04 Juni 2026
Bukan Sekadar Naik Pangkat, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Jadi Penggerak Transformasi Polri
Mayoritas Kembali ke Polres, 1.848 Perwira Baru Disiapkan Perkuat Garda Terdepan Pelayanan Polri
03 Juni 2026
Polres Lampung Selatan Raih Penghargaan IKPA Sempurna, Bukti Pengelolaan Anggaran yang Akuntabel dan Profesional
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Polres Lampung Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengelolaan keuangan. Dalam pelaksanaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan Polda Lampung yang berlangsung di Ballroom Emersia Hotel Bandar Lampung, Polres Lampung Selatan menerima penghargaan atas capaian kinerja pengelolaan anggaran terbaik. Rabu, 3/6/2026
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan, akuntabilitas, serta efektivitas dalam pengelolaan anggaran negara di lingkungan Polri. Penghargaan diterima langsung oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri bersama Kasikeu Polres Lampung Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Lampung Selatan menerima Piagam Penghargaan dari Kapolri sebagai satuan kerja yang memperoleh Nilai Capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Sempurna 100 pada Tahun Anggaran 2025. Selain itu, Polres Lampung Selatan juga menerima penghargaan dari Kapolda Lampung sebagai satuan kerja tingkat Polres dengan capaian IKPA terbaik di jajaran Polda Lampung.
Tak hanya itu, penghargaan individu turut diraih oleh Ps. Kasikeu Polres Lampung Selatan Rohman Efendi, S.H., M.Pd., sebagai bendahara satuan kerja yang berhasil memperoleh nilai capaian IKPA sempurna 100 pada Tahun Anggaran 2025.
Rakernis Fungsi Keuangan Polda Lampung tersebut dihadiri oleh Kapolda Lampung, Wakapolda Lampung, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Lampung, Pejabat Utama Polda Lampung, para Kapolres jajaran, Kabag Ren, Kabag SDM, Kasikeu, Bendahara, serta operator keuangan dari seluruh satuan kerja jajaran Polda Lampung.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam pengelolaan dan pengawasan anggaran di lingkungan Polres Lampung Selatan.
"Penghargaan ini bukan hanya milik saya atau bagian keuangan semata, tetapi merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel Polres Lampung Selatan yang berkomitmen menjaga tata kelola anggaran secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku," ujar AKBP Toni Kasmiri.
Menurutnya, capaian IKPA sempurna menjadi indikator bahwa setiap anggaran negara yang dipercayakan kepada Polres Lampung Selatan telah dikelola secara efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami berupaya memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan ke depan," katanya.
AKBP Toni Kasmiri juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut akan menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel untuk mempertahankan budaya kerja yang profesional dan berintegritas.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa disiplin administrasi dan pengelolaan anggaran yang baik akan menghasilkan kinerja organisasi yang lebih optimal. Kami akan terus menjaga kepercayaan ini dengan mempertahankan standar yang telah dicapai dan berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat Lampung Selatan," tegasnya.
Raihan penghargaan tersebut semakin mengukuhkan Polres Lampung Selatan sebagai salah satu satuan kerja berprestasi di lingkungan Polda Lampung, khususnya dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (Hms/Mudian)
Amankan Ketahanan Pangan Nasional, Ditpamobvit Baharkam Polri Gelar Wasdal II SMP di PT Petrokimia Gresik
Kapolda dan Wakapolda Lampung Hadiri Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK
REFORMASI-ID | LAMPUNG — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs Sumarto, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) dan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Lampung Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan di Ballroom Emersia Hotel & Resort, Bandar Lampung, dengan mengusung tema penting: “Optimalisasi Media Policing dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026.” Selasa (2/6/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, para Kasi Humas, Kasi TIK, operator Sihumas, dan perwakilan Bhabinkamtibmas dari seluruh Polres dan Polresta jajaran Polda Lampung.
Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa di era digital saat ini, peran media policing dan manajemen media sangat krusial dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Sinergitas antara fungsi Humas sebagai pengelola informasi dan fungsi TIK sebagai penyedia infrastruktur teknologi adalah kunci utama keberhasilan Polri.
"Tema Rakernis tahun ini sangat jelas, kita harus mengoptimalkan media policing dan manajemen media. Seluruh jajaran Humas dan TIK harus bersinergi untuk mendukung penuh rencana kerja Polri serta menyukseskan program Asta Cita Presiden RI. Kita harus mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan mengedukasi masyarakat," ujar Helfi.
Melalui Rakernis ini, diharapkan seluruh jajaran Polda Lampung memiliki kesamaan visi, misi, dan strategi taktis dalam menghadapi tantangan komunikasi publik sepanjang tahun 2026, demi terwujudnya Polri yang Presisi. (Hms/Mudian)
Dua Anggota Brimob Polda Banten Dibacok Komplotan Debt Collector
REFORMASI-ID | Serang, Banten - Dua anggota Satuan Brimob Polda Banten, yakni Bripda Fajar Dwi dan Bripda Ahmad Yani, mengalami luka-luka setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga kuat dilakukan oleh sekelompok debt collector atau mata elang (matel). Informasi yang diperoleh, kasus tersebut terjadi di Jalan Raya Serang – Cilegon KM. 3,5, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Selasa (2/6/2026) malam, sekira pukul 22.00 WIB.
Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria menjelaskan, peristiwa itu bermula dari upaya penarikan kendaraan milik salah seorang anggota Brimob yang kemudian memicu cekcok antara kedua belah pihak.
"Telah terjadi keributan antara personel Satbrimob Polda Banten dan kelompok debt collector yang berujung pada aksi pengeroyokan dan pembacokan menggunakan senjata tajam," terang Yudha, Rabu (3/6/2026).
Diketahui korban pertama, Bripda Fajar Dwi, anggota Satbrimob Polda Banten, mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangannya dan saat ini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara.
Sementara Bripda Ahmad Yani, mengalami pendarahan pada bagian hidung dan kaki serta bahu kiri. Korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dradjat Prawiranegara, Serang.
Dalam kejadian penarikan tersebut, terjadi cekcok antara kedua belah pihak. Dalam situasi yang memanas, salah satu pelaku mengambil senjata tajam (sajam) membacokkanya kepada kepada korban Bripda Fajar.
Sebelumnya, terjadi adu argumen di lokasi penarikan kendaraan. Dalam keributan itu, salah seorang debt collector diduga mengambil kapak dari dalam mobil Toyota Fortuner milik kelompok mereka.
"Pelaku kemudian melakukan pembacokan terhadap personel Satbrimob yang berada di lokasi, sehingga korban mengalami luka serius," jelasnya.
Pasca kejadian, sekitar 30 personel Satbrimob Polda Banten mendatangi lokasi dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri menggunakan dua unit Toyota Fortuner warna hitam menuju gerbang tol Serang Barat.
Dengan begitu, polisi telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, yakni FN dan YSB.
Keduanya disebut berasal dari Flores dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Dradjat Prawiranegara.
"Penyidikan kasus tersebut, kini ditangani Tim Resmob Polda Banten. Polisi masih memburu sejumlah anggota kelompok debt collector lainnya yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat," terangnya.
Hingga Rabu siang, personel Satbrimob Polda Banten masih melakukan penyisiran di sejumlah wilayah Kota Serang guna mencari anggota kelompok debt collector yang belum tertangkap. (*)
Sosialisasi Desa HELAU, Kadis PMD: Ajak Kembangkan Potensi dan Semangat Gotong Royong
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus menggalakkan Program Desa Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul (HELAU) sebagai upaya mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan potensi desa. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Lomba Desa HELAU yang digelar di Kantor Kecamatan Penengahan. Selasa, 02/06/2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan Erdyansyah beserta jajaran, Plt Kepala BRIDA, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (LHD), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Camat Penengahan Hermawan, Camat Ketapang Sri Mahendra KD, Camat Bakauheni Sidik, serta seluruh kepala Desa kecamatan Penengahan, Ketapang dan Bakauheni serta para operator Desa dari wilayah yang mengikuti sosialisasi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lampung Selatan, Erdiansyah. SH. MM, menegaskan bahwa Program Desa HELAU merupakan salah satu program strategis yang diinisiasi oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk mendorong kemajuan desa melalui kolaborasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Melalui sosialisasi ini kami berharap Program Desa HELAU benar-benar bergerak dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya mengatakan.
Tak hanya itu sebut Kadis PMD Erdiansyah. Pemerintah kecamatan bersama pemerintah Desa harus mampu menggerakkan kembali budaya gotong royong dan semangat menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.
"Konsep HELAU memiliki lima indikator utama yang menjadi fokus penilaian dalam lomba tersebut. Aspek Hijau menitikberatkan pada kelestarian dan penghijauan lingkungan Desa. Elok berkaitan dengan penataan kawasan permukiman yang tertib, bersih, dan nyaman. Lestari menyoroti upaya pelestarian seni, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas desa," terangnya.
Sementara itu, aspek Aman mencakup keamanan lingkungan, pencegahan kriminalitas, pemberantasan narkoba, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan desa. Sedangkan aspek Unggul menilai kemampuan desa dalam mengembangkan potensi unggulan, baik melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sektor pertanian, pariwisata, maupun usaha ekonomi produktif lainnya.
Erdiansyah juga mengingatkan para Kepala Desa agar menjadikan Lomba Desa HELAU sebagai momentum untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
“Semangat kebersamaan dan gotong royong harus terus dipupuk. Melalui Program Desa HELAU, kita ingin membangun desa yang bersih, aman, maju, dan memiliki daya saing sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Lampung Selatan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Hermawan Camat Penengahan sebagai tuan rumah, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Desa HELAU yang digagas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik.
“Kami mendukung penuh Program Desa HELAU. Saya berharap seluruh pemerintah desa terus meningkatkan kekompakan, kebersamaan, dan sinergi dengan masyarakat sehingga tercipta desa yang bersih, aman, nyaman, dan semakin maju, khususnya di wilayah Kecamatan Penengahan,” kata Hermawan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap seluruh desa dapat berpartisipasi aktif dalam Lomba Desa HELAU sekaligus menjadikannya sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan desa yang hijau, tertata, lestari, aman, serta memiliki keunggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Herman/Mudian)
02 Juni 2026
Pembangunan IPAL TPA Burangkeng Jadi Sorotan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi
Brimob Metro Jaya Kerahkan 2 Unit Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap), Bagikan Bantuan Makanan untuk Korban Kebakaran Pasar Jiung
Jelang Akhir Musim Haji, Satgas Haji Perkuat Perlindungan Jemaah Indonesia
Gencarkan Patroli Dialogis di Cikuda dan Wanaherang, Korps Sabhara Baharkam Polri Pastikan Kamtibmas Kondusif
01 Juni 2026
Monster Pabrik Rambut Tayang di Bioskop Mulai 4 Juni 2026
MRI, JAKARTA, 1 Juni 2026 — Film horor fantasi retro Monster Pabrik Rambut karya sutradara Edwin akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Film produksi Palari Films ini dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev.
Mengambil latar sebuah pabrik rambut, film ini mengisahkan kehidupan para pekerja yang menghadapi tekanan kerja, kurang tidur, serta berbagai kejadian misterius di lingkungan pabrik. Sosok Bos Maryati yang diperankan Didik Nini Thowok menjadi salah satu karakter sentral dalam cerita.
Edwin mengatakan film tersebut menghadirkan bentuk horor yang berbeda dari film horor spiritual yang umum ditemui di Indonesia. Menurutnya, ketegangan dalam Monster Pabrik Rambut dibangun dari situasi kerja sehari-hari dan atmosfer lingkungan pabrik.
“Ketegangan dan teror horor di Monster Pabrik Rambut tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi, tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror,” ujar Edwin.
Film ini juga mengangkat isu budaya kerja berlebihan atau hustle culture yang dinilai kerap dinormalisasi. Melalui cerita para pekerja pabrik, film tersebut menyoroti dampak lembur dan kurangnya waktu istirahat terhadap kehidupan pekerja.
Dari sisi visual, Edwin menggunakan pendekatan practical effect tanpa CGI untuk menciptakan nuansa horor fantasi retro. Untuk mendukung kebutuhan produksi, tim film menyulap Studio PFN menjadi set pabrik rambut dengan menggunakan berbagai properti, termasuk rambut asli, manekin, dan perlengkapan produksi wig.
Penata artistik Menfo Tantono terlibat sebagai desainer produksi dalam proyek ini. Menfo sebelumnya meraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2024 untuk kategori Penata Artistik Terbaik.
Diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, Monster Pabrik Rambut merupakan ko-produksi lima negara, yakni Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Film ini telah melakukan pemutaran perdana dunia di Berlin International Film Festival 2026 dan turut diputar di sejumlah festival internasional, termasuk Brussels Fantastic Film Festival serta Hong Kong International Film Festival 2026.
Produser Meiske Taurisia mengatakan ide film berangkat dari gagasan bahwa lingkungan kerja dapat menjadi sumber ketegangan yang tidak kalah menakutkan dibandingkan cerita horor pada umumnya.
Sementara itu, Rachel Amanda yang memerankan karakter Putri menilai tema yang diangkat film tersebut dekat dengan pengalaman banyak pekerja.
“Cerita dan para karakter di film ini memperlihatkan betapa horornya dunia kerja yang terkadang bahkan dinormalisasi. Sakit dianggap kerja keras, tapi apakah sistem kerjanya itu benar?” kata Rachel Amanda.
Reporter: Muhammad Rafly Haikal
Hari Pancasila, Pemkot Balam Jaga Kebersamaan dan Semangat Gotong Royong
REFORMASI-ID | LAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung (Balam) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Senin (1/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Eva Dwiana, nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak kepada rakyat.
Selain itu, setiap kebijakan dan program pemerintah harus mencerminkan semangat kemanusiaan serta keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok tertentu.
"Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan, dan berpihak kepada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial,” ujar Eva Dwiana.
Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Eva juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan demi kemajuan Kota Bandar Lampung.
Menurutnya, kekompakan antara pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan pembangunan daerah.
"Yang bisa menjaga daerah kita adalah kita sendiri. Bagusnya, bersih dan cemerlangnya Kota Bandar Lampung karena kita semua," katanya.
Eva menambahkan, semangat gotong royong dan kolaborasi harus terus diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk upaya mencegah kenakalan remaja dan aksi tawuran yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.
Ia berharap momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk semakin mempererat persatuan dan bersama-sama membangun Kota Bandarlampung.
"Dengan Hari Pancasila ini, ayo kita semakin erat, semakin kompak, gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi harus terus kita jaga,” tandasnya. (*)
Jadikan Pancasila Ideologi Hidup, BNNK Lampung Selatan Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba
REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Peringati hari lahir Pancasila, BNN Kabupaten Lampung Selatan laksanakan upacara dan ajak generasi muda implementasikan nilai-nilai luhur Pancasila serta jauhi penyalahgunaan, peredaran gelap narkoba. Senin, 01/06/2026.
Kepala BNN Lampung Selatan AKBP. Rahmad Hidayat. SE.MM,. Menyampaikan tema yang diusung pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Yang mana menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.
"Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ucapnya.
Menurutnya, mengatakan Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnis dalam satu ikatan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan global, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia.
Pada kesempatan itu sebut AKBP Rahmad Hidayat, BNN Kabupaten Lampung Selatan mengajak seluruh elemen, instansi pemerintah, maupun swasta dan masyarakat dengan semangat Persatuan Indonesia yang tertuang dalam sila Ke-3 Pancasila. Mari bersatu padu untuk memerangi segala macam bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
"Khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi simbol atau tulisan semata," tuturnya.
Selain itu ungkapnya. Dengan berpegang teguh pada Pancasila dapat melindungi, menyayangi diri dan keluarga dalam mewujudkan Indonesia bersih narkoba (Bersinar) seiring program BNN RI, yaitu aksi nasional anti narkotika dimulai dari anak bersih narkoba (Ananda Bersinar).
"BNN Kabupaten Lampung Selatan. Ucapkan selamat memperingati hari lahirnya Pancasila. Pancasila sakti, Indonesia Jaya," pungkasnya. (Mudian)
Dari Bumi Sriwijaya, Korem 044/Gapo Kobarkan Semangat Pancasila untuk Indonesia
REFORMASI-ID | Palembang - Komando Resor Militer 044/Garuda Dempo menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Makorem 044/Gapo, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh prajurit TNI, PNS, serta seluruh personel Korem 044/Gapo. Senin, 01/06/2026.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kepala Seksi Operasi Kasrem 044/Gapo Letkol Inf Andi Ariyanto membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.
Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tema yang diusung pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.
“Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan etnis dalam satu ikatan kebangsaan. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa Indonesia,” ucap Letkol Andi membacakan pidato.
“Selain itu, Indonesia juga memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dalam menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai,” lanjutnya.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi simbol atau tulisan semata.
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Korem 044/Gapo ini menjadi wujud komitmen seluruh prajurit dan aparatur negara untuk terus meneguhkan semangat persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara. (Mudian)
31 Mei 2026
Diduga Nekat Jual Beli Sabu, Dua Remaja Terancam 6 Tahun Penjara
REFORMASI-ID | Serang Banten - Akibat nekat berbisnis jual beli narkotika jenis sabu, HF (25) dan RA (26), diringkus petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Serang Polda Banten.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, kedua pemuda warga Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten tersebut, diamankan berawal dari informasi masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Cikeusal.
"Kedua pemuda asal Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, berinisial HF 25 tahun, dan RA, 26 tahun, warga Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, ditangkap saat berada di rumah salah satu pelaku, pada Sabtu (23/5/2026), sekitar pukul 10.00 WIB," ungkap Kapolres, Minggu (31/5/2026).
Dikatakan, kedua pelaku nekat terjun ke bisnis haram peredaran narkotika jenis sabu, karena alasan ekonomi.
Pengungkapan kasus ini, setelah Tim Satresnarkoba dipimpin Iptu Gilang Erlangga bergerak ke lokasi dan melakukan penggerebekan di rumah HF.
"Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait peredaran narkotika jenis sabu," terang Kapolres.
Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat terkait peredaran narkotika jenis sabu.
Saat dilakukan penggeledahan di kamar HF, petugas menemukan tas yang disimpan di lantai dekat tempat duduk pelaku.
Di dalam tas tersebut, terdapat dua paket sabu serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas transaksi narkoba.
"Dari hasil penggeledahan awal, petugas menemukan dua paket sabu di dalam tas warna hitam yang berada di dekat pelaku. Selanjutnya, dilakukan pengembangan dengan menggeledah seluruh ruangan," Kasatresnarkoba AKP Bondan Rahadiansyah menambahkan.
Penggeledahan, kemudian dilanjutkan ke dalam lemari pakaian di kamar pelaku. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan 24 paket kecil sabu siap edar, empat paket sabu ukuran sedang, satu unit timbangan digital, serta satu pak plastik klip yang biasa digunakan untuk mengemas narkotika.
Secara keseluruhan, polisi berhasil mengamankan 30 paket sabu yang diduga akan diedarkan di wilayah Kabupaten Serang dan sekitarnya.
"Seluruh barang bukti beserta kedua pelaku, kemudian dibawa ke Mapolres Serang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Bondan Rahadiansyah.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, HF mengaku memperoleh narkotika jenis sabu dari seseorang berinisial IA yang berada di daerah Jakarta Barat. Namun, pelaku mengaku tidak mengetahui alamat pasti pemasok tersebut karena transaksi dilakukan tanpa pertemuan langsung.
"Pengakuan tersangka, barang haram itu diperoleh dari seseorang berinisial IA di daerah Jakarta Barat. Saat ini, identitas dan keberadaan pemasok masih kami dalami dan lakukan pengembangan," jelas Bondan.
Lebih lanjut disampaikan Bondan, bahwa motif kedua pelaku terjun ke bisnis narkoba didorong faktor ekonomi dan kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah.
"Atas perbuatannya, kedua tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan terancam hukuman berat sesuai Pasal 114 Ayat (2), Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara," tandasnya. (Daeng Yusvin/Mudian)
Jamin Rasa Aman di Lokasi CFD, Den Turangga Ditpolsatwa Korps Sabhara Gelar Patroli Istimewa
30 Mei 2026
Penganiayaan Berujung Maut di Bakauheni, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN — Jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang berujung meninggalnya seorang perempuan muda di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah laporan diterima, polisi berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial M.A.A. (19), warga Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda.
Keberhasilan pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Polsek KSKP Bakauheni pada Sabtu (30/5/2026). Kasus ini bermula dari peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di Pos Security BHC Siger Park, Dusun Muara Piluk, Kecamatan Bakauheni.
Korban diketahui berinisial D.E.M. (22), warga Dusun Muara Piluk Bawah, Desa Bakauheni. Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa berawal dari persoalan pribadi yang berkembang menjadi perselisihan antara korban dan tersangka.
Kapolsek KSKP Bakauheni, IPTU Fransiskus Yepta Terang Ginting, S.I.K., M.M., mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja cepat personel Reskrim yang langsung bergerak melakukan penyelidikan setelah menerima laporan.
"Tersangka yang berhasil kami amankan berinisial M.A.A. (19), warga Merak Belantung Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Yang bersangkutan diamankan kurang dari 24 jam " ujar Fransiskus.
Dari hasil penyidikan diketahui, persoalan bermula ketika korban berupaya meminta pengembalian kartu SIM miliknya kepada salah seorang saksi melalui aplikasi WhatsApp. Pada malam kejadian, tersangka bersama seorang rekannya sempat mendatangi rumah korban untuk mengembalikan kartu SIM tersebut.
Namun dalam perjalanan pulang, terjadi perselisihan di jalan yang kemudian berlanjut hingga ke Pos Security BHC Siger Park. Di lokasi tersebut terjadi keributan yang melibatkan korban dan tersangka.
Menurut polisi, saat situasi memanas, tersangka yang diduga membawa senjata tajam jenis badik kemudian menggunakannya terhadap korban.
"Berdasarkan hasil penyidikan sementara, peristiwa ini berawal dari persoalan pribadi yang kemudian berkembang menjadi keributan. Saat terjadi cekcok di Pos Security BHC Siger Park, tersangka mengeluarkan senjata tajam jenis badik yang dibawanya dan mengayunkannya beberapa kali ke arah korban hingga mengakibatkan luka serius," kata Fransiskus.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk pada bagian dada sebelah kiri dan sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Bakauheni sebelum dirujuk ke RSUD Dr. H. Bob Bazar SKM Kalianda. Karena kondisi korban memburuk, korban kembali dirujuk ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung.
Meski telah mendapatkan perawatan intensif, korban dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.
Berbekal keterangan saksi dan hasil penyelidikan di lapangan, petugas berhasil mengetahui keberadaan tersangka yang saat itu berada di sebuah fasilitas kesehatan tidak jauh dari lokasi kejadian. Tersangka kemudian diamankan tanpa perlawanan.
Dalam perkara ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu bilah senjata tajam jenis badik sepanjang sekitar 26 sentimeter, satu unit sepeda motor Honda PCX warna merah, beberapa unit telepon genggam, serta pakaian yang digunakan tersangka saat kejadian.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
"Atas perbuatannya, tersangka kami persangkakan dengan Pasal 466 ayat (1), ayat (2), atau ayat (3), serta Pasal 468 ayat (1) atau ayat (2), dan Pasal 469 ayat (1) atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penyidik saat ini masih melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Fransiskus. (Hms/Mudian)
Patroli KRYD dan Razia Stasioner, Polsek Bekasi Barat Antisipasi Kejahatan Jalanan dan Tawuran
29 Mei 2026
Jaga Kamtibmas, Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri Gelar Patroli Dialogis di Pasar Wanaherang
Polda Lampung Minta Warga Tak Resah Teror Pocong, Polisi Intensifkan Patroli QR Janji Jaga
REFORMASI-ID | Lampung - Polda Lampung mengimbau masyarakat tidak resah menyikapi maraknya fenomena teror pocong palsu yang belakangan ramai diperbincangkan di sejumlah daerah.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan kepolisian terus meningkatkan langkah pengamanan dan patroli guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif.
“Jangan resah soal teror pocong, karena polisi terus meningkatkan keamanan lewat serangkaian kegiatan Kamtibmas,” kata Yuni, Jumat (29/5/2026).
Menurut dia, berbagai langkah preventif telah dilakukan aparat kepolisian, termasuk melalui kegiatan “Patroli Janji Jaga QR Code” yang digelar di sejumlah wilayah rawan gangguan keamanan.
Yuni menjelaskan, patroli tersebut merupakan bagian dari upaya polisi menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat, sekaligus mencegah munculnya keresahan akibat isu-isu yang belum tentu benar.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi atau video terkait kemunculan pocong yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
“Jangan mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat,” tegasnya.
Menurut Yuni, fenomena teror pocong palsu berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk menakut-nakuti warga hingga mengganggu ketertiban umum. Karena itu, polisi juga meningkatkan patroli malam hari dan pengawasan di lingkungan permukiman guna memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, Polda Lampung mengajak masyarakat ikut menjaga situasi tetap kondusif dengan meningkatkan kewaspadaan lingkungan dan mengaktifkan kembali ronda malam bersama aparat setempat.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” tandas mantan Kapolres Metro tersebut. (Hms/Mudian)
Torehkan Prestasi Pemkot Balam, Raih Opini WTP dari BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung
REFORMASI-ID | LAMPUNG - Bandar Lampung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Lampung atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung (Balam), Eva Dwiana, di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Lampung. Jum'at, 29/05/2026.
Walikota Bandar Lampung (Balam) menyampaikan. Raihan opini WTP ini menjadi bukti komitmen Pemkot Bandar Lampung dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan standar pengelolaan keuangan pemerintah. Capaian tersebut juga menunjukkan kerja keras seluruh jajaran organisasi perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas administrasi dan pelayanan publik.
Eva Dwiana mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang kembali diraih Pemerintah Kota Bandar Lampung. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali meraih predikat WTP. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Bandar Lampung serta seluruh jajaran pemerintah yang telah bekerja keras,” ujar Eva Dwiana.
"Penghargaan WTP bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga amanah yang harus dijaga dan dipertahankan ke depannya. Pemkot Bandar Lampung akan terus melakukan evaluasi serta peningkatan pengelolaan keuangan agar semakin efektif, efisien, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat," sebutnya menegaskan.
Dengan kembali diraihnya opini WTP dari BPK RI, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap dapat semakin meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah serta mendorong terciptanya pemerintahan yang profesional dan berintegritas. Atas laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, di Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Lampung. (*)
Camat Bekasi Selatan dan Lurah Berikan Apresiasi Pelaksanaan Qurban LDII Kayuringin Jaya
REFORMASI - ID | Kota Bekasi - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Kayuringin Jaya, menyembelih sebanyak 152 hewan qurban berupa sapi dan kambing, yang tersebar di beberapa titik di Wilayah Kayuringin Jaya, Rabu (27/5/2026).
"Alhamdulilah tahun ini warga LDII se-Kayuringin Jaya , bisa menyembelih 79 ekor sapi dan 73 ekor kambing, jumlah ini selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya," ujar Suroso Ketua PAC LDII Kayuringin Jaya.
"Karena kami memberikan pemahaman kepada warga, ibadah qurban ini banyak palanya, baik hubungan kepada tuhan maupun hubungan kepada sesama, sehingga meningkatkan ketaqwaan dan kepekaan warga terhadap lingkungan sekitar,".Kata Ketua PAC LDII.
Sebagaimana diketahui, Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kelurahan Kayuringin Jaya menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban secara serentak di tiga lokasi yakni di Komplek Masjid Baitul Haq, Komplek Masjid Baitussalam dan Perumnas dua, jumlah total 152 hewan kurban, dengan rincian 79 Sapi dan 73 kambing.
Pada kesempatan itu, Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya menyambut baik kegiatan Qurban LDII, ia berharap agar kegiatan semacam terus ditingkatkan “Kami memberikan apresiasi, kegiatan ini adalah kegiatan positif dan sangat baik. Kami apresiasi dan bangga melihat semangat dan kekompakan warga LDII, terima kasih atas peran warga LDII yang sangat baik ini," ungkap Camat.
Sama halnya Camat, Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar juga mengapresiasi pelaksanaan qurban LDII.
Di Lokasi pemotongan hewan qurban, H. Basri Borahima Ketua PC LDII Bekasi Selatan menjelaskan bahwa daging kurban dari LDII dibagikan kepada masyarakat di beberapa Masjid atau Majlis Ta'lim yang berada di bawah naungan PAC LDII.
"Alhamdulillah, tahun ini kami bisa kembali melaksanakan kurban dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan rasa syukur LDII atas limpahan nikmat Allah SWT," Kata H. Basri.
"LDII berbagi daging kurban ini nmenjadi momen untuk menjalin hubungan yang semakin erat dengan berbagai pihak, termasuk aparat pemerintah, tokoh agama dan masyarakat," Imbuhnya.
Tak hanya kepada masyarakat sekitar, LDII Kayuringin juga menunjukkan kepeduliannya kepada aparat pemerintahan dan tokoh agama di wilayahnya. Daging kurban diantarkan langsung ke kantor atau rumah masing-masing instansi.
Kegiatan berbagi qurban ini merupakan salah satu wujud dari program LDII dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia dan saling tolong menolong. LDII berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat di wilayahnya.
"Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, LDII Kayuringin Jaya dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera," jelas H. Basri.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara rutin menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban tiap hari raya Idul Adha.
"Untuk memastikan ibadah dan teknis pemotongan sesuai syariat dan standar kesehatan, LDII secara berkala juga membekali warganya dengan workshop atau sosialisasi penyembelihan kurban. Penyelenggaraan kurban ini sangat mengedepankan asas gotong royong dan kepedulian sosial untuk membagikan daging kepada warga sekitar," pungkasnya.
Tampak dalam pantauan Media, partisipasi ibu-ibu dan remaja majelis taklim LDII ikut membantu kepanitiaan dan menyiapkan konsumsi dan mengolah sebagian daging kurban menjadi makanan siap santap bagi panitia dan semua yang hadir.
Ads 970x90


























