Media Reformasi Indonesia (MRI)

05 Juni 2026

Indonesia 2030: Mengapa Narasi Kehancuran Sulit Dibuktikan oleh Sejarah

Foto: ilustrasi 


REFORMASI-ID | Editorial - Prediksi bahwa Indonesia akan hancur pada tahun 2030 sesungguhnya lebih menyerupai ramalan yang lahir dari kecemasan ketimbang kesimpulan yang ditopang oleh pembacaan sejarah. Berbagai tantangan memang nyata, mulai dari kualitas sumber daya manusia, korupsi, ketimpangan ekonomi, hingga disrupsi teknologi. Namun sejarah Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki kemampuan yang tidak selalu dimiliki bangsa lain: kemampuan bertahan, belajar, dan bangkit setelah mengalami krisis besar. Jum'at, 05 Juni 2026.

Masa depan sebuah bangsa tidak dapat diukur hanya dari masalah yang sedang dihadapinya hari ini. Sejarah justru mengajarkan bahwa banyak negara besar lahir dari masa-masa sulit yang berhasil mereka lewati dengan kerja keras dan kemampuan beradaptasi.

Akan tetapi, dalam diskursus publik, narasi pesimistis sering kali terdengar lebih menarik daripada analisis yang berbasis fakta sejarah. Padahal, rekam jejak Indonesia memperlihatkan pola yang berulang: setiap kali diprediksi gagal, bangsa ini justru menemukan jalan untuk bertahan.

Hampir tidak ada generasi Indonesia yang hidup tanpa menghadapi tantangan besar. Dari kolonialisme, perang kemerdekaan, pergolakan politik, krisis ekonomi, hingga pandemi, semuanya menjadi ujian yang membentuk karakter nasional.

Adaptasi merupakan salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia. Kemampuan menyerap perubahan tanpa kehilangan identitas telah menjadi ciri masyarakat Nusantara selama berabad-abad.

Resiliensi atau daya lenting sosial itulah yang membuat Indonesia tidak mudah runtuh. Ketika menghadapi tekanan, masyarakat cenderung membangun solidaritas dan menemukan mekanisme baru untuk bertahan hidup.

Pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk karakter tersebut. Jauh sebelum negara modern berdiri, Nusantara telah mengenal jaringan pembelajaran melalui pesantren, surau, madrasah, padepokan, dan berbagai sistem pendidikan tradisional lainnya.

Rantai sejarah memperlihatkan bahwa masyarakat Indonesia bukan hanya mampu menerima ilmu dari luar, tetapi juga mengolahnya menjadi bentuk yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Aspek ini terlihat sejak masa masuknya pengaruh India, Arab, Tiongkok, hingga Barat yang kemudian berasimilasi dengan budaya lokal dan menghasilkan identitas Indonesia yang khas.

Salah satu kekuatan Indonesia saat ini adalah kemampuannya bergerak dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi bernilai tambah melalui kebijakan hilirisasi.

Tidak berlebihan jika hilirisasi disebut sebagai salah satu strategi terpenting dalam pembangunan ekonomi nasional beberapa dekade terakhir. Tujuannya bukan hanya menjual bahan mentah, tetapi menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Oleh sebab itu, posisi Indonesia dalam rantai pasok global semakin penting, terutama dalam industri berbasis mineral strategis seperti nikel, timah, dan bauksit yang dibutuhkan untuk transisi energi dunia.

Walaupun masih terdapat berbagai tantangan dalam pelaksanaannya, arah kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam perubahan ekonomi global.

Optimisme terhadap masa depan Indonesia bukanlah sikap naif, melainkan kesimpulan yang lahir dari pembacaan sejarah panjang bangsa yang berkali-kali berhasil melewati masa-masa paling sulit.

Karakter pertama yang membuat Indonesia berpotensi terus berkembang adalah kemampuan belajar yang luar biasa. Bangsa ini memiliki tradisi panjang dalam menyerap ilmu pengetahuan dan keterampilan dari berbagai sumber. 

Dalam sejarah dunia, negara yang mampu belajar lebih cepat daripada perubahan zaman biasanya memiliki peluang besar untuk maju. Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok menjadi contoh bagaimana kapasitas belajar dapat mengubah nasib sebuah bangsa. Indonesia memiliki modal yang sama.

Karakter kedua adalah kemampuan mengadopsi sekaligus menyempurnakan teknologi. Sejarah kemajuan bangsa-bangsa besar menunjukkan bahwa tidak ada negara yang langsung menjadi inovator sejak awal. Hampir semuanya memulai dengan belajar, meniru, memperbaiki, lalu menciptakan keunggulan baru. 

Dalam konteks Indonesia, hilirisasi merupakan bentuk modern dari proses tersebut. Indonesia tidak lagi ingin hanya mengekspor bahan mentah, melainkan mengembangkan industri yang menghasilkan nilai tambah lebih tinggi.

Posisi Indonesia menjadi semakin strategis karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan termasuk produsen utama berbagai mineral penting lainnya. Di tengah perlombaan global menuju kendaraan listrik dan energi hijau, keberadaan sumber daya tersebut menjadi keunggulan yang tidak bisa diabaikan. Namun keunggulan itu hanya akan bermakna jika diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi.

Karakter ketiga adalah daya tahan kolektif. Bangsa ini memiliki kemampuan luar biasa untuk bangkit setelah mengalami krisis. Tsunami Aceh tahun 2004 menjadi salah satu contoh paling nyata. Kehancuran yang terjadi saat itu begitu besar hingga banyak pihak meragukan kemampuan daerah tersebut untuk pulih. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Solidaritas masyarakat, dukungan nasional, dan semangat gotong royong mampu mempercepat proses pemulihan.

Hal yang sama terlihat pada krisis moneter 1998. Saat nilai rupiah terpuruk, perbankan runtuh, dan stabilitas politik terguncang, banyak pengamat memperkirakan Indonesia akan terpecah atau mengalami kemunduran berkepanjangan. Faktanya, Indonesia tetap berdiri dan berhasil menjalani proses reformasi politik yang kemudian menjadi fondasi demokrasi hingga saat ini.

Jika menengok lebih jauh ke belakang, kemampuan bertahan hidup itu sudah terlihat sejak masa kolonial. Kehadiran VOC bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa. Pada masanya, VOC merupakan entitas ekonomi dan militer yang kekuatannya melampaui banyak negara. Namun masyarakat Nusantara tidak lenyap. Mereka beradaptasi, bertahan, dan pada akhirnya menjadi bagian dari proses panjang yang melahirkan Indonesia modern.

Perang kemerdekaan juga menunjukkan karakter serupa. Indonesia tidak memiliki persenjataan canggih dan tidak memiliki sumber daya yang sebanding dengan kekuatan kolonial saat itu. Namun bangsa ini memiliki sesuatu yang lebih penting: kemauan untuk bertahan dan keyakinan bahwa kemerdekaan harus diperjuangkan.

Dalam perspektif sejarah panjang, Indonesia sesungguhnya merupakan negara yang ditempa oleh krisis. Sebagian negara menjadi kuat karena stabilitas. Indonesia justru menjadi kuat karena pengalaman menghadapi ketidakstabilan. Krisis demi krisis telah menjadi proses seleksi sosial yang melatih kemampuan masyarakat untuk beradaptasi terhadap perubahan.

Di samping itu, Indonesia juga memiliki modal budaya yang sering diremehkan. Wayang, batik, tenun, arsitektur tradisional, sistem irigasi, hingga teknologi maritim Nusantara bukan sekadar produk seni dan budaya. Di dalamnya terdapat pengetahuan, keterampilan teknis, disiplin kerja, serta kemampuan organisasi yang diwariskan lintas generasi. Modal budaya semacam ini sering kali menjadi fondasi yang tidak terlihat tetapi sangat menentukan dalam pembangunan jangka panjang.

Tentu saja optimisme tidak boleh berubah menjadi euforia. Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah yang besar. Bonus demografi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan. Hilirisasi harus menghasilkan pemerataan kesejahteraan. Reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi harus terus diperkuat. Tanpa itu semua, peluang yang dimiliki Indonesia bisa saja terbuang.

Namun jika sejarah dijadikan panduan, sulit untuk menyimpulkan bahwa Indonesia sedang menuju kehancuran. Sebaliknya, sejarah menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki kemampuan belajar yang tinggi, kapasitas adaptasi yang kuat, dan daya tahan kolektif yang luar biasa. Tiga karakteristik tersebut telah berkali-kali menyelamatkan Indonesia dari berbagai prediksi suram.

Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukanlah apakah Indonesia akan hancur pada 2030. Pertanyaan yang layak diajukan adalah apakah Indonesia mampu memanfaatkan seluruh modal sejarahnya untuk melompat menjadi salah satu kekuatan ekonomi dan peradaban penting dunia pada abad ke-21. Sejarah sejauh ini memberi alasan yang cukup kuat untuk menjawab: peluang itu ada, dan tidak kecil.

(Wisnu/Mahar)

JMSI Lampung Akan Selenggarakan Festival Keris Pusaka Nusantara


REFORMASI-ID | PRINGSEWU -  Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan Festival Keris Pusaka Nusantara yang akan di laksanakan di Kabupaten Pringsewu sebagai salah satu upaya pelestarian benda pusaka dan kekayaan seni budaya Nusantara. 

Kegiatan ini nantinya merupakan salah satu tangkai kegiatan dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2027 sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-7 JMSI yang akan digelar di Lampung pada Februari 2027.

Hal ini diungkapkan Ketua JMSI Provinsi Lampung Ahmad Novriwan saat bersama jajaran pengurus JMSI Provinsi Lampung dan JMSI Kabupaten Pringsewu melakukan audiensi dengan Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, Kamis (4/6/2026).

Pada pertemuan ini, Ahmad Novriwan yang didampingi Wakil Ketua Adi Pranoto, Sekretaris Anton Kurniawan, dan Ketua JMSI Kabupaten Pringsewu Syaifullah serta jajaran pengurus, mengatakan gagasan penyelanggaraan Festival Keris Nusantara ini muncul atas keprihatinan JMSI Pusat terhadap makin tergerusnya khasanah benda pusaka di Indonesia, termasuk Lampung.

"Organisasi JMSI ini merupakan organisasi pemilik perusahaan media, bukan organisasi wartawan. Di dalam organisasi ini anggotanya ada beragam kesibukan, di antaranya ada yang menggeluti dunia benda pusaka dan tergabung dalam Paguyuban Panjisewu. Bahkan menjabat ketua umumnya," ungkap Novriwan.

"Berangkat dari realita tersebut, JMSI berinisiatif menyelenggarakan Festival Keris Pusaka Nusantara. Ini sekaligus merupakan upaya pelestarian benda pusaka dan adat budaya yang ada di Lampung," imbuhnya.

Ketua Paguyuban Panjisewu, yang juga merupakan salah satu Pengurus JMSI Provinsi Lampung, Donny Estavian, dalam kesempatan ini menjelaskan JMSI Pusat dan Kementerian Kebudayaan telah sepakat berkolaborasi dalam pelestarian budaya serta khasanah pusaka nusantara.

Menurutnya, hal ini layak diapresiasi. Ia juga menilai kerja sama antara organisasi media dan pemerintah menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya bangsa.

"Paguyuban Panjisewu siap mendukung gagasan dan cita-cita yang diusung Menteri Kebudayaan bersama JMSI dalam menjaga keberlangsungan budaya dan benda pusaka," ujar Donny.

Menurutnya, pertemuan Ketua Umum JMSI dan Menteri Kebudayaan merupakan kabar gembira di tengah makin tergerusnya khasanah budaya saat ini. Ia menilai, menjaga eksistensi khasanah budaya memerlukan dukungan energi besar serta kolaborasi berkelanjutan. 

"Kehadiran Kementerian Kebudayaan memberi suntikan semangat baru bagi para pegiat budaya di daerah."

Paguyuban Panjisewu ini telah berdiri enam tahun. Selama itu pula, organisasi ini aktif berkontribusi dalam kegiatan pelestarian budaya meskipun dukungan pemerintah masih terbatas," pungkasnya.

Menanggapi rencana ini, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, menyatakan mendukung agenda tersebut. Namun, dia menilai perlu adanya konsep dan narasi yang kuat berkaitan dengan keris Lampung.

"Ini positif, dan tentu kita dukung. Namun, perlu dibangun redaksional yang menggambarkan detail keris Lampung ini.  Selain itu, juga perlu dibangun narasi. Ini penting untuk membangun imej sehingga kegiatan Festival Keris Pusaka Nusantara ini menarik minat masyarakat Lampung," kata Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengungkapkan terkait desain keris Lampung sudah ada yang menghadap Gubernur Rahmat Mirzani Djausal untuk mengajukan desain. "Untuk desain keris Lampung, sudah ada yang mengajukan desain kepada Bapak Gubernur. Namun, seperti apa hasilnya saya belum tahu," tandasnya. (*)

Jaga Kebugaran dan Soliditas, Korsabhara Baharkam Polri Gelar Olahraga Rutin Bersama



REFORMASI-ID | Depok - Guna menjaga kebugaran fisik serta mempererat tali silaturahmi antarpersonel, Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korsabhara Baharkam Polri) menggelar kegiatan apel dan olahraga bersama pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini dipusatkan di Lapangan Mako Korsabhara Baharkam Polri, Kelapa Dua, Depok. Agenda rutin tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol. Dodi Rahmawan, S.I.K., M.H.

Dalam arahannya, Kombes Pol. Dodi Rahmawan menyampaikan bahwa kebugaran fisik merupakan modal utama bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Olahraga bersama ini juga menjadi momen penting untuk membangun komunikasi yang harmonis serta menjaga soliditas internal di lingkungan Korsabhara.

"Kesehatan dan stamina yang prima adalah kunci untuk mengoptimalkan kinerja di lapangan. Melalui kegiatan olahraga bersama ini, kita tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kekompakan seluruh personel," ujar Kombes Pol. Dodi Rahmawan saat memberikan arahan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi rutin, dilanjutkan dengan pemanasan, dan senam bersama yang diikuti dengan antusias oleh seluruh pejabat utama, bintara, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Korsabhara Baharkam Polri.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dokumentasi lengkap jalannya kegiatan ini juga telah dihimpun sebagai bentuk laporan resmi kepada Kakorsabhara Baharkam Polri.

Pemkot Bandar Lampung Biayai Full Pemindahan Siswa SMA Siger ke Sekolah Swasta


REFORMASI-ID | Lampung - Ketua Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda Khaidarmansyah, memastikan 102 Siswa/siswi SMA Siger 1 dan SMA Siger 2  yang  dipindahkan ke sejumlah SMA Swasta di kota Bandar Lampung menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung. Proses pemindahan ini dilakukan oleh Yayasan Siger Prakarsa Bunda dengan difasilitasi dan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan provinsi Lampung

"Biaya sekolah anak-anak tersebut yang telah pindah ke SMA yang dituju, tetap menjadi tanggung jawab pemkot Bandar Lampung. Upaya ini dilakukan agar para siswa mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik)," kata Khaidarmansyah kamis 4 Juni 2026.

Khaidarmansyah menjelaskan Yayasan SMA Siger tetap akan mengurus izin operasional sekolah untuk menampung anak belum mampu agar mendapatkan akses pendidikan SMA, apabila Yayasan Siger Prakarsa Bunda telah memiliki Asset tanah dan Bangunan Sekolah atas nama Yayasan sendiri.

"Dari 30 persyaratan, kami hanya belum ada aset berupa tanah dan gedung sekolah sendiri atas nama yayasan. Insaallah akan segera terwujud," tambah Khaidarmansyah.

Khaidarmansyah menambahkan SMA Siger Prakarsa Bunda dibangun untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan. 

Melalui program ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung berupaya memastikan anak sekolah di jenjang SMA bisa menempuh pendidikan secara gratis.

"Selain meningkatkan angka partisipasi sekolah, program ini juga diharapkan mampu menekan kesenjangan pendidikan antara masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi," tutup Khaidarmansyah. (*) 

Terpeleset dari Buritan Kapal, Nopianto Bertahan Semalaman hingga Diselamatkan Warga


REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Seorang pria asal Kabupaten Lampung Utara ditemukan dalam kondisi selamat di Pulau Penjurit, Kabupaten Lampung Selatan, setelah diduga terjatuh dari kapal penyeberangan rute Bakauheni-Merak saat berada di tengah pelayaran, Jumat (5/6/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Nopianto bin Tejo Santoso, warga Desa Mulyorejo I, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara. Keberadaannya pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB oleh warga pesisir yang sedang memancing di sekitar perairan Pulau Penjurit.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sehari sebelumnya atau Kamis (4/6/2026), korban berangkat dari Bandar Jaya menggunakan Bus Sari Indah dengan tujuan Yogyakarta. Sekitar pukul 20.00 WIB, kendaraan yang ditumpanginya masuk ke kapal penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang menuju Pelabuhan Merak.

Saat kapal tengah berlayar, korban berada di bagian buritan kapal. Ketika melihat ke arah laut, korban diduga terpeleset hingga jatuh ke perairan Selat Sunda. Dalam kondisi tersebut, korban berusaha meminta pertolongan, namun tidak ada yang mengetahui kejadian itu.

Korban kemudian berjuang menyelamatkan diri dengan berenang menuju daratan terdekat hingga akhirnya mencapai Pulau Penjurit. Ia bertahan di lokasi tersebut hingga ditemukan oleh warga yang sedang memancing pada keesokan harinya.

Kasat Polair Polres Lampung Selatan IPTU Panpan Hermayadi mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan seorang laki-laki di Pulau Penjurit dan langsung melakukan pengecekan.

"Korban ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sekitar Pulau Penjurit pada Jumat pagi dalam kondisi selamat, kemudian langsung dibawa dan diserahkan kepada petugas untuk penanganan lebih lanjut," kata Panpan.

Setelah menerima laporan tersebut, Sat Polair Polres Lampung Selatan segera melakukan pendataan dan memastikan kondisi korban. Dari hasil keterangan awal yang diperoleh petugas, korban mengaku terjatuh dari kapal saat pelayaran menuju Merak.

"Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga terjatuh dari kapal penyeberangan rute Bakauheni-Merak saat kapal sedang berlayar dan kemudian berusaha berenang hingga mencapai Pulau Penjurit," ujarnya.

Polisi selanjutnya melakukan koordinasi dengan Ditpolairud Polda Lampung, Polsek Kawasan Pelabuhan Bakauheni, serta pihak terkait lainnya untuk menelusuri perjalanan korban dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.

"Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Lampung, Polsek Kawasan Pelabuhan Bakauheni, serta pihak terkait lainnya untuk melengkapi data dan memastikan rangkaian kejadian yang dialami korban," tambah Panpan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena korban berhasil bertahan hidup setelah diduga terjatuh ke laut pada malam hari. Berkat bantuan dan kepedulian warga pesisir yang menemukan serta melaporkan kejadian tersebut, korban akhirnya dapat dievakuasi dengan selamat dan memperoleh penanganan dari petugas. (Hms/Mudian) 

04 Juni 2026

Perkuat Mitigasi Bencana, Ditpolsatwa Polri Luluskan 72 Pawang K-9 Pelacak dan Aswasada Baru



REFORMASI-ID | Jakarta - Subdirektorat Pelatihan Satwa (Subditlatsatwa) Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri resmi menutup Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) Bintara Pawang Satwa Anjing/K-9 Pelacak Korban Bencana dan Bintara Aswasada (Pawang Kuda) Tahun Anggaran 2026.

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Kasubditlatsatwa Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Dadiyo, S.I.K., selaku Inspektur Upacara di Lapangan Upacara Subditlatsatwa, Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (4/6/2026).

Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat teras Ditpolsatwa, perwakilan Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri, satu pleton aswasada beserta turangga (kuda), serta satu pleton pawang satwa K-9.

Sebanyak 72 personel bintara dinyatakan lulus dan hadir lengkap dalam penutupan diklat ini. Angka tersebut terbagi atas 36 personel Dikbangspes Bintara Pawang Satwa K-9 Pelacak Korban Bencana dan 36 personel Dikbangspes Bintara Aswasada.

Kombes Pol Dadiyo, S.I.K., menyatakan bahwa seluruh rangkaian pendidikan berjalan dengan baik, aman, dan lancar sesuai dengan rencana. Pelatihan intensif ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme personel Polri dalam menunjang operasi kemanusiaan, khususnya mitigasi bencana alam dan pengamanan wilayah.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan sesi peragaan ketangkasan operasional satwa yang dipersembahkan langsung oleh para peserta didik di hadapan para undangan.

Bukan Sekadar Naik Pangkat, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Jadi Penggerak Transformasi Polri



REFORMASI-ID | Sukabumi - Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelantikan 1.848 Perwira Polri lulusan SIP Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026 bukan sekadar perubahan pangkat dari bintara menjadi perwira, melainkan bagian dari transformasi besar institusi Polri dalam menjawab tantangan zaman dan harapan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis (4/6).

“Pelantikan ini tidak hanya dimaknai sebagai perubahan pangkat dari bintara menjadi perwira. Lebih dari itu, ini merupakan evolusi dan transformasi peran, tanggung jawab, pola pikir, serta sikap dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, seorang perwira tidak lagi hanya menjalankan perintah, tetapi menjadi pemimpin dan pengendali di lapangan yang dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, adaptif, dan solutif.

Wakapolri menjelaskan bahwa Polri ke depan akan menghadapi tantangan lingkungan strategis yang semakin kompleks, baik pada tingkat nasional maupun global. Berbagai dinamika geopolitik internasional, fluktuasi ekonomi global, perkembangan teknologi informasi, hingga tantangan keamanan dalam negeri berpotensi memengaruhi stabilitas kamtibmas nasional.

Di sisi lain, Polri juga menghadapi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.

Menurut Wakapolri, berbagai langkah reformasi terus dilakukan Polri sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Langkah tersebut antara lain implementasi Program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri, penerapan pedoman Do’s and Don’ts bagi anggota, perubahan paradigma pengamanan aksi unjuk rasa yang lebih humanis, serta penguatan layanan publik berbasis teknologi.

“Polri sedang berproses menjadi institusi yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Para perwira baru harus menjadi bagian dari perubahan tersebut,” tegasnya.

Wakapolri juga menyinggung momentum pembahasan Rancangan Undang-Undang Polri yang dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat landasan hukum, akuntabilitas, serta tata kelola organisasi yang lebih modern dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam amanatnya, Wakapolri menyampaikan empat pesan utama kepada seluruh perwira yang baru dilantik. Pertama, menguasai tugas pokok, fungsi, dan peran sebagai anggota Polri dengan berpedoman pada nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya.

Kedua, bijak bermedia sosial di tengah era post-truth, ketika opini dan persepsi sering kali lebih cepat berkembang dibanding fakta. Ketiga, mendukung program prioritas pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Keempat, meningkatkan kepercayaan publik melalui integritas, profesionalisme, keteladanan, dan pendekatan humanis.

“Setiap tindakan anggota Polri akan selalu menjadi perhatian publik. Karena itu, jaga nama baik pribadi dan institusi serta jadilah teladan yang mampu memenangkan hati dan kepercayaan masyarakat,” pesan Wakapolri.

Melalui pelantikan ini, Polri berharap para perwira lulusan SIP Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 mampu menjadi pemimpin lapangan yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta menjadi motor penggerak transformasi Polri menuju institusi yang semakin modern dan dipercaya masyarakat.

Mayoritas Kembali ke Polres, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Perkuat Garda Terdepan Pelayanan Polri



REFORMASI-ID | Sukabumi - Sebanyak 1.848 Perwira Polri resmi dilantik dalam Upacara Penutupan Pendidikan dan Pelantikan Perwira Polri Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-55 dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11 Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, A.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Kamis (4/6).

Jumlah perwira yang dilantik terdiri atas 1.798 lulusan SIP Angkatan ke-55 dan 50 lulusan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-11.

Di balik pelantikan tersebut, terdapat misi besar untuk memperkuat pelayanan Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Wakapolri mengungkapkan bahwa hampir 90 persen perwira baru akan kembali bertugas di Polda dan Polres guna mengisi kebutuhan jabatan perwira yang masih cukup besar di tingkat kewilayahan.

“Hampir 90 persen kembali ke Polda dan Polres karena masih banyak kebutuhan jabatan perwira, khususnya di tingkat Polres,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, sebagian besar perwira baru akan memperkuat fungsi Samapta dan pelayanan kepolisian yang menjadi garda terdepan dalam interaksi dengan masyarakat. Mereka dituntut memiliki kemampuan quick response, berintegritas, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelayanan.

Wakapolri menegaskan bahwa Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Hotline 110, Command Center, dan fungsi Samapta merupakan wajah terdepan Polri yang secara langsung membentuk persepsi masyarakat terhadap institusi.

“Dari interaksi di SPKT, layanan 110, maupun pelayanan kepolisian lainnya, citra Polri dibangun. Karena itu pelayanan publik harus menjadi perhatian utama seluruh anggota Polri, khususnya para perwira yang baru dilantik,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya pembenahan institusi, Polri terus memperkuat ekosistem pelayanan quick response melalui optimalisasi layanan Hotline 110, penguatan Command Center, peningkatan kualitas pelayanan SPKT, serta penguatan fungsi Pamapta sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

Wakapolri menjelaskan bahwa kualitas pelayanan publik merupakan fondasi organisasi Polri yang akan terus diperbaiki melalui pemanfaatan teknologi informasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan humanis harus menjadi standar baru pelayanan kepolisian di seluruh wilayah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar kepada Polri, terutama dalam aspek kecepatan merespons laporan, kualitas pelayanan publik, keadilan dalam penegakan hukum, dan penguatan pengawasan.

Oleh karena itu, kehadiran para perwira baru diharapkan dapat memperkuat transformasi pelayanan Polri hingga ke tingkat Polres dan Polsek, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui penempatan para perwira baru tersebut, Polri berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat, respons terhadap kebutuhan masyarakat semakin cepat, serta kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat semakin dirasakan di seluruh wilayah Indonesia.

03 Juni 2026

Polres Lampung Selatan Raih Penghargaan IKPA Sempurna, Bukti Pengelolaan Anggaran yang Akuntabel dan Profesional


REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Polres Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan. Dalam pelaksanaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan Polda Lampung yang berlangsung di Ballroom Emersia Hotel Bandar Lampung, Polres Lampung Selatan menerima penghargaan atas capaian kinerja pengelolaan anggaran terbaik. Rabu, 3/6/2026

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan, akuntabilitas, serta efektivitas dalam pengelolaan anggaran negara di lingkungan Polri. Penghargaan diterima langsung oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri bersama Kasikeu Polres Lampung Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Polres Lampung Selatan menerima Piagam Penghargaan dari Kapolri sebagai satuan kerja yang memperoleh Nilai Capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Sempurna 100 pada Tahun Anggaran 2025. Selain itu, Polres Lampung Selatan juga menerima penghargaan dari Kapolda Lampung sebagai satuan kerja tingkat Polres dengan capaian IKPA terbaik di jajaran Polda Lampung.

Tak hanya itu, penghargaan individu turut diraih oleh Ps. Kasikeu Polres Lampung Selatan Rohman Efendi, S.H., M.Pd., sebagai bendahara satuan kerja yang berhasil memperoleh nilai capaian IKPA sempurna 100 pada Tahun Anggaran 2025.

Rakernis Fungsi Keuangan Polda Lampung tersebut dihadiri oleh Kapolda Lampung, Wakapolda Lampung, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung, Pejabat Utama Polda Lampung, para Kapolres jajaran, Kabag Ren, Kabag SDM, Kasikeu, Bendahara, serta operator keuangan dari seluruh satuan kerja jajaran Polda Lampung.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam pengelolaan dan pengawasan anggaran di lingkungan Polres Lampung Selatan.

"Penghargaan ini bukan hanya milik saya atau bagian keuangan semata, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel Polres Lampung Selatan yang berkomitmen menjaga tata kelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku," ujar AKBP Toni Kasmiri.

Menurutnya, capaian IKPA sempurna menjadi indikator bahwa setiap anggaran negara yang dipercayakan kepada Polres Lampung Selatan telah dikelola secara efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami berupaya memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan ke depan," katanya.

AKBP Toni Kasmiri juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel untuk mempertahankan budaya kerja yang profesional dan berintegritas.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa disiplin administrasi dan pengelolaan anggaran yang baik akan menghasilkan kinerja organisasi yang lebih optimal. Kami akan terus menjaga kepercayaan ini dengan mempertahankan standar yang telah dicapai dan berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Lampung Selatan," tegasnya.

Raihan penghargaan tersebut semakin mengukuhkan Polres Lampung Selatan sebagai salah satu satuan kerja berprestasi di lingkungan Polda Lampung, khususnya dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (Hms/Mudian) 

Amankan Ketahanan Pangan Nasional, Ditpamobvit Baharkam Polri Gelar Wasdal II SMP di PT Petrokimia Gresik



REFORMASI-ID  | Gresik - Sebagai komitmen nyata dalam menjaga stabilitas operasional industri strategis nasional, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) II implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT Petrokimia Gresik pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB ini dipusatkan di Hall Ponska Kantor Pusat PT Petrokimia Gresik, serta dilanjutkan dengan observasi menyeluruh ke area produksi dan sistem pengamanan fisik perusahaan.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., selaku penanggung jawab kegiatan, didampingi Ketua Tim Wasdal II Kombes Pol. Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H. Sementara dari pihak PT Petrokimia Gresik, hadir SVP Teknologi & K3LH Iwan Setiyawan, SVP Umum Fickry Martawisuda, VP Pengamanan Syamsu Rizal, serta jajaran pejabat Band 2 dan staf manajemen.

Dalam sambutannya, SVP Teknologi & K3LH PT Petrokimia Gresik, Iwan Setiyawan, menegaskan bahwa aspek keamanan bukan sekadar pendukung bisnis. Keamanan merupakan pilar strategis dalam menjaga kesinambungan produksi pupuk demi mendukung ketahanan pangan nasional.

"Proses Wasdal ini kami pandang sebagai sarana pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) untuk memastikan seluruh elemen pengamanan berjalan efektif. Kami berkomitmen mendukung kegiatan ini secara terbuka dan kooperatif, serta berterima kasih atas sinergi yang terus terjalin erat antara perusahaan dan Polri," ujar Iwan.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. M. Syahduddi. Ia memuji tren positif performa pengamanan PT Petrokimia Gresik yang terus meningkat secara berkelanjutan dari tahun ke tahun. Tercatat, pada Tahun 2024 capaian Audit SMP meraih skor 94,73% dengan predikat Emas, dan berhasil ditingkatkan pada Wasdal I Tahun 2025 menjadi 95,76%.

"Predikat emas telah diraih, namun kita tidak boleh lengah. Dinamika ancaman terhadap Obvitnas terus berkembang. Justru tantangan terberat adalah bagaimana kita mempertahankan dan terus meningkatkan standar sistem manajemen pengamanan tersebut," tegas Brigjen Pol. M. Syahduddi.

Ia menambahkan, Wasdal II ini ditargetkan untuk mengukur kesiapan komparatif perusahaan menghadapi potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT). Dirpamobvit juga menginstruksikan tim auditor Ditpamobvit agar bekerja secara profesional, objektif, dan berintegritas sehingga hasilnya memberikan dampak konkret bagi penguatan SMP perusahaan.

"Semoga melalui kegiatan Wasdal II ini, operasional perindustrian yang aman, andal, dan berkelanjutan di PT Petrokimia Gresik dapat terus terjaga," tambahnya.

Setelah sesi pembukaan yang ditandai dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama, agenda dilanjutkan dengan paparan Opening Meeting oleh Katim Wasdal II, Kombes Pol. Hamam Wahyudi.Memasuki agenda inti, Tim Wasdal II Polri bergerak melakukan observasi lapangan yang sangat ketat di sejumlah titik vital. Pada paruh pertama, peninjauan dilakukan di area Central Control Room (CCR) dan Pos Utama. 

Memasuki siang hingga sore hari, tim menyisir area pelabuhan, Command Center, Pos Induk Zona IV, hingga Command Center Departemen Keamanan untuk memastikan seluruh parameter pengamanan fisik, teknologi, dan personel telah memenuhi standar ketat Perpol Nomor 7 Tahun 2019. Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kapolda dan Wakapolda Lampung Hadiri Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK


REFORMASI-ID | LAMPUNG — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs Sumarto, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) dan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Lampung Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan di Ballroom Emersia Hotel & Resort, Bandar Lampung, dengan mengusung tema penting: “Optimalisasi Media Policing dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026.” Selasa (2/6/2026).

Acara ini turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, para Kasi Humas, Kasi TIK, operator Sihumas, dan perwakilan Bhabinkamtibmas dari seluruh Polres dan Polresta jajaran Polda Lampung.

Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa di era digital saat ini, peran media policing dan manajemen media sangat krusial dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Sinergitas antara fungsi Humas sebagai pengelola informasi dan fungsi TIK sebagai penyedia infrastruktur teknologi adalah kunci utama keberhasilan Polri.

"Tema Rakernis tahun ini sangat jelas, kita harus mengoptimalkan media policing dan manajemen media. Seluruh jajaran Humas dan TIK harus bersinergi untuk mendukung penuh rencana kerja Polri serta menyukseskan program Asta Cita Presiden RI. Kita harus mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan mengedukasi masyarakat," ujar Helfi.

Melalui Rakernis ini, diharapkan seluruh jajaran Polda Lampung memiliki kesamaan visi, misi, dan strategi taktis dalam menghadapi tantangan komunikasi publik sepanjang tahun 2026, demi terwujudnya Polri yang Presisi. (Hms/Mudian) 

Dua Anggota Brimob Polda Banten Dibacok Komplotan Debt Collector


REFORMASI-ID | Serang, Banten - Dua anggota Satuan Brimob Polda Banten, yakni Bripda Fajar Dwi dan Bripda Ahmad Yani, mengalami luka-luka setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga kuat dilakukan oleh sekelompok debt collector atau mata elang (matel).  Informasi yang diperoleh, kasus tersebut terjadi di Jalan Raya Serang – Cilegon KM. 3,5, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Selasa (2/6/2026) malam, sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria menjelaskan, peristiwa itu bermula dari upaya penarikan kendaraan milik salah seorang anggota Brimob yang kemudian memicu cekcok antara kedua belah pihak.

"Telah terjadi keributan antara personel Satbrimob Polda Banten dan kelompok debt collector yang berujung pada aksi pengeroyokan dan pembacokan menggunakan senjata tajam," terang Yudha, Rabu (3/6/2026).

Diketahui korban pertama, Bripda Fajar Dwi, anggota Satbrimob Polda Banten, mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangannya dan saat ini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara.

Sementara Bripda Ahmad Yani, mengalami pendarahan pada bagian hidung dan kaki serta  bahu kiri. Korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dradjat Prawiranegara, Serang.

Dalam kejadian penarikan tersebut, terjadi cekcok antara kedua belah pihak. Dalam situasi yang memanas, salah satu pelaku mengambil senjata tajam (sajam) membacokkanya kepada kepada korban Bripda Fajar.

Sebelumnya, terjadi adu argumen di lokasi penarikan kendaraan. Dalam keributan itu, salah seorang debt collector diduga mengambil kapak dari dalam mobil Toyota Fortuner milik kelompok mereka.

"Pelaku kemudian melakukan pembacokan terhadap personel Satbrimob yang berada di lokasi, sehingga korban mengalami luka serius," jelasnya.

Pasca kejadian, sekitar 30 personel Satbrimob Polda Banten mendatangi lokasi dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri menggunakan dua unit Toyota Fortuner warna hitam menuju gerbang tol Serang Barat.

Dengan begitu, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, yakni FN dan YSB. 

Keduanya disebut berasal dari Flores dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Dradjat Prawiranegara.

"Penyidikan kasus tersebut, kini ditangani Tim Resmob Polda Banten. Polisi masih memburu sejumlah anggota kelompok debt collector lainnya yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat," terangnya.

Hingga Rabu siang, personel Satbrimob Polda Banten masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah Kota Serang guna mencari anggota kelompok debt collector yang belum tertangkap. (*) 

Sosialisasi Desa HELAU, Kadis PMD: Ajak Kembangkan Potensi dan Semangat Gotong Royong


REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus menggalakkan Program Desa Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul (HELAU) sebagai upaya mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi desa. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Lomba Desa HELAU yang digelar di Kantor Kecamatan Penengahan. Selasa, 02/06/2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan Erdyansyah beserta jajaran, Plt Kepala BRIDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (LHD), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Camat Penengahan Hermawan, Camat Ketapang Sri Mahendra KD, Camat Bakauheni Sidik, serta seluruh kepala Desa kecamatan Penengahan, Ketapang dan Bakauheni serta para operator Desa dari wilayah yang mengikuti sosialisasi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan, Erdiansyah. SH. MM, menegaskan bahwa Program Desa HELAU merupakan salah satu program strategis yang diinisiasi oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk mendorong kemajuan desa melalui kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Melalui sosialisasi ini kami berharap Program Desa HELAU benar-benar bergerak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya mengatakan. 

Tak hanya itu sebut Kadis PMD Erdiansyah. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah Desa harus mampu menggerakkan kembali budaya gotong royong dan semangat menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.

"Konsep HELAU memiliki lima indikator utama yang menjadi fokus penilaian dalam lomba tersebut. Aspek Hijau menitikberatkan pada kelestarian dan penghijauan lingkungan Desa. Elok berkaitan dengan penataan kawasan permukiman yang tertib, bersih, dan nyaman. Lestari menyoroti upaya pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas desa," terangnya.

Sementara itu, aspek Aman mencakup keamanan lingkungan, pencegahan kriminalitas, pemberantasan narkoba, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan desa. Sedangkan aspek Unggul menilai kemampuan desa dalam mengembangkan potensi unggulan, baik melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sektor pertanian, pariwisata, maupun usaha ekonomi produktif lainnya.

Erdiansyah juga mengingatkan para Kepala Desa agar menjadikan Lomba Desa HELAU sebagai momentum untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.

“Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dipupuk. Melalui Program Desa HELAU, kita ingin membangun desa yang bersih, aman, maju, dan memiliki daya saing sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Lampung Selatan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Hermawan Camat Penengahan sebagai tuan rumah, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Desa HELAU yang digagas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

“Kami mendukung penuh Program Desa HELAU. Saya berharap seluruh pemerintah desa terus meningkatkan kekompakan, kebersamaan, dan sinergi dengan masyarakat sehingga tercipta desa yang bersih, aman, nyaman, dan semakin maju, khususnya di wilayah Kecamatan Penengahan,” kata Hermawan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap seluruh desa dapat berpartisipasi aktif dalam Lomba Desa HELAU sekaligus menjadikannya sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan desa yang hijau, tertata, lestari, aman, serta memiliki keunggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Herman/Mudian)

02 Juni 2026

Pembangunan IPAL TPA Burangkeng Jadi Sorotan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi



REFORMASI-ID | Bekasi - Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang berlokasi di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (2/6/2026).

Dalam peninjauan tersebut, para wakil rakyat ini menemukan sejumlah fakta mengejutkan terkait proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau instalasi pengolahan air lindi dari sampah di kawasan TPA Burangkeng. 

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Ombi Hari Wibowo, mengungkapkan bahwa infrastruktur IPAL yang dibangun justru lebih menyerupai sistem pengolahan limbah pabrik.

"Ini dominan mirip dengan IPAL industri. Nah, hal ini yang perlu saya kaji lebih dalam. Saya berencana meminta waktu satu kali lagi di komisi untuk berdiskusi langsung dengan tim konsultan perencananya. Mengapa model seperti ini yang dipilih dan dibuat?" ujar Ombi.

Ketika disinggung terkait adanya kesalahan pembuatan Detail Engineering Design (DED) IPAL tersebut, Ombi mengatakan pihaknya akan memanggil konsultannya. "Nah ini perencanaannya. Makanya kita mau panggil konsultannya," tegasnya. 

Selain itu, Ombi juga menyoroti temuan fatal berupa kebocoran pada infrastruktur IPAL. Kebocoran ini terlihat jelas secara kasatmata saat fasilitas IPAL dioperasikan langsung di sela-sela kunjungan lapangan.

"Ini banyak yang bocor. Saya juga mungkin nanti perlu untuk [meminta] klarifikasi kepada pihak pelaksananya," tegas Ombi. 

Di samping itu, Ombi juga mempertanyakan kredibilitas dan rekam jejak pihak kontraktor yang memenangkan proyek pembangunan IPAL tersebut. 

"Saya hanya ingin tahu, apakah pihak pelaksana ini memang kompeten? Dalam artian, apakah spesifikasi keahlian mereka memang sering membangun infrastruktur seperti ini, atau justru baru pertama kali? Ini yang perlu dikroscek ulang," ujar Ombi.

Dia juga mengingatkan kepada dinas terkait agar lebih selektif dalam memilih mitra kerja dalam proyek-proyek strategis daerah. "Artinya, Dinas Cipta Karya [dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi) selaku pengguna anggaran juga harus lebih hati-hati. Kami mau lihat juga kenapa pihak ini yang ditunjuk sebagai kontraktornya," tutup Ombi.

Brimob Metro Jaya Kerahkan 2 Unit Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap), Bagikan Bantuan Makanan untuk Korban Kebakaran Pasar Jiung



REFORMASI-ID | Jakarta - Satbrimob Polda Metro Jaya mengerahkan dua unit kendaraan dapur lapangan (Randurlap) untuk membantu warga terdampak kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

Dari dapur lapangan tersebut, personel Brimob Metro Jaya membagikan lebih dari 200 kotak nasi kepada warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascakebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di belakang Pasar Jiung.

Sejak pagi, personel Brimob terlihat menyusuri titik-titik pengungsian sambil menyerahkan makanan siap saji kepada warga, termasuk anak-anak dan lansia. Kehadiran aparat di tengah para korban mendapat respons positif dari masyarakat yang masih berupaya memulihkan kondisi usai kebakaran.

Kebakaran yang terjadi sebelumnya diketahui menghanguskan ratusan bangunan semi permanen dan membuat ratusan warga terdampak kehilangan tempat tinggal serta harta benda.

Kegiatan kemanusiaan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, agar seluruh personel hadir membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah dan memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat di lapangan.

“Brimob harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga sedang mengalami kesulitan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban kebakaran,” ujarnya

Selain membantu penyaluran makanan, personel Brimob Metro Jaya juga terus bersiaga di sekitar lokasi guna membantu proses pengamanan dan penanganan pascakebakaran bersama unsur terkait.

Jelang Akhir Musim Haji, Satgas Haji Perkuat Perlindungan Jemaah Indonesia



REFORMASI-ID | Jeddah, Arab Saudi, 1 Juni 2026 — Menjelang berakhirnya rangkaian penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M, Satgas Haji terus memperkuat upaya perlindungan terhadap jemaah Indonesia melalui peningkatan koordinasi dan kerja sama dengan otoritas Kerajaan Arab Saudi.

Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan diskusi antara Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. dengan perwakilan Presidency of State Security (PSS) Arab Saudi terkait pelaksanaan tata kelola haji dan peningkatan kerja sama dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji bagi warga negara Indonesia yang berlangsung di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (1/6).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kerja Sama Internasional PSS Arab Saudi Brigjen Muhammad Al Qohtoni beserta jajaran, serta delegasi Polri yang terdiri dari Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., Atase Polri pada KBRI Riyadh Kombes Pol. Bambang Yudhantara Salamun, S.I.K., dan personel pendukung lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan jajaran PSS atas dukungan, pelayanan, serta pengamanan yang diberikan selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini sehingga jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, tertib, dan khusyuk.

Wakapolri menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, serta seluruh kementerian dan lembaga terkait dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang aman, tertib, dan memberikan perlindungan optimal kepada jemaah Indonesia.

Pada saat yang sama, Indonesia dan Arab Saudi sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini, khususnya dalam mendukung pengamanan, perlindungan warga negara, pertukaran pengalaman, serta peningkatan kualitas pelayanan jemaah haji.

Penguatan kerja sama tersebut diarahkan pada peningkatan koordinasi, pertukaran informasi, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung tata kelola dan pengamanan penyelenggaraan ibadah haji. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat perlindungan jemaah Indonesia mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke Tanah Air.

Selain membahas pelaksanaan ibadah haji tahun ini, kedua pihak juga berdiskusi mengenai berbagai pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan keamanan serta pelayanan jemaah. Pengalaman Arab Saudi dalam mengelola jutaan jemaah dari berbagai negara dengan dukungan teknologi modern dinilai menjadi referensi yang berharga bagi peningkatan kualitas pengelolaan kegiatan berskala besar di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Internasional PSS Arab Saudi Brigjen Muhammad Al Qohtoni menyampaikan apresiasi atas hubungan yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Arab Saudi. Menurutnya, Indonesia merupakan mitra strategis yang memiliki kontribusi besar dalam penyelenggaraan ibadah haji dan menjadi salah satu negara yang menunjukkan kerja sama yang sangat baik dalam mendukung kelancaran pelayanan jemaah.

Pihak PSS juga menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik berkat optimalisasi personel, penguatan koordinasi, serta pemanfaatan teknologi dalam sistem pengamanan dan pelayanan jemaah.

Evaluasi Haji Tahun Ini Jadi Modal Penguatan Perlindungan Jemaah

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sebagai dasar peningkatan kualitas tata kelola, pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah pada masa mendatang.

Pengalaman penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan pentingnya koordinasi yang kuat antarinstansi, pemanfaatan teknologi yang semakin optimal, serta pengawasan yang berkelanjutan guna mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji yang melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Satgas Haji yang dibentuk bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia telah melaksanakan berbagai langkah pengawasan, pencegahan, dan penanganan permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji guna memberikan perlindungan kepada masyarakat dan jemaah Indonesia.

Berdasarkan data Subsatgas Gakkum Satgas Haji dan Umrah Tahun 2026 sampai dengan 29 Mei 2026, telah ditangani 29 Laporan Polisi (LP) dan 30 Laporan Informasi (LI) dengan 26 tersangka, jumlah korban mencapai 550 orang, serta total kerugian masyarakat sebesar Rp21.701.700.000.

Penanganan tersebut merupakan hasil sinergi Dittipidter Bareskrim Polri dan Polda jajaran di berbagai wilayah Indonesia. Selain melakukan penegakan hukum, Satgas Haji juga aktif melaksanakan langkah pencegahan melalui edukasi masyarakat, pengawasan keberangkatan jemaah, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mencegah masyarakat menjadi korban praktik haji non-prosedural maupun berbagai modus penipuan berkedok perjalanan ibadah.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. mengatakan bahwa evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini menjadi modal penting bagi Indonesia dan Arab Saudi untuk terus meningkatkan kualitas perlindungan dan pelayanan kepada jemaah.

“Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini memberikan banyak pembelajaran berharga bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui evaluasi yang komprehensif dan penguatan koordinasi antara Indonesia dan Arab Saudi, diharapkan kualitas pelayanan, pengamanan, dan perlindungan jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang,” ujar Kadiv Humas Polri.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia memerlukan sistem perlindungan yang semakin kuat, adaptif, dan terintegrasi.

“Penguatan koordinasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan literasi masyarakat, serta sinergi antara Satgas Haji, Kementerian Haji dan Umrah RI, perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, dan otoritas Kerajaan Arab Saudi menjadi kunci untuk memastikan jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Kadiv Humas menambahkan bahwa tantangan penyelenggaraan haji ke depan tidak hanya berkaitan dengan aspek pelayanan dan pengelolaan jemaah, tetapi juga perlunya penguatan edukasi masyarakat, peningkatan kepatuhan terhadap ketentuan penyelenggaraan haji, optimalisasi penggunaan teknologi, serta penguatan koordinasi antarinstansi guna mengantisipasi berbagai dinamika yang dapat muncul pada penyelenggaraan haji di masa mendatang.

Oleh karena itu, penguatan tata kelola haji, pengawasan yang adaptif, edukasi masyarakat, serta kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi langkah strategis yang perlu terus diperkuat. Dengan demikian, perlindungan terhadap jemaah dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari proses pendaftaran, keberangkatan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke Tanah Air.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, memperkuat perlindungan warga negara, serta membangun kerja sama yang konstruktif dengan berbagai pihak demi terwujudnya pelayanan haji yang semakin baik bagi masyarakat Indonesia.

Gencarkan Patroli Dialogis di Cikuda dan Wanaherang, Korps Sabhara Baharkam Polri Pastikan Kamtibmas Kondusif



REFORMASI-ID | Jakarta - Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Korps Sabhara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Korsabhara Baharkam Polri) kembali menunjukkan komitmen nyatanya di lapangan. Pada Senin sore (1/6/2026), 

Jajaran Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan giat patroli dialogis yang menyasar langsung pusat aktivitas masyarakat.
Kegiatan patroli yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Dr. Mokhamad Ngajib, S.I.K., M.H., dan dilaporkan langsung kepada Kakorsabhara Baharkam Polri.

Dengan menerjunkan Personil Subden C Detasemen Perintis, patroli kali ini dilakukan dengan metode perpaduan menggunakan kendaraan roda dua (KR2) serta berjalan kaki (patroli jalan kaki). Adapun rute dan titik fokus patroli meliputi kawasan strategis di sepanjang Jl. Raya Cikuda dan area Pasar Wanaherang.

Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan secara aktif melakukan interaksi dan dialog dua arah dengan warga, pedagang, serta pengguna jalan. Langkah ini diambil guna menjaring langsung informasi, aspirasi, maupun keluhan terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar.

"Petugas menyampaikan imbauan Kamtibmas agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas. Kami juga mengimbau warga untuk tidak ragu segera melapor ke pihak Kepolisian terdekat apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan," ujar Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib 

Tidak hanya berdialog, aksi nyata di lapangan juga ditunjukkan oleh para personil Subden C Detasemen Perintis. Di tengah patroli, petugas dengan sigap membantu sejumlah warga yang mengalami kendala teknis saat berada di jalan raya.

Aksi humanis dan preventif ini merupakan wujud nyata dari implementasi semboyan Korps Sabhara Polri, yaitu "Siap Terlihat dan Bermanfaat". 

Melalui kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat, diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga dalam beraktivitas. (*)

01 Juni 2026

Monster Pabrik Rambut Tayang di Bioskop Mulai 4 Juni 2026


 

MRI, JAKARTA, 1 Juni 2026 — Film horor fantasi retro Monster Pabrik Rambut karya sutradara Edwin akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film produksi Palari Films ini dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.

Mengambil latar sebuah pabrik rambut, film ini mengisahkan kehidupan para pekerja yang menghadapi tekanan kerja, kurang tidur, serta berbagai kejadian misterius di lingkungan pabrik. Sosok Bos Maryati yang diperankan Didik Nini Thowok menjadi salah satu karakter sentral dalam cerita.

Edwin mengatakan film tersebut menghadirkan bentuk horor yang berbeda dari film horor spiritual yang umum ditemui di Indonesia. Menurutnya, ketegangan dalam Monster Pabrik Rambut dibangun dari situasi kerja sehari-hari dan atmosfer lingkungan pabrik.

“Ketegangan dan teror horor di Monster Pabrik Rambut tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi, tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror,” ujar Edwin.

Film ini juga mengangkat isu budaya kerja berlebihan atau hustle culture yang dinilai kerap dinormalisasi. Melalui cerita para pekerja pabrik, film tersebut menyoroti dampak lembur dan kurangnya waktu istirahat terhadap kehidupan pekerja.

Dari sisi visual, Edwin menggunakan pendekatan practical effect tanpa CGI untuk menciptakan nuansa horor fantasi retro. Untuk mendukung kebutuhan produksi, tim film menyulap Studio PFN menjadi set pabrik rambut dengan menggunakan berbagai properti, termasuk rambut asli, manekin, dan perlengkapan produksi wig.


Penata artistik Menfo Tantono terlibat sebagai desainer produksi dalam proyek ini. Menfo sebelumnya meraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2024 untuk kategori Penata Artistik Terbaik.


Diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut merupakan ko-produksi lima negara, yakni Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Film ini telah melakukan pemutaran perdana dunia di Berlin International Film Festival 2026 dan turut diputar di sejumlah festival internasional, termasuk Brussels Fantastic Film Festival serta Hong Kong International Film Festival 2026.


Produser Meiske Taurisia mengatakan ide film berangkat dari gagasan bahwa lingkungan kerja dapat menjadi sumber ketegangan yang tidak kalah menakutkan dibandingkan cerita horor pada umumnya.


Sementara itu, Rachel Amanda yang memerankan karakter Putri menilai tema yang diangkat film tersebut dekat dengan pengalaman banyak pekerja.


“Cerita dan para karakter di film ini memperlihatkan betapa horornya dunia kerja yang terkadang bahkan dinormalisasi. Sakit dianggap kerja keras, tapi apakah sistem kerjanya itu benar?” kata Rachel Amanda.


Reporter: Muhammad Rafly Haikal


Hari Pancasila, Pemkot Balam Jaga Kebersamaan dan Semangat Gotong Royong


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung (Balam) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Eva Dwiana, nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak kepada rakyat.

Selain itu, setiap kebijakan dan program pemerintah harus mencerminkan semangat kemanusiaan serta keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok tertentu.

"Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak kepada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial,” ujar Eva Dwiana.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Eva juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan Kota Bandar Lampung.

Menurutnya, kekompakan antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan pembangunan daerah.

"Yang bisa menjaga daerah kita adalah kita sendiri. Bagusnya, bersih dan cemerlangnya  Kota Bandar Lampung karena kita semua," katanya.

Eva menambahkan, semangat gotong royong dan kolaborasi harus terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk upaya mencegah kenakalan remaja dan aksi tawuran yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.

Ia berharap momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk semakin mempererat persatuan dan bersama-sama membangun Kota Bandarlampung.

"Dengan Hari Pancasila ini, ayo kita semakin erat, semakin kompak, gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi harus terus kita jaga,” tandasnya. (*)

Jadikan Pancasila Ideologi Hidup, BNNK Lampung Selatan Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba


REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Peringati hari lahir Pancasila, BNN Kabupaten Lampung Selatan laksanakan upacara dan ajak generasi muda implementasikan nilai-nilai luhur Pancasila serta jauhi penyalahgunaan, peredaran gelap narkoba. Senin, 01/06/2026.

Kepala BNN Lampung Selatan AKBP. Rahmad Hidayat. SE.MM,. Menyampaikan tema yang diusung pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Yang mana menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

"Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.

Menurutnya, mengatakan Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnis dalam satu ikatan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan global, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia. 


Pada kesempatan itu sebut AKBP Rahmad Hidayat, BNN Kabupaten Lampung Selatan mengajak seluruh elemen, instansi pemerintah, maupun swasta dan masyarakat dengan semangat Persatuan Indonesia yang tertuang dalam sila Ke-3 Pancasila. Mari bersatu padu untuk memerangi segala macam bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. 

"Khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi simbol atau tulisan semata," tuturnya. 

Selain itu ungkapnya. Dengan berpegang teguh pada Pancasila dapat melindungi, menyayangi diri dan keluarga dalam mewujudkan Indonesia bersih narkoba (Bersinar) seiring program  BNN RI, yaitu aksi nasional anti narkotika dimulai dari anak bersih narkoba (Ananda Bersinar). 

"BNN Kabupaten Lampung Selatan. Ucapkan selamat memperingati hari lahirnya Pancasila. Pancasila sakti, Indonesia Jaya," pungkasnya. (Mudian) 

Dari Bumi Sriwijaya, Korem 044/Gapo Kobarkan Semangat Pancasila untuk Indonesia


REFORMASI-ID | Palembang - Komando Resor Militer 044/Garuda Dempo menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Makorem 044/Gapo, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh prajurit TNI, PNS, serta seluruh personel Korem 044/Gapo. Senin, 01/06/2026.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Seksi Operasi Kasrem 044/Gapo Letkol Inf Andi Ariyanto membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tema yang diusung pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnis dalam satu ikatan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia,” ucap Letkol Andi membacakan pidato.

“Selain itu, Indonesia juga memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dalam menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai,” lanjutnya.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi simbol atau tulisan semata.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Korem 044/Gapo ini menjadi wujud komitmen seluruh prajurit dan aparatur negara untuk terus meneguhkan semangat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara. (Mudian) 

31 Mei 2026

Diduga Nekat Jual Beli Sabu, Dua Remaja Terancam 6 Tahun Penjara


REFORMASI-ID | Serang Banten - Akibat nekat berbisnis jual beli narkotika jenis sabu, HF (25) dan RA (26), diringkus petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang Polda Banten.

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, kedua pemuda warga Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten tersebut, diamankan berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Cikeusal.

"Kedua pemuda asal Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, berinisial HF 25 tahun, dan RA, 26 tahun, warga Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, ditangkap saat berada di rumah salah satu pelaku, pada Sabtu (23/5/2026), sekitar pukul 10.00 WIB," ungkap Kapolres, Minggu (31/5/2026).

Dikatakan, kedua pelaku nekat terjun ke bisnis haram peredaran narkotika jenis sabu, karena alasan ekonomi. 

Pengungkapan kasus ini, setelah Tim Satresnarkoba dipimpin Iptu Gilang Erlangga bergerak ke lokasi dan melakukan penggerebekan di rumah HF. 

"Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait peredaran narkotika jenis sabu," terang Kapolres.

Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait peredaran narkotika jenis sabu.

Saat dilakukan penggeledahan di kamar HF, petugas menemukan tas yang disimpan di lantai dekat tempat duduk pelaku. 

Di dalam tas tersebut, terdapat dua paket sabu serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas transaksi narkoba.

"Dari hasil penggeledahan awal, petugas menemukan dua paket sabu di dalam tas warna hitam yang berada di dekat pelaku. Selanjutnya, dilakukan pengembangan dengan menggeledah seluruh ruangan," Kasatresnarkoba AKP Bondan Rahadiansyah menambahkan.

Penggeledahan, kemudian dilanjutkan ke dalam lemari pakaian di kamar pelaku. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan 24 paket kecil sabu siap edar, empat paket sabu ukuran sedang, satu unit timbangan digital, serta satu pak plastik klip yang biasa digunakan untuk mengemas narkotika.

Secara keseluruhan, polisi berhasil mengamankan 30 paket sabu yang diduga akan diedarkan di wilayah Kabupaten Serang dan sekitarnya. 

"Seluruh barang bukti beserta kedua pelaku, kemudian dibawa ke Mapolres Serang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Bondan Rahadiansyah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, HF mengaku memperoleh narkotika jenis sabu dari seseorang berinisial IA yang berada di daerah Jakarta Barat. Namun, pelaku mengaku tidak mengetahui alamat pasti pemasok tersebut karena transaksi dilakukan tanpa pertemuan langsung.

"Pengakuan tersangka, barang haram itu diperoleh dari seseorang berinisial IA di daerah Jakarta Barat. Saat ini, identitas dan keberadaan pemasok masih kami dalami dan lakukan pengembangan," jelas Bondan.

Lebih lanjut disampaikan Bondan, bahwa motif kedua pelaku terjun ke bisnis narkoba didorong faktor ekonomi dan kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah.

"Atas perbuatannya, kedua tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan terancam hukuman berat sesuai Pasal 114 Ayat (2), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara," tandasnya. (Daeng Yusvin/Mudian)