaan, dan ruang pengembangan bagi personel yang memiliki potensi di bidang olahraga secara sportif, profesional, dan berkelanjutan. Kehadiran KOP menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia Polri yang sehat, disiplin, berprestasi, serta mampu mengharumkan nama institusi maupun bangsa di tingkat nasional dan internasional.

Polisi Tembak Mati Eksekutor Penembak Anggota Polda Lampung


REFORMASI-ID | LAMPUNG – Pelarian sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata yang menewaskan Bripka Anumerta Arya Supena berakhir di ujung peluru petugas. Tim Gabungan Polda Lampung melumpuhkan dua tersangka utama dalam operasi senyap yang berlangsung di dua lokasi berbeda. Jumat, 15/5/2026.

Satu tersangka berinisial (B), yang merupakan eksekutor penembakan, dinyatakan tewas setelah terlibat baku tembak dengan petugas di wilayah pesisir Teluk Hantu, Pesawaran. Sementara satu rekan lainnya, (H), berhasil diamankan meski harus menerima tindakan tegas dan terukur.

Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfy Assegaf, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif selama sepekan terakhir. Titik terang muncul saat petugas mengidentifikasi keberadaan salah satu pelaku inisial (H) di Lampung Timur pada Senin (11/5).

"Tersangka H memberikan perlawanan aktif saat dikepung, sehingga tim melakukan tindakan tegas untuk melumpuhkannya. Dari sana, kami mendapatkan koordinat persembunyian sang eksekutor," ujar Irjen Helfy dalam konferensi pers di Mapolda Lampung.

Tak hanya itu tegas Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf. Pengejaran memuncak di Teluk Hantu, Pesawaran. Pelaku utama inisial (B), yang diketahui membawa senjata api rakitan jenis revolver, melepaskan tembakan ke arah petugas saat hendak disergap. 

"Dalam situasi terdesak yang mengancam nyawa anggota, polisi membalas tembakan yang mengakibatkan tersangka eksekutor utama meninggal dunia," ujar Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf. 

Kronologi Tragedi di Labuhan Ratu

Insiden berdarah ini bermula pada Sabtu (9/5) di pelataran parkir toko roti Yussy Akmal, Jalan Z.A. Pagar Alam. Bripka Anumerta Arya Supena yang saat itu berada di lokasi, secara naluriah mencoba menggagalkan aksi pencurian motor yang sedang dilakukan kedua pelaku.

Menurut keterangan saksi mata:

Aksi Heroik: Korban sempat berhasil memiting salah satu pelaku dalam upaya pengamanan tanpa kekerasan berlebih.

Perebutan Senjata: Dalam pergulatan yang tidak seimbang, pelaku berhasil merebut senjata dinas korban dan menembakkannya dari jarak dekat.

Pelarian: Pelaku membawa lari senjata korban. Meski sempat terjatuh saat mencoba kabur, senjata tersebut kembali diambil pelaku sebelum menghilang dari kejaran warga.

Rekam Jejak Kriminal Lintas Kabupaten Investigasi mendalam mengungkap bahwa kedua pria ini bukan pemain baru. Mereka merupakan bagian dari sindikat curanmor lintas kabupaten yang telah beraksi di belasan lokasi. Bahkan, motor yang mereka gunakan saat kejadian di Labuhan Ratu teridentifikasi sebagai hasil curian dari wilayah Natar, Lampung Selatan.

"Ini adalah kelompok terorganisir yang tidak segan melukai korban. Penindakan tegas ini adalah pesan kuat bahwa tidak ada ruang bagi premanisme dan kejahatan jalanan di wilayah Lampung," ungkap Kapolda.

Polisi kini tengah mendalami jaringan penadah motor curian yang berafiliasi dengan kedua tersangka untuk memutus rantai kejahatan sindikat ini hingga ke akarnya. (AR/Mdn)

Ketika Reforma Agraria Gagal Menyentuh Rakyat Kecil, untuk Siapa Negara Bekerja?




REFORMASI-ID | BITUNG — Masyarakat keturunan ahli waris penggarap di wilayah Tokambahu, Makawidey, dan Kasawari, Kota Bitung, mulai menyuarakan harapan kepada pemerintah pusat agar konflik agraria yang mereka alami dapat diselesaikan secara adil dan manusiawi sesuai amanat konstitusi dan semangat reforma agraria nasional.

Warga menegaskan bahwa mereka bukan pendatang baru di kawasan tersebut. Tanah yang saat ini menjadi polemik disebut telah digarap oleh orang tua dan leluhur mereka sejak puluhan tahun lalu, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Di atas lahan itu masyarakat hidup, berkebun, menanam kelapa, pisang, umbi-umbian, serta tanaman tahunan lain yang menjadi sumber penghidupan keluarga mereka secara turun-temurun.

Salah satu warga, Nelwan Natari, mengatakan masyarakat hanya ingin negara hadir melindungi hak-hak rakyat kecil yang selama ini hidup dari tanah garapan mereka sendiri.

“Orang tua dan leluhur kami sudah lama tinggal dan berkebun di sini. Kami lahir dan besar di tanah ini. Jadi kami berharap negara bisa melihat sejarah penguasaan masyarakat dan memberikan keadilan bagi rakyat kecil,” ujar Nelwan.

Menurutnya, masyarakat tidak menolak program pembangunan pemerintah maupun agenda ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi perhatian pemerintahan Prabowo Subianto. Namun warga berharap pembangunan tetap memperhatikan hak masyarakat penggarap yang telah menjaga lahan produktif selama puluhan tahun.

“Kami mendukung program negara, termasuk ketahanan pangan dan reforma agraria. Tetapi kami berharap jangan sampai lahan produktif masyarakat yang sudah ditanami kelapa, pisang, dan tanaman pangan lainnya justru hilang dari tangan rakyat kecil,” katanya.

Masyarakat juga berencana menyampaikan petisi kepada pemerintah pusat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, DPR RI, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, hingga pemerintah daerah agar dilakukan evaluasi terhadap legalitas sejumlah dokumen pertanahan di kawasan tersebut.

Warga mempertanyakan proses penerbitan hak atas tanah yang menurut pengakuan masyarakat berubah dari status Hak Pakai pada tahun 1995 menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) pada tahun 1996. Masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan audit dan peninjauan secara terbuka untuk memastikan seluruh proses telah berjalan sesuai aturan hukum dan prinsip keadilan agraria.

Menurut warga, hingga kini kawasan tersebut masih berupa kebun produktif masyarakat yang dipenuhi pohon kelapa dan tanaman pangan yang sejak lama dirawat oleh keluarga-keluarga penggarap.

“Yang tanam kelapa itu orang tua kami. Kami hanya berharap pemerintah bisa melihat kenyataan di lapangan bahwa masyarakat memang hidup dan bergantung dari tanah ini,” ujar salah satu warga.

Masyarakat menilai persoalan agraria tidak boleh hanya dilihat dari sisi administrasi semata, tetapi juga harus mempertimbangkan sejarah penguasaan fisik masyarakat dan fungsi sosial tanah sebagaimana diatur dalam konstitusi.

Dalam Pasal 33 UUD 1945 ditegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Sementara dalam Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960, negara diwajibkan menjalankan prinsip keadilan sosial serta melindungi hubungan rakyat dengan tanah sebagai sumber kehidupan.

Warga berharap semangat reforma agraria yang selama ini digaungkan pemerintah benar-benar dapat dirasakan masyarakat kecil, terutama mereka yang telah puluhan tahun menguasai dan mengelola lahan secara nyata.

Selain meminta audit legalitas pertanahan, masyarakat juga berharap penyelesaian konflik dilakukan melalui dialog dan pendekatan kemanusiaan agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan konflik sosial berkepanjangan.

“Kami hanya ingin hidup tenang di tanah yang sejak dulu menjadi tempat hidup keluarga kami. Harapan kami, negara hadir memberi perlindungan dan keadilan bagi masyarakat kecil,” tutur warga.

Masyarakat percaya bahwa reforma agraria sejatinya bukan hanya soal sertifikat atau administrasi pertanahan, melainkan tentang bagaimana negara menjaga keseimbangan antara pembangunan, keadilan sosial, dan hak hidup rakyat atas tanah yang telah mereka rawat turun-temurun.

14 Mei 2026

Viral Diduga Alami Pemerasan IRT di Way Kanan, Kapolda: Kerahkan Tim Propam


REFORMASI-ID | Lampung - Polda Lampung merespons cepat beredarnya sebuah video viral seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) mengaku menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi di wilayah Way Kanan setelah suaminya ditahan atas dugaan penimbunan BBM subsidi jenis Pertalite. 

Dalam video berdurasi kurang dari dua menit tersebut, sang ibu mengenakan baju bermotif batik ini menyebut bahwa dirinya adalah pedagang eceran kecil yang menjual Pertalite untuk membantu warga sekitar yang jauh dari SPBU.

Selain itu, ​ia juga mengaku dimintai uang sebesar Rp50 juta oleh oknum di Polsek Pakuan Ratu agar suaminya bisa dibebaskan. Karena tidak sanggup membayar, suaminya pun kini ditahan di Polres Way Kanan. Ia bahkan menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri dalam aduannya tersebut.

Menanggapi video viral tersebut, Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun menyampaikan, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) telah turun langsung melakukan pengecekan dan pendalaman di lapangan.

Selain itu, ia menegaskan setiap laporan maupun pengaduan dari masyarakat akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai prosedur yang berlaku.

“Atas perintah Kapolda, laporan sudah diterima dan Propam sudah turun ke lapangan. Setiap pengaduan dan laporan akan ditangani secara profesional,” ujar Yuni, Kamis (14/5/2026).

“Sesuai arahan pimpinan, kami menegaskan setiap temuan pelanggaran anggota akan ditindak tegas,” tambahnya 

Dalam kasus ini, Polda Lampung memastikan proses penanganan dilakukan secara objektif dan transparan, guna memastikan seluruh fakta di lapangan dapat diketahui secara utuh.

"Kami juga meminta masyarakat tetap tenang, serta tidak mudah terpancing narasi yang belum terverifikasi di media sosial," katanya. 

Selain itu, Yuni turut mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan berbagai informasi maupun dugaan pelanggaran melalui layanan kepolisian yang tersedia, termasuk melibatkan terduga anggota Polri.

“Masyarakat bisa sampaikan setiap informasi tentang anggota polri lewat barcode pelayanan pengaduan yang telah disediakan Bidpropam,” tandas Kabid Humas. (Hms/Mdn) 

Polda Lampung Intensifkan Pengejaran Pelaku Penembakan Bripka Anumerta Arya Supena


REFORMASI-ID | Lampung - Polda Lampung memastikan proses pengejaran terhadap pelaku penembakan anggota Polri gugur, Bripka (Anumerta) Arya Supena, masih terus berlangsung. Hingga hari kelima pasca kejadian, tim khusus bentukan Polda Lampung terus bekerja melakukan penyelidikan dan pendalaman di lapangan.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, penyidik telah mengumpulkan sejumlah keterangan saksi dan petunjuk yang mengarah pada identitas para pelaku.

“Tim khusus masih terus melakukan pengejaran. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, penyelidikan mengarah pada beberapa petunjuk yang sedang didalami,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Dalam rangka mempersempit ruang gerak pelaku, jajaran kepolisian juga melakukan penyekatan di sejumlah titik wilayah hukum Polda Lampung. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi agar pelaku tidak melarikan diri keluar daerah.

“Seluruh jajaran Polres dan Polsek turut membantu proses pengejaran dan pengamanan wilayah,” katanya.

Polda Lampung juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk terkait video viral yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan proses penangkapan pelaku.

Kapolda Polda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan, proses penyidikan masih berlangsung dan pihaknya akan menyampaikan informasi resmi setelah seluruh data dan fakta lapangan dipastikan valid.

“Proses pengejaran masih berlangsung. Nanti akan kami sampaikan secara resmi setelah seluruh informasi terkonfirmasi,” ujar Helfi.

Terkait informasi mengenai keberadaan senjata api milik korban, Kapolda menyebut hal tersebut masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

Selain melakukan pengejaran terhadap pelaku, kepolisian juga terus melakukan proses pembuktian perkara melalui metode scientific crime investigation dengan melibatkan tim forensik guna mendukung pengungkapan kasus secara menyeluruh.

Diketahui, Bripka (Anumerta) Arya Supena gugur saat menjalankan tugas setelah diduga ditembak oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor di wilayah Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Peristiwa tersebut saat ini masih dalam penanganan intensif aparat kepolisian. (Hms/Mdn) 

Ketika Papua Terus Menjerit, Negara Tak Bisa Lagi Menutup Mata Terhadap Konflit Serupa di Daerah Lain



REFORMASI-ID | HALBAR — Sekitar 400 warga memadati Desa Sasur, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, dalam agenda nonton bareng film dokumenter Pesta Babi dan diskusi publik bertema geothermal “Barang Panas di Telaga Rano”. Kegiatan yang melibatkan masyarakat adat Suku Wayoli dan Suku Sahu itu berubah menjadi ruang konsolidasi penolakan terhadap rencana pengembangan panas bumi di kawasan hutan adat Telaga Rano.

Warga yang hadir berasal dari berbagai elemen, mulai dari pemuda, mahasiswa, pegiat lingkungan, tokoh adat, hingga jurnalis. Mereka mengikuti pemutaran film sekaligus diskusi yang menyoroti potensi dampak eksploitasi geothermal terhadap kawasan hutan, sumber air, dan ruang hidup masyarakat adat.

Koordinator kegiatan, Tiklas Pileser Babua, mengatakan agenda tersebut bukan sekadar pemutaran film, melainkan upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat adat menghadapi rencana operasional PT Ormat Geothermal Indonesia di wilayah Telaga Rano.

“Lewat diskusi dan nobar ini kami berharap masyarakat adat tetap menanamkan konsistensi perlawanan terhadap PT Ormat Geothermal Indonesia. Ini bukan hanya soal proyek, tetapi soal ruang hidup masyarakat adat,” kata Tiklas.

Film dokumenter Pesta Babi dipilih karena dinilai merepresentasikan ketimpangan relasi antara negara, korporasi, dan masyarakat adat dalam penguasaan wilayah hutan dan tanah adat. Sejumlah peserta diskusi menyebut situasi yang tergambar dalam film memiliki kemiripan dengan kondisi yang kini dihadapi masyarakat adat di Telaga Rano.

Dalam forum itu, sejumlah tokoh perempuan adat dan pegiat lingkungan turut menyampaikan kekhawatiran atas potensi kerusakan ekologis apabila eksploitasi panas bumi dilakukan tanpa persetujuan dan keterlibatan penuh masyarakat adat.

Mereka menilai kawasan Telaga Rano bukan sekadar wilayah proyek energi, melainkan ruang hidup yang selama ini menopang kebutuhan air, hutan, dan keberlangsungan budaya masyarakat Sahu dan Wayoli.

Kegiatan tersebut, sebagaimana dilansir akun Malut Info, menjadi salah satu konsolidasi warga terbesar di kawasan Sahu Timur dalam merespons isu geothermal yang belakangan memicu perdebatan di tengah masyarakat Halmahera Barat.

Rilis ini bersumber dari akun media sosial Malut Info.(Azaqhi07) 

13 Mei 2026

Sukses Evaluasi Elemen SMP, Pupuk Kaltim Raih Nilai 93,22 dari Tim Wasdal II Mabes Polri



REFORMASI-ID |  Bontang - Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) II Mabes Polri resmi menyelesaikan rangkaian penilaian implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Melalui evaluasi ketat yang berlangsung di Meranti Hall of Fame PT Pupuk Kaltim pada Rabu (13/5/2026), perusahaan produsen pupuk terbesar di Indonesia ini berhasil mempertahankan predikat performa terbaiknya.

Tim Wasdal II Mabes Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol. Waluya, S.I.K., memberikan skor akhir 93,22 dengan predikat Baik Sekali (Emas). Raihan ini menegaskan komitmen tinggi PT Pupuk Kaltim dalam menjaga standarisasi sistem keamanan objek vital nasional secara konsisten dan terintegrasi.

Rangkaian agenda penilaian berlangsung maraton sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Tim Wasdal II melakukan wawancara mendalam serta pemeriksaan dokumen fisik secara komprehensif, khususnya pada materi Elemen IV dan Elemen V, serta melakukan peninjauan ulang (review) menyeluruh terhadap Elemen I sampai Elemen V.

Proses evaluasi ini dihadiri langsung oleh jajaran internal tim Mabes Polri, antara lain Deni Sjaipur, S.Kom (Sekretaris), serta Drs. Tavip Yulianto dan Dra. Minarti selaku Anggota Tim. Sementara dari pihak manajemen PT Pupuk Kaltim, hadir Vice President Wisni Wibowo, Vice President Keamanan KBP Made, beserta jajaran staf keamanan, staf IT, dan Auditor Internal perusahaan.

Ketua Tim Wasdal II, KBP Waluya, S.I.K., menyampaikan bahwa seluruh tahapan pemeriksaan dokumen berjalan dengan sangat lancar dan kooperatif. Sinergi yang kuat antara auditor Mabes Polri dan tim SMP internal perusahaan menjadi kunci utama suksesnya agenda ini.

Acara ditutup dengan pemaparan hasil akhir, dilanjutkan dengan penandatanganan serta penyerahan Berita Acara (BA) Wasdal II Implementasi SMP PT Pupuk Kaltim. Capaian skor 93,22 (Emas) ini membuktikan bahwa sistem keamanan lingkungan kerja di PT Pupuk Kaltim berada pada level tertinggi dan siap menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan industri.

Korsabhara Baharkam Polri Amankan 3 Ikon Jakarta, Arus Lalu Lintas Kondusif



REFORMASI-ID | Jakarta - Detasemen Perintis Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri menggelar pengamanan strong point dan patroli dialogis di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Rabu (13/5/2026). Langkah ini diambil untuk menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif bagi masyarakat.

Pengamanan ketat di bawah kendali Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib, S.I.K., M.H., ini memfokuskan area pada tiga ikon penting Jakarta:

•Bundaran HI (20 personel)

•Monumen Nasional / Monas (20 personel)

•Kota Tua (12 personel)

Dipimpin oleh AKBP Ricky Pranata Vivaldy, S.P., S.I.K., M.H., selaku Penanggung Jawab, dan Bripka Hendrik sebagai Komandan Peleton (Danton), total 70 personel gabungan dikerahkan. Anggota di lapangan didukung penuh oleh tim Provost, unit Driver, serta tim Publikasi dan Informasi (PID).

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 05.00 WIB melalui pengecekan personel secara intensif. Tepat pukul 05.45 WIB, seluruh personel sudah berada di lokasi ploting masing-masing untuk mengatur arus lalu lintas di titik rawan kepadatan pagi hari.

Memasuki pukul 08.20 WIB, petugas bergerak melaksanakan patroli dialogis. Polisi berinteraksi langsung dengan warga, pedagang, dan pengguna jalan untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Meski menghadapi tantangan cuaca yang berubah-ubah dan lonjakan volume kendaraan, operasi berjalan sukses dengan hasil:

•Situasi Kamseltibcarlantas aman dan sepenuhnya kondusif.

•Arus lalu lintas lancar tanpa hambatan atau kecelakaan menonjol.

•Komunikasi petugas dan masyarakat berjalan sangat kooperatif.

•Segala potensi gangguan kamtibmas berhasil dideteksi dan dicegah sejak dini.

Hingga kegiatan berakhir pada pukul 10.00 WIB, situasi di seluruh titik pengamanan dilaporkan aman terkendali tanpa ada kejadian menonjol (Nihil). Melalui aksi nyata ini, Korsabhara Baharkam Polri membuktikan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan semboyan: "Siap Terlihat dan Bermanfaat".

Kapolres Cilegon Apresiasi Anggota Bhabinkamtibmas Hadirkan Solusi Humanis.


REFORMASI-ID | Cilegon, Banten - Sebagai pengemban fungsi Harkamtibmas, Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan monitoring kewilayahan dan silaturahmi serta sambang ke warga dalam rangka program Kapolres Cilegon "TRENDING" dan "Quick Wins Presisi".

Quick Wins Presisi adalah program percepatan transformasi Polri yang bertujuan meningkatkan pelayanan publik, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat secara cepat dan nyata. Program ini berfokus pada respons cepat sebelum viral.

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga melalui Kapolsek Mancak AKP Acum Sutarlia dan anggota Bhabinkamtibmas AIPDA Agus Y.K melaksanakan kegiatan sambang dan memediasikan permasalahan dua warga setempat dengan melibatkan Ketua Rt.

Dikatakan Kapolsek Mancak, pada kesempatan itu, Bhabinkamtibmas AIPDA Agus Y.K  bersama Ketua Rt setempat H Mutamar, mempertemukan dan memediasikan kedua belah pihak secara musyawarah damai kekeluargaan.

"Alhamdulillah, musyawarah selesai dirumah Ibu Yeva warga dengan Ibu Aroh, keduanya warga Kampung Libeurem Rt 03 Rw 02, Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, bisa musyawah dan berdamai," ujar Kapolsek Mancak didampingi Bhabinkamtibmas Agus Y.K, kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Dalam musyawarah, Bhabinkamtibmas Mancak memberikan himbauan dan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, agar bersama-sama selalu menjaga kondusifitas dan ikut serta menjaga serta memelihara Kamtibmas dilingkungan masing-masing. 

"Saya menyampaikan himbauan, agar semua warga untuk dapat menciptakan situasi yang aman kondusif di wilayah hukum Polsek Mancak serta mengimplementasikan Program Commander Wish Kapolres Cilegon "TRENDING” (Transparan, Responsif, Elektronik, Normatif, Dedikatif, Inovatif, Netral, Good Governance atau tata kelola pemerintahan yang baik)," sambung Bhabinkamtibmas AIPDA Agus Y.K.

Untuk diketahui, permasalahan kedua warga tersebut, terkait ucapan menyinggung perasaan dan nama baik yang tidak patut disampaikan oleh Ibu Aroh kepada Ibu Yeva, diharapkan tidak diulangi lagi kepada siapapun. 

"Berawal Ibu Yeva datang ke Polsek Mancak, pada Selasa (12/5/2026) sore, dalam rangka membuat laporan. Alhamduillah, pertemuan musyawarah dirumah Ibu Yeva dihadiri Bhabinkamtibmas, Ketua Rt H Mutamar dan Ibu Aroh, terjadi kekeluargaan antara kedua warga tersebut dan tertuang didalam surat pernyataan mufakat damai," terang AIPDA Agus Y.K.

Kapolres Martua Silitonga dihubungi terpisah, secara konsinten menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada anggota Bhabinkamtibmas AIPDA Agus Y.K, yang sudah berhasil mendamaikan permasalahan warga melalui pendekatan restorative justice dan problem solving.

Menurut Kapolres, tindakan "TRENDING" dengan langsung melakukan penyelesaian masalah warga secara kekeluargaan (damai), merupakan bukti Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, bukan sekadar penegak hukum.

"Apresiasi ini, bertujuan memotivasi seluruh personel untuk meningkatkan kualitas pelayanan prima dan menjaga soliditas demi meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri," terang Kapolres.

Trima kasih dan apresiasi, juga disampaikan Kapolres Martua Silitonga kepada Ketua Rt dan seluruh warga Kampung Libeurem, Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang. 

"Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas partisipasi seluruh lapisan masyarakat, mitra Polri, tokoh-tokoh agama serta tokoh masyarakat dalam berbagai peran, keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan harapan, terus jalin hubungan baik komunikasi yang sudah terjalin saat ini dan terus ditingkatkan," ujar Kapolres Martua Silitonga. (Daeng Yusvin/Mdn)