Media Reformasi Indonesia (MRI)

04 Mei 2026

Hasil Hearing Komisi I DPRD : Venos Karaoke Belum Kantongi Izin dan Ilegal


REFORMASI-ID | LAMPUNG — Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat dengar pendapat (hearing) terkait operasional Venos Karaoke yang menjadi sorotan publik lataran mengunakan izin lama dalam operasional usaha.

Dalam hering tersebut di pimpin langsung oleh ketua Komisi I DPRD Misgustini Wakil ketua komisi Romi Husin, Sekertaris Endang Asnawi dan Anggota Hendra Mukri serta Yuni Karnelis, Juga di hadiri oleh Pihak PTSP, kuasa hukum Jaka Eryadi Gunawan yakni Beny HN Mansyur, Edi Samsuri dan Rekan serta hadir juga wakil management Venos Wahyu dan Desri.

Dari hasil hearing tersebut, terungkap bahwa pihak Venos Karaoke saat ini  masih menggunakan izin lama dibawah naungan PT. Faza Satria Gianny selaku Direktur Utama Jaka Eryadi Gunawan.

Menurut wakil ketua Komisi I Romi Husin menyampaikan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan manajemen Venos Karaoke dan instansi teknis, ditemukan adanya pelanggaran perizinan yang seharusnya ditaati oleh pihak Venos Karoke saat ini.

“Dari hasil hearing, kami menemukan bahwa perizinan Venos Karaoke menyalahi aturan. Ini tentu menjadi perhatian serius karena menyangkut kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,”kata Romi Husin dalam hearing yang di gelar di ruang Komisi 1 DPRD Bandar Lampung pada Senin (04/05/2026).

Romi Husin menjelaskan keberadaan tempat hiburan malam yang ada di Bilangan Jalan Yos sudarso ini kuat menjalankan usahanya dengan menggunakan izin manajemen lama meski telah terjadi perubahan pengelolaan.

"Kita tau ada konflik internal antara manajemen lama dan baru ini jadi kita sarankan untuk segera di selesaikan sebelum kami rekomendasi penutupan kegiatan sementara tersebut ,"tegas Romi Husin.

Ditambahkan Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Endang Asnawi, menegaskan bahwa manajemen baru Venos Karaoke dalam pelaksanaannya telah menyalahi aturan yang berlaku.

“Manajemen Venos Karaoke yang baru ini memang dalam pelaksanaannya sudah menyalahi aturan. Saya katakan ini ilegal,” tegasnya.

Lebih lanjut ketua fraksi PDIP juga memberikan analogi sederhana untuk menggambarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pengelolaan usaha tanpa dasar izin yang sah sama halnya seperti pihak lain yang mengelola properti tanpa persetujuan pemilik.

“Kita contohkan, kita punya rumah, lalu ada orang lain yang mau mengelola rumah kita. Itu tentunya tidak benar,” ujarnya.

Sementara Wahyu dan Desri selaku wakil management Venos karoke baru mengakui bahwa selama ini memang terjadi konflik internal dalam tubuh manajemen. Namun demikian, ia membantah jika operasional yang berjalan sepenuhnya tanpa dasar, dengan menyebut adanya kesepakatan dari pihak perusahaan.

Wahyu  juga  menjelaskan bahwa pihaknya telah mendapatkan persetujuan dari Direktur PT Faza Satria Gianny, Jaka Eryadi Gunawan, terkait kelanjutan pengelolaan usaha dengan menggunakan izin yang lama.

“Memang ada konflik internal, tapi kami berdalih sudah ada kesepakatan dari direktur untuk melanjutkan pengelolaan izin yang lama,”ujar Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti atas kesepakatan tersebut dan siap menunjukkannya dalam proses hukum apabila diperlukan.

“Saya akan tunjukkan buktinya nanti setelah ada di persidangan,” tantang Wahyu.

Menanggapi pernyataan pihak manajemen Venos Karaoke, kuasa hukum Direktur PT Faza Satria Gianny, Jaka Eryadi Gunawan, yakni Benny HN Mansyur, SH dan Edi Samsuri, S.H & Rekan, memberikan tanggapan tegas.

Pihak kuasa hukum menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Humas Wakil management Venos Karaoke, Wahyu dan desri merupakan bentuk alibi semata dalam menghadapi persoalan yang sedang berlangsung.

“Apa yang disampaikan itu merupakan alibi Alibi itu sah-sah saja dilakukan,” ujar Edi Samsuri usai hearing tersebut.

Meski demikian, pihaknya memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya proses ini pada langkah hukum yang akan ditempuh masing-masing pihak.

“Intinya kita lihat saja nanti seperti apa langkah mereka ke depan,” tambahnya. (**)

Simpan Sabu Dalam Baju, Warga Kagungan Serang Digelandang Polisi


REFORMASI-ID | Serang, Banten - Satresnarkoba Polres Serang Polda Banten, berhasil ungkap kasus peredaran narkotika. Sebanyak 112 paket sabu, berhasil diamankan dari sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten.

Dalam operasi itu, petugas juga berhasil mengamankan seorang pria, berinisial AP (22), yang diduga sebagai pemilik barang haram tersebut.

Kapolres Serang Andri Kurniawan menjelaskan, bahwa pengungkapan kasus ini, merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di lokasi tersebut.

"Penangkapan atau penggerebekan dilakukan, pada Rabu (29/4/2026) sore, sekira pukul 15.30 WIB. Berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan tersebut. Kami langsung menindaklanjuti dengan penyelidikan," ujar Kapolres didampingi Kasatresnarkoba AKP Bondan Rahadiansyah, Senin (4/5/2026).

Berbekal informasi itu, Tim Satresnarkoba yang dipimpin Iptu Wawan Setiawan, langsung bergerak cepat melakukan pendalaman dan observasi di lokasi yang dimaksud.

Setelah memastikan target, petugas kemudian melakukan penggerebekan di rumah kontrakan yang ditempati tersangka pada sore hari. Saat digerebek, tersangka AP diketahui sedang berada di dalam kamar dan tengah bermain game online menggunakan handphone.

“Ktika dilakukan penggerebekan, tersangka tidak melakukan perlawanan. Ia diamankan saat berada di dalam kamar kontrakan,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan di dalam rumah tersebut. Dari hasil penggeledahan, ditemukan ratusan paket sabu yang disembunyikan secara rapi. 

"Sebanyak 112 paket sabu ditemukan disimpan dalam lempitan baju yang berada di dalam lemari pakaian milik tersangka, tepatnya di sela-sela pakaian. Ini merupakan modus untuk mengelabui petugas," jelas Kapolres.

Selain sabu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, berupa timbangan digital, dua pack plastik klip bening, serta satu unit handphone yang diduga digunakan untuk transaksi.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar berinisial MO yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Transaksi dilakukan di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tersangka mengaku sudah lima kali menerima suplai dari bandar tersebut,” terang Kapolres.

Kapolres menambahkan, motif tersangka terlibat dalam peredaran narkoba, diduga karena tekanan ekonomi, mengingat yang bersangkutan tidak memiliki pekerjaan tetap dan harus menghidupi keluarga.

“Alasan tersangka karena faktor ekonomi. Ia memiliki seorang anak yang masih bayi dan tidak memiliki pekerjaan tetap,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka AP dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Serang dan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas serupa. (Daeng Yusvin/Mdn) 

Peringati Hardiknas, Kasrem 044/ Gapo: Pendidikan Fondasi Utama Pembentukan Karakter Bangsa


REFORMASI-ID | Palembang – Kepala Staf Korem 044/Garuda Dempo, Kolonel Inf Andi Gus Wulandri, mewakili Danrem 044/Gapo, menghadiri Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Senin (4/5/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri pula unsur Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh pendidikan, serta pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Sumatera Selatan.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengusung tema, "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Semangat tersebut memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif, berkarakter, dan berdaya saing global. 

Dalam kesempatan tersebut melalui Penrem 044/Gapo, Kasrem 044/Gapo menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, serta cinta tanah air.

“Korem 044/Gapo mendukung setiap upaya pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Generasi muda yang terdidik dengan baik akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan Indonesia di masa depan,” ujar Kolonel Inf Andi Gus Wulandri.

Lebih lanjut disampaikan, melalui momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, diharapkan terwujud sinergitas yang semakin kuat antara seluruh komponen bangsa dalam upaya menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, merata, dan berdaya saing.

Selain pelaksanaan upacara, kegiatan juga diisi dengan penampilan seni dari pelajar serta penyerahan penghargaan kepada insan pendidikan yang berprestasi di Provinsi Sumatera Selatan. (Mdn) 

Wujudkan Kamseltibcarlantas, Subden C Detasemen Perintis Laksanakan Gatur Lalin di Kawasan Gunung Putri



REFORMASI-ID | Jakarta - Personel Subden C Detasemen Perintis Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat melalui aksi nyata di lapangan. Pada Senin pagi (04/05/2026), sejumlah personel diterjunkan untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin) di beberapa titik krusial guna memastikan kelancaran aktivitas warga.

Kegiatan rutin yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini difokuskan pada dua lokasi strategis yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan, yakni Simpang Gunung Putri dan Simpang Leuwinanggung. Kehadiran petugas di lokasi tersebut bertujuan untuk mengurai potensi kemacetan serta memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan yang memulai aktivitas di awal pekan.

Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri menyampaikan bahwa penempatan personel di ploting yang telah ditentukan merupakan bagian dari implementasi semboyan "Siap Terlihat dan Bermanfaat". Tidak hanya mengatur arus kendaraan, personel di lapangan juga sigap membantu penyeberang jalan dan memastikan ketertiban berlalu lintas tetap terjaga.

Langkah preventif ini diharapkan dapat menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, sekaligus memastikan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat berjalan tanpa hambatan. Hingga kegiatan berakhir, arus lalu lintas di kedua wilayah tersebut terpantau ramai lancar dan kondusif.

03 Mei 2026

Sah!!! Bambang Iswahyudi Nahkodai Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu



REFORMASI-ID | Bekasi - Bambang Iswahyudi secara sah terpilih menjadi Ketua Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) Bhayangkara Sektor Setu periode 2026-2030 melalui pemilihan langsung yang diselenggarakan di aula Mapolsek Setu, Jl. Raya Letjen R. Suprapto No.3, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Sabtu, 02 Mei 2026.

Pesta demokrasi pemilihan Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu diikuti empat calon pemimpin, serta dihadiri langsung oleh Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, berjalan aman dan kondusif.

"Alhamdulillah, saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran Pokdarkamtibmas Bhayangkara yang telah mensukseskan pesta demokrasi pemilihan Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu," ucap Bambang.

"Tak luput salam hormat saya kepada Kapolsek Setu dan seluruh jajaran personil Polsek Setu yang telah membina dan sebagai motivator untuk Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu agar bisa terus berkembang dan bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya.

Ia juga menyampaikan visi misi Pokdarkamtibmas Bhayangkara Sektor Setu dibawah kepemimpinannya.

"Saya sebagai Ketua Pokdarkamtibmas yang baru akan membawa perubahan yang lebih baik lagi untuk masyarakat Setu dengan menjalankan visi seperti membantu menanggulangi kejahatan, memberikan informasi Kamtibmas dan menjaga hubungan baik dengan Kepolisian serta aparat pemerintahan," ujarnya 

Lebih lanjut, menjadikan Pokdarkamtibmas Sektor Setu exsis dan aktif dikewilayahan adalah misi kami.

Selain itu, saya juga mempunyai program kerja 90 hari kedepan seperti, menggiatkan program OKJ dengan team yang solid secara bergantian, membentuk kepengurusan subsektor di 11 Desa wilayah Setu.

"Serta mengaktifkan semua pospol di wilayah hukum Polsek Setu, mengadakan kegiatan besar tahunan yang dimotori oleh Pokdar sektor Setu di hari Bhayangkara Polri dan membuat ketahanan pangan bagi anggota yang punya usaha atau/UMKM untuk bisa mengajukan program pembiayaan usaha," pungkasnya.

(Red)

02 Mei 2026

Desk Ketenagakerjaan Polri Tunjukkan Kinerja Nyata, Sejalan dengan Arahan Presiden pada May Day 2026



REFORMASI-ID | Jakarta, 2 Mei 2026 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri secara langsung Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) bersama ribuan pekerja di kawasan Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Kehadiran Kepala Negara tersebut menjadi momentum bersejarah sekaligus penegasan kuat bahwa negara hadir dalam melindungi dan memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan buruh Indonesia.

Menindaklanjuti arahan Presiden tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengoptimalkan peran Desk Ketenagakerjaan Polri yang telah dibentuk pada 20 Januari 2026 sebagai pusat pelayanan terpadu dalam penanganan permasalahan ketenagakerjaan.

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa Desk Ketenagakerjaan merupakan langkah konkret Polri dalam memastikan perlindungan terhadap pekerja berjalan efektif dan berkeadilan.

“Arahan Bapak Presiden pada Perayaan May Day 2026 menjadi penegasan bahwa negara hadir untuk melindungi pekerja dan buruh. Polri melalui Desk Ketenagakerjaan memastikan perlindungan tersebut diwujudkan melalui pelayanan konsultasi, pengaduan, hingga penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan,” ujar Wakapolri.

Lebih lanjut, Wakapolri menekankan bahwa kehadiran Desk Ketenagakerjaan juga merupakan implementasi Asta Cita Presiden, khususnya dalam meningkatkan kualitas lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.

“Desk ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas sosial, budaya, dan keamanan, sekaligus memastikan hak-hak pekerja terlindungi secara optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Irhamni, menjelaskan bahwa secara teknis Desk Ketenagakerjaan dirancang sebagai pusat layanan terpadu berbasis kolaborasi antar stakeholder.

“Desk Ketenagakerjaan Polri melayani konsultasi, pengaduan, dan pelaporan tindak pidana ketenagakerjaan secara terintegrasi. Kami memastikan setiap laporan ditangani secara cepat, transparan, dan akuntabel, dengan mengedepankan sinergi lintas sektor,” jelas Brigjen Pol. Irhamni.

Sejak dibentuk, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menunjukkan kinerja nyata melalui berbagai capaian sepanjang tahun 2025, antara lain:

* Apresiasi Presiden RI dan pimpinan konfederasi buruh pada May Day di Monas
* Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Khusus (SK3) petugas Desk Ketenagakerjaan
* Penghargaan internasional dari ITUC Asia Pacific kepada Kapolri
* Penyelamatan dan pemulangan pekerja migran korban TPPO
* Penanganan perkara ketenagakerjaan secara profesional dan humanis

Dalam aspek penegakan hukum, tercatat 144 laporan pengaduan tindak pidana ketenagakerjaan, dengan 35 perkara telah diselesaikan (P21: 1, Restorative Justice: 34) dan 109 perkara masih dalam proses. Kasus yang ditangani meliputi PHK/pesangon, sengketa upah, pemberangusan serikat pekerja, BPJS, hingga perlindungan keselamatan kerja.

Polri menegaskan bahwa Desk Ketenagakerjaan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan hukum kepada pekerja dan buruh Indonesia.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, termasuk pekerja dan buruh, guna mewujudkan keadilan sosial serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tutup Wakapolri.

Baharkam Polri Tuntaskan Bintek Penerapan Sistem Manajemen Pengamanan di PT. Antam Ternate



REFORMASI-ID | Ternate - Guna memastikan standar keamanan tertinggi pada Objek Vital Nasional (Obvitnas), PT Antam (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara resmi menuntaskan kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini ditutup secara resmi di Hotel Bela Ternate, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Kombes Pol Mirzal Alwi, S.I.K., dan dihadiri oleh jajaran auditor profesional serta manajemen senior PT Antam. Berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap Elemen I hingga Elemen V, PT Antam UBPN Maluku Utara berhasil meraih skor implementasi sebesar 84,95%.

Dalam rangkaian penutupan, Auditor Profesional Drs. Sutrisno Dewo Gonomurti, M.M., menekankan pentingnya implementasi SMP yang mengacu pada Perpol Nomor 7 Tahun 2019. Senada dengan hal tersebut, Auditor Drs. Sukarto mengingatkan agar penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) di lingkungan tambang harus selalu selaras dengan kaidah perundang-undangan yang berlaku.

"Penerapan SMP bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ancaman lainnya secara dini," ujar Mining & Operation Support Senior Manager PT Antam UBPN Maluku Utara, Kamrul Bakti Sitorus, S.T.

Meski meraih skor tinggi, tim auditor memberikan catatan berupa 37 kriteria temuan dokumen (kategori warna kuning) yang harus segera ditindaklanjuti. Pihak manajemen PT Antam berkomitmen melakukan perbaikan cepat sebagai langkah persiapan menghadapi audit resmi di masa mendatang.

"Kami mengapresiasi kerja keras tim. Temuan baik di dokumen maupun lapangan akan segera kami tindaklanjuti demi memperkokoh sistem pengamanan perusahaan," tambah Kamrul Bakti Sitorus.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara hasil Bintek dan penyerahan hasil skoring secara simbolis, disaksikan oleh perwakilan Ditpamobvit Polda Maluku Utara dan mitra BUJP PT Transdana Profitri.

Polisi Dekatkan Diri dengan Gen Z Lewat Turnamen E-Sport Mobile Legends Kapolres Cilegon Cup 2026


REFORMASI-ID | Cilegon, Banten - Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga, secara resmi membuka Turnamen Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Kapolres Cilegon Cup 2026, pada Sabtu (2/5/2026).

Dalam sambutannya, Martua Silitonga menyampaikan, bahwa kegiatan Turnamen E Sports Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Kapolres Cilegon Cup 2026, dalam rangka memberikan ruang edukasi positif dan kreatif bagi generasi muda Kota Cilegon, khususnya bagi para pelajar serta sebagai bentuk penyaringan bibit unggul potensial dalam bidang E Sports.

Turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung  di Aula Wicaksana Leghawa Polres Cilegon, Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga, Wakapolres Cilegon KOMPOL M. Ridzky Salatun, Kabagops Polres Cilegon AKP Choirul Anam, Kasat Samapta Polres Cilegon AKP Agus Hendratno, Kasie Propam Polres Cilegon AKP Herry Susanto, Kasie Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan, dan Kasie Keu Polres Cilegon IPTU TB. Tatang Taftazany.

Martua Silitonga menegaskan, bahwa kegiatan positif seperti Turnamen E Sports Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Kapolres Cilegon Cup 2026 ini, diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus menjauhkan diri dari aktivitas negatif.

"Saya ucapkan, selamat datang kepada adik adik pelajar seluruh peserta turnamen E Sports MLBB Kapolres Cilegon Cup 2026," ujar Kapolres dalam sambutan pembukanya, Sabtu (2/5/2026).

Kapolres juga menyampaikan, bahwa kegiatan Turnamen E Sports Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Kapolres Cilegon Cup 2026 tersebut, diikuti oleh 150 orang tergabung kedalam 30 tim yang berasal dari kalangan pelajar SLTP & SLTA di Kota Cilegon dengan menggunakan format kompetisi sistem gugur.

"Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pada hari ini, adalah tidak lain untuk membangun generasi muda yang positif dan kreatif dengan memiliki nilai sportifitas. Kegiatan ini, juga diharapkan menjadi salah satu sarana untuk menanamkan nilai kejujuran serta kedisiplinan," ujar Kapolres.

Dikatakan, perkembangan teknologi dan dunia digital, telah membawa perubahan besar, khususnya bagi generasi muda. 

E-sports, kini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana membangun kreativitas, kerja sama tim, dan semangat kompetisi yang sehat. 

"Melalui kegiatan ini, Polres Cilegon ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan menyediakan wadah yang positif, produktif, dan kompetitif," terang Kapolres.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Turnamen Mobile Legends Kapolres Cilegon Cup 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka. Terima kasih atas perhatian dan partisipasinya," tutup Kapolres, pada kata sambutannya. (Daeng Yusvin/Mdn) 

“Kartini Tubaba” Maulidah Zauroh Pimpin PW Fatayat NU Lampung 2026–2031


REFORMASI-ID | LAMPUNG — Maulidah Zauroh, M.A.Pd., sosok perempuan asal Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang dijuluki “Kartini Tubaba”, resmi terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung masa khidmat 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) yang berlangsung di Hotel Horison Bandar Lampung, Kamis (30/04/2026) hingga Jumat (01/05/2026).

Konferwil berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri oleh jajaran pengurus serta perwakilan daerah. Turut hadir Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU, Ela Siti Nuryamah, yang memberikan arahan strategis kepada peserta terkait penguatan organisasi dan peran perempuan muda.

Dalam sambutannya, Ketua demisioner, Wirda, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh kader selama masa kepemimpinannya. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan dan meningkatkan capaian organisasi.

“Saya berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa Fatayat NU Lampung semakin maju, solid, dan berkontribusi lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pidato perdananya, Maulidah Zauroh menegaskan komitmennya untuk menghadirkan semangat pembaruan dalam tubuh organisasi. Ia menekankan pentingnya peran Fatayat NU sebagai wadah pemberdayaan perempuan muda di berbagai sektor.

“Fatayat NU harus menjadi ruang pemberdayaan perempuan, baik dalam bidang sosial, pendidikan, maupun ekonomi. Kita perlu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan gerakan organisasi, dengan tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, Konferwil ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan serta program kerja organisasi ke depan, termasuk penguatan struktur hingga tingkat akar rumput dan sinergi dengan berbagai pihak.

Maulidah Zauroh lahir di Dayamurni, Kabupaten Tulang Bawang Barat, pada 11 September 1986. Ia menempuh pendidikan di SDN 1 Dayamurni, MTs MHM Dayamurni, dan MAN Denanyar Jombang, Jawa Timur. Pendidikan sarjana diselesaikan di STAI Ma’arif Metro, Lampung, sementara pendidikan magister hingga doktoral ditempuh di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimilikinya, Maulidah diharapkan mampu membawa PW Fatayat NU Lampung menjadi organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan berdaya guna, khususnya dalam memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. (**)

Ungkap Kasus Curat, Polisi: Pelaku Dibekuk di Katibung


REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Tim Tekab 308 Polres Lampung Selatan bersama Unit Reskrim Polsek Katibung berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Pelaku diamankan di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

Kapolsek Katibung Iptu Dita Hidayatullah, S.H., M.H. mengatakan, pelaku berinisial NS  als Dayat (28), warga Karang Anyar, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, telah diamankan setelah dilakukan serangkaian penyelidikan. 

“Pengungkapan ini berdasarkan laporan polisi yang masuk, kemudian tim melakukan penyelidikan hingga pelaku berhasil diamankan,” kata Dita.

Ia menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Rabu, 29 April 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, tim gabungan Tekab 308 Polres Lampung Selatan dan Unit Reskrim Polsek Katibung memperoleh informasi terkait keberadaan pelaku di wilayah Desa Tanjung Agung.

Setelah memastikan informasi tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya melakukan pencurian bersama rekannya berinisial JUN yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kasus ini bermula pada Minggu, 18 Januari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB di Dusun Tanjung Agung RT 002/003 Desa Tanjung Agung, Kecamatan Katibung. Pelaku diduga memanfaatkan kelengahan korban dengan masuk ke area dapur rumah dan mengambil barang berharga.

Barang yang diambil berupa satu unit sepeda motor Honda Beat BE 3274 AR warna hitam, satu unit handphone Oppo A9, serta dompet berisi uang tunai Rp1.000.000. Akibat kejadian tersebut, korban Mariza Aseptiana mengalami kerugian sekitar Rp10.000.000 dan melaporkannya ke Polsek Katibung.

“Pelaku melakukan pencurian dengan memanfaatkan situasi sepi dan kelengahan korban. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya,” ujar Dita.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone Oppo warna biru yang diduga hasil kejahatan. Sementara itu, pelaku telah diamankan di Mapolsek Katibung untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara. Polisi menegaskan akan menuntaskan kasus ini hingga ke proses hukum serta memburu pelaku lain yang masih buron. (*) 

Edukasi dan Aksi K-9 Serta Turangga Pukau Pengunjung PetFest 2026 di ICE BSD



REFORMASI-ID | Tangerang Selatan  - Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri hadir memeriahkan gelaran festival hewan peliharaan terbesar, PetFest 2026, yang berlangsung di Hall 8-10 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Jumat (01/05/2026).

Kehadiran tim Ditpolsatwa yang dipimpin langsung oleh Kasubditcakkal bersama personel Den K-9 dan Den Turangga ini sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung. Tidak hanya memamerkan ketangkasan satwa, Polri juga memanfaatkan momentum ini sebagai sarana sosialisasi dan edukasi mengenai tugas pokok serta fungsi Polisi Satwa kepada masyarakat luas.

Dalam giat yang dimulai pukul 14.00 WIB ini, Ditpolsatwa menurunkan kekuatan penuh yang terdiri dari 27 personel ahli. Turut serta dalam barisan, delapan ekor anjing K-9 dengan kemampuan khusus yakni Doben, Rubin, Art, Scoby, Cleo, Jack, Russo, dan Bruno. Tak ketinggalan, dua ekor kuda andalan dari Den Turangga, Kywest dan Margoce, juga hadir menyapa pengunjung.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri menyatakan bahwa partisipasi dalam PetFest merupakan langkah strategis untuk mendekatkan Polri kepada masyarakat melalui pendekatan yang humanis.

"Kami ingin masyarakat, khususnya para pencinta satwa, lebih mengenal bagaimana peran strategis satwa K-9 dan Turangga dalam mendukung tugas kepolisian, mulai dari pengamanan hingga pelacakan," ungkap perwakilan Ditpolsatwa dalam laporan kegiatannya. 

Sepanjang acara, stan Polisi Satwa dipadati pengunjung yang antusias berinteraksi dan berfoto bersama satwa-satwa terlatih milik Polri. Selain demonstrasi ketangkasan, para personel di lapangan secara aktif memberikan edukasi mengenai cara penanganan satwa dan bagaimana Polri melatih mereka menjadi mitra kerja yang andal.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan hadirnya Polri di tengah komunitas seperti ini, diharapkan kepercayaan masyarakat semakin meningkat serta tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai dedikasi Polri dalam menjaga keamanan melalui berbagai unit spesialis, termasuk Ditpolsatwa.

01 Mei 2026

Tanah yang Dipertahankan, Negara yang Dinantikan

iIustrasi


REFORMASI-IDEDITORIAL

Di sebuah lapangan, di Jalan Usman Harun, siang itu tidak ada yang benar-benar santai. Matahari tertutup awan hitam yang menggantung, sisa hujan yang merimis, dan udara sejuk meski terasa lebih berat. Seolah-olah setiap orang yang duduk di kursi plastik, berdiri di pinggir lapangan, atau sekadar menyandarkan tubuh di tembok, sedang memikul satu pertanyaan yang sama: “Sampai kapan kami di sini?”

Itulah suasana Halal Bihalal yang dirangkai dengan reses anggota DPRD DKI Jakarta, Ir. Manuara Siahaan, di RW 05 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Jumat, 1 Mei 2026.

Acara itu tampak seperti pertemuan biasa. Ada tausiyah. Ada salam-salaman. Ada doa. Tapi yang tidak biasa adalah isi kepala para hadirin. Mereka tidak datang hanya untuk bersilaturahmi. Mereka datang membawa keresahan yang sudah menahun.


Tanah yang Tidak Pernah Benar-Benar Pergi

Tanah itu punya sejarah panjang. Dulu, orang menyebutnya bagian dari perusahaan pelayaran haji_eks PT Arafat Pelayaran Haji, di mana para jamaah haji juga diwajibkan “membeli saham”. Sehingga ada yang percaya tanah itu milik umat. Ada yang tidak peduli lagi pada cerita lama. 

Yang pasti, perusahaan itu sudah lama runtuh. Pailit. Menghilang dari percakapan publik.

Yang tersisa adalah tanahnya.

Dan manusia-manusia yang kemudian datang, membangun rumah, membesarkan anak, dan perlahan menganggap tanah itu sebagai miliknya_meski tanpa kepastian.

Lebih dari dua puluh tahun.

Di Indonesia, dua puluh tahun itu bukan angka kecil. Itu sudah satu generasi.



Negara Datang Terlambat?

Warga sudah lama hidup di sana. Tapi negara baru terasa hadir ketika masalah muncul.

Beberapa tahun lalu, sempat hilang, dan beberapa bulan terakhir, suhu naik lagi.

Ada kabar tentang klaim kepemilikan. Ada isu perusahaan. Ada nama PT yang disebut-sebut. Ada surat yang beredar. Ada pengurus lingkungan yang dicopot. Ada yang merasa dibela, ada yang merasa ditinggalkan.

Dan yang paling terasa: ketidakpastian.

Di situlah peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pol PP, Satlinmas, FKDM dan unsur kewilayahan mulai intens memantau. Laporan demi laporan dibuat. Bahasanya dingin. Tapi isinya panas:
potensi konflik sosial laten, menuju terbuka.

-

Sebelum acara dimulai, Manuara tidak langsung duduk di kursi depan. Ia berjalan lebih dulu, berkeliling ke lokasi tanah. Melihat. Mengamati. Mungkin menghitung dalam kepala di tanah itu ada berapa rumah, berapa jiwa.

Di forum, ia bicara dengan gaya yang tidak terlalu birokratis. Tentang soliditas warga. Tentang dirinya yang akan memperjuangkan.

Dengan kalimat sederhana yang di telinga warga, itu adalah janji.

Atau harapan.

Atau bahkan bahan bakar.

Ia lalu masuk ke wilayah yang lebih teknis: reforma agraria.
Ia menyebut angka: sekitar 6,8 hektare.
Ia menyebut kemungkinan: tanah negara, tanah terlantar, yang sedang dikuasai dan diduduki warga itu, bisa masuk objek TORA (Tanah Obyek Reforma Agraria).

Di titik itu, forum berubah. Dari sekadar pertemuan warga, menjadi ruang politik yang hidup.

Meski di sini sempat keceplosan dan mempreteli kepercayaan warga ke pemerintah. Seperti aktifnya kembali ketua RT 016/09 yang dicopot, sebagai hasil perjuangannya. Menurut informasi resmi, karena memang prosedur dijalankan dengan adanya pemilihan, supaya tidak ada kekosongan kepengurusan di lingkup RT.

Begitu juga soal digesernya lurah kelurahan Kebon Pala ke Makasar, dikatakan hasil perjuangannya. Digesernya camat kecamatan Makasar ke Kramatjati, hasil perjuangannya. Faktanya, kala itu memang sedang terjadi rotasi lebih dari 2.700 pejabat eselon 3 dan 4 di DKI Jakarta.


Di titik ini, adzan berkumandang dari Masjid Ar-Rahmah di kompleks TNI AL Usman-Harun, acara dipause sejenak, suasana yang sedang mau naik suhunya, seketika turun.

Sebelumnya, suasana juga sempat dilunakkan oleh hujan, kemudian oleh tausiyah.

Ustaz Ahmad Fahmi mengingatkan bahwa halal bihalal adalah tradisi pemersatu. Bahwa ini bukan hanya milik umat Islam. Warisan walisongo yang dihidupkan kembali ulama NU untuk mempersatukan beragam fraksi di lingkungan istana zaman orde lama. Halal bihalal sebagai pesan saling mengikhlaskan, saling memaafkan.

Kalimatnya bagus. Menenangkan.

Tapi realitas di lapangan tidak sesederhana itu. Karena tidak semua merasa sedang berdiri sejajar. Mereka bahkan justru saling curiga, karena ada yang tetap bertahan, dan ada yang melepas penguasaan lahan dengan menerima pembayaran dari perusahaan.

Warga juga merasa pemerintah tidak sepenuhnya hadir.
Pemerintah sendiri merasa terikat aturan.
Pengusaha, PT, atau pihak yang dianggap pengusaha, dipandang sebagai ancaman.

Dan tokoh masyarakat berusaha menjahit semuanya, kadang dengan benang yang sudah mulai rapuh.


Yang Paling Ditakuti: Bukan Orang Luar

Satu kalimat dari warga RT 016/09 terdengar paling jujur:

“Kami tidak takut serangan dari luar. Kami takut serangan (penghianatan) dari dalam.”

Kalimat itu tidak dramatis. Tapi sangat dalam.

Konflik "tanah perjuangan" di Kebon Pala bukan hanya soal siapa pemilik tanah. Tapi juga soal siapa yang tetap bertahan, siapa yang mulai goyah, siapa yang diam-diam berbeda arah.

Ada yang sudah mengembalikan dan menerima pembayaran kerohiman.
Ada yang menyesal.
Ada yang tetap bertahan, meski tidak pasti.

Soliditas, ternyata tidak otomatis ada. Ia harus dijaga. Dirawat. Dan itu tidak mudah.


Pemerintah yang Tidak Hadir?

Ada satu hal yang menurut warga, justru paling terasa, karena tidak terlihat.

Camat tidak hadir.
Lurah tidak hadir.
Nama mereka disebut. Undangan dikirim. Tapi kursinya kosong.
Meski secara administratif ada alasan. Secara sosial, penerimaannya bisa berbeda.

Adapun ketua RW tidak hadir.
Bahwa LMK tidak hadir.
Karena memang tidak diundang.

Tapi warga membaca itu sebagai jarak.
Sebagian membaca sebagai ketidakpedulian.
Sebagian lagi sebagai tanda bahwa mereka harus berjuang sendiri.

Dan di ruang kosong itulah, aktor lain masuk.

Politisi. Tokoh masyarakat. Penggerak warga.



Antara Harapan dan Risiko

Bagi warga, kehadiran Manuara adalah harapan.
Bagi pengamat sosial, itu juga bisa menjadi titik kritis.

Karena harapan yang terlalu tinggi, kalau tidak segera mendapat hasil, bisa berubah menjadi kekecewaan kolektif.

Dan kekecewaan kolektif, dalam banyak kasus di kota besar, sering menjadi pintu masuk konflik terbuka.

Apalagi jika:

- status tanah tetap tidak jelas 
- klaim pihak lain menguat
- atau ada langkah penertiban



Negara, Tanah, dan Waktu

Di akhir acara, orang-orang pulang perlahan. Kursi dilipat. Tenda dibongkar. Tapi persoalan tidak ikut bubar.

Tanah itu tetap di sana.

Rumah-rumah tetap berdiri.

Anak-anak tetap bermain di gang sempit.

Dan orang tua tetap memikirkan satu hal:
apakah besok mereka masih di tempat yang sama?

Di Indonesia, tanah bukan sekadar aset. Ia adalah identitas. Tempat berpijak. Tempat berharap.

Di Kebon Pala, tanah itu belum selesai bercerita.

Dan seperti banyak kisah tanah lainnya, yang paling menentukan bukan siapa yang paling lama tinggal,  tetapi siapa yang akhirnya diakui oleh negara.

Sementara itu, warga hanya bisa melakukan dua hal:
bertahan… dan berharap.




Tampil Memikat di Persit Bisa 2, Benang Kain Embroidery Angkat Wastra Lokal Berkelas


REFORMASI-ID | Bandung - Nuansa klasik berpadu dengan sentuhan modern hadir memikat dalam ajang Persit Bisa 2 yang digelar pada 7, 8, dan 9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Di antara deretan pelaku UMKM yang ambil bagian, nama Benang Kain Embroidery mencuri perhatian lewat karya-karya wastra lokal yang elegan dan berkarakter.

Di balik brand tersebut, sosok Ny. Ayu Triyadi tampil sebagai motor kreatif yang konsisten menghadirkan produk berbasis bordir dengan kualitas tinggi. Mengusung filosofi memadukan tradisi dan tren masa kini, Benang Kain Embroidery menghadirkan beragam koleksi seperti kebaya bordir, kain bordir, vest, hingga gamis bordir yang dirancang dengan detail presisi.

Kehadiran UMKM ini dalam pameran Persit Bisa 2 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian wastra Nusantara. Produk-produk yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana kain tradisional dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan identitas budaya.

Salah satu produk yang paling diminati pasar adalah bahan kebaya bordir, yang dinilai memiliki daya tarik kuat baik dari segi estetika maupun fleksibilitas desain. Kain ini banyak dipilih karena mampu menghadirkan kesan anggun sekaligus eksklusif, cocok untuk berbagai kesempatan formal maupun semi-formal.

Partisipasi Benang Kain Embroidery juga mendapat dukungan dari jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Pussiberad PG Mabesad. Pembina Persit, Brigjen TNI Dr. Fransiscus Ari Susetio, S.E., M.Han., bersama Ketua Persit, Ny. Theresa Ari Susetio, terus mendorong para pelaku UMKM binaan untuk berkembang dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Tak hanya aktif dalam pameran, Benang Kain Embroidery juga telah memiliki basis usaha yang representatif. UMKM ini berlokasi di Ruko Burgundy No. RAL 33, Summarecon Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat 17123, yang menjadi pusat produksi sekaligus etalase karya-karya unggulan mereka.

Melalui ajang Persit Bisa 2 ini, Benang Kain Embroidery tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga pengalaman estetika—mengajak pengunjung menikmati harmoni antara seni, kualitas, dan profesionalitas dalam satu ruang. Sebuah bukti bahwa wastra lokal, dengan sentuhan inovasi, mampu tampil sebagai ikon gaya yang tak lekang oleh waktu. (TJ)





30 April 2026

HUT ke-29 Kota Bekasi, Kecamatan Pondokgede Gelar Tasyakuran dan Halal Bihalal


REFORMASI-ID  | Kota Bekasi Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi menjadi momentum refleksi bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam melihat perjalanan pembangunan yang telah dilalui sekaligus merumuskan langkah ke depan. 

Seperti halnya peringatan Hari Ulang Tahun  (HUT) ke-29 Kota Bekasi yang digelar kecamatan Pondokgede di Pendopo dan Halaman Kecamatan Pondokgede, Kota  Bekasi, kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Camat Pondokgede  Zainal Abidin Syah menyampaikan  bahwa berbagai capaian telah diraih Kota Bekasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan bersama demi mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan.



Camat Pondokgede, Zainal Abidin Syah menyampaikan bahwa Kota Bekasi saat ini meraih  Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT)  yang ke-5. 

"Tentu sudah banyak capaian yang diraih dan bisa kita persembahkan, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Zainal. 

Camat juga menyinggung asta cita dan Indonesia Emas 2045 untuk menjadi negara maju, modern, dan berdaya saing global. Fokus utamanya adalah memanfaatkan bonus demografi dengan membangun SDM unggul, berkualitas, berpendidikan, serta sehat, terutama melalui peran generasi muda. Pembangunan SDM Unggul dengan malakukan  penanganan stunting, peningkatan gizi melalui makan bergizi gratis, dan peningkatan kualitas pendidikan dengan Optimalisasi Generasi Muda. 

Camat mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan, gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. 

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Kota Bekasi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.

“Ini hanya bisa dilakukan apabila masyarakatnya bersatu, mau bergotong royong, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Pemerintah tentu hanya menggelorakan semangatnya, tetapi masyarakatlah yang bergerak bersama, Semoga tercapai Kota Bekasi yang nyaman dan sejahtera ," ucapnya.


Salah satu tokoh yang juga pengurus FBR yang dikenal dengan panggilan  bang Jalu memberikan harapan dan ucapan Selamat HUT ke-29 Kota Bekasi.

"Semoga kota patriot ini semakin keren, maju, sejahtera, dan nyaman bagi warganya.  Harapannya Bekasi terus berkembang dengan pembangunan yang berkelanjutan," Ucapnya.

HUT Kota Bekasi ke-29 di kecamatan Pondokgede dimeriahkan dengan gebyar UMKM dan layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis. (Agus W) 























Perkuat Kompetensi Personel 36 Polda, Ditpamobvit Fokus pada Reformasi Polri dan Pengamanan Strategis



REFORMASI-ID | Jakarta - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengamanan Pengawasan Tertentu (Pamwaster) Tahun Anggaran 2026. 

Acara yang berlangsung pada Rabu (29/4) di Ballroom Hotel Fave PGC, Jakarta Timur ini menjadi ajang penguatan kompetensi bagi personel Polri di seluruh Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit), BJP. Syahduddi, S.I.K., M.Si. Dalam pembukaannya, beliau menekankan pentingnya profesionalisme personel dalam menjaga stabilitas keamanan di berbagai sektor strategis nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 36 Polda se-Indonesia, yang terdiri dari 12 perwira menengah (Pamen) dan 24 perwira pertama (Pama). Kehadiran para peserta dari seluruh penjuru tanah air menunjukkan komitmen kuat Polri dalam menyeragamkan standar pengamanan di seluruh wilayah hukum Indonesia.

Guna memberikan wawasan yang komprehensif, Bimtek ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli dari berbagai kementerian kunci, antara lain:

Kementerian ESDM: Bapak Sumarto, S.E., S.H., M.T. (Kepala Pusat Pengelolaan BMN) memberikan pembekalan terkait manajemen aset negara.

Kementerian Perindustrian: Ibu Binoni (Direktur Ketahanan Iklim Usaha Industri) memaparkan materi seputar iklim usaha industri yang aman.

Kementerian Perhubungan: Bapak Yuserizal, S.Si.T., M.M., Tr (Dirjen Perhubungan Laut) yang memberikan pendalaman mengenai pengamanan di sektor transportasi laut.

Sesi sore hari diisi oleh Kasubdit Pamwaster, KBP Waluya, S.I.K., yang memberikan pemaparan krusial mengenai Indikator Kinerja Utama (IKU) dan peran Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) khususnya di bidang Pamobvit. Sesi ini ditutup dengan diskusi interaktif dan tanya jawab yang melibatkan para peserta secara aktif.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.30 WIB ini berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui Bimtek ini, diharapkan seluruh jajaran Pamwaster di tingkat Polda mampu mengimplementasikan strategi pengamanan yang lebih adaptif, modern, dan sejalan dengan semangat reformasi birokrasi Polri.

29 April 2026

Perkuat Keamanan Aset Negara, Baharkam Polri dan Kemenko Polkam Evaluasi Pengamanan Obvitnas



REFORMASI-ID | Bekasi - Dalam upaya memperkuat sistem proteksi aset strategis bangsa, Korps Sabhara Baharkam Polri mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang diselenggarakan oleh Kemenko Polkam di Hotel Avanzel, Cibubur, Bekasi, Rabu (29/4/2026).

Rapat krusial ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Kamtibmas Kemenko Polkam, Irjen Pol S. Tarigan, didampingi Asdep 1 Brigjen TNI Muhamad Sujono. Pertemuan ini menjadi wadah sinergi antara Polri dengan berbagai kementerian teknis, termasuk Kementerian Perindustrian, Pariwisata, Perhubungan, PUPR, dan ESDM.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah urgensi penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di seluruh sektor Obvitnas. Data menunjukkan bahwa saat ini masih terdapat banyak pengelola Obvitnas yang belum menjalin kerja sama resmi melalui MoU maupun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Polri terkait penerapan standar keamanan tersebut.

Kasubdit Pamwaster Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri, KBP Waluya, S.I.K., memaparkan data komprehensif mengenai jumlah Obvitnas dan Objek Tertentu (Obter) di Indonesia. Beliau menyoroti perlunya pemutakhiran regulasi untuk mewajibkan penerapan SMP guna menghadapi dinamika ancaman yang kian kompleks.

Evaluasi Total dan Kesiapan May DaySelain membahas legalitas kerja sama, rapat ini juga menghasilkan beberapa poin kesimpulan strategis:

1.Revitalisasi Regulasi: Kementerian terkait didorong untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian (wasdal) terhadap kepatuhan penerapan SMP. Regulasi lama perlu diperbarui agar relevan dengan ancaman keamanan masa kini.

2.Validasi Data: Akan dilakukan evaluasi ulang terhadap jumlah Obvitnas di tiap kementerian, terutama bagi sektor Perhubungan (regulasi tahun 2004) dan Pariwisata (regulasi tahun 2016) yang dinilai perlu segera direvisi.

3.Pengamanan Hari Buruh: Menjelang peringatan May Day, diskusi intensif juga dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan internal dan koordinasi dengan Polri guna menjamin situasi tetap kondusif di area Obvitnas.

"Evaluasi ini penting agar pengamanan aset negara tidak hanya bersifat rutinitas, tetapi benar-benar berbasis pada manajemen risiko yang standar dan terukur di seluruh sektor," ujar perwakilan pimpinan rapat.

Melalui langkah proaktif ini, Polri bersama Kemenko Polkam berkomitmen menciptakan ekosistem investasi dan operasional industri yang aman, nyaman, dan terlindungi bagi kemajuan ekonomi nasional.

Gerakan Sadar Hukum Pademangan Digencarkan, Tawuran Jadi Sorotan Serius



Media Reformasi - Jakarta, 30 April 2026 — Upaya menekan maraknya tawuran di wilayah Jakarta Utara terus diperkuat melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Sadar Hukum yang digelar di Kantor Kecamatan Pademangan, Kamis (30/4). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun kesadaran hukum masyarakat sekaligus mencegah meningkatnya aksi kekerasan, khususnya di kalangan remaja.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kecamatan Pademangan, Kantor Hukum Handy & Partner Law Office, serta unsur Tiga Pilar Kecamatan Pademangan, dengan dukungan dari GRIB PAC Pademangan.

 Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan komprehensif, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga edukasi yang menyentuh langsung masyarakat.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri oleh Camat Pademangan Arief Wibowo, Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala, unsur Binmas, tokoh masyarakat, serta praktisi hukum Handy, S.H., M.H. sebagai narasumber utama. 

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan bersama dalam mengatasi persoalan tawuran yang kerap meresahkan warga.

Dalam pemaparannya, Handy menegaskan bahwa tawuran bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan bentuk tindak pidana yang memiliki konsekuensi hukum serius. Ia menjelaskan bahwa berbagai tindakan dalam tawuran dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum, mulai dari pengeroyokan, penganiayaan, hingga perusakan fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan korban jiwa.

“Tawuran merupakan fenomena kekerasan sosial yang menjadi ancaman nyata bagi ketertiban dan keamanan masyarakat. Ini bukan konflik biasa, melainkan sudah masuk dalam ranah pidana dengan konsekuensi hukum yang tegas,” ujar Handy.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa rendahnya tingkat kesadaran hukum di masyarakat menjadi salah satu faktor utama terjadinya tawuran. Banyak pihak, terutama generasi muda, belum memahami bahwa setiap keterlibatan dalam aksi tersebut—baik sebagai pelaku utama, yang turut serta, maupun yang membantu—tetap dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Handy juga mengingatkan bahwa penggunaan senjata tajam atau alat berbahaya dalam tawuran akan memperberat ancaman pidana yang dikenakan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya langkah preventif melalui edukasi hukum yang berkelanjutan.

“Kesadaran hukum harus dibangun sejak dini. Kita tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah tawuran dan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan damai,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama seluruh elemen di Kecamatan Pademangan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, praktisi hukum, dan organisasi masyarakat, diharapkan angka tawuran dapat ditekan secara signifikan serta terbentuk budaya sadar hukum di tengah masyarakat.***

28 April 2026

Tegaskan Komitmen Tangani Banjir, Ini Kata Walikota dalam Forum FGD


REFORMASI-ID | Lampung - Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana menegaskan komitmen serius Pemerintah Kota dalam menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar di ibu kota Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Walikota Eva Dwiana dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Roadmap Penanganan Banjir Bandar Lampung: Solusi Infrastruktur, Lingkungan, dan Kebijakan” yang digelar di kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga akademisi, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung.

Dalam sambutan pembukaan, disampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung terhadap langkah kolaboratif penanganan banjir di Kota Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi. Rektor IIB Darmajaya turut memberikan sambutan selaku tuan rumah kegiatan.

FGD ini menghadirkan akademisi, pakar lingkungan, praktisi tata kota, perwakilan OPD terkait, unsur Forkopimda, camat, lurah, komunitas peduli lingkungan, serta mahasiswa untuk bersama merumuskan peta jalan penanganan banjir secara komprehensif. Pembahasan mencakup normalisasi sungai, drainase perkotaan, daerah resapan air, tata ruang, hingga penguatan regulasi dan partisipasi masyarakat.

Deklarasi ini berisi komitmen bersama untuk Mendukung implementasi Roadmap Penanganan Banjir berbasis data dan kajian ilmiah, memperkuat sinergi program infrastruktur, lingkungan, kebijakan lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi banjir.

Dalam forum tersebut, Eva Dwiana menekankan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“Banjir ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama. Semua yang ada di sini harus ikut terlibat dalam penanganannya,” ujar Eva dalam pemaparannya. 

Ia mengungkapkan, kondisi geografis Bandar Lampung dengan puluhan aliran sungai menjadi tantangan tersendiri.

Tercatat, terdapat 6 sungai besar dan sekitar 33 pintu sungai kecil yang melintasi wilayah kota, sementara sebagian di antaranya mengalami penyempitan akibat bangunan liar.

“Banyak bangunan yang berdiri di atas aliran sungai, bahkan menutup saluran air. Termasuk kampus ini yang membuat aliran tidak normal dan memicu banjir,” jelasnya.

Eva menegaskan, penertiban bangunan di atas sungai akan tetap dilakukan, namun dengan pendekatan. 

Pemerintah, kata dia, tidak ingin menimbulkan konflik sosial dalam proses penanganan.

“Kita harus manusiawi. Tapi kalau ini tidak ditangani, Bandar Lampung bisa terus tenggelam saat hujan deras,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah kota, provinsi, terutama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung dalam menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.

“Kalau kita diamkan, banjir akan terus berulang. Maka harus ada kerja bersama, dari hulu sampai hilir,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Eva turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk akademisi dan organisasi lingkungan yang telah memberikan masukan dalam penyusunan roadmap penanganan banjir.

Ia berharap, melalui forum ini akan lahir langkah konkret dan terintegrasi agar ke depan Bandar Lampung dapat terbebas dari banjir.

“Kita ingin ke depan tidak ada lagi banjir di Bandar Lampung. Itu harapan kita bersama,” pungkasnya. (*) 

Baharkam Polri Gelar Awareness Sistem Pengamanan Obvitnas, di PT Pupuk Kaltim Sesuai Perpol No. 7 Tahun 2019



REFORMASI-ID | Bontang - Sebagai upaya menjaga keberlangsungan operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas), PT Pupuk Kaltim (PKT) menggelar kegiatan Awareness Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) berdasarkan Perpol No. 7 Tahun 2019. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Mahoni, Kantor Pusat PT Pupuk Kaltim, Bontang ini dimulai pada Selasa (28/4/2026).

Acara ini menghadirkan tim narasumber ahli dari Mabes Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol Alan Gerrit Abast, S.I.K., didampingi Ipda Arief Wahyudi Wibowo, S.H., dan Auditor Profesional, Angelo M. Turang, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Alan Gerrit Abast menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian PT Pupuk Kaltim yang berhasil meraih nilai 91,02% dengan predikat kategori Emas pada audit tahun 2024. Namun, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak lengah.

"Dinamika ancaman terhadap Obvitnas terus berkembang. Tantangan terberat setelah meraih kesuksesan adalah bagaimana kita mempertahankan dan terus meningkatkan standar tersebut. Keamanan adalah fondasi utama keberlangsungan perusahaan," tegas Kombes Pol Alan. Beliau juga merujuk pada insiden kecelakaan transportasi baru-baru ini sebagai pengingat krusialnya manajemen keamanan yang ketat.

Senada dengan hal tersebut, Vice President Keamanan PT Pupuk Kaltim, KBP I Made Darmadi Giri, menekankan bahwa implementasi SMP bukan hanya tugas personel keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh elemen pegawai di setiap departemen.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pemahaman yang utuh agar setiap insan di PT Pupuk Kaltim mampu menerapkan standar SMP sesuai Perpol 7 Tahun 2019 secara sempurna di lingkup kerja masing-masing," ujar I Made Darmadi Giri.

Kegiatan hari pertama berlangsung produktif dari pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, meliputi:

Pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta.

Pemaparan materi Good Corporate Governance (GCG) dan ruang lingkup audit SMP berbasis Enterprise Risk Management (ERM) oleh Angelo M. Turang.

Bedah kebijakan prosedur SMP serta diskusi kelompok.

Paparan mengenai contoh temuan audit sebagai panduan praktis implementasi di lapangan oleh Kombes Pol Alan Gerrit Abast.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh departemen di lingkungan PT Pupuk Kaltim. Dengan pemahaman yang lebih dalam mengenai manajemen risiko dan prosedur keamanan, PT Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus menjadi pelopor dalam standar pengamanan industri di Indonesia.

Acara akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan agenda pendalaman materi dan presentasi kelompok diskusi.

Perkuat Pengamanan Objek Vital Nasional, Tim Baharkam Polri Gelar Bintek Sistem Manajemen Pengamanan di PT Antam Maluku Utara



REFORMASI-ID | Ternate - Tim Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan asistensi dan Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Antam (Persero) Tbk UBPN Maluku Utara. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/4) ini bertujuan untuk memastikan standar keamanan di salah satu aset strategis negara tersebut berjalan optimal sesuai regulasi terbaru.

Dipimpin langsung oleh Kombes Pol Mirzal Alwi, S.I.K., tim melakukan peninjauan intensif di berbagai titik krusial, mulai dari Area Pulau Pakal hingga kawasan Smelter. Peninjauan ini mencakup evaluasi fisik pada pos keamanan, pusat operasi jarak jauh (Remote Operations Center), area bahan bakar, hingga dermaga jetty.

“Keamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) adalah prioritas. Kami hadir untuk memastikan bahwa seluruh instrumen pengamanan, baik sistem maupun infrastruktur di PT Antam UBPN Maluku Utara, benar-benar memenuhi standar operasional yang ditetapkan pemerintah,” ujar Kombes Pol Mirzal Alwi dalam keterangannya setelah tiba di Ternate, Selasa malam.

Dalam rangkaian tinjauan lapangan tersebut, tim menemukan beberapa poin penting yang menjadi catatan untuk segera ditindaklanjuti oleh manajemen PT Antam. Beberapa di antaranya meliputi pembaruan regulasi pada papan informasi Obvitnas sesuai Kepmen ESDM Nomor 385 Tahun 2025, penguatan zonasi area di Pulau Pakal dan Smelter, serta standarisasi ketinggian pagar parameter.

Selain aspek fisik, tim juga menyoroti pentingnya sinkronisasi kualifikasi personel pengamanan di lapangan agar sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.

Kegiatan hari pertama ini diakhiri dengan evaluasi bersama yang dihadiri oleh jajaran pimpinan unit kerja (Bureau Head & Work Unit Head) PT Antam UBPN Maluku Utara serta perwakilan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dari PT Transdana Profitri.

Sinergi antara Polri dan PT Antam ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang aman, kondusif, dan tangguh terhadap segala bentuk gangguan keamanan, mengingat peran krusial perusahaan dalam menjaga kedaulatan industri pertambangan nasional.

Setelah menempuh perjalanan darat dan laut dari Buli menuju Sofifi hingga tiba di Ternate pada pukul 19.15 WIT, tim dijadwalkan akan melanjutkan agenda pembinaan teknis pada hari berikutnya guna memastikan seluruh rekomendasi dapat diimplementasikan dengan tepat sasaran.

Hadir di Titik Vital Jakarta, Detasemen Perintis Korsabhara Polri Pastikan Aktifitas Pagi Warga Aman dan Nyaman



REFORMASI-ID | Jakarta - Guna memastikan denyut nadi ibu kota tetap berjalan tertib dan aman, jajaran Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri menggelar pengamanan Strong Point dan Patroli Dialogis di sejumlah wilayah strategis Polda Metro Jaya, Selasa (28/4/2026).

Sebanyak 70 personel diterjunkan sejak pukul 05.00 WIB untuk mengawal kawasan Bundaran HI, Monas, hingga Kota Tua.Di bawah komando Penanggung Jawab AKBP Ricky Pranata Vivaldy, S.P., S.I.K., M.H., dan Danton Ipda Eko Hermanto, kehadiran petugas berseragam ini bertujuan menciptakan situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif bagi masyarakat.

Bukan sekadar berdiri mengatur arus kendaraan, personel Detasemen Perintis juga mengedepankan sisi humanis melalui Patroli Dialogis. Petugas tampak menyapa dan berinteraksi langsung dengan warga serta pengguna jalan.

"Kami ingin menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat. Lewat dialog ini, kami memberikan imbauan Kamtibmas secara langsung agar warga selalu tertib dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan," ujar AKBP Ricky Pranata Vivaldy dalam laporannya.

Meskipun menghadapi tantangan cuaca yang berubah-ubah serta lonjakan volume kendaraan di jam sibuk pagi hari, seluruh personel tetap siaga di plotingan masing-masing. Hingga kegiatan berakhir pada pukul 10.00 WIB, situasi dilaporkan tetap terkendali tanpa ada kejadian menonjol.

Hasilnya pun nyata: arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan terpantau lancar, dan potensi gangguan keamanan dapat dideteksi serta dicegah sejak dini.

Kegiatan rutin ini merupakan bentuk komitmen Korps Sabhara Baharkam Polri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat Jakarta yang memulai aktivitasnya.Dengan kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat, diharapkan tercipta sinergi yang kuat untuk mewujudkan ketertiban umum yang berkelanjutan.