Media Reformasi Indonesia (MRI)

21 April 2026

Momen Hari Kartini, Tanti Herawati Anggota DPRD Kota Bekasi Bicara Emansipasi


Tanti Herawati, S.H., M.H. Anggota DPRD Kota Bekasi  Fraksi Golkar Solidaritas (Foto: Dok Pribadi) 

REFORMASI-ID | Kota Bekasi -  Hari kelahiran R.A. Kartini pada 21 April selalu diperingati sebagai momentum emansipasi perempuan. Politisi Partai Solidaritas Indonesia yang saat ini sebagai anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi Golkar Solidaritas Tanti Herawati, S.H.,M.H bicara tentang emansipasi perempuan. 

Bagi Hera (sapaan akrab) Anggota DPRD  Fraksi Golkar Solidaritas, Hari Kartini bukan sekadar perayaan tahunan dengan kebaya dan sanggul. 

Semangat emansipasi yang diwariskan terus relevan, tak lekang oleh waktu, dan menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk bermimpi, berkarya, dan berdaya.

Menurutnya, memaknai momentum 21 April sebagai pengingat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini dalam membuka jalan bagi perempuan Indonesia. emansipasi bukan sekadar soal kesetaraan, tetapi juga kesempatan. 

“Inti dari emansipasi itu sederhana, perempuan diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberi manfaat,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Hera menegaskan Kartini adalah sosok inspirasi emansipasi perempuan. Ia menyebut Kartini itu pembuka jalan.

Sebab, kalau hari ini perempuan bisa sekolah, bekerja, bahkan memimpin. Itu karena ada Kartini yang dulu berani berpikir berbeda.

Menurut Hera  semangat perjuangan Kartini harus terus dihidupkan sebagai inspirasi dalam mendorong peran aktif perempuan di berbagai bidang.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan kesetaraan gender. Perempuan masa kini adalah Kartini-Kartini modern yang memiliki potensi besar sebagai penggerak perubahan menuju Kota Bekasi  yang lebih maju,” ujarnya. 

Lebih lanjut disampaikan, momentum Hari Kartini hendaknya dimaknai sebagai penguat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya perempuan melalui pendidikan, pelatihan, serta pemberian ruang yang lebih luas dalam berbagai sektor strategis, termasuk pembangunan ekonomi dan kepemimpinan.

Hera pun bicara tentang perempuan era modern, diantaranya Pemimpin daerah yang perempuan.  Menurutnya, pemimpin  daerah perempuan  adalah contoh nyata perempuan pemimpin yang tangguh. 

"Ini penting, karena kepemimpinan perempuan sering kali lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat," pungkasnya. (Agus W)






Jaga Denyut Nadi Ibu Kota, Detasemen Perintis Baharkam Polri Gelar Pengamanan ‘Strong Point’ di Titik Vital Jakarta



REFORMASI-ID | Jakarta - Guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di pagi hari, personel Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri menggelar pengamanan Strong Point dan Patroli Dialogis di sejumlah titik strategis wilayah hukum Polda Metro Jaya, Selasa (21/4/2026).

Sebanyak 70 personel diterjunkan langsung di bawah pimpinan AKBP Trie Sis Biantoro, S.Pd., S.I.K., M.H., untuk menyisir kawasan Bundaran HI, Monas, hingga Kota Tua. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 05.00 WIB ini difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan wilayah dari potensi gangguan kamtibmas.

“Kehadiran personel di lapangan bukan sekadar mengatur lalu lintas, tetapi untuk memberikan rasa aman nyata bagi warga yang memulai aktivitas. Kami ingin memastikan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) tetap terjaga,” ujar AKBP Trie Sis Biantoro dalam laporannya kepada Kakorsabhara Baharkam Polri.

Mengedepankan Sisi Humanis
Tak hanya berdiri mengatur jalan, memasuki pukul 08.30 WIB, intensitas kegiatan ditingkatkan melalui Patroli Dialogis. Petugas menyapa langsung warga dan pengguna jalan di kawasan Kota Tua dan Bundaran HI untuk memberikan imbauan kamtibmas secara humanis.

Langkah ini diambil untuk membangun komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat. Hasilnya, kesadaran warga dalam mematuhi aturan lalu lintas meningkat, dan potensi gangguan keamanan dapat dideteksi serta dicegah sejak dini.

Meski menghadapi tantangan volume kendaraan yang tinggi di jam sibuk serta kondisi cuaca yang fluktuatif, seluruh rangkaian pengamanan berjalan lancar tanpa ada kejadian menonjol. Arus lalu lintas di tiga titik utama tersebut terpantau tertib dan kondusif hingga berakhirnya giat pada pukul 10.00 WIB.

Semangat "Siap Terlihat dan Bermanfaat" menjadi komitmen Detasemen Perintis dalam memberikan dedikasi terbaik bagi publik, memastikan Ibu Kota tetap aman dan nyaman bagi siapa saja.

Hadir di Titik Rawan, Personel Detasemen Perintis Baharkam Polri Pastikan Arus Lalu Lintas Gunung Putri Lancar



REFORMASI-ID | Bogor - Sebagai wujud nyata dedikasi Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, personel Subden C Detasemen Perintis Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin) di sejumlah titik krusial pada Selasa pagi (21/04/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini difokuskan pada dua lokasi strategis yang kerap mengalami kepadatan volume kendaraan, yakni Simpang Jalan Gunung Putri dan Simpang Leuwinanggung. 

Kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan serta memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan yang memulai aktivitas di pagi hari.

Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri menyampaikan bahwa penempatan personel di titik-titik plotting tersebut merupakan implementasi dari semboyan "Siap Terlihat dan Bermanfaat". Dengan hadirnya petugas di tengah masyarakat, diharapkan potensi kemacetan dan pelanggaran lalu lintas dapat diminimalisir secara efektif.

"Kegiatan ini adalah komitmen kami untuk selalu hadir di saat masyarakat membutuhkan, terutama pada jam-jam sibuk. Kami ingin memastikan masyarakat dapat mencapai tujuan dengan aman dan nyaman," ujarnya 

Hingga kegiatan berakhir, arus lalu lintas di kedua lokasi terpantau ramai lancar dan kondusif. Langkah preventif ini akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari tugas pokok fungsi Samapta dalam menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat.

Kuasa Hukum Jaka Eryadi Gunawan Layangkan Somasi Keras, Bongkar Dugaan Kudeta Jabatan di PT Faza Satria Gianny

REFORMASI-ID | LAMPUNG – Konflik internal di tubuh PT Faza Satria Gianny mulai memanas. Kantor Hukum Maha Rindu Kasih selaku kuasa hukum Jaka Eryadi Gunawan resmi melayangkan Somasi Pertama / Teguran Hukum kepada Ny. Wendy Gianny dan Ny. Ana Hanatun, Selasa (21/04/2026).

Somasi bernomor 2621/SOMASI 1/KH-MARKAS/IV/2026 itu berisi peringatan tegas atas dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan perusahaan, termasuk dugaan pergantian jabatan secara sepihak, tidak sah, tidak prosedural, dan tanpa persetujuan organ perseroan yang berwenang.

Kuasa hukum menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran administrasi, tetapi berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum serius apabila terbukti dilakukan tanpa dasar sah.

“Pengangkatan maupun pemberhentian Direksi tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada mekanisme hukum yang wajib ditempuh melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” tegas Edi Samsuri anggota tim kuasa hukum.

Dalam somasi tersebut, para pihak diberi waktu 3 x 24 jam sejak surat diterima untuk segera:

1. Menghentikan seluruh tindakan yang mengatasnamakan PT Faza Satria Gianny tanpa kewenangan sah; 

2. Mengembalikan seluruh jabatan, akses, dokumen, rekening, data, dan aset perusahaan kepada pihak yang berhak; 

3. Menyerahkan dokumen perubahan jabatan, akta, notulen rapat, surat keputusan, dan dokumen pendukung lainnya; 

4. Memberikan klarifikasi tertulis atas dugaan perubahan struktur perusahaan secara melawan prosedur; 

5. Menghentikan segala bentuk transaksi, pengalihan aset, atau perubahan legalitas yang berpotensi merugikan perseroan. 

Kuasa hukum juga menegaskan bahwa PT Faza Satria Gianny merupakan badan hukum resmi yang memiliki legalitas lengkap, mulai dari NIB, PKKPR, Sertifikat Standar PBBR, NPPBKC, hingga akta pendirian perusahaan. Karena itu, setiap tindakan yang menyangkut perusahaan wajib tunduk pada aturan hukum dan tata kelola perseroan.

Apabila somasi tersebut diabaikan, pihak Jaka Eryadi Gunawan memastikan akan membawa perkara ini ke jalur hukum tanpa kompromi, baik gugatan perdata, pelaporan pidana, pembatalan perubahan jabatan, pelaporan ke Kementerian Hukum dan HAM, OSS, notaris terkait, hingga permohonan sita jaminan aset perusahaan.

“Somasi ini adalah bentuk itikad baik dan kesempatan terakhir untuk menyelesaikan persoalan secara profesional. Jika diabaikan, langkah hukum lanjutan akan segera ditempuh,” tegas Edi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Ny. Wendy Gianny maupun Ny. Ana Hanatun belum memberikan tanggapan resmi atas somasi tersebut. (*)

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Pimpin Peringatan Hari Kartini 2026

REFORMASI-ID | LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana memimpin langsung peringatan Hari Kartini tahun 2026 yang digelar di halaman Pemerintah Kota Bandar Lampung, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung, mulai dari pejabat struktural, aparatur sipil negara (ASN), hingga pegawai di lingkungan Pemkot. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana menyampaikan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupkan, khususnya dalam mendorong peran perempuan agar semakin aktif dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Semangat perjuangan Ibu Kartini menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya kaum perempuan, untuk terus berkarya, mandiri, dan berperan dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Peringatan Hari Kartini ini juga diisi dengan berbagai kegiatan simbolis sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Raden Ajeng Kartini, serta untuk memperkuat semangat kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di Kota Bandar Lampung. (*)

Refleksi dan Spirit Hari Kartini, BNNK Lampung Selatan: Peran Ibu Pilar Utama

REFORMASI-ID | Lampung Selatan - Momentum Hari Kartini adalah spirit dalam merefleksikan juga mengimplementasikan semangat perjuangan R.A. Kartini, kini sangat relevan dalam upaya pencegahan dan menjaga generasi muda dari ancaman narkoba. Selasa, 21/04/2026.

Dalam rangka P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika), Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat. SE.MM, mengatakan. Selamat hari Kartini sekaligus menyampaikan bahwa peran ibu sebagai pilar utama keluarga sangat krusial melalui pengawasan Aktif (Monitoring). 

"Ibu menjadi "radar" pertama yang mendeteksi perubahan perilaku anak. Mengetahui dengan siapa anak berteman dan ke mana mereka pergi bukan berarti mengekang, melainkan bentuk perlindungan dini," tutur AKBP Rahmad Hidayat.

Tak hanya itu AKBP Rahmad Hidayat memaparkan. Sosok Ibu dalam pendampingan emosional, membangun komunikasi dua arah yang hangat. Anak yang merasa nyaman bercerita di rumah cenderung tidak mencari pelarian atau pengakuan di pergaulan yang salah. Dan melalui edukasi literasi Narkoba. 

Selain itu jelasnya. Ibu perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang jenis dan bahaya narkoba terkini agar bisa memberikan pemahaman yang tepat kepada anak tanpa terkesan menggurui juga penerapan nilai Karakter. Menanamkan nilai agama dan moral sebagai benteng internal sehingga anak mampu untuk berkata "TIDAK" pada ajakan negatif teman sebaya.

"Ibu adalah benteng pertahanan pertama negara dalam menciptakan generasi emas yang bersih dari narkoba," pungkas AKBP Rahmad Hidayat. (Mdn)

Wujudkan Keamanan Lingkungan, Polri Intensifkan Patroli Roda Dua dan Jalan Kaki di Kawasan Pemukiman



REFORMASI-ID | Cibubur - Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), jajaran Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Patroli Dialogis di sejumlah titik strategis, pada Senin malam (20/04/2026).

Kegiatan melibatkan personel dari Subden C Detasemen Perintis. Berbeda dengan patroli biasa, petugas menyisir wilayah menggunakan kendaraan roda dua (KR2) hingga berjalan kaki untuk menjangkau titik-titik keramaian dan pemukiman warga secara langsung.

Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengamanan kali ini meliputi kawasan Kota Wisata Cibubur, Pos Cluster Aeron, hingga Wilayah Pangadegan 
Selama kegiatan berlangsung, petugas mengedepankan pendekatan humanis dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Langkah ini diambil untuk menjaring informasi, mendengarkan keluhan warga, serta memetakan potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar.

"Petugas kami di lapangan tidak hanya berkeliling, tetapi juga berdialog. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dengan kehadiran Polri di tengah-tengah mereka," ujar perwakilan Dirsamapta dalam laporannya.

Selain memantau situasi, personel Polri juga menyampaikan imbauan Kamtibmas agar warga tetap waspada terhadap tindak kriminalitas, terutama pada jam-jam rawan. Masyarakat diingatkan untuk segera melapor ke pihak Kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungannya.

Tak hanya fokus pada keamanan, petugas di lapangan juga menunjukkan aksi nyata dengan membantu warga yang mengalami kendala teknis saat berada di jalan. Hal ini sejalan dengan semboyan yang diusung: "Siap Terlihat dan Bermanfaat".

Melalui patroli dialogis yang intensif ini, diharapkan angka kriminalitas dapat ditekan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara swadaya dapat meningkat.

Ayo Jaga Lampung, Polda Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas Berbasis Nilai Sakai Sambayan

REFORMASI-ID | Lampung — Polda Lampung menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui semangat “Ayo Jaga Lampung”, Polda Lampung mengajak masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh unsur terkait untuk memperkuat sinergi menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai, sehat, dan beradab.

Ajakan tersebut sejalan dengan nilai luhur adat Lampung, khususnya Sakai Sambayan, yang mengandung makna gotong royong, saling membantu, dan solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat. 

Nilai ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun keharmonisan sosial sekaligus memperkuat daya tahan masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Dalam kehidupan sosial yang semakin dinamis, masyarakat memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas lingkungan masing-masing. 

Kepedulian terhadap sekitar, keaktifan dalam kegiatan ronda, komunikasi antarwarga, penyelesaian persoalan melalui musyawarah, hingga pelaporan cepat terhadap potensi gangguan keamanan menjadi bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam menciptakan suasana yang kondusif.

Polda Lampung juga terus memperkuat Sabuk Kamtibmas Polda Lampung sebagai wadah kebersamaan dan sinergi antara Polri, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan warga. 

Melalui penguatan kolaborasi tersebut, diharapkan tercipta sistem keamanan yang tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum, tetapi juga lahir dari kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif masyarakat.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes  Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa kestabilan daerah hanya dapat terjaga apabila seluruh unsur memiliki komitmen yang sama untuk merawat keamanan sebagai kebutuhan bersama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Lampung. Keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab kita semua. 

Ketika masyarakat, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan kepolisianbersatu dalam semangat Sakai Sambayan, maka Lampung akan tetap kuat, aman, damai, dan beradab,” ujar Yuni.

Ia menambahkan, nilai-nilai adat Lampung harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membangun rasa persaudaraan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Sakai Sambayan adalah kekuatan sosial masyarakat Lampung yang harus terus dijaga. Semangat gotong royong, saling membantu, dan solidaritas adalah modal utama untuk menciptakan kamtibmas yang kondusif. Melalui semangat ‘Ayo Jaga Lampung’ dan penguatan Sabuk Kamtibmas Polda Lampung, kami ingin memastikan bahwa keamanan hadir sebagai hasil kerja bersama, bukan kerja sendiri-sendiri,” lanjutnya.

Menurutnya, masyarakat yang sehat dan beradab hanya dapat tumbuh dalam lingkungan yang tertib, aman, dan penuh rasa saling menghormati. Karena itu, partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan kehidupan bermasyarakat di Provinsi Lampung.

“Mari kita jaga Lampung dengan hati, dengan kepedulian, dan dengan kebersamaan. Kamtibmas yang kondusif adalah pondasi pembangunan, penopang kehidupan sosial, dan syarat utama terwujudnya masyarakat Lampung yang sehat, aman, damai, serta beradab sesuai nilai-nilai luhur adat yang kita junjung bersama,” tutup Yuni. (Mdn) 

20 April 2026

Cetak Auditor Tangguh, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Tuntaskan Pelatihan Sispamobvitnas



REFORMASI-ID | Jakarta - Direktorat Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri resmi menyelesaikan rangkaian Pelatihan Internal Auditor Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Objek Tertentu (Obter) hari kelima. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Royal Palm Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (20/4/2026), menjadi momentum krusial dalam memperkuat standar keamanan aset strategis negara.

Pelatihan ini diikuti oleh 106 peserta yang berasal dari berbagai instansi pengelola Obvitnas, Obter, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), serta personel Polri. Program ini dirancang untuk mencetak auditor yang memiliki kompetensi tajam dalam mengawasi dan mengevaluasi sistem pengamanan secara mandiri dan profesional.

Pada hari kelima ini, para peserta menjalani simulasi praktik audit yang intensif pada Elemen 3, 4, dan 5. Di bawah bimbingan narasumber ahli, Angelo M. Turang, S.E., M.Si., dan Drs. Sutrisno Dewo Gono Murti, M.M., peserta ditantang untuk mengimplementasikan teori perencanaan hingga pelaporan audit secara nyata.

"Fokus kami adalah memastikan setiap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mempraktikkan langsung bagaimana elemen-elemen audit ini bekerja di lapangan," ujar Kasubdit Audit Sispamobvitnas, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., yang menutup kegiatan secara resmi.

Sebelum rangkaian pelatihan berakhir, para peserta menjalani Post Test untuk mengukur sejauh mana penyerapan materi selama lima hari pelatihan. Hasilnya, peserta dinyatakan mampu mengimplementasikan perencanaan dan pelaporan audit pada elemen-elemen kritikal sistem manajemen pengamanan.

Acara ditutup dengan penuh khidmat pada pukul 16.30 WIB. Meski pelatihan internal telah usai, tantangan sesungguhnya bagi para calon auditor ini akan berlanjut esok hari dalam sesi Uji Kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi resmi.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Korsabhara Baharkam Polri dalam meningkatkan kualitas pengamanan objek vital nasional. Dengan hadirnya auditor internal yang kompeten di setiap instansi, diharapkan potensi gangguan keamanan terhadap aset negara dapat dideteksi dan dimitigasi sejak dini melalui sistem manajemen yang auditabel dan terukur.

Modus Ritual, Diduga Cabuli 11 Murid Oknum Guru Pencak Silat Digulung Polisi

REFORMASI-ID | Banten, Serang - Ditreskrimum Polda Banten berhasil membongkar kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur yang disertai dengan tindakan aborsi dan tersangka utamanya adalah oknum guru pencak silat di Waringinkurung, Kabupaten Serang dengan jumlah korban 11 anak.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea didampingi Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy dan dihadiri oleh perwakilan Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Serang memberikan keterangan pers soal pencabulan anak di bawah umur tersebut, Senin (20/4/2026).

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy menjelaskan kasus tersebut.

"Kasus ini telah berlangsung selama hampir tiga tahun, terhitung sejak Mei 2023 hingga April 2026 di Kecamatan Waringinkurung. Tersangka merupakan pasangan suami istri yakni MY dan SM,” jelas Irene.

Tersangka utama, MY (54), menggunakan posisinya sebagai guru silat untuk memanipulasi para korban dengan modus ritual pembersihan, dalih pengobatan dan manipulasi mistis.

Ritual pemberihan itu berupa korban harus mengikuti ritual pembersihan badan dan aur. Dalih pengobatan yang didalamya ternyata meminta korban melepas seluruh pakaian dengan alasan pengobatan, pemandai dan pijat.

Sedangkan manipulasi mistis dilakukan pelaku utama dengan alasan perintah dari “buyut” untuk memaksa korban mengikuti hawa nafsunya.

Irene menerangkan bahwa dalam proses penyidikan, ditemukan fakta memilukan di mana salah satu korban mengalami kehamilan.

“Tersangka MY bersama istrinya SM, melakukan tindakan aborsi pada tahun 2024 untuk menutupi kejahatannya. Mereka menggunakan obat-obatan serta tindakan fisik, kemudian menguburkan janin tersebut di sekitar rumah tersangka,” ujar Irene.

Penyidik telah berhasil menemukan lokasi penguburan janin tersebut sebagai barang bukti. 

“Hingga saat ini, tercatat terdapat 11 anak di bawah umur (status pelajar) yang menjadi korban. Banyak di antaranya mengalami trauma psikologis yang mendalam,” terangnya.

Peran Tersangka

Irene mengatakan, MY merupakan pelaku utama dan istrinya SM berperan dalam membantu melakukan proses aborsi anak yang hamil.

Sejumlah barang bukti telah disita, termasuk peralatan ritual (ember, gayung, minyak), pakaian korban, obat pelancar haid, kain kafan, serta hasil visum et repertum.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan, atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis.

Tersangka MY dikenakan Pasal 81 Jo Pasal 76D dan Pasal 82 Jo Pasal 76E UU Perlindungan Anak, serta Pasal 414, 415, dan 464 KUHP terkait aborsi. Ancaman pidana berkisar antara 3 hingga 15 tahun penjara.

Tersangka SM: Pasal 464 KUHP tentang aborsi dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara.

“Polda Banten menegaskan komitmennya untuk menindak tegas kejahatan terhadap anak, terutama yang menggunakan modus manipulasi kepercayaan dan praktik spiritual. Kasus ini menjadi perhatian serius karena dilakukan secara berulang dalam kurun waktu yang lama,” tutup Kabid Humas. (Daeng Yusvin/Mdn)

Perkuat Kualitas Pendidikan, Walikota Berikan Pengarahan dan Pentingnya Peran Kepala Sekolah

REFORMASI-ID | Lampung - Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala TK, SD, dan SMP se-Kota Bandar Lampung yang berlangsung di Aula Mufakat Jejamo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Senin (20/04/2026).

Pada kesempatan tersebut Walikota menyampaikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bandar Lampung. Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan prestasi peserta didik.

Selain itu, Wali kota juga mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta pelayanan pendidikan kepada masyarakat. 

"Saya menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata," ujar Walikota.

Turut Hadir Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ka.BAPPERIDA, Ka.BKAD, Plt.Kadis Pendidikan & Kebudayaan Serta Plt.Kadis Kominfo. (*) 

Audit Kinerja Itdam II/Swj Dorong Korem 044/Gapo Semakin Transparan dan Akuntabel

REFORMASI-ID | Palembang – Kegiatan Taklimat Akhir Audit Kinerja Inspektorat Daerah Militer II/Sriwijaya di lingkungan Korem 044/Gapo dilaksanakan di Makorem 044/Gapo, sebagai tanda rangkaian pengawasan dan pemeriksaan yang telah berlangsung sejak 6 April 2026 berakhir.

Hadir mewakili Danrem 044/Gapo, Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri menyambut sekaligus mendampingi Tim Audit Kinerja Itdam II/Swj selama kegiatan berlangsung, Senin (20/4/2026).

Dalam sambutannya, Kasrem 044/Gapo menyampaikan bahwa tim audit kinerja dari Itdam II/Swj telah melaksanakan kegiatan pengawasan dan audit kinerja di Korem 044/Gapo beserta jajarannya secara menyeluruh.

“Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi agar semakin tertib, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kasrem menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Tim Wasrik beserta seluruh anggota atas pelaksanaan tugas yang telah berjalan dengan baik, objektif, dan profesional.

Ia juga menegaskan kepada seluruh satuan jajaran Korem 044/Gapo agar segera menindaklanjuti setiap temuan yang diperoleh selama proses audit.

“Apabila terdapat temuan oleh tim audit, saya perintahkan kepada seluruh satuan jajaran untuk segera menindaklanjuti dengan sungguh-sungguh. Laksanakan perbaikan secara cepat, tepat, dan tuntas, serta koordinasikan dengan perwira pemeriksa masing-masing agar tidak terjadi kesalahan berulang di masa yang akan datang,” tegasnya.

Selain itu, seluruh satuan juga diinstruksikan untuk melengkapi berbagai produk dan program kerja yang menjadi temuan, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kasrem berharap hasil dari kegiatan pengawasan dan pemeriksaan ini dapat menjadi bahan evaluasi yang konstruktif dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas ke depan.

“Jadikan setiap temuan sebagai sarana pembelajaran untuk memperbaiki kekurangan serta meningkatkan profesionalisme prajurit dan satuan,” pungkasnya. (Mdn) 

Pelari Polda Lampung Torehkan Prestasi pada Ajang Kemala Run di Bali

REFORMASI-ID | Bali — Pelari Polda Lampung kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kemala Run yang berlangsung di Bali, Minggu (19/04/2026). 

Dalam ajang tersebut, Edward Ariansyah berhasil meraih Juara 2 pada kategori 5K U20, sementara Meyda Angela sukses meraih Juara 5 pada kategori 5K Nasional Putri.

Edward Ariansyah merupakan mahasiswa Universitas Aisyah Pringsewu dan Meyda Angela diketahui merupakan putri polisi dari Polres Lampung Tengah. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Polda Lampung dan masyarakat Lampung, sekaligus menunjukkan hasil positif dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para peserta dalam ajang tersebut. 

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan buah dari hasil pembinaan yang selama ini dilakukan oleh Polda Lampung.

“Prestasi ini merupakan buah hasil pembinaan Polda Lampung. Kami berharap ke depan Polda Lampung dapat terus mencetak atlet-atlet lari melalui pembinaan yang intensif. 

Ajang Kemala Run juga menjadi wadah untuk membina atlet-atlet berprestasi,” ujar Helfi Lampung.

Lebih lanjut, ajang Kemala Run dinilai tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga menjadi wadah strategis dalam menumbuhkan semangat sportivitas, disiplin, dan daya saing atlet untuk terus berkembang di level yang lebih tinggi.

Prestasi yang diraih Edward Ariansyah dan Meyda Angela diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Lampung, serta mendorong lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah pada berbagai ajang olahraga, baik di tingkat regional maupun nasional.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan atlet melalui program yang terarah, intensif, dan berkelanjutan, guna mencetak generasi berprestasi yang mampu membawa nama baik institusi dan daerah. (Hms/Mdn) 

Komitmen Tegas, Lapas Kalianda Deklarasikan Anti HALINAR Bersama Pegawai dan WBP

REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda melaksanakan kegiatan Deklarasi Anti HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kalianda dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta Warga Binaan Pemasyarakatan (20/04/2026).

Deklarasi dilaksanakan secara khidmat dan penuh kesungguhan, menjadi simbol tekad bersama untuk menolak segala bentuk pelanggaran di dalam lapas. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan deklarasi oleh seluruh pegawai serta perwakilan WBP sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung terciptanya Lapas Kalianda yang bebas dari HALINAR.

Kepala Lapas Kalianda dalam amanatnya menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

"Tidak ada ruang bagi HALINAR di Lapas Kalianda. Ini adalah komitmen bersama yang harus dijaga dengan integritas, konsistensi, dan keberanian dalam menindak setiap pelanggaran tanpa pandang bulu," tegas Kalapas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran serta warga binaan dapat menginternalisasi nilai-nilai integritas, disiplin, dan tanggung jawab, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang kondusif serta mendukung proses pembinaan yang optimal (Hms/Mdn)

Pemerintah Dorong Water Taxi Bali, ASDP Perkuat Integrasi Antarmoda Nasional

REFORMASI-ID | Bali, 19 April 2026 – Di tengah tingginya mobilitas wisatawan dan aktivitas ekonomi, Bali terus membutuhkan solusi transportasi yang mampu menghadirkan konektivitas cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah mendorong pengembangan layanan water taxi sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi antarmoda transportasi nasional. 

Dalam hal ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut berperan aktif mendukung persiapan layanan yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam merespons kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis, sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan pariwisata unggulan. “Pengembangan layanan water taxi menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sistem transportasi yang terintegrasi. Kami berharap layanan ini dapat menjadi alternatif yang efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pengembangan water taxi merupakan solusi strategis dalam mendorong integrasi transportasi antarmoda, yang menghubungkan jaringan darat, laut, dan udara secara lebih efektif. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi mobilitas sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Badung sebagai pusat aktivitas pariwisata Bali.

Sebagai bagian dari penugasan pemerintah, ASDP bersama PT Angkasa Pura Indonesia telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) yang menunjukkan bahwa proyek ini memiliki potensi untuk dilanjutkan. Kajian dilakukan secara komprehensif mencakup aspek pasar, teknis, finansial, operasional, hingga sosial dan lingkungan. Hasilnya juga mengidentifikasi lintasan Sekeh – Canggu (Berawa) sebagai rute prioritas pada tahap awal pengembangan.

Secara operasional, inovasi ini diyakini mampu memberikan efisiensi signifikan. Berdasarkan observasi, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu berkisar antara 1 hingga 2 jam. Dengan kehadiran water taxi, waktu tempuh tersebut diproyeksikan dapat dipangkas menjadi maksimal 30 menit, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa sekaligus meningkatkan daya saing destinasi.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa penetapan lintasan dilakukan melalui kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kondisi perairan, aspek keselamatan pelayaran, kesiapan infrastruktur, serta konektivitas kawasan sekitar. 

“Melalui pendekatan ini, layanan water taxi diharapkan tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Bali,” jelasnya.

Saat ini, pengembangan masih berada pada tahap lanjutan sebagai bagian dari penugasan pemerintah, dengan fokus pada penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan aspek perizinan bersama PT Angkasa Pura Indonesia. Tahapan ini ditargetkan selesai pada tahun 2026, sebelum dilaporkan kepada pemerintah untuk mendapatkan arahan dan penugasan lebih lanjut.

ASDP pada prinsipnya siap mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan konektivitas transportasi yang terintegrasi, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan riil di lapangan. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi maritim yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung penguatan ekosistem transportasi nasional. (*) 

.Daya Cium Tajam! 9 Anjing K9 Polda Jateng Digembleng Latihan SAR Cadaver di Salatiga



REFORMASI-ID | Salatiga - Guna memperkuat barisan kemanusiaan dalam penanganan bencana, jajaran Unit K9 Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah menggelar pelatihan intensif spesialisasi K9 SAR Cadaver (pelacakan jenazah) di Mapolres Salatiga, Minggu (19/04/2026).

Latihan ini bukan sekadar simulasi rutin. Sebanyak 9 ekor anjing pelacak pilihan dari berbagai penjuru Jawa Tengah dikerahkan untuk mengasah insting deteksi mereka. Satwa-satwa hebat ini berasal dari Unit K9 Polda Jateng (4 ekor), serta Polres jajaran yakni Salatiga, Cilacap, Wonosobo, Karanganyar, dan Wonogiri.

"Kecepatan waktu dalam menemukan korban adalah kunci dalam operasi SAR. Melalui pelatihan ini, kita pastikan sinergi antara handler (pawang) dan anjing K9 berada di level tertinggi," ujar perwakilan instruktur di sela kegiatan.

Pelatihan yang melibatkan 27 personel ahli ini menyimulasikan kondisi medan berat. Para anjing pelacak dilatih untuk membedakan berbagai aroma di lokasi bencana dan fokus menemukan titik koordinat korban yang tertimbun atau sulit dijangkau secara manual.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan progres luar biasa. Anjing-anjing pelacak tersebut mampu menuntaskan misi pencarian dengan akurasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Tengah semakin matang dan teruji.

"Ini adalah wujud nyata komitmen Polri untuk masyarakat. Kami terus menempa kemampuan agar saat tugas kemanusiaan memanggil, tim SAR K9 sudah siap diterjunkan secara efektif dan efisien," tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB ini berakhir dengan hasil yang memuaskan. Dengan penguatan unit Cadaver ini, Polda Jawa Tengah kini memiliki tim tanggap bencana yang semakin solid dan dapat diandalkan dalam situasi krisis apapun.

K9 Polda Jateng Asah Kemampuan di Salatiga: Deteksi Jenazah Makin Akurat dan Cepat



REFORMASI-ID | Salatiga - Guna memperkuat kesiapsiagaan dalam penanganan bencana alam dan pencarian korban hilang, Unit K9 Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah menggelar pelatihan intensif spesialisasi SAR Cadaver (pelacakan mayat). Kegiatan yang berlangsung di wilayah hukum Polres Salatiga ini diikuti oleh puluhan personel dan anjing pelacak pilihan, Minggu (19/04/2026).

Pelatihan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini difokuskan pada peningkatan akurasi penciuman K9 dalam mendeteksi titik koordinat jenazah di berbagai medan. Sebanyak 9 ekor anjing K9 dikerahkan, yang berasal dari jajaran Polda Jateng (4 ekor), serta masing-masing satu ekor dari Polres Salatiga, Polres Cilacap, Polres Wonosobo, Polres Karanganyar, dan Polres Wonogiri.

“Pelatihan ini sangat vital bagi tim SAR K9 kita. Kemampuan Cadaver menuntut konsentrasi tinggi baik dari pawang maupun anjingnya. Hasil latihan hari ini menunjukkan progres yang sangat memuaskan, di mana seluruh K9 mampu menemukan titik target dengan tepat waktu,” ujar instruktur di lapangan.

Sebanyak 27 personel pendamping (pawas) terlibat langsung dalam simulasi ini. Mereka dibekali teknik terbaru dalam mengarahkan satwa di lokasi bencana yang sulit dijangkau manusia tanpa bantuan indra penciuman hewan.

Kegiatan yang berakhir pada pukul 16.00 WIB ini berjalan dengan aman dan lancar. Dengan terlaksananya pelatihan ini, diharapkan jajaran Polda Jateng semakin solid dan tanggap dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam misi pencarian dan penyelamatan korban di seluruh wilayah Jawa Tengah.

19 April 2026

Hadir di Tengah Masyarakat, Ditsamapta Korsabhara Baharkam Polri Pastikan CFD Jakarta Aman dan Humanis



REFORMASI-ID | Jakarta - Direktorat Samapta (Ditsamapta) Korsabhara Baharkam Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pada Minggu pagi (19/4/2026), sejumlah personel diterjunkan untuk mengamankan kegiatan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di beberapa titik vital ibu kota.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 05.00 hingga 10.00 WIB ini menyasar area-area utama yang menjadi pusat keramaian warga, meliputi kawasan Bundaran HI, Patung Kuda, Kota Tua, hingga Sarinah.

Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri menyampaikan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat berolahraga dan beraktivitas dengan nyaman. "Kami hadir tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga melaksanakan pengaturan lalu lintas di sekitar area CFD serta melakukan patroli dialogis guna menyerap aspirasi dan memberikan rasa aman langsung kepada warga," ujarnya.

Dalam pantauan di lokasi, personel Polri tampak aktif berinteraksi dengan warga melalui patroli jalan kaki. Selain menjaga ketertiban, petugas juga sigap membantu kelancaran arus lalu lintas di titik-titik penyekatan agar mobilitas masyarakat tetap terjaga.

Semangat "Siap Terlihat dan Bermanfaat" menjadi landasan utama dalam pengamanan kali ini. Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap kegiatan publik berjalan kondusif, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.

Hingga kegiatan berakhir pada pukul 10.00 WIB, situasi di seluruh titik pengamanan dilaporkan aman dan terkendali. Masyarakat pun menyambut positif kehadiran petugas yang dinilai humanis dalam menjalankan tugasnya.

Kapolda Lampung Pimpin Ratusan Personel dan Bhayangkari Polda Lampung Ikuti Kemala Run 2026

REFORMASI-ID | Gianyar, Bali — Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf bersama jajaran mengikuti kegiatan Kemala Run 2026 yang digelar di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, Minggu (19/4/2026). 

Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kegiatan positif yang memadukan olahraga, kebersamaan, serta kepedulian sosial.

Dalam kegiatan tersebut, kontingen Polda Lampung berjumlah 108 orang peserta, terdiri dari Kapolda Lampung, Wakapolda Lampung, personel Polda Lampung, personel Polres jajaran, serta Bhayangkari. Kehadiran kontingen Polda Lampung menambah semarak pelaksanaan Kemala Run 2026 yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah.

Partisipasi Kapolda Lampung beserta jajaran dalam ajang tersebut mencerminkan komitmen untuk terus menumbuhkan budaya hidup sehat, memperkuat soliditas internal, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan Polri. 

Selain menjadi ajang olahraga, Kemala Run 2026 juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan kebersamaan antarpeserta dalam suasana penuh semangat, sportivitas, dan kekeluargaan.

Helfi menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan olahraga seperti Kemala Run 2026 merupakan bagian dari upaya untuk membangun semangat positif, menjaga kebugaran fisik, serta mempererat hubungan kebersamaan di lingkungan kepolisian. Kemala Run 2026 ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, soliditas, dan semangat hidup sehat. Kehadiran kami bersama seluruh kontingen Polda Lampung adalah bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang mampu membangun energi kebersamaan, baik di internal Polri maupun bersama masyarakat. 

"Kami berharap semangat ini terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya kerja serta pengabdian kami sehari-hari,” ujar Helfi.

Lebih lanjut, Helfi menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas anggota Polri. Dengan kondisi fisik yang prima dan semangat yang terjaga, personel diharapkan mampu melaksanakan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat secara optimal.

"Keikutsertaan kontingen Polda Lampung dalam Kemala Run 2026 juga menjadi wujud kebersamaan antara pimpinan, personel, Polres jajaran, dan Bhayangkari dalam mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan, kekompakan, dan semangat persatuan," ungkap Kapolda.

Suasana penuh antusiasme yang tercipta selama kegiatan berlangsung menjadi gambaran kuat bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan emosional, meningkatkan solidaritas, serta membangun semangat kolektif.

Melalui momentum ini, Polda Lampung berharap nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, kekompakan, dan pola hidup sehat dapat terus ditanamkan serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan kualitas kesehatan personel, serta membangun kedekatan yang harmonis dengan masyarakat. (Hms/Mdn) 

Tinjau Progres Pembangunan Jembatan, Danrem Bangun Akses Bangun Harapan

REFORMASI-ID | Sumsel, OKI – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud melakukan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang berada dalam teritorial Kodim 0402/OKI, yang merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus memastikan program TNI AD berjalan dengan baik di tengah masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Danrem 044/GAPO meninjau secara langsung pembangunan jembatan gantung yang berlokasi di Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Sabtu (18/4/2026). 

Jembatan gantung ini dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan akses transportasi dan menunjang aktivitas perekonomian warga.

Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan dan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur tersebut. Ia berharap keberadaan jembatan gantung ini dapat memberikan manfaat besar bagi mobilitas warga serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari.

“Pembangunan jembatan gantung ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kita berharap fasilitas ini dapat membantu aktivitas masyarakat dan meningkatkan perekonomian warga,” ujar Danrem.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 044/GAPO juga memberikan tali asih kepada masyarakat Desa Kuala Dua Belas berupa paket sembako. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

Kegiatan kunjungan kerja ini berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban, mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam menjaga stabilitas dan pembangunan di wilayah. (Mdn) 

18 April 2026

Bahu-membahu Pemkot Balam dan TNI Percepat Normalisasi Sungai Siaga Banjir

REFORMASI-ID | Lampung -  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama TNI percepat normalisasi sungai di wilayah Kelurahan Jagabaya 1, Kecamatan Way Halim hal ini dilakukan karena  pada Selasa (14/4) air di sungai tersebut meluap hingga menggenangi rumah warga. 

Dari pantauan yang dilakukan pada Sabtu (18/4)  Satgas Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, DLH, Pol PP, Dinas PU, kecamatan, kelurahan serta linmas bersama TNI melakukan normalisasi sungai sejak pukul 08.00 WIB. 

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana pun turut hadir meninjau langsung normalisasi sungai yang ada di wilayah itu, hal ini sebagai langkah agar masyarakat tidak lagi terkena luapan air sungai saat hujan deras tiba. 

Bunda Eva pun menegaskan, agar Satgas Bandar Lampung selalu siaga meskipun tidak hujan, karena bencana alam bisa datang kapan saja. 

"Kota Bandar Lampung melakukan percepatan normalisasi sungai dan gorong-gorong di beberapa wilayah, salah satunya dengan melakukan penataan konstruksi badan sungai sejumlah wilayah," tegasnya. 

Menurutnya. Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemkot memberikan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap dikeluhkan warga. 

"Bahwa normalisasi sungai tetap menjadi prioritas pemkot, terutama melakukan pembersihan sendimen yang tebal di setiap gorong-gorong di Bandar Lampung," pungkasnya. (*) 

Hadiri Sertijab Pejabat Kodam II/Swj, Danrem: Ini Penyegaran Regenerasi TNI AD

REFORMASI-ID | Palembang – Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menghadiri acara Tradisi dan Serah Terima Jabatan sejumlah pejabat di lingkungan Kodam II/Sriwijaya, yang berlangsung di Gedung Sudirman Makodam II/Swj Jl. Jenderal Sudirman Km 2,5 Kota Palembang, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI Ujang Darwis dan diikuti oleh para pejabat utama Kodam II/Swj serta tamu undangan lainnya.

Adapun jabatan yang diserahterimakan meliputi Asintel Kasdam II/Swj, Asops Kasdam II/Swj, Kainfolahtadam II/Swj, Kajasdam II/Swj, serta Danyonkav 5/DPC. Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan serah terima jabatan di lingkungan Korem 044/Gapo, yaitu Kasiops Kasrem 044/Gapo dan Kasiter Kasrem 044/Gapo.

Jabatan Kasiops Kasrem 044/Gapo yang sebelumnya dijabat oleh Kolonel Inf Syafrudin, kini diserahterimakan kepada Letkol Inf Andi Ariyanto. Sementara itu, jabatan Kasiter Kasrem 044/Gapo diserahterimakan dari Kolonel Inf T. Yoppy Chandra kepada Letkol Arm Arif Budiman.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk penyegaran serta peningkatan kinerja satuan.

“Serah terima jabatan dalam organisasi TNI AD merupakan bentuk pembinaan personel dan satuan. Kepada pejabat yang baru, saya berharap agar segera menyesuaikan diri serta mampu membawa inovasi demi kemajuan satuan, khususnya pejabat Korem 044/Gapo,” ujar Brigjen TNI Khabib Mahfud.

Lebih lanjut, Danrem juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjabat.

“Kepada para pejabat lama, saya ucapkan terima kasih atas loyalitas dan pengabdiannya. Semoga pengalaman yang didapat dapat menjadi bekal berharga dalam penugasan selanjutnya,” tambahnya. (Mdn) 

Viral Diberitakan, RSUD Kalianda: Tegaskan Prosedur Sesuai SOP

REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Bob Bazar, S.K.M Kalianda menegaskan kembali prosedur pelayanan kesehatan di bidang forensik medikolegal, khususnya terkait penerbitan dan penyerahan hasil Visum et Repertum (VeR). Penegasan ini disampaikan menyusul adanya permintaan hasil visum oleh pihak di luar penyidik. Sabtu, 18/04/2026.

Dokter Spesialis Forensik Medikolegal RSUD Bob Bazar Kalianda, dr. C.Andryani, Sp.F.M.MH.(Kes) dalam hal ini, menjalankan pelayanan forensik medikolegal sebagai jembatan antara keilmuan kedokteran dan keilmuan hukum. Bidang tersebut membawahi Poli Pelayanan Kesehatan Terpadu untuk Perempuan dan Anak (PKT-P/A) serta kamar jenazah.

Pasien yang datang ke Poli PKT-P/A RSUD Bob Bazar dapat berstatus sebagai korban, saksi, tersangka, bahkan terdakwa dalam kasus apa pun. Pasien juga dapat datang melalui IGD, rawat jalan, maupun rawat inap. Dalam prosesnya, pasien dapat didampingi penyidik dan/atau didampingi UPTD P3A, penasihat hukum, maupun anggota keluarga, serta dapat disertai dengan Surat Permintaan VeR (SPV) dari kepolisian.

Sesuai SOP, pihak rumah sakit juga dapat menerima pasien tanpa SPV dengan membantu melaporkan dan berkoordinasi dengan penyidik sesuai narahubung yang berlaku.

*Hasil Visum Bersifat Rahasia dan Tidak Dapat Diwakilkan*

RSUD Bob Bazar Kalianda menegaskan, hasil pembuktian dalam bentuk naskah VeR hanya akan diserahkan kepada penyidik yang bertugas menangani kasus tersebut. Hasil visum tidak dapat diwakilkan atau diambil oleh anggota keluarga, ahli waris, maupun pihak lain seperti penasihat hukum, LSM, atau wartawan.

Ketentuan ini mengacu pada Permenkes Nomor 38 Tahun 2022 yang menempatkan pelayanan kedokteran untuk kepentingan hukum (Yandokum) sebagai bagian dari pelayanan kedokteran untuk kepentingan umum. Pengaturan tersebut menegaskan bahwa Yandokum harus dilaksanakan dengan nilai imparsial, independen, akuntabel, bebas dari konflik kepentingan, objektif, ilmiah, dan antidiskriminasi.

Selain itu, Yandokum bagi orang hidup diselenggarakan pada fasilitas yang memenuhi syarat, paling sedikit memiliki pelayanan kedokteran forensik dan medikolegal serta pelayanan kesehatan terkait. Dengan demikian, rumah sakit memastikan pelayanan kecakapan hukum benar dari sisi klinis, tata kelola, etik, dan medikolegal.

Hal tersebut juga sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP terkait pelayanan kedokteran untuk kepentingan hukum pada Pasal 49–51, yang menyebut narasumbernya adalah dokter ahli kedokteran forensik.

*Dokumentasi dan Kerahasiaan Rekam Medis*

Di sisi lain, seluruh proses pelayanan forensik medikolegal wajib terdokumentasi secara baik dalam rekam medis. Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 mewajibkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik. Pengaturan hak akses menjadi bagian dari kebijakan serta standar prosedur operasional penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik.

Karena itu, rumah sakit mengintegrasikan pelayanan kecakapan hukum dengan sistem dokumentasi, pengamanan data, pembatasan akses, dan jejak audit dokumen.

*LSM dan Wartawan Tidak Berhak Meminta Hasil VeR Langsung*

Berdasarkan dasar hukum tersebut, LSM dan wartawan tidak berhak meminta hasil VeR secara langsung ke rumah sakit. Hasil visum bersifat rahasia dan hanya diserahkan kepada pihak penyidik kepolisian yang mengajukan pemeriksaan berdasarkan SPV.

Apabila terdapat kebutuhan rilis terkait kasus, maka harus sesuai dengan SOP yang telah diatur. RSUD Bob Bazar Kalianda berkomitmen menjaga kerahasiaan data pasien sekaligus menjamin proses hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. (*)

Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo

REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN   – Kepolisian dari Polres Lampung Selatan mengungkap perkembangan terbaru kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Kecamatan Sidomulyo. Pelaku berinisial H (60), warga  Kecamatan Sidomulyo, diduga kuat terlibat dalam kasus tersebut terhadap korban yang juga merupakan warga setempat. Hasil uji forensik DNA menunjukkan kecocokan antara pelaku dan bayi yang dilahirkan korban.

“Pengungkapan kasus ini dilakukan setelah melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang panjang, bertahap, dan berbasis pembuktian ilmiah,” ujar Kasi Humas Polres Lampung Selatan, AKP I Wayan Susul, dalam konferensi pers. 

Kasus ini bermula dari laporan yang diterima polisi pada April 2025 terkait dugaan tindak pidana terhadap seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang terjadi pada Desember 2024. Pada tahap awal, penyidik mendasarkan proses pada keterangan korban yang mengarah kepada satu orang terduga pelaku.

“Seiring proses berjalan, kepolisian memutuskan menunggu kelahiran bayi korban untuk melakukan uji DNA, karena pemeriksaan DNA saat bayi masih dalam kandungan memiliki risiko tinggi” jelas  Kbo Satreskrim Polres Lampung Selatan Iptu Rudi Yuwono.

Berdasarkan keterangan awal korban, didukung hasil visum serta gelar perkara, penyidik sempat menetapkan satu tersangka. Namun, perkembangan signifikan terjadi setelah uji DNA dilakukan terhadap bayi hasilnya menunjukkan tidak adanya kecocokan biologis antara tersangka awal dan bayi korban.

“Temuan ini menjadi titik balik dalam penyidikan. Kami kemudian melakukan pendalaman ulang dengan memeriksa kembali korban secara bertahap dan hati-hati, mengingat kondisi psikologis korban yang masih di bawah umur,” ujar Rudi

Dari proses tersebut, keterangan korban berkembang dan mengarah pada sejumlah 13 nama lain. Polisi juga mengumpulkan alat bukti tambahan, termasuk melalui serangkaian uji DNA terhadap pihak-pihak yang disebutkan.

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik pada 16 April 2026 akhirnya menunjukkan kecocokan DNA antara bayi korban dengan seorang pria berinisial H (60), yang diketahui merupakan kakek korban.

“Keterangan korban menjadi salah satu kunci, namun tidak bisa berdiri sendiri dan harus diuji dengan alat bukti lain,” ujarnya.

Ia melanjutkan, proses penyidikan membutuhkan waktu karena harus menggabungkan berbagai unsur, mulai dari keterangan korban, saksi, hingga hasil laboratorium forensik.

 “Terhadap nama-nama yang disebutkan, masih dilakukan penyelidikan dan pengumpulan alat bukti. Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam setiap proses,” kata Iptu Rudi.

Polisi juga memastikan bahwa tersangka awal masih tetap menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kasus ini menunjukkan bahwa pengungkapan perkara tidak selalu berlangsung secara cepat, melainkan melalui proses verifikasi berulang terhadap setiap informasi. 

“Di situlah ketekunan penyidik diperlukan untuk memastikan kebenaran materiil dapat terungkap,” ujar Rudi.

Pelaku  H (60) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lampung Selatan, Ia dijerat dengan Pasal 473 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (Hms/Mdn) 

17 April 2026

DPW Partai Kebangkitan Bangsa Lampung Gelar UKK, 42 Calon Ketua DPC Ikut Tes Tertulis dan Psikotes

REFORMASI-ID | Lampung - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung menggelar kegiatan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi 42 calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Provinsi Lampung, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penguatan organisasi serta penjaringan kepemimpinan yang berkualitas di tingkat kabupaten/kota.

Dalam pelaksanaannya, UKK dilakukan melalui dua tahapan utama, yakni tes tertulis dan psikotes. Tes tertulis bertujuan mengukur pemahaman calon terhadap ideologi partai, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial organisasi. Sementara itu, psikotes dilakukan untuk menggali aspek kepribadian, kepemimpinan, stabilitas emosi, serta kesiapan mental para calon dalam memimpin organisasi.

Pelaksanaan psikotes melibatkan Himpunan Psikologi Wilayah Lampung sebagai pihak profesional guna memastikan proses berjalan objektif, terukur, dan akuntabel.

Dalam kesempatan tersebut, sambutan Ketua DPW PKB Provinsi Lampung diwakili oleh Sekretaris DPW, Maulidah Zauroh. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa UKK merupakan langkah strategis untuk memastikan kepemimpinan partai ke depan diisi oleh figur yang tidak hanya memiliki kapasitas, tetapi juga integritas dan loyalitas terhadap perjuangan partai.

Ia juga menegaskan pentingnya komitmen kebersamaan di seluruh jajaran kader PKB.

“Seluruh calon harus siap bahu membahu dan mendukung siapa pun yang nantinya akan diputuskan oleh DPP. Tidak boleh ada perpecahan, karena kekuatan PKB terletak pada soliditas dan kebersamaan kader,” tegasnya.

Sebanyak 42 peserta yang mengikuti UKK berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, mencerminkan komitmen kader PKB dalam membangun partai yang solid dan profesional.

DPW PKB Lampung berharap, melalui proses seleksi yang komprehensif ini akan terpilih Ketua DPC yang mampu memperkuat struktur partai, menggerakkan kader di daerah, serta memenangkan PKB di berbagai kontestasi politik ke depan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti keseriusan PKB dalam menyiapkan kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (*) 

Jaga Kondusivitas di Kawasan Cikeas, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Gelar Patroli Dialogis dan Humanis



REFORMASI-ID | Bogor - Memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga, jajaran Subden C Detasemen Perintis, Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan giat Patroli Dialogis di wilayah Cikeas dan sekitarnya pada Jumat pagi (17/04/2026).

Menggunakan kendaraan roda dua dan patroli jalan kaki, petugas menyisir sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan hunian di Perumahan Cikeas Gardenia hingga area publik di sepanjang Jalan Mercedes Benz, Wanaherang.

Berbeda dengan patroli biasa, kegiatan kali ini mengedepankan interaksi langsung dengan masyarakat. Petugas tampak menyapa warga, pedagang, dan pengguna jalan untuk menjaring informasi terkait situasi keamanan di lingkungan mereka.

"Kami hadir tidak hanya untuk memantau, tetapi untuk mendengar. Melalui interaksi ini, kami bisa mengetahui langsung apa yang menjadi kekhawatiran atau keluhan masyarakat terkait gangguan kamtibmas," ujar perwakilan personil di lapangan.

Selain melakukan pemantauan, personil Subden C juga aktif memberikan imbauan Kamtibmas. Warga diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kriminalitas dan tidak ragu segera melapor ke pihak Kepolisian jika menemukan hal yang mencurigakan.

Aksi nyata di lapangan juga terlihat saat petugas dengan sigap membantu warga yang mengalami kendala teknis di jalan raya. Hal ini selaras dengan semangat Korps Sabhara: "Siap Terlihat dan Bermanfaat."

Dengan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat, diharapkan rasa aman dapat dirasakan secara langsung, sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan di wilayah hukum Polda Jawa Barat dan sekitarnya.

Pemprov Lampung Ajak Mahasiswa Jadi Motor Transformasi Digital dan SDM Unggul


REFORMASI-ID | Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung mengajak kalangan mahasiswa untuk mengambil peran strategis dalam menyiapkan masa depan daerah melalui penguatan sumber daya manusia, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Lampung Digital Education Transformation Symposium (LEDTS) 2026 bertema Sinergi Lintas Sektor: Mewujudkan Ekosistem Pendidikan Digital yang Inklusif dan Berkelanjutan, yang digelar di Hall Fakultas Hukum Universitas Lampung, Jumat (17/4/2026).

Dalam paparannya, Marindo menyampaikan kebanggaannya dapat kembali hadir di lingkungan Universitas Lampung, kampus yang dinilai telah banyak melahirkan tokoh dan pemimpin berpengaruh di Provinsi Lampung.

“Universitas Lampung telah banyak melahirkan sumber daya manusia unggul yang kini berkiprah di berbagai bidang. Ini menjadi kebanggaan bersama dan bukti bahwa pendidikan tinggi memiliki peran besar dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan Lampung tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa dan mayoritas berada pada usia produktif, Lampung saat ini berada pada momentum bonus demografi yang sangat berharga.

Berdasarkan data, sebanyak 69,24 persen penduduk Lampung berada pada rentang usia 15 hingga 64 tahun. Kondisi ini menjadi peluang besar untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Kesempatan ini tidak datang dua kali. Jika dikelola dengan baik, Lampung dapat melompat jauh ke depan. Namun jika gagal dimanfaatkan, bonus demografi justru bisa menjadi beban pembangunan,” katanya.

Karena itu, mahasiswa diminta mempersiapkan diri dengan keterampilan, kreativitas, dan daya saing tinggi agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Marindo menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dipandang sebagai peluang, bukan ancaman. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi bagi masyarakat.

“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Jadilah inovator, jadilah pencipta, dan jadilah problem solver yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, informasi lowongan kerja, pembayaran pajak, promosi pariwisata, hingga kanal pengaduan masyarakat yang terintegrasi melalui aplikasi Lampung-inn.

Upaya digitalisasi tersebut diharapkan semakin mempermudah akses layanan masyarakat sekaligus membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas.

Selain itu, Pemprov Lampung juga berkomitmen memperluas infrastruktur digital agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata, tidak hanya di perkotaan, tetapi juga hingga desa, kabupaten, dan wilayah terpencil.

“Kami ingin memastikan digitalisasi hadir secara merata. Mahasiswa di daerah harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mengakses teknologi,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung, Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., menilai kegiatan simposium tersebut sebagai langkah positif dalam menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut mahasiswa untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta memanfaatkan ruang digital secara produktif.

“Mahasiswa harus mampu menggunakan teknologi informasi sebagai sarana belajar, berinovasi, dan meraih cita-cita di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan capaian membanggakan dunia pendidikan di Lampung. Saat ini, sebanyak 86 persen mahasiswa yang diterima melalui jalur prestasi di Universitas Lampung berasal dari SMA di Provinsi Lampung.

Selain itu, pada Program Studi Kedokteran yang menjadi salah satu jurusan favorit, sebanyak 63 persen mahasiswa yang diterima tahun ini juga berasal dari SMA di Provinsi Lampung.

Capaian tersebut dinilai sebagai hasil sinergi antara sekolah, tenaga pendidik, perguruan tinggi, dan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Ini menunjukkan bahwa kita telah bergerak bersama memajukan pendidikan di Provinsi Lampung. Anak-anak daerah mampu bersaing dan menembus program studi unggulan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar SMA dan SMK untuk terus berkembang, memanfaatkan teknologi, serta menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, dan generasi muda diyakini menjadi kekuatan besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan membawa Provinsi Lampung semakin maju, modern, dan berdaya saing. (*). 

Peran Strategis GRANAT Provinsi Lampung dalam P4GN untuk Memutus Rantai Narkoba


REFORMASI-ID | Lampung - Narkoba merupakan ancaman serius bagi Provinsi Lampung. Barang terlarang ini merusak generasi muda, menghancurkan masa depan keluarga, serta mengganggu stabilitas masyarakat. Data yang dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Lampung menunjukkan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Lampung terus menjadi perhatian utama. Jumat, 17/04/2026.

Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), berkomitmen untuk terus tanpa henti membantu dan mendukung segala upaya pemerintah dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, demi untuk menyelamatkan anak bangsa dari kehancuran akibat penyahahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

GRANAT Provinsi Lampung hadir sebagai mitra strategis dalam Program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba). GRANAT tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi aktif bekerja sama dengan Polda Lampung dan BNN Provinsi Lampung dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Kolaborasi ini menggabungkan pendekatan represif (penegakan hukum) dengan strategi preventif dan rehabilitatif. GRANAT fokus pada hulu masalah, yaitu membangun kesadaran masyarakat untuk menekan permintaan (demand) narkoba, dan upaya menyelamatkan yang sudah menjadi korban untuk di rehabilitasi, karena para pecandu dan penyalaguna bukan pelaku kriminal, mereka adalah korban dari para sindikat, bandar dan pengedar narkoba, yang merupakan musuh dan penghianat bangsa, juga musuh umat manusia, karena mereka melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Program utama GRANAT adalah pencegahan melalui edukasi, sosialisasi dan penyuluhan yang masif dan terstruktur. Secara rutin, GRANAT menyelenggarakan workshop dan pelatihan penyuluh anti narkoba di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Ribuan pemuda, Aparatur Sipil Negara, orang tua, guru, mahasiswa, pelajar, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat telah mengikuti program ini. Materi yang disampaikan mencakup: Strategi program pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi, bahaya narkoba serta dampak jangka panjang terhadap kesehatan, cara mendeteksi gejala penyalahgunaan sejak dini.

Konselor dan Penyuluh GRANAT yang telah terlatih menjadi ujung tombak di tingkat kecamatan dan desa, sehingga pesan pencegahan dapat menjangkau masyarakat hingga lapisan paling bawah.

Pendekatan ini strategis karena narkoba mengikuti prinsip ekonomi supply and demand. Selama masih ada permintaan, pasokan akan terus mengalir. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi, sosialisasi dan penyuluhan yang berkelanjutan, GRANAT mempersempit ruang gerak para pengedar dan bandar. Ketika permintaan menurun, tekanan terhadap pasokan pun akan berkurang. Inilah yang disebut pencegahan berbasis komunitas, yang melengkapi kerja represif aparat penegak hukum.

Selain pencegahan, rehabilitasi juga menjadi prioritas. Bagi korban yang sudah terjerat, GRANAT memberikan pendampingan konseling dan pasca-rehabilitasi bersama BNN Provinsi Lampung. Program ini tidak hanya membantu mereka berhenti menggunakan narkoba, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri dan keterampilan hidup agar tidak kambuh.

Meski demikian, masih terdapat beberapa tantangan, antara lain keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, dan dukungan pemerintah daerah yang perlu terus ditingkatkan. Namun, sinergi antara GRANAT, Polda Lampung, dan BNN Provinsi Lampung telah menunjukkan hasil nyata. Masyarakat semakin aktif melapor, keluarga lebih terbuka mencari bantuan, dan ruang gerak pengedar semakin terbatas.

Memerangi narkoba bukan hanya tugas pemerintah dan aparat penegak hukum semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. GRANAT Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat peran strategisnya dalam membangun kesadaran kolektif, menekan permintaan narkoba, serta mendukung pemulihan korban.

Mari kita bangun Lampung yang bersih dari narkoba melalui kesadaran yang kuat dan kerja sama yang solid. Masa depan generasi muda Lampung dan keutuhan bangsa berada di tangan kita semua. 

Ditulis oleh: H. Tony Eka Candra, Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandar Lampung Gelar Aksi Bersih Drainase Serentak


REFORMASI-ID | LAMPUNG - Merespons peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi curah hujan tinggi pada 17–18 April 2026, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengambil langkah cepat dan taktis. Ia menginstruksikan aksi "Jumat Bersih" massal di seluruh wilayah yang mencakup 126 kelurahan dan 20 kecamatan pada Jumat (17/4) pagi.

Perwakilan Forum Camat Kota Bandar Lampung, Hendry Satria Jaya, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan penajaman dari agenda rutin yang diarahkan oleh Wali Kota. Namun, kali ini fokus utama terletak pada mitigasi konkret di jalur-jalur drainase utama. Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat bersama aparatur pemerintah hingga tingkat bawah. Fokus pembersihan meliputi:

• Drainase dan gorong-gorong utama.

• Siring atau selokan di pemukiman warga.

• Saluran air primer dan sekunder yang menjadi titik rawan penyumbatan.

"Sesuai arahan Bunda Eva, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap pekannya hingga tingkat lingkungan dan RT," ujjarnya, 

Hendry, yang juga menjabat sebagai Camat Panjang, menjelaskan bahwa efektivitas drainase perkotaan sangat bergantung pada kapasitas tampung saluran.

"Tumpukan sedimen dan sampah kerap mengurangi volume saluran air kita hingga 70 persen. Pembersihan ini adalah langkah mitigasi struktural agar air hujan dapat mengalir optimal ke pembuangan akhir tanpa meluap ke jalan atau permukiman," jelasnya.

Untuk memastikan instruksi ini berjalan efektif, Wali Kota Eva Dwiana mewajibkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk turun langsung ke lapangan. Para pejabat diminta mengawasi jalannya pembersihan di tingkat kecamatan serta melaporkan dokumentasi kondisi lapangan.

Laporan tersebut akan menjadi bahan acuan bagi Pimpinan dan Satgas Bencana Kota Bandar Lampung dalam mengambil langkah strategis selanjutnya sebagai bentuk akuntabilitas kinerja pemerintah.

Hendry menekankan pentingnya koordinasi lintas kelurahan mengingat sistem drainase kota yang saling terintegrasi.

"Kami di Forum Camat mendukung penuh instruksi Wali Kota. Ini adalah langkah preventif yang krusial. Mitigasi banjir bukan sekadar persoalan infrastruktur, melainkan juga kesiapan saluran dalam menampung lonjakan debit air yang tiba-tiba sesuai prediksi BMKG," tegasnya.

Kehadiran para Kepala OPD di lapangan diharapkan mampu memberikan dorongan moral bagi warga sekaligus memastikan sinergi dari tingkat kota hingga lingkungan terkecil.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai awal pembentukan kesadaran kolektif. Mari bersama menjaga fasilitas publik agar gorong-gorong tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah. Dengan kolaborasi yang baik, risiko genangan air di Kota Tapis Berseri dapat diminimalisasi secara berkelanjutan," pungkas Hendry. (*)