19 Mei 2026
Gugatan Rp51,5 Miliar ke Kemenpora, Kuasa Hukum: “Klien Kami Sudah Menunggu Bertahun-tahun”
Bripda Salma Aulia, Polwan Ditpolsatwa Baharkam Polri Borong Medali di Kejurnas Karate PB FORKI 2026
Siang Malam Dikebut, Pengecoran Jalan Simin Gaer di Kelurahan Jatirangga Terus Dipacu Demi Kepentingan Warga
REFORMASI -ID | Kodam Jaya - Kota Bekasi - 19/05/2026 Progres pengecoran Jalan Simin Gaer di Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna dalam program TMMD Ke-128 Kodim 0507/Bekasi terus dipercepat guna memastikan pengerjaan selesai tepat waktu. Semangat kebersamaan antara personel Satgas TMMD dan warga terlihat begitu kuat, baik pada siang maupun malam hari mereka bahu membahu menyelesaikan pengecoran jalan demi hasil yang maksimal.
Dengan penuh semangat dan gotong royong, personel Satgas bersama masyarakat terus bekerja tanpa mengenal waktu agar pembangunan jalan dapat segera rampung dan memberikan manfaat bagi warga sekitar. Kehadiran program TMMD ini diharapkan mampu meningkatkan akses mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas sehari-hari warga di wilayah Kelurahan Jatirangga.
Danramil 02/Pondok Gede Mayor Inf Fajar Fitrianto mengatakan bahwa percepatan pengerjaan dilakukan sebagai bentuk komitmen TNI bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.
“Semangat gotong royong antara personel Satgas dan warga menjadi kekuatan utama dalam percepatan pengecoran Jalan Simin Gaer ini. Kami berharap hasil pembangunan ini nantinya dapat memberikan manfaat besar dan meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas,” ujar Mayor Inf Fajar Fitrianto.
Ia juga menambahkan bahwa kekompakan antara TNI dan warga menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus terjalin melalui program TMMD.
(Kodim 0507/Bekasi)
Tingkatkan Wawasan Warga, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0507/Bekasi Gelar Penyuluhan Bela Negara dan Pertanian
REFORMASI - ID | Kodam Jaya - Kota Bekasi - 19/05/2026 Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0507/Bekasi kembali melaksanakan kegiatan sasaran non fisik melalui penyuluhan Bela Negara dan pertanian kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, materi pertanian menjadi fokus utama dengan pembahasan mengenai tata cara budidaya tanaman yang baik hingga teknik pemupukan yang tepat guna meningkatkan hasil pertanian warga.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan penuh antusias dari masyarakat yang hadir. Warga menyimak dengan serius setiap materi yang disampaikan oleh personel Satgas TMMD karena dinilai sangat bermanfaat untuk menunjang pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian ke depannya.
Selain menanamkan semangat Bela Negara, penyuluhan ini juga menjadi bentuk kepedulian Satgas TMMD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui edukasi yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim Sasaran Non Fisik TMMD Ke-128 Kodim 0507/Bekasi Kapten Arm Ahmad Yani mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan ini bertujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan di bidang pertanian.
“Melalui penyuluhan ini kami berharap warga dapat memahami tata cara budidaya dan pemupukan yang baik sehingga nantinya dapat meningkatkan hasil pertanian serta kesejahteraan masyarakat. Selain itu, materi Bela Negara juga penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebersamaan,” ujar Kapten Arm Ahmad Yani.
Warga pun menyampaikan rasa terima kasih kepada personel Satgas TMMD atas materi penyuluhan yang diberikan karena dinilai sangat berguna dan dapat menjadi bekal pengetahuan untuk masa mendatang.
(Kodim 0507/Bekasi)
18 Mei 2026
Tri Adhianto Tunaikan Ibadah Haji, Roda Pemerintahan Dititip Ke Harris Bobihoe
REFORMASI | ID | Kota Bekasi - Senin 18 Mei 2026. Hari ini, Tri Adhianto bersama istri, Wiwiek Hargono diantar langsung oleh Harris Bobihoe bersama istri di Asrama Haji Bekasi sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.
Dalam momen perpisahan tersebut, Tri menyampaikan pesan agar Wakil Wali Kota dapat sepenuhnya menakhodai jalannya pemerintahan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama dirinya menjalankan ibadah haji.
“Untuk sementara waktu, roda pemerintahan saya titipkan kepada Pak Wakil Wali Kota agar seluruh pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Tri.
Meski ingin fokus menjalankan ibadah, Tri katakan komunikasi tetap dapat dilakukan apabila terdapat kondisi mendesak di Kota Bekasi. Ia menyebut nomor ponselnya tetap aktif sehingga masih dapat memantau perkembangan pemerintahan dari Tanah Suci.
Usai prosesi pelepasan dan doa bersama, Harris Bobihoe turut melepas langsung keberangkatan bus kloter jamaah haji asal Kota Bekasi di kawasan Asrama Haji Bekasi.
Pelepasan tersebut berlangsung penuh haru dan khidmat diiringi doa bagi seluruh jamaah yang berangkat menuju Tanah Suci.
Dalam kesempatan itu, Harris juga menyampaikan pesan serta doa kepada Tri Adhianto dan Wiwiek Hargono agar diberikan kesehatan, kelancaran, dan kekuatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Semoga selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan ibadah haji bersama Ibu, kembali ke Kota Bekasi menjadi haji yang mabrur, serta pulang dalam keadaan sehat,” ucap Harris saat melepas keberangkatan.
Tri Adhianto bersama Wiwiek Hargono dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 13 Juni 2026 usai menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
(Agus w)
Danramil 05/Bantar Gebang Sambut Tim Penilai Kampung Pancasila Kodam Jaya di Kelurahan Padurenan
REFORMASI ID | Kodam Jaya - Kota Bekasi - Danramil 05/Bantar Gebang Mayor Inf Suranto, S.A.P menyambut langsung kedatangan Tim Penilaian Kampung Pancasila dari Kodam Jaya/Jayakarta di Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Senin (18/05/2026).
Kedatangan tim yang dipimpin oleh Waaster Kasdam Jaya Letkol Inf Rully beserta rombongan tersebut bertujuan untuk melaksanakan penilaian sekaligus memastikan kesiapan Kampung Pancasila yang berada di wilayah binaan Koramil 05/Bantar Gebang.
Penyambutan berlangsung meriah dan penuh antusias dengan dihadiri aparatur Kecamatan Mustika Jaya, aparatur Kelurahan Padurenan, tokoh agama, tokoh masyarakat, Karang Taruna serta unsur masyarakat lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan secara langsung terhadap berbagai program unggulan Kampung Pancasila yang telah berjalan di Kelurahan Padurenan, mulai dari kegiatan Karang Taruna, ketahanan pangan, UMKM, Wanra hingga Linmas.
Danramil 05/Bantar Gebang Mayor Inf Suranto, S.A.P mengatakan bahwa Kampung Pancasila merupakan wadah untuk memperkuat nilai-nilai persatuan, gotong royong serta kebersamaan di tengah masyarakat.
“Tim dari Kodam Jaya hadir untuk melihat secara langsung kesiapan serta pelaksanaan program-program Kampung Pancasila di Kelurahan Padurenan. Kami berharap keberadaan Kampung Pancasila ini dapat terus menjadi contoh dalam menjaga kerukunan, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan memperkuat semangat nasionalisme,” ujar Mayor Inf Suranto, S.A.P.
Dengan adanya penilaian tersebut diharapkan Kampung Pancasila di Kelurahan Padurenan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya dalam membangun lingkungan yang harmonis, produktif dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
(Kodim 0507/Bekasi)
Mantan Kanit Harda Polda Sulut Tegaskan Lahan Makawidey-Kasawari Tak Masuk Sitaan Negara
REFORMASI -ID | BITUNG — Polemik lahan garapan masyarakat keturunan petani penggarap di wilayah Tokambahu yang kini terbagi dalam Kelurahan Makawidey dan Kasawari kembali memanas. Di tengah klaim sejumlah pihak yang menyebut lahan tersebut telah menjadi agunan hingga sitaan negara melalui PT Awani Modern Indonesia, mantan Kanit Harda Polda Sulawesi Utara, Anthony Wenoh, angkat bicara. Senin (18/05.)
Anthony Wenoh yang kini berprofesi sebagai advokat dan tergabung dalam Kongres Advokat Indonesia menegaskan lokasi lahan garapan masyarakat di Makawidey dan Kasawari tidak termasuk dalam objek barang bukti maupun sita negara dalam putusan pengadilan terkait perkara PT Awani Modern Indonesia.
“Untuk lokasi tersebut tidak masuk dalam putusan PN untuk dijadikan barang bukti,” ujar Anthony Wenoh saat dimintai tanggapan oleh pers.
Ia juga membantah anggapan bahwa lahan garapan masyarakat itu telah menjadi sita jaminan atau sitaan negara.
“Lokasi tersebut juga tidak masuk dalam sita jaminan atau sita negara. Tolong dibaca dalam putusan Mahkamah Agung,” tegasnya.
Anthony Wenoh turut meluruskan informasi yang menurutnya kerap disalahpahami masyarakat terkait hubungan PT Awani Modern Indonesia dengan Modern Group.
“Perlu diluruskan di sini bahwa AMI sama sekali tidak memiliki hubungan hukum dalam bentuk apa pun juga dengan Modern Group, di mana AMI dilepaskan kepemilikannya oleh Modern Group kepada PT Cakrawala Gita Pratama saat krisis moneter melanda negara ini,” jelasnya.
Menurut Anthony, setelah proses tersebut berlangsung, kepemilikan perusahaan kemudian berpindah tangan melalui mekanisme penjualan aset.
“CGP dan Badan Penyehatan Perbankan Nasional kemudian telah menjual kepemilikan tersebut kepada investor yang menjadi pemilik baru AMI sekitar tahun 2003,” tambahnya.
Anthony Wenoh juga menegaskan dirinya memahami secara langsung perjalanan perkara PT Awani Modern Indonesia karena kasus tersebut pernah ditanganinya saat masih aktif berdinas sebagai Kanit Harda Polda Sulawesi Utara. Pengalaman itu, menurutnya, membuat ia mengetahui kronologi maupun objek-objek yang masuk dalam proses hukum perusahaan tersebut.
Pernyataan itu menjadi sorotan di tengah kekhawatiran masyarakat keturunan ahli waris petani penggarap Tokambahu yang mengaku mulai menghadapi tekanan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan negara setelah berakhirnya Hak Guna Bangunan (HGB) PT Awani Modern Indonesia pada September 2024 lalu.
Masyarakat menilai ada upaya pengambilalihan ruang hidup mereka dengan dalih tanah tersebut merupakan agunan negara melalui PT Awani Modern Indonesia. Padahal menurut warga, lahan itu telah digarap turun-temurun jauh sebelum Indonesia merdeka.
Para ahli waris penggarap menyebut leluhur mereka mulai membuka hutan dan mengelola lahan sejak sekitar tahun 1936 tanpa bantuan negara maupun korporasi. Mereka hidup dari hasil perkebunan, kelapa, hingga aktivitas melaut yang dilakukan secara mandiri di wilayah pesisir tersebut.
Yang dipersoalkan warga ialah status penguasaan PT Awani Modern Indonesia yang disebut awalnya masuk melalui Hak Pakai pada tahun 1995, kemudian berubah menjadi Hak Guna Bangunan (HGB) pada 1996.
Warga mempertanyakan perubahan status tersebut karena menurut mereka di lokasi itu tidak pernah ada pembangunan fisik sebagaimana lazimnya pemanfaatan HGB.
“Selama puluhan tahun mereka hanya mengambil hasil kelapa milik masyarakat penggarap. Tidak ada pembangunan atau aktivitas lain di situ,” ujar salah satu keturunan ahli waris penggarap.
Warga menilai apabila HGB digunakan tidak sesuai peruntukan, maka hal itu patut diaudit secara menyeluruh oleh pemerintah maupun aparat penegak hukum.
Di tengah polemik tersebut, aktivis senior Kota Bitung, Darma Baginda, turut menyoroti aspek tata ruang wilayah di lokasi sengketa tersebut. Menurutnya, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan Tokambahu, Makawidey dan Kasawari diperuntukkan sebagai kawasan pemukiman dan pariwisata yang juga menjadi ruang hidup masyarakat pesisir.
“Wilayah itu dalam RTRW merupakan kawasan pemukiman dan pariwisata. Di situ juga menjadi tempat masyarakat nelayan mencari nafkah sejak lama. Jadi negara harus melihat aspek sosial dan historis masyarakat yang hidup di kawasan tersebut,” ujar Darma Baginda.
Ia menilai para petani penggarap dan masyarakat nelayan layak mendapat perhatian karena telah menjaga kawasan tersebut selama puluhan tahun tanpa campur tangan korporasi.
“Saya dan kita semua memberikan apresiasi kepada para petani penggarap. Mereka menjaga lahan itu sejak lama dan menggantungkan hidup di sana,” tegasnya.
Karena itu, masyarakat meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden RI, Komnas HAM, DPR RI, ATR/BPN RI, Panglima TNI, Kapolda Sulut, Gubernur Sulut hingga Pemerintah Kota Bitung, DPRD Kota Bitung, Kapolres Bitung agar melakukan audit terhadap legalitas penguasaan lahan oleh PT Awani Modern Indonesia sekaligus memberikan perlindungan hukum terhadap masyarakat penggarap yang telah hidup turun-temurun di wilayah tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan agraria itu, masyarakat berharap negara hadir untuk melindungi hak rakyat kecil, bukan justru membiarkan dugaan perampasan ruang hidup atas nama investasi maupun kepentingan korporasi.
Jaga Kondusivitas Wilayah, Detasemen Perintis Baharkam Polri Gelar Patroli Dialogis di Pengadegan
Jaga Kelancaran Aktivitas Pagi, Detasemen Perintis Baharkam Polri Gelar Pengaturan Lalu Lintas di Titik Rawan Kemacetan
Korsabhara Baharkam Polri Gelar Pelatihan Asesor Penyidik Tipiring di Bogor
Kontingen Polda Lampung Borong 4 Medali di Hari Pertama Judo Kapolri Cup 2026
REFORMASI-ID | Samarinda - Kontingen judo Polda Lampung menorehkan prestasi membanggakan pada hari pertama Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 yang berlangsung di GOR Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (17/5/2026).
Pada pertandingan perdana tersebut, atlet-atlet Polda Lampung berhasil menyumbangkan dua medali perak dan dua medali perunggu dari sejumlah nomor pertandingan.
Peraih medali perak masing-masing diraih Bripda Tubagus Dinda Maulid pada kelas -66 kilogram dan Bripda Bianca Justitia di kelas -70 kilogram.
Sementara dua medali perunggu dipersembahkan Briptu Rachmad Dewa Artha pada kelas +90 kilogram serta Bripda R Ayu Syafriani di kelas -63 kilogram.
Dengan capaian tersebut, kontingen Polda Lampung untuk sementara mengoleksi empat medali pada hari pertama pelaksanaan kejuaraan nasional tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengapresiasi perjuangan dan semangat para atlet yang telah tampil maksimal membawa nama institusi di ajang Kapolri Cup 2026.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Polda Lampung. Para atlet sudah menunjukkan dedikasi, disiplin, dan semangat juang yang luar biasa pada hari pertama pertandingan,” kata Yuni dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Lanjut Yuni, raihan medali tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus memberikan penampilan terbaik pada pertandingan selanjutnya.
Menurut Yuni, keikutsertaan personel Polda Lampung dalam ajang olahraga nasional tersebut bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga sebagai bagian membangun soliditas, sportivitas, dan profesionalisme anggota Polri.
“Bapak Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf memberikan dukungan penuh kepada seluruh atlet yang bertanding, beliau juga menyaksikan langsung dari venue. Semoga pada pertandingan berikutnya kontingen Polda Lampung dapat kembali menambah perolehan medali,” ujar dia.
Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 diketahui diikuti kontingen dari berbagai polda di Indonesia dan menjadi bagian rangkaian pembinaan prestasi olahraga di lingkungan Polri.
Kejuaraan tingkat nasional ini berlangsung sejak 15 hingga 20 Mei 2026. (Hms/Mdn)
Korem 044/Gapo Gelar Upacara 17-an, Kasad Tekankan Efisiensi dan Ketahanan Nasional
REFORMASI-ID | Sumsel, Banyuasin - Korem 044/Gapo menggelar Upacara Bendera 17-an bulan Mei 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan di lapangan upacara Makorem 044/Gapo. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta jajaran satuan di lingkungan Korem 044/Gapo.
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kasrem 044/Gapo Kolonel Inf Andi Gus Wulandri membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Senin (18/5/2026).
Pelaksanaan upacara menjadi momentum penting dalam memperkuat disiplin, loyalitas, serta pengabdian kepada bangsa dan negara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh rasa nasionalisme serta jiwa korsa yang begitu terasa di lapangan upacara.
Dalam amanatnya, Kasad menyampaikan bahwa memasuki hampir setengah perjalanan tahun 2026, TNI AD terus berupaya menyesuaikan diri terhadap akselerasi perubahan yang sangat dinamis, baik dari pengaruh lingkungan strategis global, regional, maupun nasional.
Kasad juga mengungkapkan rasa syukur karena seluruh agenda program kerja dan anggaran tahun 2026 sejauh ini dapat berjalan lancar sesuai target dan sasaran yang telah ditetapkan. Hal tersebut tidak terlepas dari komitmen setiap bagian yang melaksanakan tugas secara disiplin, konsisten, dan terukur dengan dilandasi semangat pengabdian dan profesionalisme.
Lebih lanjut, Kasad juga menyoroti dinamika geopolitik dunia, konflik bersenjata di sejumlah negara, hingga gangguan pasokan energi global yang berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan bernegara. Meski demikian, Indonesia dinilai memiliki ketahanan yang baik dalam menghadapi krisis energi dunia.
Kasad mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman kemarau panjang dan kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada Juni 2026 mendatang. Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar fenomena biasa, melainkan ujian ketahanan bangsa yang dapat berdampak pada stabilitas nasional.
TNI AD, lanjut amanat tersebut, secara konsisten telah melakukan berbagai langkah progresif melalui pembentukan gugus tugas di satuan jajaran guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya nasional, termasuk efisiensi penggunaan fasilitas perkantoran, pangkalan, serta sarana dan prasarana latihan terkait penggunaan BBM, gas, listrik, dan air.
Selain itu, seluruh prajurit dan ASN TNI AD diminta untuk terus mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi energi dan penguatan ketahanan nasional, sekaligus memperkuat peran TNI AD dalam membantu kesulitan masyarakat melalui berbagai program unggulan dan karya bakti yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah.
Menutup amanatnya, Kasad menekankan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI AD agar senantiasa bijak dalam menyikapi setiap persoalan, mengedepankan solusi terbaik, serta menjadikan semangat menebar kebaikan sebagai budaya kerja organisasi. Seluruh personel juga diingatkan untuk terus menjaga motivasi kerja, fokus menjalankan tugas pokok masing-masing, dan menghindari segala bentuk pelanggaran aturan. (Mdn)
Putra Daerah Keratuan Melinting Dukung Langkah Tegas Kapolda Lampung, Dorong Respons Cepat Laporan Masyarakat
REFORMASI-ID | LAMPUNG TIMUR – Langkah tegas Kapolda Lampung dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat. Apresiasi tersebut salah satunya datang dari Amir Salim, tokoh pemuda sekaligus Putra Daerah Marga Keratuan Melinting, Lampung Timur. Senin, 18/05/2026.
Amir Salim, yang juga menjabat sebagai Kepala Perwakilan (Kaperwil) Media Nasional Tabloid Berita Informasi tentang Kinerja Polisi (TB INTERPOL) sekaligus Kabid Humas Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Lampung, menyatakan dukungannya terhadap instruksi tindakan tegas dan terukur di tempat bagi pelaku pembegalan yang mengancam keselamatan publik.
"Kami mendukung penuh sikap tegas Kapolda Lampung. Analisis beliau sangat tepat bahwa peta kriminalitas saat ini, khususnya aksi pembegalan (C3), mayoritas bukan lagi dipicu oleh faktor ekonomi, melainkan dampak nyata dari ketergantungan narkoba," ujar Amir Salim dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (18/05/2026).
Optimalisasi Deteksi Dini Bhabinkamtibmas dan Intelkam
Kendati mendukung langkah represif yang terukur, Amir Salim menggarisbawahi bahwa pemberantasan kejahatan di Bumi Ruwa Jurai harus menyentuh akar permasalahan. Demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya laten narkoba, ia mengimbau Polda Lampung untuk memaksimalkan kinerja personel di garda terdepan.
Menurutnya, fungsi deteksi dini dan preemtif yang melekat pada Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) serta fungsi Intelijen Keamanan (Intelkam) harus dioptimalkan secara masif, khususnya di wilayah-wilayah yang teridentifikasi rawan peredaran gelap narkotika.
Evaluasi Respons Aduan dan Ajakan Proaktif Kepada Masyarakat
Lebih lanjut, Amir memberikan catatan kritis terkait sistem penanganan laporan masyarakat (quick response) di tingkat operasional lapangan. Ia menyayangkan masih adanya kendala dalam tindak lanjut aduan masyarakat, termasuk yang dikirimkan melalui saluran komunikasi digital.
Amir membagikan pengalamannya saat melaporkan aktivitas yang diduga terkait peredaran narkoba, namun belum mendapatkan respons cepat dari aparat setempat. Padahal, laporan tersebut sudah disertai dokumentasi foto barang bukti dan titik koordinat (GPS) yang presisi.
"Akselerasi respons di lapangan sangat krusial. Kelambatan dalam menindaklanjuti laporan yang sudah valid berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik (public trust) dan memicu apatisme masyarakat untuk ikut serta menjaga Kamtibmas," tegasnya.
Untuk itu, Amir mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak takut dan tetap proaktif dalam melaporkan segala bentuk tindak pidana demi keselamatan bersama. Di sisi lain, ia berharap pihak kepolisian dapat memberikan jaminan keamanan bagi pelapor serta melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja anggotanya di lapangan.
Sinergi Demi Lampung yang Kondusif
Menutup pernyataannya, Kaperwil TB INTERPOL ini berharap instruksi tegas dan visi Presisi dari Kapolda Lampung dapat diimplementasikan secara konsisten, transparan, dan tanpa kompromi oleh seluruh jajaran dari tingkat Polres hingga Polsek.
Sinergi yang kuat antara ketegasan aparat, kecepatan merespons aduan, dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat mewujudkan Provinsi Lampung yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. (*)
Patroli Gabungan Koramil 03/Teluk Pucung dan Linmas, Perkuat Keamanan Lingkungan Warga di Malam Hari
REFORMASI ID | Kodam Jaya - Kota Bekasi - 17/05/2026 Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, personel Koramil 03/Teluk Pucung bersama anggota Linmas melaksanakan patroli gabungan di sejumlah titik wilayah binaan, khususnya daerah yang dianggap rawan terhadap gangguan kamtibmas.
Patroli dilakukan dengan menyusuri lingkungan permukiman warga serta fasilitas umum guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama pada malam hari. Selain memantau situasi wilayah, petugas juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Kegiatan patroli gabungan ini merupakan bentuk sinergitas aparat kewilayahan bersama unsur masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.
Danramil 03/Teluk Pucung Mayor Inf Fatwanul menyampaikan bahwa patroli rutin akan terus dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya.
“Melalui patroli gabungan ini kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas maupun saat beristirahat di malam hari. Sinergi antara TNI dan Linmas menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah,” ujar Mayor Inf Fatwanul.
(Kodim 0507/Bekasi)
17 Mei 2026
Breaking News, Dua Pelajar Tewas Diduga Tenggelam di Pantai Labuhan, Desa Suak.
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Dua orang pelajar dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat mandi di laut kawasan Pantai Labuhan, Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, pada Minggu (17/5/2026) sore.
Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat kejadian, kedua korban diketahui tengah mandi dan bermain di laut bersama enam orang temannya dengan jarak sekitar 50 meter dari bibir pantai. Namun secara tiba-tiba, ombak besar datang menggulung dan menyeret kedua korban ke arah tengah laut.
Dua korban yang meninggal dunia masing-masing bernama Zahrif Nibras Bacusta (20), pelajar asal Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, serta Yeriko Sagala (19), pelajar asal Desa Rejomulyo, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.
Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban berupaya memberikan pertolongan dengan berdiri di atas batu karang dan mencoba mengejar korban ke arah laut. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil lantaran kondisi ombak laut masih tinggi dan dinilai membahayakan keselamatan.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian turut membantu melakukan pencarian. Namun hingga beberapa saat kemudian, kedua korban tidak lagi terlihat di permukaan air laut. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat, yakni Polsek Sidomulyo.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Sidomulyo bersama warga serta nelayan sekitar pantai segera melakukan pencarian intensif. Sekira pukul 19.00 WIB, kedua korban akhirnya ditemukan mengambang di perairan pantai dengan jarak kurang lebih 40 meter dari bibir pantai, dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Selanjutnya, jenazah kedua korban dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sidomulyo untuk dilakukan pemeriksaan medis. Kepala Puskesmas Sidomulyo, Putri Handayani, membenarkan hal tersebut.
“Kedua korban dibawa ke Puskesmas Sidomulyo dan pada saat itu pihak keluarga korban sudah berada di puskesmas,” ujar Putri Handayani.
Setelah dilakukan pemeriksaan medis sesuai prosedur, jenazah kedua korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemulasaraan dan pemakaman.
Kepala Puskesmas Sidomulyo, Putri Handayani, menambahkan bahwa kedua korban diketahui merupakan pelajar Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang sedang mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang.
“Kedua korban merupakan pelajar LPK yang rencananya akan berangkat ke Jepang. Saat ini mereka masih dalam tahap menunggu panggilan keberangkatan,” ujar Putri Handayani.
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa kedua korban.
“Saya selaku Kepala Puskesmas Sidomulyo turut berduka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tuturnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pengunjung pantai, agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Masyarakat juga diminta untuk memperhatikan kondisi cuaca serta gelombang laut guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari. (*)
MUSKOT SENKOM MANADO: Regenerasi Kepemimpinan Didorong Perkuat Sinergi Keamanan dan Respons Bencana
REFORMASI-ID | MANADO — Regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi kemasyarakatan mitra keamanan kembali berlangsung di Kota Manado. Musyawarah Kota (Muskot) Senkom Mitra Polri Kota Manado menetapkan kepengurusan baru periode 2026–2031 dengan agenda utama memperkuat kapasitas anggota, sinergi lintas sektor, serta adaptasi teknologi komunikasi dalam mendukung stabilitas keamanan dan pelayanan kemanusiaan.
Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus provinsi, pembina organisasi, hingga anggota Senkom tersebut berlangsung dalam suasana konsolidatif. Pergantian kepemimpinan dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi di tengah tantangan sosial dan dinamika keamanan yang terus berkembang.
Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi Sulawesi Utara M. Amin Muslim, S. Kom, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan baru memikul tanggung jawab besar, bukan sekadar menjalankan roda organisasi secara administratif.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi merupakan tanggung jawab besar untuk menjaga soliditas organisasi, meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat sinergitas dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan semangat dan pola kerja yang lebih progresif, terutama dalam membangun koordinasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, hingga unsur kebencanaan dan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, keberadaan Senkom Mitra Polri harus tetap relevan sebagai organisasi yang bergerak cepat membantu masyarakat, baik dalam situasi keamanan maupun kondisi darurat.
“Organisasi ini harus terus hadir sebagai mitra strategis dalam membantu menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, penanggulangan bencana, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Senkom Mitra Polri Kota Manado terpilih menegaskan kepemimpinan yang diembannya bukan bentuk kehormatan simbolik, melainkan mandat organisasi yang harus dijalankan secara kolektif bersama seluruh anggota.
“Jabatan ini bukanlah sebuah hadiah, melainkan sebuah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada organisasi, masyarakat, maupun di hadapan Tuhan,” ujarnya di hadapan peserta Muskot.
Dalam pidato perdananya, ia memaparkan tiga fokus utama kepengurusan baru. Pertama, peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan komunikasi, keamanan lingkungan, dan kesiapsiagaan SAR. Kedua, memperkuat kemitraan strategis dengan POLRI, TNI, BNPB, serta instansi terkait lainnya. Ketiga, optimalisasi teknologi komunikasi digital untuk mempercepat penyampaian informasi dan koordinasi lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas internal organisasi di tengah meningkatnya tantangan sosial dan kebutuhan respons cepat terhadap persoalan masyarakat.
“Sebuah organisasi tidak akan pernah besar karena satu orang ketua, melainkan karena kerja keras, soliditas, dan loyalitas dari seluruh anggotanya,” katanya.
Pergantian kepemimpinan itu sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap peran organisasi masyarakat berbasis kemitraan keamanan di daerah. Di tengah meningkatnya kebutuhan kolaborasi sipil dan aparat, Senkom dinilai dituntut lebih profesional, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi serta dinamika sosial perkotaan.
Muskot tersebut juga diwarnai penyampaian penghargaan kepada pengurus sebelumnya atas kontribusi dan pengabdian mereka selama masa kepemimpinan. Pengurus provinsi berharap estafet organisasi tidak berhenti pada seremonial pergantian ketua, melainkan melahirkan konsolidasi yang lebih kuat hingga tingkat anggota di lapangan.
Jaga Kekondusifan CFD Kota Tua dan Sarinah, Dit Samapta Korsabhara Baharkam Polri Gelar Patroli Dialogis
Jaga Keamanan kegiatan CFD Jakarta, Korsabhara Baharkam Polri Layani Masyarakat dengan Humanis
Polri Perkuat Ketahanan Pangan dan Pemenuhan Gizi Nasional, Targetkan 1.500 SPPG Beroperasi pada 2026
Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Ads 970x90









































