23 Juli 2026
22 Juli 2026
Pastikan BBM Tepat Sasaran, Wakapolda Sumsel Pimpin Rakor Pengawasan Distribusi Energi
REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memperkuat pengawasan distribusi dan penjualan bahan bakar minyak (BBM) melalui Rapat Koordinasi Pengawasan Pendistribusian dan Penjualan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah strategis ini merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional, stabilitas ekonomi, serta memastikan distribusi BBM berjalan tepat sasaran, aman, dan berkeadilan bagi masyarakat.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., pada Selasa, 21 Juli 2026, di Ruang Vicon Lantai 2 Gedung Presisi Polda Sumsel. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kodam II/Sriwijaya, Korem 044/Garuda Dempo, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Hiswana Migas, serta instansi terkait lainnya.
Rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam mengawasi pendistribusian dan penjualan BBM agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui pengawasan terpadu, Polda Sumsel bersama seluruh pemangku kepentingan berupaya mencegah potensi penyimpangan, penimbunan, penyalahgunaan BBM bersubsidi, maupun praktik ilegal yang dapat merugikan negara dan masyarakat.
Pengawasan distribusi energi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan BBM di wilayah Sumatera Selatan. Ketersediaan energi yang terjamin akan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, sektor transportasi, distribusi logistik, dunia usaha, hingga pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memastikan kebijakan pemerintah dapat berjalan secara optimal.
Selain membahas mekanisme pengawasan, forum koordinasi juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi antarinstansi dalam meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan. Melalui sinergi tersebut, diharapkan seluruh proses distribusi BBM dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah sekaligus menjaga hak masyarakat memperoleh energi secara adil.
“Kami memastikan seluruh proses distribusi BBM mendapat pengawasan yang optimal melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan. Tidak boleh ada ruang bagi praktik penyimpangan yang dapat mengganggu ketersediaan energi maupun merugikan masyarakat. Pengawasan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah dan menjaga stabilitas nasional,” tegas Brigjen Pol Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa penguatan pengawasan distribusi BBM merupakan bagian dari upaya Polri menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
“Kami berkomitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menjaga distribusi BBM agar tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat sesuai peruntukannya. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan stabilitas keamanan, menjaga iklim investasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Polda Sumatera Selatan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait dalam mengawal distribusi BBM di wilayah Sumatera Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, mendukung ketahanan energi nasional, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman, kondusif, dan mendukung keberhasilan pembangunan nasional. (Hms/Mdn)
Irjen Kementan RI Tinjau Cetak Sawah Siap Tanam di OKI, Danrem 044/Gapo Tegaskan Komitmen Kawal Ketahanan Pangan
REFORMASI-ID | OKI – Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, mendampingi Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, dalam kunjungan kerja ke lokasi Cetak Sawah Rakyat yang telah siap tanam di Kecamatan Lempuing Jaya, Kab. Ogan Komering Ilir, Prov. Sumatera Selatan, Selasa (21/7/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Hermanto, Ir. Kopassus, Mayjen TNI Putra Widiastawa, serta Dansatgas CSR, Kolonel Inf Dumay.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melakukan pengawasan secara langsung terhadap pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat, memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai dengan perencanaan, bebas dari penyimpangan, serta menjamin manfaat program benar-benar dirasakan oleh para petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Selain itu, tim Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian juga memastikan bahwa pelaksanaan Survei, Investigasi, dan Desain (SID) telah sesuai dengan kondisi riil di lapangan, serta pekerjaan konstruksi dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak yang telah disepakati.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi lahan yang telah selesai dikerjakan dan siap memasuki tahap penanaman. Tim juga berdialog dengan para pelaksana di lapangan guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait progres pekerjaan, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah percepatan agar program dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud menegaskan bahwa TNI melalui Korem 044/Garuda Dempo siap mendukung penuh seluruh program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.
“Program Cetak Sawah Rakyat merupakan salah satu upaya nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Korem 044/Garuda Dempo bersama seluruh jajaran akan terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani," ujar Brigjen TNI Khabib Mahfud.
"Kami berharap seluruh proses, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pemanfaatan lahan, dapat berjalan sesuai ketentuan. Dengan demikian, lahan yang telah dicetak dapat segera ditanami dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional,” tegasnya. (Mudian)
Siap Solid Berhasil: Detasemen Perintis Baharkam Polri Sisir Kawasan Gunung Putri Guna Serap Aspirasi Warga
REFORMASI-ID | BOGOR – Direktorat Samapta (Ditsamapta) Korsabhara Baharkam Polri terus berkomitmen menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata personel Subden C Detasemen Perintis yang menggelar Patroli Dialogis malam hari menggunakan kendaraan roda dua (KR2) dan berjalan kaki pada Selasa (21/7/2026) mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai.
Patroli intensif ini menyasar sejumlah titik strategis di wilayah hukum Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Beberapa lokasi utama yang menjadi fokus pemantauan antara lain Kantor Kecamatan Gunung Putri dan area obyek vital Bank BRI Wanaherang. Tidak hanya melakukan pengawasan keamanan, dalam kesempatan yang sama, petugas juga menyambangi pemukiman warga untuk menyalurkan bantuan sembako di kawasan Cikeas.
Melalui pendekatan humanis, para personel di lapangan berinteraksi langsung dengan warga setempat untuk menyerap informasi, mendengarkan keluhan, serta memetakan situasi Harkamtibmas terkini. Dialog dua arah ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat demi menciptakan ruang publik yang aman dan kondusif.
Di sela-sela patroli, petugas menyampaikan imbauan Kamtibmas secara humanis. Masyarakat diajak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas di lingkungan sekitar. Petugas juga meminta warga agar tidak ragu segera melapor ke pihak Kepolisian terdekat apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di wilayah mereka.
Selain menjaga keamanan, komitmen pelayanan prima juga ditunjukkan oleh personel di lapangan. Selama rute patroli berlangsung, petugas dengan sigap membantu sejumlah warga yang mengalami kendala teknis saat berada di jalan raya.
Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan semangat "Siap Solid Berhasil", Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri memastikan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam rawan, akan terus ditingkatkan demi memberikan rasa aman yang berkelanjutan. (*)
Hadirkan Sekolah Unggulan Berstandar Dunia, Polri: 297 Siswa Mulai Tempati Kampus
REFORMASI-ID | Bogor – Komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, terus diwujudkan melalui pengembangan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Rabu, 22/07/2026.
Sekolah berasrama yang dirintis atas inisiatif Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. ini menjadi salah satu investasi strategis Polri dalam menyiapkan generasi pemimpin Indonesia yang berkarakter, berintegritas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045.
Meski peresmian kampus permanennya akan dilaksanakan pada waktu mendatang, 297 siswa dari berbagai provinsi di Indonesia kini telah mulai menempati asrama dan mengikuti proses pendidikan di lingkungan SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Mereka terdiri atas 117 siswa Angkatan I dan 180 siswa Angkatan II, yang diseleksi secara nasional untuk menjadi bagian dari ekosistem pendidikan unggulan tersebut.
Pada Selasa (21/7), Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung Kampus SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri memimpin pengukuhan Pengurus Harian Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB) sekaligus meninjau kesiapan penyelenggaraan pendidikan, fasilitas kampus, dan aktivitas para siswa.
Peninjauan meliputi pelaksanaan pre-test Matematika, pre-test Bahasa Inggris, pembinaan karakter, latihan drumband, serta kesiapan lingkungan belajar dan kehidupan berasrama yang akan menjadi rumah kedua bagi para peserta didik.
Sebagai sekolah unggulan berasrama bertaraf internasional, SMA Kemala Taruna Bhayangkara didukung infrastruktur pendidikan modern yang dirancang untuk membangun ekosistem pembelajaran abad ke-21. Kampus ini memiliki 24 ruang kelas modern yang tersebar di lantai 2, 3, dan 4, masing-masing terdiri atas 8 ruang kelas. Sementara lantai 1 menjadi pusat pembelajaran berbasis praktik dengan enam ruang laboratorium dan fasilitas akademik, termasuk Laboratorium Fisika, Biologi, dan Kimia.
Fasilitas pendidikan juga dilengkapi perpustakaan modern, theater building, gymnasium, kolam renang, lapangan sepak bola berstandar internasional, dining hall, asrama putra dan putri, ruang kesehatan, ruang kegiatan siswa, serta rumah ibadah bagi seluruh agama. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung pembentukan karakter, kepemimpinan, prestasi akademik, maupun pengembangan bakat peserta didik.
Keunggulan SMA Kemala Taruna Bhayangkara semakin diperkuat setelah resmi menerima sertifikat International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) dari International Baccalaureate Organization (IBO). Dengan pengakuan tersebut, sekolah mengimplementasikan kurikulum International Baccalaureate (IB) yang dipadukan dengan Kurikulum Nasional, sehingga peserta didik dibekali kemampuan berpikir kritis, riset, komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, penguasaan sains dan teknologi, Artificial Intelligence (AI), coding, literasi digital, serta perspektif global.
Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan sekolah unggulan merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi bangsa.
“Membangun sumber daya manusia adalah investasi paling strategis bagi masa depan Indonesia. Melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Polri ingin menghadirkan ekosistem pendidikan yang melahirkan generasi unggul, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta siap menjadi pemimpin yang mampu membawa Indonesia bersaing di tingkat global.” ujar Wakapolri.
Wakapolri menambahkan bahwa keberadaan SMA Kemala Taruna Bhayangkara tidak hanya menjadi kebanggaan Polri, tetapi juga diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan nasional.
“Kami ingin sekolah ini menjadi rumah lahirnya calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki integritas, semangat pengabdian, wawasan global, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan. Inilah kontribusi Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo melalui pembangunan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.” pungkasnya.
Selain meninjau proses pendidikan, Wakapolri juga mengukuhkan Pengurus Harian Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB) sebagai langkah memperkuat tata kelola sekolah agar mampu berkembang secara profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan tata kelola yang kuat, kurikulum berstandar internasional, serta fasilitas modern, SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan menjadi salah satu sekolah unggulan Indonesia yang melahirkan generasi pemimpin masa depan berdaya saing global. (Red)
21 Juli 2026
Danbrigif 4 Mar/BS Perkuat Sinergi Bersama Insan Pers Melalui Media Gathering
REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, Korps Marinir, Brigif 4 Mar/BS. Dalam rangka mempererat hubungan dan meningkatkan sinergi dengan insan pers, Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS (Danbrigif 4 Mar/BS) Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., CHRMP., menggelar kegiatan Media Gathering bersama para jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, televisi dan media daring wilayah Lampung yang dilaksanakan di Mako Brigif 4 Mar/BS Piabung, Kec. Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran-Lampung. Selasa, (21/07/2026).
Dalam sambutannya, Danbrigif 4 Mar/BS Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, M.Tr. Hanla., CHRMP., menyampaikan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi yang erat antara satuan dengan insan media.
“Ada pepatah yang mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Bagaimana mungkin rekan-rekan media bisa mengenal Brigif 4 Marinir/BS apabila kita tidak pernah saling mendekat dan berkomunikasi. Karena itu, bukan hanya menunggu rekan-rekan media datang kepada kita, tetapi kita juga harus berusaha mendekat dan membuka ruang komunikasi.”
Lebih lanjut, Danbrigif menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan kontribusi satuan kepada masyarakat.
“Sehebat apa pun kegiatan yang kita laksanakan dan sebesar apa pun event yang kita selenggarakan, apabila tidak didokumentasikan dan dipublikasikan dengan baik, maka masyarakat tidak akan mengetahui apa yang telah kita lakukan. Karena itu, dokumentasi dan publikasi memiliki peran yang sangat penting.”
Menurutnya, kolaborasi antara Brigif 4 Mar/BS dan insan media harus dibangun secara profesional, terbuka, dan berkelanjutan.
“Saya berharap kegiatan media gathering ini tidak berhenti hanya pada hari ini. Harapan saya, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga kita dapat terus berkomunikasi, bersilaturahmi, saling berbagi informasi, dan membangun kolaborasi yang lebih baik.”
Danbrigif juga mengajak insan media untuk bersama-sama memperkenalkan berbagai potensi dan kemampuan yang dimiliki Brigif 4 Mar/BS kepada masyarakat.
“Brigif 4 Marinir/BS ini berada di wilayah yang cukup jauh dari pusat kota, tetapi sebenarnya memiliki banyak potensi, kemampuan, fasilitas, dan kegiatan yang dapat diketahui oleh masyarakat. Kalau bukan kita yang menyampaikan dan mempublikasikan, tentu masyarakat tidak akan mengetahui apa yang dimiliki oleh Brigif 4 Marinir/BS.”
Dalam kesempatan tersebut, Danbrigif juga menyampaikan bahwa Brigif 4 Mar/BS akan menghadapi sejumlah agenda besar yang membutuhkan dukungan komunikasi dan publikasi yang baik.
“Ke depan, Brigif 4 Marinir/BS akan mendapatkan berbagai amanah untuk melaksanakan kegiatan berskala besar. Hal ini merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi kami. Karena itu, kami berharap dukungan dan kolaborasi dari rekan-rekan media untuk bersama-sama menyampaikan informasi kepada masyarakat.”
Menutup sambutannya, Danbrigif mengajak insan media untuk bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya Provinsi Lampung dan bangsa Indonesia. (Mdn)
Baru Dipakai Dua Bulan, Mobil BMW Tipe i5 Rusak, Diduga BMW Indonesia Tidak Tanggung Jawab
REFORMASI-ID | Jakarta – Sengketa antara konsumen Afifah Rachma Damayanti dengan PT BMW Indonesia memasuki babak baru. Kuasa hukum Afifah resmi melayangkan Somasi Kedua kepada PT BMW Indonesia setelah somasi sebelumnya dinilai belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan.
Somasi bernomor 05/S-BMW Indonesia/Somasi/VII/2026 tertanggal 21 Juli 2026 itu dikirim oleh Sentral & Partners Law Firm melalui kuasa hukum Ferry Yuli Irawan, S.H., M.H., kepada manajemen PT BMW Indonesia yang berkantor di The Plaza, Jalan M.H. Thamrin Nomor 28–30, Lantai 21, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam surat tersebut, Ferry menyatakan bertindak untuk dan atas nama kliennya, Afifah Rachma Damayanti, serta PT Infitama Global Persada.
Ferry mengungkapkan, persoalan bermula ketika kliennya membeli mobil listrik BMW i5 yang diklaim mengalami kerusakan serius hanya sekitar dua bulan setelah digunakan.
"Klien kami membeli BMW tipe i5. Namun baru sekitar dua bulan digunakan, kendaraan tersebut sudah mengalami kerusakan. Dari informasi yang kami terima dari BMW Tebet, terdapat kerusakan berat pada baterai kendaraan," ujar Ferry kepada wartawan di Jakarta , pada Selasa (21/7/2026).
Menurut Ferry, pihak BMW Tebet menyampaikan terdapat dua modul baterai yang mengalami kerusakan. Masing-masing komponen disebut memiliki nilai sekitar Rp120 juta, sehingga total biaya penggantian mencapai sekitar Rp240 juta.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sistem baterai BMW i5 terdiri atas delapan modul. Jika seluruh modul mengalami kerusakan, nilai penggantiannya diperkirakan dapat mencapai hampir Rp1 miliar.
Ferry mengaku sebelumnya telah melayangkan somasi kepada BMW Tebet dan BMW Pecenongan. Upaya tersebut sempat menghasilkan pertemuan mediasi dengan pihak BMW Tebet.
Dalam mediasi itu, kata Ferry, BMW Tebet menyatakan hanya bertanggung jawab terhadap penggantian komponen baterai yang rusak. Proses pengadaan suku cadang tersebut bahkan diperkirakan memerlukan waktu hingga empat bulan sejak kendaraan masuk bengkel.
"Klien kami membeli mobil baru, tetapi baru dua bulan sudah mengalami kerusakan. Menurut kami sangat wajar apabila klien meminta penggantian unit, bukan sekadar penggantian sparepart," tegasnya.
Dalam somasinya, Ferry mendasarkan tuntutan pada Pasal 1504 dan Pasal 1507 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang mengatur mengenai cacat tersembunyi pada barang yang diperjualbelikan.
Menurutnya, ketentuan tersebut membuka kemungkinan bagi konsumen untuk meminta penggantian unit apabila barang yang dibeli terbukti memiliki cacat yang tidak diketahui saat transaksi.
"Karena kendaraan ini masih dalam masa garansi dan baru digunakan sekitar dua bulan, klien kami meminta penggantian unit BMW i5 atau kendaraan lain yang setara nilainya," ujarnya.
Namun, lanjut Ferry, saat mediasi pihak BMW Tebet menyampaikan hanya menjalankan arahan internal untuk melakukan penggantian komponen yang rusak.
Pertanyakan Tanggung Jawab BMW Indonesia
Melalui Somasi Kedua ini, Ferry mendesak PT BMW Indonesia turun tangan dan memberikan kepastian penyelesaian atas persoalan yang dialami kliennya.
"Hari ini kami melayangkan Somasi Kedua kepada BMW Indonesia agar mereka turut bertanggung jawab. Ini mobil baru yang rusak dalam waktu dua bulan. Kami mempertanyakan bagaimana solusi BMW Indonesia terhadap persoalan ini," katanya.
Ia juga menyinggung informasi yang diterimanya mengenai status BMW i5 yang disebut tidak lagi dipasarkan di Indonesia. Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, BMW Indonesia perlu menjelaskan bentuk tanggung jawabnya kepada konsumen.
Klaim Kerugian Mencapai Rp1,2 Miliar
Ferry menyebut nilai kerugian materiil yang dialami kliennya mencapai sekitar Rp1,2 miliar biaya sementara dan 2, 4 M yakni nilai pembelian kendaraan tersebut.
Menurut dia, siapa pun pihak di lingkungan BMW yang nantinya bertanggung jawab—baik dealer maupun prinsipal—merupakan urusan internal perusahaan. Yang terpenting, kata dia, hak konsumen harus dipenuhi.
"Yang jelas, uang pembelian kendaraan sudah dibayarkan kepada jaringan BMW. Klien kami berharap pihak BMW bertanggung jawab atas kerugian yang dialami karena mobil baru tersebut mengalami kerusakan hanya dalam dua bulan pemakaian," ujarnya.
"Jika Somasi Kedua tidak ditanggapi, kami akan melanjutkan Somasi Ketiga. Setelah itu, klien kami mempertimbangkan untuk mengajukan gugatan guna memperoleh penggantian sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, PT BMW Indonesia belum memberikan tanggapan resmi atas somasi tersebut. Saat dihubungi, pihak BMW menyatakan belum dapat memberikan pernyataan dan meminta awak media menghubungi kembali pada kesempatan berikutnya. (Red)
Koperasi Berdaya Dimulai Ketika Pintu Gerai Dibuka
REFORMASI-ID | BANDUNG - Pintu gerai itu terbuka perlahan. Aroma cat yang masih baru masih memenuhi ruangan. Rak-rak dagangan telah tersusun rapi, meteran listrik sudah menyala, tetapi belum ada satu pun transaksi yang terjadi. Bangunan itu berdiri megah, namun suasananya masih sunyi.
Siang itu, saya mendampingi para pengurus salah satu Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bandung. Di wajah mereka tampak rasa bangga karena akhirnya memiliki gerai yang selama ini dinantikan. Namun kebanggaan itu segera berubah menjadi perenungan ketika seorang pengurus bertanya dengan suara pelan, "Gedungnya sudah ada. Sekarang kami harus mulai dari mana?"
Pertanyaan sederhana itu terus terngiang dalam benak saya. Bukan karena menunjukkan keraguan, melainkan karena menggambarkan fase yang sesungguhnya sedang dihadapi ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Indonesia. Membangun gedung ternyata bukan akhir dari perjalanan. Justru ketika pintu gerai dibuka, pekerjaan yang paling penting baru dimulai: membangun kepercayaan anggota, menggerakkan usaha bersama, dan memastikan koperasi benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Pengalaman tersebut mengubah cara saya memandang keberhasilan sebuah koperasi. Keberhasilan tidak berhenti pada terbitnya badan hukum atau berdirinya bangunan. Koperasi baru menemukan maknanya ketika anggota mulai bertransaksi, produk lokal memperoleh ruang untuk berkembang, dan manfaat ekonomi kembali kepada mereka yang menjadi pemiliknya.
Barangkali, di situlah makna koperasi yang sesungguhnya. Bukan sekadar organisasi ekonomi, melainkan gerakan yang menghidupkan semangat dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Sebab pada akhirnya, koperasi tidak benar-benar lahir ketika gedungnya selesai dibangun, melainkan ketika pintu gerainya dibuka dan kehidupan mulai tumbuh di dalamnya.
Fondasi Besar Kebangkitan Koperasi Indonesia
Pertanyaan yang saya dengar di sebuah gerai koperasi di Kabupaten Bandung ternyata bukanlah kisah yang berdiri sendiri. Ia adalah potret kecil dari sebuah
transformasi besar yang sedang berlangsung di Indonesia. Di saat para pengurus mulai memikirkan bagaimana menghidupkan koperasinya, negara tengah. menorehkan salah satu langkah paling ambisius dalam sejarah perkoperasian nasional: membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai fondasi baru ekonomi rakyat.
Melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, pemerintah mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Hingga 20 Juli 2026, capaian tersebut menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Dari target 83.762 desa dan kelurahan, telah terbentuk 83.381 koperasi atau lebih dari 99 persen dari target nasional. Penguatan kelembagaan pun terus berjalan, ditandai dengan 79.707 koperasi yang telah memiliki akun sistem nasional, 80.977 koperasi yang telah memiliki NPWP, serta 60.786 koperasi yang telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Pada saat yang sama, pembangunan gerai terus dipercepat, dari 38.053 lokasi yang diusulkan, 16.942 gerai telah selesai dibangun dan 18.449 gerai lainnya masih dalam proses pembangunan.
Deretan angka tersebut bukan sekadar capaian administratif. Negara telah menghadirkan fondasi yang kokoh; kini tantangan berikutnya adalah memastikan fondasi itu benar-benar menjadi rumah bagi aktivitas ekonomi rakyat. Di sinilah saya memaknai bahwa keberhasilan pembentukan koperasi sesungguhnya adalah awal, bukan tujuan akhir. Membangun koperasi adalah sebuah kebijakan. Menghidupkan koperasi adalah membangun peradaban ekonomi, ketika angka-angka keberhasilan berubah menjadi usaha yang berjalan, anggota yang berpartisipasi, dan kesejahteraan yang tumbuh dari kekuatan masyarakat itu sendiri.
Ketika Membangun Berlanjut Menjadi Menghidupkan
Di balik capaian nasional yang membanggakan, setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memulai perjalanannya dari titik yang berbeda. Dari sini memperlihatkan bahwa setelah kelembagaan terbentuk, tantangan yang muncul. bukan lagi sebatas administrasi, melainkan bagaimana mengubah sebuah bangunan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagian koperasi masih menunggu kepastian lahan untuk pembangunan gerai sehingga pengurus memilih memperkuat organisasi sambil menyusun rencana usaha. Di sisi lain, koperasi yang telah memiliki bangunan justru memasuki fase baru yang tidak kalah menantang. Di beberapa lokasi, gerai telah selesai dibangun, tetapi proses serah terima masih berlangsung sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Sementara itu, kebutuhan operasional seperti listrik dan pemeliharaan mulai berjalan, sedangkan usaha belum menghasilkan pendapatan yang mampu menutup biaya tersebut.
Menariknya, hampir tidak ada pengurus yang memilih berhenti. Dalam setiap forum pendampingan, pembahasan mereka bukan tentang mencari alasan atas keterbatasan yang ada, melainkan mencari cara agar koperasi segera bergerak. Bagaimana anggota mulai merasakan manfaat? Usaha apa yang paling sesuai dengan potensi desa? Dari mana transaksi pertama dapat dimulai? Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi bukti bahwa semangat membangun koperasi tidak berhenti pada penyelesaian fisik, tetapi berlanjut pada ikhtiar menghidupkannya.
Keberhasilan koperasi tidak ditentukan oleh sempurnanya keadaan, melainkan oleh keberanian untuk memulai. Bangunan dapat berdiri dalam hitungan bulan, tetapi kepercayaan anggota, budaya gotong royong, dan usaha yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh melalui proses. Justru pada fase transisi inilah jati diri. koperasi sedang dibentuk-bukan oleh beton dan dinding, melainkan oleh orang-orang yang memilih tetap bergerak meski jalan di depan belum sepenuhnya terbentang.
Semangat yang Mendahului Fasilitas
Di tengah berbagai tantangan yang saya temui, ada satu pengalaman yang selalu. mengingatkan saya bahwa kekuatan koperasi sesungguhnya tidak lahir dari bangunan, melainkan dari orang-orang yang memilih untuk bergerak. Pengalaman itu saya temukan di Koperasi Desa Merah Putih Rancamanyar, Kabupaten Bandung.
Ketika sebagian koperasi masih menunggu kesiapan sarana, para pengurus di Rancamanyar memilih memulai dengan apa yang telah mereka miliki. Mereka tidak menunggu seluruh fasilitas menjadi sempurna, tetapi memanfaatkan. potensi yang paling dekat dengan kebutuhan anggotanya. Pilihan itu sederhana: menghadirkan layanan penyediaan kebutuhan pokok bagi anggota koperasi.
Bagi masyarakat, usaha sembako mungkin tampak sebagai aktivitas ekonomi yang biasa. Namun bagi koperasi yang baru bertumbuh, setiap transaksi memiliki makna yang jauh lebih besar daripada nilai jualnya. Setiap anggota yang memilih berbelanja di koperasi sedang menitipkan kepercayaan. Setiap rupiah yang berputar menjadi modal untuk mengembangkan usaha bersama. Dan setiap keuntungan yang kembali sebagai Sisa Hasil Usaha (SHU) menjadi bukti bahwa manfaat ekonomi dapat tumbuh melalui kebersamaan.
Pengalaman di Rancamanyar memperlihatkan bahwa keberhasilan koperasi tidak selalu diawali oleh proyek yang besar. la justru tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, dari keberanian untuk memulai, dan dari kesediaan anggota untuk saling menguatkan. Di situlah saya memahami bahwa
gerai hanyalah sebuah ruang. Kehidupan di dalamnya lahir ketika anggota. memilih menjadikan koperasi sebagai rumah bagi usaha bersama.
Kembali kepada Ruh Koperasi
Pengalaman sebagai Business Assistant membuat saya memahami bahwa kekuatan koperasi sesungguhnya tidak lahir dari besarnya modal ataupun megahnya bangunan. Kekuatan itu tumbuh ketika anggota percaya bahwa usaha bersama mampu menghadirkan manfaat yang tidak mungkin dicapai secara sendiri-sendiri. Tanpa disadari, semangat inilah yang sejak lama diperjuangkan oleh Mohammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia.
Bagi Bung Hatta, koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gerakan. ekonomi rakyat yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.. Karena itu, koperasi hanya akan tetap hidup apabila berpegang pada prinsip dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Artinya, setiap usaha lahir dari kebutuhan anggota, dikelola melalui partisipasi anggota, dan seluruh manfaat ekonominya kembali kepada anggota.
Ketika Koperasi Menjadi Simpul Ekosistem Pangan
Saya sampai pada satu keyakinan sederhana: koperasi tidak hanya membutuhkan semangat untuk bertumbuh, tetapi juga membutuhkan ekosistem usaha yang membuat roda ekonominya terus berputar. Sebab, sebesar apa pun komitmen para pengurus, koperasi akan berkembang lebih cepat apabila memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.
Di sinilah saya melihat peluang besar melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis. Apabila kebutuhan pangan SPPG dipenuhi dengan mengutamakan potensi lokal yang dihimpun melalui koperasi, maka akan tercipta rantai nilai yang saling menguatkan. Petani memasok beras, peternak menyediakan telur dan daging, nelayan menghadirkan hasil tangkapan, pelaku UMKM mengolah produk pangan, sementara koperasi berperan sebagai agregator yang memastikan seluruh potensi tersebut terhubung dalam satu sistem distribusi yang tertata.
Kemitraan seperti ini tidak hanya menghadirkan kepastian pasar bagi para pelaku usaha desa, tetapi juga membuka ruang bagi koperasi untuk bertumbuh sebagai penggerak ekonomi lokal. Setiap transaksi akan memperkuat usaha anggota, setiap nilai tambah akan tetap berputar di desa, dan setiap manfaat akan kembali kepada masyarakat. Ketika koperasi menjadi simpul yang menghubungkan produksi, distribusi, dan pelayanan pangan, maka "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" tidak lagi menjadi sekadar slogan, melainkan arah nyata pembangunan ekonomi berbasis gotong royong.
Ketika Pintu Gerai Dibuka, Harapan Pun Dimulai
Menjelang meninggalkan gerai koperasi di Kabupaten Bandung pada hari itu, saya kembali teringat pada pertanyaan sederhana yang sempat memecah keheningan.
"Gedungnya sudah ada. Sekarang kami harus mulai dari mana?"
Kini saya memahami bahwa jawaban atas pertanyaan itu ternyata tidak sesederhana memulai sebuah usaha. Yang sesungguhnya harus dimulai adalah menghidupkan sebuah gerakan. Gerakan yang menjadikan koperasi sebagai ruang bagi anggota untuk bertumbuh, tempat petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM saling menguatkan, serta wadah di mana manfaat ekonomi kembali kepada mereka yang menjadi pemiliknya.
Di situlah makna Koperasi Berdaya menemukan bentuknya. Bukan ketika gedung selesai dibangun atau legalitas diterbitkan, melainkan ketika pintu gerai terbuka, anggota mulai bertransaksi, usaha bersama bertumbuh, dan semangat dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat.
Ketika setiap pintu gerai koperasi terbuka, semoga yang lahir bukan sekadar transaksi, melainkan harapan baru. Harapan bahwa dari setiap desa yang berdaya akan tumbuh Indonesia yang lebih mandiri, lebih adil, dan lebih sejahtera. Sebab, di sanalah "Koperasi Berdaya" tidak lagi menjadi sekadar tema, melainkan jalan nyata menuju "Indonesia Berjaya".
(Oleh: Leres Hapsari)
Wujudkan Keamanan Wilayah, Call Center 110 Polda Sumsel Respons Cepat Temuan Jenazah di Betung
REFORMASI-ID | BANYUASIN — Polda Sumatera Selatan memastikan penanganan penemuan jenazah seorang pengemudi truk di wilayah Kabupaten Banyuasin dilakukan secara cepat, profesional, dan transparan. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian serta pemeriksaan medis, korban dipastikan meninggal dunia akibat serangan jantung dan tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan. Selasa, 21/07/2026.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, di depan Pos Polisi Musi Indah, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin. Setelah menerima laporan masyarakat, personel Polsek Betung bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Banyuasin segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, serta mengevakuasi korban.
Korban diketahui berinisial PAK (51), seorang pengemudi truk asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Saat ditemukan, korban berada di dalam truk bernomor polisi DK 8915 CO yang terparkir di lokasi. Petugas selanjutnya membawa korban ke Puskesmas Betung guna dilakukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan tenaga medis bersama tim kepolisian menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat serangan jantung. Pemeriksaan juga memastikan tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh yang telah kaku serta munculnya lebam pada bagian wajah dan perut merupakan proses alamiah akibat pembusukan karena korban berada dalam posisi miring di dalam kendaraan dalam waktu tertentu.
Setelah proses identifikasi selesai, kepolisian segera menghubungi pihak keluarga korban. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan secara resmi menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Selanjutnya, Polres Banyuasin memfasilitasi seluruh proses administrasi serta membantu pemulangan jenazah kepada pihak keluarga.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., memastikan seluruh tahapan penanganan telah dilaksanakan sesuai prosedur, mulai dari penerimaan laporan masyarakat, pengamanan lokasi, olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan medis, hingga koordinasi dengan keluarga korban.
“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, cepat, dan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga peristiwa ini murni merupakan musibah akibat kondisi kesehatan,” tegas AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa setiap laporan masyarakat akan selalu ditindaklanjuti secara cepat untuk memberikan kepastian informasi sekaligus memastikan setiap peristiwa ditangani secara profesional.
“Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara cepat, profesional, dan transparan. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta kepastian informasi kepada masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan kejadian darurat atau situasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Tak hanya itu tegasnya. Polda Sumatera Selatan mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan barang maupun kendaraan lintas provinsi, agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan.
"Apabila mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan, pengemudi diharapkan segera beristirahat di lokasi yang aman atau mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya bersama menjaga keselamatan di jalan sekaligus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Selatan," tandasnya. (Hms/Mdn)
20 Juli 2026
Kepala UPTD TPA Burangkeng Pimpin Langsung Mitigasi Area Antisipasi Bencana Kebakaran
Polres Aceh Barat Tinjau Jembatan Darurat Sikundo, Dorong Percepatan Pembangunan Akses Permanen untuk Masyarakat
Polres Bitung Kerahkan Personel Gabungan Amankan Nobar Final Piala Dunia, Perayaan Berlangsung Kondusif
REFORMASI-ID | BITUNG — Polres Bitung mengerahkan personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 di sejumlah titik di Kota Bitung, Minggu malam hingga Senin dini hari. Pengamanan dilakukan untuk memastikan euforia masyarakat berlangsung tertib tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Personel yang diterjunkan berasal dari Tim Gabungan Opsnal Polres Bitung dan seluruh Polsek jajaran, Satuan Lalu Lintas, Satuan Intelkam, Satuan Binmas, Satuan Polair, Pleton Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), serta personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob Polda Sulawesi Utara.
Operasi pengamanan dipimpin Kabag Ops Polres Bitung AKP Nofri Sadia, S.Sos., S.H., didampingi para kepala satuan fungsi, yakni Kasat Lantas, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, Kasat Samapta, Kasat Binmas, Kasat Polair, serta Kapolsek Maesa.
Sebelum pertandingan dimulai, petugas lebih dahulu menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat di lokasi-lokasi nobar. Polisi mengingatkan warga agar mengikuti kegiatan secara tertib, mematuhi arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan apabila melakukan konvoi setelah pertandingan berakhir.
Imbauan juga diberikan agar pengendara menggunakan knalpot sesuai spesifikasi teknis, tidak membawa senjata tajam, serta menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Setelah laga usai, personel Satuan Lalu Lintas melakukan pengawalan terhadap konvoi kendaraan roda dua dan roda empat. Sementara personel gabungan disiagakan di pusat kota, kawasan Patung Cakalang, serta sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga kelancaran arus kendaraan.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops AKP Nofri Sadia mengatakan kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari pelayanan Polri agar masyarakat dapat merayakan pesta sepak bola dunia dengan aman dan tertib.
"Pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari nobar hingga konvoi, berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kami juga mengapresiasi masyarakat yang telah mematuhi imbauan petugas sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif," ujar Nofri.
Sepanjang pelaksanaan pengamanan, situasi di Kota Bitung terpantau aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat tetap berlangsung normal meski terjadi peningkatan mobilitas kendaraan seusai pertandingan.
Polres Bitung menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kedewasaan dalam merayakan Final Piala Dunia. Kepatuhan terhadap aturan serta kerja sama dengan aparat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Bitung.
Dua Belas Jurnalis Televisi Sepakat Bentuk IJTI Korda Krakatau Raya
REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - Belasan jurnalis televisi dari Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur mulai mempersiapkan pembentukan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Krakatau Raya. Langkah tersebut menjadi upaya memperkuat koordinasi, profesionalisme, dan solidaritas jurnalis televisi di dua wilayah tersebut.
Kesepakatan pembentukan Korda Krakatau Raya diambil dalam rapat yang digelar di Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (19/7) siang. Rapat dihadiri 12 jurnalis televisi dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Timur.
Selain menyepakati pembentukan organisasi, rapat juga menetapkan susunan panitia Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) sebagai tahapan awal pembentukan kepengurusan definitif IJTI Korda Krakatau Raya.
Dalam rapat tersebut, Axgeis Yohanes Sapta dari TVRI dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Muskorda. Sementara itu, Sri Widodo dari L4TV ditunjuk sebagai sekretaris dan Dirsah Dwi Natalia dari BK.TV sebagai bendahara.
Ketua Pelaksana Muskorda IJTI Korda Krakatau Raya, Axgeis Yohanes Sapta, mengatakan pembentukan Korda Krakatau Raya diharapkan menjadi wadah yang mampu menyatukan jurnalis televisi di Lampung Selatan dan Lampung Timur dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
"Pembentukan IJTI Korda Krakatau Raya merupakan langkah awal untuk memperkuat kebersamaan jurnalis televisi di wilayah ini. Kami ingin organisasi ini menjadi ruang kolaborasi, peningkatan kompetensi, sekaligus menjaga independensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik," ujar Axgeis.
Menurut Dia, keberadaan IJTI Korda Krakatau Raya juga diharapkan dapat mempermudah koordinasi antaranggota dalam berbagai kegiatan organisasi, termasuk pelatihan, diskusi, hingga advokasi terhadap profesi jurnalis televisi.
"Panitia akan segera membuka penjaringan bakal calon ketua IJTI Korda Krakatau Raya pada Agustus 2026. Selanjutnya, Musyawarah Koordinator Daerah dijadwalkan berlangsung pada September 2026 untuk memilih ketua definitif sekaligus menetapkan kepengurusan pertama IJTI Korda Krakatau Raya," kata Dia.
Melalui pembentukan Korda tersebut, para jurnalis televisi berharap IJTI semakin hadir sebagai organisasi profesi yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempererat hubungan antarsesama jurnalis televisi, serta memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan dunia jurnalistik di Lampung Selatan dan Lampung Timur. (*)
Transformasi Digital Pengadaan Polri, Polda Sumsel Gelar Sosialisasi SPSE Inaproc dan E-Katalog Versi 6
REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui optimalisasi sistem pengadaan barang dan jasa berbasis digital. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelaksanaan Sosialisasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Polri Inaproc dan Katalog Elektronik Versi 6 yang diselenggarakan Slog Polri di Ballroom Hotel Aston Palembang, Senin (20/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat transformasi digital sektor pengadaan barang dan jasa sekaligus meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas pengelolaan anggaran negara. Implementasi SPSE Inaproc dan E-Katalog Versi 6 juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pengadaan yang modern, terintegrasi, dan sesuai dengan prinsip good governance.
Sosialisasi dipimpin oleh Kabag Ada Slog Polri Brigjen Pol Hery Santoso bersama tim dari Slog Polri. Kegiatan diikuti Karolog Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Budi Santosa, S.I.K., M.Si., para Kepala Bagian Logistik, pejabat pengadaan, serta operator SPSE dari seluruh satuan kerja dan Polres jajaran Polda Sumatera Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai implementasi SPSE Polri Inaproc dan penggunaan Katalog Elektronik Versi 6, termasuk penyempurnaan mekanisme pengadaan, tata cara penggunaan aplikasi terbaru, serta penyesuaian regulasi guna mendukung proses pengadaan yang lebih efektif, transparan, kompetitif, dan akuntabel.
Optimalisasi sistem pengadaan berbasis elektronik diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan sarana dan prasarana kepolisian sehingga seluruh satuan kerja memiliki dukungan logistik yang memadai dalam pelaksanaan tugas. Pengelolaan anggaran yang transparan dan tepat sasaran menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pelayanan Polri kepada masyarakat serta menciptakan stabilitas keamanan yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Karolog Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Budi Santosa, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa digitalisasi sistem pengadaan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi sekaligus memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
“Melalui implementasi SPSE Inaproc dan Katalog Elektronik Versi 6, kami berharap seluruh proses pengadaan di lingkungan Polda Sumatera Selatan semakin transparan, efisien, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan organisasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa transformasi digital dalam sistem pengadaan merupakan bagian dari komitmen Polri Presisi untuk menghadirkan tata kelola organisasi yang profesional, modern, dan terpercaya.
“Penguatan sistem pengadaan berbasis elektronik bukan hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga menjadi wujud komitmen Polri dalam membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan. Dengan pengelolaan anggaran yang baik, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal,” tegasnya.
Polda Sumatera Selatan akan terus mendukung setiap kebijakan strategis pemerintah dan Mabes Polri dalam memperkuat reformasi birokrasi, transformasi digital, serta peningkatan kualitas tata kelola organisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan berintegritas guna mendukung terciptanya keamanan, stabilitas, dan pembangunan nasional yang berkelanjutan. (Hms/Mdn)
Nobar Final Piala Dunia di Tugu Adipura Bertabur Hadiah, Walikota Ajak Warga Jaga Kebersamaan
REFORMASI-ID | LAMPUNG - Ribuan warga memadati kawasan Tugu Adipura untuk mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung. Minggu, 19/07/2026.
Selain menyaksikan laga puncak sepak bola dunia, masyarakat juga berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah yang telah disiapkan panitia.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang perbedaan.
"Sebagaimana kita ketahui, sepak bola itu universal. Sepak bola memiliki kekuatan untuk menyatukan kita semua tanpa memandang latar belakang, suku, maupun pilihan politik," kata Eva Dwiana.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Lampung dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, hal itu menjadi bukti sinergi yang baik antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung, tidak hanya dalam pembangunan, tetapi juga dalam mendukung kegiatan kepemudaan, olahraga, dan hiburan yang positif bagi masyarakat.
Di hadapan ribuan warga yang memadati Tugu Adipura, Eva mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban selama berlangsungnya nobar.
"Silakan bersorak dan mendukung tim favorit masing-masing, tetapi tetap menjaga kesopanan serta saling menghormati sesama penonton," ujarnya.
Selain itu, Eva meminta masyarakat menjaga kebersihan kawasan Tugu Adipura dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
"Tugu Adipura adalah wajah Kota Bandar Lampung. Jangan tinggalkan sampah setelah acara selesai," pesannya.
Eva juga mengimbau warga tetap waspada dengan menjaga barang bawaan serta memastikan kendaraan yang diparkir dalam keadaan terkunci demi menjaga keamanan selama acara berlangsung. (*)
Sarapan Berkah Komunitas Bersama Berbagi
Polda Sumsel Cetak Atlet Berprestasi Lewat Kejuaraan Karate Kapolda Cup 2026
REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat peran Polri dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penyelenggaraan Kejuaraan Karate Kapolda Sumsel Cup Tahun 2026. Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 tersebut sukses menghadirkan 2.111 atlet dari berbagai kategori usia, perguruan karate, institusi pendidikan, serta unsur Polri sebagai wadah pembinaan prestasi, pembentukan karakter, dan penguatan sportivitas generasi muda. Minggu, 19/07/2026.
Kejuaraan yang berlangsung sejak 17 hingga 19 Juli 2026 di Gedung Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Kota Palembang, menjadi salah satu ajang karate terbesar di Sumatera Selatan. Selain melahirkan atlet-atlet berprestasi, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antarperguruan karate sekaligus mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan generasi muda yang sehat, disiplin, serta berdaya saing.
Penutupan kejuaraan dipimpin langsung oleh Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., yang mewakili Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Utama Polda Sumatera Selatan, unsur Forkopimda, pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), para pelatih, official, serta ribuan atlet dan orang tua peserta.
Dalam sambutannya, Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menyampaikan bahwa olahraga merupakan salah satu instrumen strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, mental tangguh, dan jiwa sportivitas generasi muda.
“Kejuaraan Karate Kapolda Sumsel Cup bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, dan mental generasi muda. Kami berharap para atlet yang lahir dari kejuaraan ini mampu terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional serta menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. Polri akan terus hadir mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Wakapolda Sumatera Selatan Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P.
Penyelenggaraan Kejuaraan Karate Kapolda Sumsel Cup Tahun 2026 merupakan implementasi nyata Polri Presisi dalam membangun ketahanan sosial melalui pendekatan yang humanis. Pembinaan olahraga menjadi salah satu strategi preventif untuk mengarahkan energi positif generasi muda, memperkuat nilai disiplin, sportivitas, serta menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat sehingga turut mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
"Selama tiga hari pelaksanaan, pertandingan berlangsung pada berbagai nomor Kumite dan Kata dari kategori usia dini hingga senior, termasuk kategori khusus anggota Polri. Seluruh pertandingan berjalan aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play." tandasnya.
Pada penutupan kejuaraan, panitia menyerahkan penghargaan Best of The Best (B.O.B.) kepada atlet-atlet terbaik. Untuk kategori Polri Putra, penghargaan diraih Al Fatsyah Azom Mahendra dari Perguruan Wadokai yang mewakili Polrestabes Palembang. Sementara kategori Polri Putri diraih Putri Nur Arbella dari Perguruan Inkai yang mewakili Satker Polda Sumatera Selatan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, dan prestasi yang ditunjukkan selama kompetisi berlangsung.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Kejuaraan Karate Kapolda Sumsel Cup merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembinaan generasi muda.
“Melalui kejuaraan ini, Polda Sumatera Selatan ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, membangun karakter, serta meraih prestasi. Pembinaan olahraga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang disiplin, berintegritas, dan berdaya saing. Kami berharap semangat sportivitas yang lahir dari kejuaraan ini juga tercermin dalam kehidupan bermasyarakat sehingga turut mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sumatera Selatan,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Keberhasilan penyelenggaraan Kejuaraan Karate Kapolda Sumsel Cup Tahun 2026 menegaskan komitmen Polda Sumatera Selatan dalam membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat melalui olahraga prestasi. Sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 dan tema Polri Presisi, Polda Sumsel akan terus mendukung pembinaan atlet, pengembangan karakter generasi muda, serta memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, maju, dan berprestasi. (Hms/Mdn)
19 Juli 2026
HUT ke-2 Bangkit Pos.id, Herman Bangkit Ajak Insan Pers Terus Menjadi Penggerak Perubahan Positif
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Tepat pada 19 Juli 2026, Media Bangkit Pos.id memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 dengan mengusung tema "Bersama Bangkit, Membantu Sesama." Momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan media dalam menyajikan informasi yang independen, akurat, dan terpercaya, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus hadir sebagai media yang membangun, menggerakkan, dan menginspirasi masyarakat.
Selama dua tahun berkarya, Bangkit Pos.id terus berupaya menghadirkan pemberitaan yang berlandaskan fakta, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta menjadi jembatan informasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen daerah, khususnya di Provinsi Lampung.
Koordinator Wilayah (Korwil) Lampung Media Bangkit Pos.id, Herman Bangkit, mengatakan bahwa usia dua tahun bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga pengingat agar seluruh insan pers semakin bertanggung jawab dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
"Dua tahun adalah langkah awal untuk terus tumbuh. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dengan menghadirkan pemberitaan yang independen, akurat, berimbang, dan bermanfaat. Bangkit Pos.id akan terus menjadi media yang menyuarakan fakta, mengedepankan kepentingan publik, serta memberikan ruang bagi informasi yang membangun dan menginspirasi," ujar Herman Bangkit.
Herman menambahkan, tema "Bersama Bangkit, Membantu Sesama" bukan sekadar slogan, tetapi menjadi semangat yang diwujudkan melalui karya jurnalistik yang berpihak pada kepentingan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.
"Kami percaya setiap berita yang ditulis dengan kejujuran dan tanggung jawab dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan menjadi makna besar di masa depan. Karena itu, Bangkit Pos.id akan terus melangkah, terus bermanfaat, dan menjadi bagian dari perubahan positif bagi Indonesia," tambahnya.
"Atas nama pribadi, dan segenap Keluarga Besar Media Bangkit pos dan gabungan 12 media online pimpinan Utama Umar Hidayat Mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya partisipasi dan dukungan. Mudah mudahan kami akan terus melakukan inovasi yang terbaik untuk masyarakat," jelasnya. Minggu,(19/7/2026).
Dengan mengusung nilai Independen, Akurat, dan Terpercaya, Media Bangkit Pos.id berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan, menjaga profesionalisme, serta menghadirkan informasi yang mencerdaskan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selamat Hari Ulang Tahun ke-2 Media Bangkit Pos.id. Semoga semakin bangkit, semakin kuat, dan terus menjadi media yang dipercaya serta menginspirasi masyarakat Indonesia. (*)
Media Reformasi Indonesia Beri Ucapan Selamat HUT ke-2 Bangkit Pos.id, Tegaskan Komitmen Perkuat Pers Profesional
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Bangkit Pos.id mendapat apresiasi dari berbagai insan pers. Salah satunya datang dari Media Reformasi Indonesia melalui Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Lampung, Muhammad Mudian, yang menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa agar Bangkit Pos.id terus berkembang sebagai media yang profesional, independen, dan dipercaya masyarakat.
Ucapan tersebut disampaikan melalui poster resmi yang berisi harapan agar Bangkit Pos.id senantiasa konsisten menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, serta menjadi bagian penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas.
Dalam pesannya, Muhammad Mudian berharap Bangkit Pos.id terus menjadi media yang independen, akurat, dan terpercaya dalam menyampaikan informasi kepada publik. Ia juga mendoakan agar di usia yang ke-2, Bangkit Pos.id semakin sukses, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta mampu menjadi inspirasi dalam dunia jurnalistik Indonesia.
"Selamat ulang tahun ke-2 untuk Bangkit Pos.id. Semoga terus menjadi media yang independen, akurat, dan terpercaya. Teruslah menyuarakan kebenaran serta menghadirkan informasi yang mencerahkan masyarakat. Saya berharap Bangkit Pos.id semakin sukses, semakin kuat, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pers Indonesia," ujar Muhammad Mudian, Kaperwil Lampung Media Reformasi Indonesia.
Muhammad Mudian yang akrab disapa Bang Budi juga menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi yang bertugas menyampaikan informasi berdasarkan fakta, menjaga integritas, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Sinergi antarmedia menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kualitas pemberitaan yang sehat, edukatif, dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap dunia jurnalistik," tegas Bang Budi alias Muhammad Mudian.
Mengusung semangat "Semakin Bangkit, Semakin Kuat, Untuk Indonesia yang Lebih Baik," peringatan HUT ke-2 Bangkit Pos.id diharapkan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (Herman Bangkit/Mudian)
Nonton Bareng Piala Dunia, Babinsa Koramil 02/Pondok Gede Bangun Kedekatan dengan Warga
REFORMASI-ID | Kodam Jaya - Kota Bekasi - 19/07/2026 Suasana penuh keakraban dan kebersamaan terlihat dalam kegiatan nonton bareng (Nobar) Piala Dunia yang diselenggarakan Koramil 02/Pondok Gede bersama masyarakat di wilayah binaannya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana efektif untuk mempererat tali persaudaraan antara TNI dan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui kegiatan Nobar, masyarakat tidak hanya menikmati pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga memanfaatkan momen tersebut untuk menjalin komunikasi yang lebih erat dengan aparat kewilayahan. Suasana santai dan penuh kekeluargaan menjadikan warga semakin dekat dengan Babinsa, sehingga berbagai aspirasi maupun permasalahan lingkungan dapat disampaikan secara langsung.
Salah satu Babinsa Koramil 02/Pondok Gede, Koptu Nurdin menyampaikan bahwa kegiatan Nobar merupakan bentuk kepedulian TNI dalam memberikan fasilitas hiburan yang positif bagi masyarakat sekaligus menjadi wadah untuk menyerap aspirasi warga.
“Kegiatan nonton bareng ini bukan hanya sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi serta mendengarkan langsung masukan dan keluhan masyarakat terkait kondisi keamanan maupun permasalahan yang ada di lingkungan. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan setiap persoalan dapat dicarikan solusi bersama,” ujar Koptu Nurdin.
Melalui kegiatan seperti ini, Koramil 02/Pondok Gede berharap sinergi antara TNI dan masyarakat akan terus terjalin dengan baik, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif serta semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
(Kodim 0507/Bekasi)
Bangun Soliditas Kader, Partai Berkarya Nusantara (PBN) Gelar Silaturahmi
REFORMASI-ID | Jakarta - Di tengah dinamika politik nasional yang terus bergerak, Partai Berkarya Nusantara (PBN) memilih memperkuat fondasi organisasinya melalui silaturahmi. Seperti tampak pada Minggu (19/07/2026) di Mangkuluhur Artotel, Semanggi. Bagi partai yang dipimpin Neneng A. Tuty, S.H., kebersamaan bukan sekadar tradisi organisasi, melainkan modal utama membangun kepercayaan publik sekaligus melahirkan kader yang mampu mengabdi kepada bangsa.
Dalam acara Silaturahmi Pengurus Partai Berkarya Nusantara yang dihadiri pengurus DPP, DPW, DPC, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta tamu undangan, Ketua Umum PBN menegaskan bahwa kekuatan sebuah partai tidak ditentukan oleh banyaknya struktur kepengurusan, melainkan oleh eratnya persaudaraan dan soliditas seluruh kader.
Menurut Neneng, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Namun, silaturahmi harus menjadi perekat yang menyatukan seluruh kader untuk terus membesarkan partai demi kemaslahatan rakyat dan bangsa.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pengurus dari tingkat pusat hingga daerah untuk memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kaderisasi, mendekatkan partai kepada masyarakat, serta menjaga integritas dan kekompakan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat hanya dapat diraih melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan politik.
Pandangan tersebut mendapat penguatan dari Irjen Pol. (Purn.) Ahmad Nurwahid, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), yang hadir sebagai narasumber. Berbekal pengalaman panjang di BNPT, ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara paling majemuk di dunia, dengan sekitar 1.340 kelompok etnis, lebih dari 17 ribu pulau, enam agama yang diakui negara, serta ribuan komunitas adat dan kepercayaan lokal.
Menurut Nurwahid, banyak negara mempertanyakan mengapa Indonesia tidak terpecah meski memiliki tingkat kemajemukan yang sangat tinggi.
"Saya selalu menjawab, Indonesia tidak akan mudah terpecah karena memiliki Pancasila sebagai ideologi pemersatu. Selain itu, bangsa ini memiliki budaya silaturahmi dan gotong royong yang menjadi perekat kehidupan masyarakat."Ia menambahkan, tradisi kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat Indonesia menjadi kekuatan sosial yang tidak dimiliki banyak negara. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga Pancasila dari berbagai pengaruh ideologi transnasional yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.
Nurwahid juga mengapresiasi nama Partai Berkarya Nusantara. Menurutnya, kata berkarya mencerminkan semangat untuk terus menghasilkan manfaat melalui filosofi lima olah: yaitu olah raga, olah jiwa, olah rasa, olah karsa, dan olah karya. Baginya, berkarya adalah kata kerja yang menunjukkan komitmen untuk terus memberi manfaat bagi bangsa dan negara.
Komitmen tersebut diperkuat oleh Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP Partai Berkarya Nusantara, H. Muhammad Sirot, S.H., M.H. Menurutnya, semangat silaturahmi yang dibangun Ketua Umum serta penguatan wawasan kebangsaan yang disampaikan Irjen Pol. (Purn.) Ahmad Nurwahid menjadi landasan utama dalam penyusunan program kaderisasi partai.
"Kaderisasi PBN tidak hanya bertujuan membangun organisasi yang kuat, tetapi juga membentuk kader yang berkarakter, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta kokoh dalam nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, " ujar Sirot.
Menurutnya, pendidikan politik yang berkesinambungan akan menjadi instrumen utama untuk melahirkan kader yang mampu menjadi perekat di tengah kemajemukan masyarakat, mengedepankan gotong royong, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. "Politik harus menjadi jalan pengabdian, bukan semata-mata perebutan kekuasaan," katanya.
Selain menjadi ajang konsolidasi nasional, kegiatan tersebut juga dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk jajaran KOMPAKDESI (Komunitas Purnabakti Kepala Desa dan Lurah Seluruh Indonesia) yang beranggotakan para pensiunan atau mantan kepala desa dan lurah dari berbagai daerah. Kehadiran mereka dinilai memperkuat semangat kolaborasi antara partai politik dengan para tokoh masyarakat yang memiliki pengalaman panjang dalam tata kelola pemerintahan di tingkat akar rumput.
Pada kesempatan yang sama, DPP Partai Berkarya Nusantara juga melaksanakan penyerahan formatur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Nusantara Provinsi Banten secara simbolis. Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya proses konsolidasi organisasi di tingkat provinsi sebagai bagian dari penguatan struktur partai menuju terbentuknya kepengurusan yang solid hingga ke daerah.
Silaturahmi itu pada akhirnya tidak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga menghadirkan pesan bahwa politik dapat dibangun di atas nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kebangsaan. Melalui kaderisasi yang berkarakter, penguatan Pancasila, serta semangat gotong royong, Partai Berkarya Nusantara berharap dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
(*)
Ads 970x90




















