Media Reformasi Indonesia (MRI)

05 Oktober 2026

Hindari Pemeriksaan dan Bawa Senpi Tanpa Izin, DS Warga Muratara Dibekuk Polisi


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Aksi seorang pria yang melarikan diri saat hendak diperiksa polisi di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, berujung pada penemuan senjata api (Senpi) jenis AR-15.

Polisi kemudian memburu pria tersebut hingga ke sebuah penginapan di Kalianda. Saat hendak diamankan, pria itu kembali melarikan diri dan bersembunyi di atas loteng ruang guru. Proses penangkapannya pun sempat menghebohkan warga sekitar.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, mengatakan pria yang diamankan tersebut berinisial DS (31), warga Desa Beringin Jaya, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Selain mengamankan DS, polisi juga menyita satu pucuk senjata api jenis AR-15 beserta satu magasin berisi 15 butir amunisi yang ditemukan di dalam kendaraan.

“Kami mengamankan satu pucuk senjata api jenis AR-15 berikut satu magasin berisi 15 butir amunisi. Kami juga mengamankan seorang pria berinisial DS (31), warga Desa Beringin Jaya, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara,” ujar Stefanus senin 5/10/26 saat konferensi Pers.

Pengungkapan kasus tersebut bermula ketika polisi melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Namun, pengemudi kendaraan yang diperiksa justru melarikan diri sehingga petugas melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaannya.

Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa pria tersebut berada di sebuah homestay di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sebuah Toyota Innova Zenix berwarna hitam yang diduga berkaitan dengan pria tersebut. Kamis  01 Oktober 2026 sekira jam 11.30 Wib

Saat petugas melakukan pemeriksaan, pria tersebut kembali melarikan diri. Polisi kemudian memeriksa kamar yang sebelumnya ditempatinya dan menemukan sebuah tas ransel berisi pakaian, tujuh cartridge vape, serta satu unit telepon seluler merek Infinix.

Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap Toyota Innova Zenix. Dari dalam kendaraan tersebut, polisi menemukan sebuah tas khusus senjata yang berisi satu pucuk AR-15 beserta satu magasin yang berisi 15 butir amunisi.

“Setelah mengamankan barang bukti, petugas kemudian melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan pria yang melarikan diri. Dalam penyisiran tersebut, petugas mendapati pria yang bersangkutan bersembunyi di loteng ruang guru dan langsung mengamankannya,” lanjut Kanit Jatanras Ipda Fajar mendampingi kasat reskrim.

Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi kemudian bergerak ke Jakarta. Di sana, tim mengamankan RRS (35)  warga Lubuk Linggau dan IH (38) warga Rupit Kab. Musi Rawas Utara, di Apartemen Graha Cempaka Mas, Kemayoran, Jakarta Pusat.Jumat Tanggal 02 Oktober 2026.

“Petugas juga mengamankan satu pucuk Glock beserta 33 butir amunisi kaliber 7,65/32 mm, serta empat orang lainnya untuk dimintai keterangan,” ujar Fajar.

Dalam perkara ini, polisi menetapkan IH (38) sebagai tersangka terkait kepemilikan senjata api jenis AR-15 sebagai jaminan atas utang rekannya. Sementara DS (31) diduga berperan membawa senjata tersebut untuk diservis.

Adapun RRS (35) ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara kepemilikan narkotika jenis etomidate yang ditemukan dalam pengungkapan awal. Saat diamankan di Jakarta, polisi juga menemukan satu pucuk Glock beserta 33 butir amunisi kaliber 7,65/32 mm yang diakui milik RRS dan diketahui memiliki izin kepemilikan resmi.

Dalam perkara tersebut, pelaku disangkakan melanggar Pasal 306 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang mengatur mengenai perbuatan tanpa hak, antara lain memiliki, menguasai, membawa, menyimpan, atau menggunakan senjata api. Atas pelanggaran tersebut, pelaku terancam pidana penjara paling lama 15 tahun. (Hms/Mdn) 

“Kejutan HUT TNI ke-81, Kapolres dan Jajaran Polsek Sambangi Markas TNI: TNI Kuat Bersama Rakyat”




LUGAS | BITUNG — Pagi 5 Oktober 2026, sejumlah markas TNI di Kota Bitung mendapat kejutan dari jajaran Polres Bitung. Membawa kue ulang tahun, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., bersama pejabat utama dan jajaran Kapolsek menyambangi sejumlah satuan TNI untuk menyampaikan ucapan HUT ke-81 TNI sekaligus menegaskan pesan tentang soliditas TNI-Polri.

Kejutan tersebut menyasar sejumlah markas TNI, mulai dari Mako Kodim 1310/Bitung, Satrol Kodaeral VIII Bitung, Subdenpom XIII/1-2 Bitung, Koramil 1310/01 Bitung hingga Koramil 1310-02/Lembeh.



Bagi Polres Bitung, kunjungan itu bukan sekadar seremoni ulang tahun. Penyerahan kue, pemasangan dan peniupan lilin hingga foto bersama menjadi simbol penghormatan sekaligus pesan bahwa komunikasi dan kebersamaan TNI-Polri perlu terus dirawat di tengah pelaksanaan tugas menjaga keamanan wilayah.

“Selamat Hari Ulang Tahun TNI ke-81. Semoga TNI semakin profesional, semakin solid dan semakin dicintai rakyat. Surprise sederhana ini merupakan bentuk rasa hormat dan persaudaraan kami dari keluarga besar Polres Bitung kepada keluarga besar TNI,” kata AKBP Arie.


Kapolres menegaskan, TNI dan Polri memang memiliki tugas serta tanggung jawab masing-masing. Namun, di lapangan keduanya dituntut mampu bersinergi dan saling mendukung, terutama dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas masyarakat.

“Ketika TNI dan Polri solid, masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya melalui situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Sambangi Kodim hingga Satrol

Di Mako Kodim 1310/Bitung, Kapolres bersama PJU Polres Bitung tiba sekitar pukul 07.50 WITA. Kue ulang tahun diserahkan langsung kepada Kasdim 1310/Bitung Mayor CPM Samsuri Usman bersama personel Kodim.


Setelah prosesi ucapan HUT, Kapolres dan jajaran bersilaturahmi serta berfoto bersama personel Kodim. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Kejutan serupa dilakukan di Markas Satrol Kodaeral VIII Bitung. Kegiatan dipimpin Wakapolres Bitung Kompol Bartholomeus Junov Dambe, S.H., bersama PJU Polres Bitung.

Kue dan ucapan HUT TNI ke-81 diterima Kapten Laut (P) Imam, selaku Dankal Tedung Selar VIII-26, mewakili Dansatrol Kodaeral VIII bersama personel Satrol Kodaeral VIII Bitung.

Sementara di Mako Subdenpom XIII/1-2 Bitung, kejutan dipimpin Kasi Propam IPTU Iwan Setiyabudi, S.Sos., bersama personel Propam dan Sat Lantas.

Sinergitas Menjangkau Lembeh

Semangat yang sama juga dilakukan jajaran Polsek.

Di Koramil 1310/01 Bitung, Kapolsek Maesa AKP Tuegeh Darus, S.Sos., bersama personel Polsek Maesa membawa kue ulang tahun dan menyampaikan ucapan selamat HUT TNI ke-81.


Pemasangan dan peniupan lilin bersama kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Sederhana, tetapi pesan yang dibawa jelas: TNI-Polri harus tetap dekat, saling menghormati dan bekerja bersama dalam menjalankan tugas.

Di wilayah kepulauan, Kapolsek Lembeh Selatan AKP Demron Talolang, S.IP., bersama personel mendatangi Koramil 1310-02/Lembeh.

Kue ulang tahun diserahkan kepada Plh. Batuud PELTU R. Mamile bersama personel Koramil. Jajaran Polsek Lembeh Selatan juga menyampaikan ucapan HUT TNI ke-81 serta pesan agar sinergitas kedua institusi terus diperkuat demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.


Kapolres Bitung mengatakan, soliditas TNI-Polri tidak boleh berhenti pada seremoni peringatan hari ulang tahun. Menurut dia, sinergi harus hadir dalam komunikasi dan pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Semoga sinergitas yang sudah terjalin dengan baik di Kota Bitung dapat terus diperkuat demi kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata AKBP Arie.

Rangkaian kunjungan tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WITA dalam suasana aman, lancar dan kondusif.

Di balik kue ulang tahun dan tiupan lilin pagi itu, ada pesan yang lebih besar: soliditas TNI-Polri tidak cukup diucapkan. Ia harus terlihat dalam kebersamaan, komunikasi dan kerja nyata ketika negara dan masyarakat membutuhkan.

Wujudkan Desa Bersinar, BNNK Lampung Selatan Gelar Rakor Fasilitasi P4GN


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Lampung Selatan, AKBP. Rahmad Hidayat, S.E., M.M., membuka sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Rapat Koordinasi Fasilitasi Program P4GN Berbasis Sumber Daya Pembangunan Desa Bersinar 2026, yang dilaksanakan di Ruang Rapat BNN Kabupaten Lampung Selatan. Senin, 05/10/2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Lamping Selatan yang diwakili oleh Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosbud, Agama dan Ormas, Adiansyah Gunawan, S.I.Kom, M.I.Kom, 21 orang yang terdiri dari perwakilan Dinas/instansi Pemerintah Desa Kabupaten, Aparatur Penegak Hukum, Camat Sidomulyo, serta Kepala Desa Talang Baru.

Kepala BNN Kabupaten Lampung Selatan AKBP. Rahmad Hidayat, menyampaikan materi mengenai "Generasi Muda Tanpa Narkotika Menuju Indonesia Emas Tahun 2045." Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah untuk memperkuat sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Program Desa (Bersinar) Bersih Narkoba. 

"Program tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan sumber daya pembangunan desa dalam mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sekaligus membangun ketahanan masyarakat di tingkat desa terhadap ancaman narkotika," ujar Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat.

Lebih lanjut jelas AKBP Rahmad Hidayat, mekanisme pembentukan Desa Bersinar. Dalam pelaksanaan Program Desa Bersinar tahun 2026, didesa Talang Baru, Kecamatan Sidomulyo, menjadi desa yang akan difasilitasi dalam pelaksanaan program P4GN berbasis sumber daya pembangunan desa.

Penyampaian mekanisme tersebut memberikan gambaran mengenai tahapan dan bentuk keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pembentukan Desa Bersinar.


"Pemerintah desa diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki serta menggerakkan seluruh komponen masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," lanjutnya mengatakan.

Selain itu tuturnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya komitmen dan dukungan lintas sektor dalam memperkuat pelaksanaan P4GN melalui Program Desa Bersinar. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi, koordinasi, dan komitmen antarinstansi dalam mendukung pelaksanaan Desa Bersinar 2026. 

"Sinergi tersebut menjadi bagian penting agar program P4GN tidak hanya dilaksanakan secara sektoral, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah dan masyarakat di tingkat desa," ungkap Rahmad Hidayat.

lebih jauh tandasnya menerangkan. BNN Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengoptimalkan sumber daya pembangunan desa sebagai kekuatan dalam pelaksanaan P4GN.

"Guna mewujudkan Desa sebagai Desa Bersinar serta Kabupaten Lampung Selatan yang Bersih dari Narkoba," pungkasnya. (Mdn) 

Ketum Prabu PL: Pembayaran Lahan TPA Burangkeng Milik Pemerintah Diduga Masuk Kantong Pribadi


REFORMASI-ID | Bekasi - Prabu Peduli Lingkungan (Prabu PL) bersama warga setempat meminta proyek pemindahan sampah dari lahan tol ke TPA Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dihentikan. Proyek yang dianggarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan sempat disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM di media sosial itu dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Ketua Umum Prabu Peduli Lingkungan Carsa Hamdani yang mewakili masyarakat setempat, mengatakan, sampah di lahan tol itu hanya dipindahkan sejauh sekitar 100-200 meter karena lokasinya berdampingan langsung dengan area TPA Burangkeng.

"Kami meminta proyek ini dihentikan demi menyelamatkan uang rakyat," tegas Carsa, Senin (5/10/2026).

Dia menjelaskan alasan di balik permintaannya tersebut. Pertama, proyek itu dinilai tidak transparan karena tidak dilengkapi papan proyek sehingga dianggap seperti proyek siluman.

"Karena itu, kami meminta keterbukaan informasi terkait pelaksanaan proyek ini. Kami minta rincian biayanya dan teknis pekerjaannya," kata Carsa.

Berdasarkan data yang dimiliki Prabu Peduli Lingkungan, nilai proyek tersebut di atas Rp. 5 miliar. Namun, informasi yang beredar di media sosial menyebut angkanya sekitar Rp. 7 miliar. Anggaran itu dipakai untuk menyewa alat berat, mulai dari dump truck, excavator, bulldozer, hingga wheel loader. "Jadi tidak jelas nilai anggarannya, simpang siur," ujar Carsa. 

Kedua, persoalan status lahan. Menurut Carsa, lahan yang dibebaskan pihak tol itu sudah menjadi gunung sampah dan sebelumnya merupakan bagian dari area TPA Burangkeng. Namun, saat pihak tol hendak memakai dan membebaskan lahan tersebut, uang pembebasan lahan justru tidak diterima Pemerintah Kabupaten Bekasi, melainkan oleh perorangan. 

"Ada apa dengan status lahan ini? Padahal lahan itu milik TPA Burangkeng, tetapi uang pembebasannya diterima perorangan," ujar Carsa.

Ketiga, proyek-proyek sebelumnya yang dilaksanakan di TPA Burangkeng kerap bermasalah. Carsa mencontohkan proyek sewa alat berat di TPA Burangkeng yang sebelumnya menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp 24,56 miliar. Temuan itu muncul karena Pemerintah Kabupaten Bekasi tercatat memiliki 12 unit alat berat yang dibiarkan tidak terpakai.

"Anehnya, perusahaan penyewa alat berat yang menjadi temuan BPK itu kini dipakai kembali untuk menyediakan alat berat dan truk di proyek pemindahan sampah," ujarnya. 

Selain itu, Carsa turut menyinggung proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau instalasi pengolahan air lindi di TPA Burangkeng senilai Rp 10 miliar yang juga dinilai bermasalah.

Menurut dia, IPAL tersebut saat ini tidak dapat dioperasikan. Berdasarkan temuan Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, IPAL itu disebut menyerupai IPAL industri, bukan IPAL yang diperuntukkan bagi TPA.

"Jangan sampai proyek-proyek yang dilakukan di TPA Burangkeng terus bermasalah. Kami tidak ingin hal itu terulang kembali," kata Carsa.

Dia juga meminta KDM turun langsung memantau pelaksanaan proyek tersebut. "Kami berharap Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi, bisa memantau langsung proyek ini," tutup Carsa.

81 Tahun TNI, Danrem: Pengabdian Tak Pernah Berhenti


REFORMASI-ID | Palembang – Komandan Korem 044/Garuda Dempo (Danrem 044/Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilaksanakan di Apron Bravo Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang, Senin (5/10/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh personel TNI dari tiga matra, serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya. Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian TNI sekaligus memperkuat tekad dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada kesempatan itu Danrem 044/Gapo, menyampaikan. Kegiatan tersebut juga mencerminkan soliditas dan sinergitas TNI bersama seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan nasional, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.

Dalam momentum tersebut, Danrem 044/Gapo bersama jajaran TNI turut menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta hadir memberikan kontribusi nyata dalam membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


"Peringatan HUT ke-81 TNI diharapkan semakin memperkokoh semangat persatuan, kebersamaan dan pengabdian seluruh prajurit dalam menjalankan tugas menjaga NKRI," ujar Danrem. 

Menurutnya. Dengan semangat HUT ke-81 TNI, jajaran Korem 044/Gapo berkomitmen untuk terus menjaga soliditas, meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder.

"Serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara," pungkasnya. (Mdn) 

Kapolda Sumsel: Sinergitas TNI-Polri Harga Mati untuk Jaga Kedaulatan Negara


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan komitmen memperkuat sinergitas dan soliditas TNI-Polri saat menghadiri Upacara Parade Peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 di Apron Bravo Lanud SMH II Palembang, Senin (5/10/2026).

Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri Kapolda Sumsel bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sumsel, yakni Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol. Robertho Pardede, S.I.K., M.I.K., Dirpolairud Polda Sumsel Kombes Pol. Heru Agung Nugroho, S.I.K., M.H., serta Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H.

Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan soliditas TNI-Polri, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Selatan. Sinergi kedua institusi juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketertiban serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana, menyampaikan bahwa soliditas dan kerja sama TNI-Polri menjadi fondasi penting dalam menjaga pertahanan dan keamanan wilayah Sumatera Selatan.

“Atas nama keluarga besar Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, kami mengucapkan Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia ke-81. Sinergitas, soliditas, dan kerja sama yang erat antara TNI dan Polri adalah harga mati. Bersama TNI, Polri siap terus mengawal kedaulatan negara serta memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Bumi Sriwijaya,” tegas Kapolda.

Upacara parade berlangsung tertib, lancar, dan khidmat. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumsel, jajaran perwira, serta pasukan upacara dari berbagai kesatuan.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran Kapolda Sumsel bersama jajaran PJU menunjukkan kebersamaan antara institusi pertahanan dan penegak hukum di Sumatera Selatan.

“Kehadiran Bapak Kapolda Sumsel bersama para Pejabat Utama di Lanud SMH II Palembang menegaskan komitmen kuat jajaran kepolisian untuk senantiasa bergandengan tangan dengan TNI. Semangat kebersamaan ini tidak hanya tampak dalam upacara seremonial, tetapi juga diimplementasikan dalam setiap pelaksanaan tugas sehari-hari demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

Sinergi TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Selatan. Kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara untuk mendukung keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sriwijaya. (Mdn) 

LDII Kayuringin Jaya Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, Sinergi dan Kebersamaan Terus Diperkuat


REFORMASI-ID | Kota Bekasi - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kayuringin Jaya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-8i yang diperingati pada 5 Oktober 2026.

Peringatan HUT TNI ke-81 tahun ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas pengabdian para prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, masyarakat dan seluruh elemen bangsa.

Pada tahun 2026 ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) genap berusia 81 tahun. Dengan mengusung tema “ TNI Kuat Bersama  Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur."

TNI Kuat Bersama Rakyat:

Menunjukkan bahwa kekuatan utama dan sumber daya tahan TNI berasal dari kedekatan dan kemanunggalannya dengan masyarakat. Pertahanan negara tidak hanya diukur dari alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga dari dukungan serta kepercayaan rakyat. 

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur:

Menegaskan komitmen TNI untuk terus mengawal keutuhan wilayah, keamanan, dan kedaulatan negara demi tercapainya cita-cita nasional bangsa Indonesia yang adil dan sejahtera. 

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menilai bahwa kerja sama lintas sektor, termasuk antara TNI dan organisasi kemasyarakatan, mampu memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Kolaborasi ini juga membuka peluang besar dalam menggali potensi daerah serta menciptakan masyarakat yang tangguh dan berdaya saing tinggi di era modern.


Suroso, S.E.,M.M.,  ( baju biru) Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan (Dok: DPD LDII) 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kayuringin Jaya, Suroso, S.E.,M.M., menyampaikan bahwa TNI adalah mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan bangsa.

“Kami dari LDII Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan mengucapkan selamat ulang tahun ke-81 kepada TNI. Semoga TNI tetap menjadi pelindung rakyat dan terus bersinergi dengan semua elemen bangsa. Semoga TNI semakin solid bersama rakyat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan keutuhan Indonesia, TNI yang kuat dan dekat dengan rakyat adalah fondasi utama Indonesia yang maju,” ujarnya. 

Ia juga menambahkan bahwa semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat harus terus dipelihara dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Lebih lanjut, Suroso menekankan pentingnya semangat manunggal TNI dan rakyat sebagai wujud nyata cinta tanah air. 

“Kami berharap, sinergi antara TNI dan masyarakat, termasuk ormas seperti LDII, dapat terus diperkuat untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. Di usia 81 tahun ini, TNI telah membuktikan bahwa kekuatan sejati bangsa terletak pada persatuan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama, terus jaga semangat persatuan dan pengabdian demi Indonesia yang kuat, aman, adil, dan makmur," pungkasnya.

PAC LDII Bahagia Ucapkan Dirgahayu TNI ke-81, Sinergi dan Kebersamaan Terus Diperkuat


REFORMASI-ID|Kabupaten Bekasi - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bahagia menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-8i yang diperingati pada 5 Oktober 2026.

Peringatan HUT TNI ke-81 tahun ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas pengabdian para prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, masyarakat, LDII dan seluruh elemen bangsa.

Pada tahun 2026 ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) genap berusia 81 tahun. Dengan mengusung tema “ TNI Kuat Bersama  Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur."

TNI Kuat Bersama Rakyat:
Menunjukkan bahwa kekuatan utama dan sumber daya tahan TNI berasal dari kedekatan dan kemanunggalannya dengan masyarakat. Pertahanan negara tidak hanya diukur dari alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga dari dukungan serta kepercayaan rakyat. 

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur: 
Menegaskan komitmen TNI untuk terus mengawal keutuhan wilayah, keamanan, dan kedaulatan negara demi tercapainya cita-cita nasional bangsa Indonesia yang adil dan sejahtera. 

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menilai bahwa kerja sama lintas sektor, termasuk antara TNI dan organisasi kemasyarakatan seperti LDII mampu memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara. Kolaborasi ini juga membuka peluang besar dalam menggali potensi daerah serta menciptakan masyarakat yang tangguh dan berdaya saing tinggi di era modern.



Foto bersama jajaran pengurus PAC LDII Bahagia dengan Danramil Kapten. Inf Windiarto (Dok: LDII Bahagia) 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bahagia, H.M Mukminin, menyampaikan bahwa TNI adalah mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan keamanan bangsa.

 “Kami dari LDII PAC Bahagia Kecamatan Babelan mengucapkan selamat ulang tahun ke-81 kepada TNI. Semoga TNI tetap menjadi pelindung rakyat dan terus bersinergi dengan semua elemen bangsa. Semoga TNI semakin solid bersama rakyat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan keutuhan Indonesia, TNI yang kuat dan dekat dengan rakyat adalah fondasi utama Indonesia yang maju,” ujarnya. 

Ia juga menambahkan bahwa semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat harus terus dipelihara dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Lebih lanjut, H.M Mukminin menekankan pentingnya semangat manunggal TNI dan rakyat sebagai wujud nyata cinta tanah air. 

“Kami berharap, sinergi antara TNI dan masyarakat, termasuk LDII, dapat terus diperkuat untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. Di usia 81 tahun ini, TNI telah membuktikan bahwa kekuatan sejati bangsa terletak pada persatuan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama, terus jaga semangat persatuan dan pengabdian demi Indonesia yang kuat, aman, adil, dan makmur," pungkasnya.






04 Oktober 2026

Pastikan Penanganan Berjalan Optimal, Danrem Turun Langsung Patroli Karhutla


REFORMASI-ID | PALEMBANG – Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., melaksanakan patroli dan pemantauan langsung titik-titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tanjung Api-Api dan Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyikapi peningkatan jumlah titik api (hotspot) dalam satu minggu terakhir, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba).

“Pemantauan hari ini difokuskan pada sejumlah titik rawan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Banyuasin. Dalam sepekan terakhir, terpantau adanya peningkatan titik api yang cukup signifikan, terutama di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba),” ungkap Brigjen TNI Khabib Mahfud saat memberikan keterangan di lokasi pemantauan.

Kegiatan patroli ini bertujuan untuk memantau kondisi wilayah rawan kebakaran, memastikan situasi di lapangan tetap terkendali, serta mengoptimalkan langkah pencegahan terhadap potensi munculnya titik api. Dalam pelaksanaannya, pemantauan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lahan, potensi penyebaran api, serta kesiapsiagaan personel yang terlibat dalam penanganan karhutla.


Danrem menyampaikan bahwa pemantauan secara langsung sangat penting untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam penanganan karhutla.

“Dihari Minggu ini kita perlu cek juga, karena saya lihat tren dalam satu bulan ini setiap Sabtu dan Minggu titik api itu semakin banyak,” ungkap Brigjen TNI Khabib Mahfud.

Melalui patroli ini, Danrem menekankan pentingnya pengawasan intensif, respons cepat, serta koordinasi yang optimal antara Satgas darat dan udara dalam menangani titik api agar kebakaran tidak meluas.

"Korem 044/Gapo terus berkomitmen mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui patroli terpadu dan sinergi bersama seluruh instansi terkait demi menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah Sumatera Selatan," pungkasnya. (Mdn) 

Cegah Kelangkaan, Polda Lampung Pantau Stok dan Harga Beras Premium


REFORMASI-ID | LAMPUNG – Polda Lampung bersama Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung memantau harga dan ketersediaan beras di tiga ritel modern di Kota Bandar Lampung. Sabtu, 3/10/2026.

Hasil pemantauan menemukan stok beras premium terbatas di sejumlah gerai, sementara pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) belum merata.

Pemantauan dilakukan di Chandra Supermarket Tanjung Karang, Superindo Tirtayasa, dan Indogrosir Soekarno Hatta.

Kegiatan melibatkan Ditreskrimsus Polda Lampung, Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog Wilayah Lampung, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan harga beras di tingkat konsumen tetap sesuai ketentuan pemerintah.

“Polda Lampung bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap harga dan ketersediaan beras. Kami ingin memastikan penjualan di tingkat konsumen berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yuni, Minggu (4/10/2026).

*Stok Premium Kosong, Pembelian Dibatasi*

Dalam pemeriksaan di Superindo Tirtayasa, stok beras premium dilaporkan kosong selama sekitar satu bulan. Pengelola menyebut pasokan bergantung pada pengadaan dan pengiriman dari kantor pusat.

Sementara itu, Indogrosir Soekarno Hatta hanya menyediakan beras premium kemasan 10 kilogram, yakni merek Rosa sebanyak 8 ton atau sekitar 800 sak dan Dua Koki sekitar 100 sak. Beras kemasan 5 kilogram tidak tersedia saat pemeriksaan.

Untuk mencegah stok habis dalam waktu singkat, Indogrosir membatasi pembelian berdasarkan kategori keanggotaan. Anggota rumah tangga dibatasi maksimal satu sak per transaksi, sedangkan anggota warung yang membeli untuk dijual kembali maksimal tiga sak per transaksi.

Di Chandra Supermarket, pengelola juga mengaku membatasi pembelian ketika permintaan dalam jumlah besar meningkat. Kondisi itu terjadi karena sejumlah pedagang pasar tradisional berupaya membeli beras di ritel modern saat harga di pasar tradisional melonjak.

“Dari hasil pengecekan, kami mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi stok dan kendala distribusi di lapangan. Informasi tersebut menjadi bahan koordinasi bersama instansi terkait untuk mengantisipasi gangguan pasokan,” ujar Yuni.

*Beras SPHP Rp 62.500, Pasokan Jadi Perhatian*

Selain beras premium, Satgas turut memantau ketersediaan beras SPHP. Di Chandra Supermarket, beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp 62.500.

Namun, stok di Superindo saat pemeriksaan sedang kosong, sedangkan Indogrosir melaporkan pasokan SPHP terbatas dan tidak menentu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena beras SPHP berperan sebagai alternatif bagi masyarakat ketika beras premium sulit diperoleh.

Di sejumlah wilayah, penyerapan stok SPHP dilaporkan berlangsung cepat sehingga kelancaran pengiriman menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan.

Berdasarkan hasil pemantauan, ritel yang diperiksa melaporkan penjualan beras premium kemasan 10 kilogram sebesar Rp 149.000, sesuai HET yang menjadi acuan dalam kegiatan tersebut.

Meski demikian, pelaku usaha menyampaikan harga modal dari pemasok relatif tinggi sehingga margin penjualan menjadi tipis.

Yuni menegaskan, pemantauan tidak hanya berfokus pada harga jual, tetapi juga mencakup ketersediaan stok dan mutu beras yang dipasarkan kepada masyarakat.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan harga, mutu, dan distribusi beras. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Yuni.

Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Pol Heri Heryawan mengatakan, pengawasan dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan distribusi dan perdagangan beras berjalan sesuai aturan.

Pengawasan juga diarahkan untuk mengidentifikasi kendala di lapangan serta menindaklanjuti dugaan pelanggaran apabila ditemukan bukti yang cukup.

"Sebagai tindak lanjut, Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung menjadwalkan pemantauan pada Senin (5/10/2026) di Pasar Way Halim, Pasar Gintung, Pasar Tugu, Pasar Kangkung, serta Toko Beras Sariwangi Teluk di Kota Bandar Lampung," ujar Heri Heryawan.

Melalui kegiatan tersebut, pengawasan diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi harga dan ketersediaan beras, sekaligus menjadi dasar koordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan melindungi masyarakat sebagai konsumen. (Hms/Mdn)

Ungkap Penyelundupan Merkuri Ilegal, KSKP Bakauheni: Dua Orang Jadi Tersangka


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Polisi mengungkap dugaan tindak pidana penyelundupan dan perdagangan merkuri ilegal tanpa izin di kawasan KSKP Bakauheni, Lampung Selatan. Pengungkapan bermula saat petugas mengamankan seorang pria penumpang kendaraan umum bus yang membawa puluhan botol berisi merkuri pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Stefanus R.F.N. Boyoh, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., mengatakan pengungkapan tersebut bermula dari pemeriksaan rutin yang dilakukan petugas di pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, petugas menemukan adanya dugaan pengiriman merkuri tanpa dilengkapi perizinan yang sah.

“Dalam perkara ini, kami menetapkan dua orang sebagai tersangka, E.K.L. (45), warga Deli Serdang, Sumatera Utara, berperan membawa merkuri dan seorang wanita M. (52), warga Jakarta Barat, diduga sebagai penerima merkuri.” kata Stefanus.

Setelah mengamankan E.K.L. (45)  beserta barang bawaannya, penyidik kemudian melakukan pengembangan untuk mengetahui tujuan pengiriman merkuri tersebut. Hasil pengembangan mengarah ke wilayah Bogor, Jawa Barat, dan polisi selanjutnya mengamankan seorang perempuan bernama M. (52) yang merupakan penerima merkuri.

“Polisi menyita 61 botol yang berisi merkuri, dengan berat masing-masing botol kurang lebih 1 kilogram.” kata Stefanus.

Selain merkuri, penyidik juga menemukan 200 lembar label stiker yang diduga digunakan untuk pelabelan kemasan. Pada label tersebut tercantum tulisan “Merkuri/HG Spesial for Gold 99,999% Weight: 1 Kg Net Sudah Diaktifkan - Siap Pakai”, yang menunjukkan bahwa botol-botol tersebut telah dipersiapkan untuk diedarkan.

Tersangka dijerat Pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba terkait menampung, mengangkut, atau menjual komoditas tambang ilegal tanpa izin yang sah, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp100 miliar, dan/atau Pasal 106 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan terkait kegiatan perdagangan tanpa memiliki perizinan berusaha, dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara atau denda Rp10 miliar. (Mdn) 

DJ Panda Hibur dan Semarakkan BHC, Siger Sore Run: Tumbuhkan Semangat Hidup Sehat


REFORMASI-ID | - Lampung Selatan - Suasana Bakauheni Harbour City (BHC), Lampung Selatan, semakin semarak. Ratusan peserta ambil bagian dalam Siger Sore Run yang mengusung semangat “Escape the Routine, Run the Route”. Yang berlangsung diobjek destinasi wisata kawasan Bakauheni Harbour City (BHC). Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Sabtu, 03/10/2026.

Kegiatan lari tersebut secara resmi dibuka oleh Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Nana Sutisna, didampingi Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry Bunga Herlina Oktaviyanti. Pelepasan peserta menjadi penanda dimulainya ajang olahraga yang memanfaatkan kawasan Bakauheni Harbour City sebagai lokasi kegiatan.

Dengan penuh antusias, para peserta mengikuti rute yang telah disiapkan panitia. Selain menjadi ajang olahraga dan menjaga kebugaran, Siger Sore Run juga menjadi cara untuk mengajak masyarakat menikmati kawasan BHC melalui kegiatan yang sehat, kreatif, dan rekreatif.

Dalam sambutannya saat pelepasan Siger Run Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry Bunga Herlina Oktaviyanti, menyampaikan. Siger Sore Run merupakan bagian dari rangkaian kegiatan di kawasan BHC yang turut diramaikan dengan Siger Culinary Village, Siger Culture Fest, Siger Community Showcase, Siger Kids Festival, hingga Siger Sounds Project.


"Kenali diri masing-masing, tau batas diri dan jangan memaksakan, jaga kesehatan. Kita mau fun run, mau senang-senang enjoy aja larinya. Terimakasih sekali lagi. Kita tunggu event-event selanjutnya lari lagi di Bakauheni Harbour City," ujar Bunga Herlina. 

Tak hanya itu puncak kemeriahan pada malam hari terpantau dipelataran Tribun Amphitheater Bakauheni Harbour City dipadati ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan penampilan sejumlah musisi dan hiburan.

Diantaranya menghadirkan MR Jono Joni, Enau, Ari Lesmana, serta penampilan DJ Panda dan DJ Firza yang membuat suasana kawasan Amphitheater semakin meriah.


Dentuman musik dan antusiasme penonton membuat suasana BHC semakin menggelegar. Ribuan pengunjung tampak memenuhi area Amphitheater untuk menyaksikan langsung penampilan para musisi.

Selain itu juga terlihat banyaknya pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Lampung Selatan, pengunjung juga datang dari sejumlah daerah lain, seperti Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, hingga luar Provinsi Lampung, termasuk Palembang.

Sementara itu Project Head Bakauheni Harbour City Mario Sardadi, menambahkan. Membludaknya pengunjung tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai kegiatan mulai dari kuliner UMKM lokal, Olahraga, Hiburan, seni, dan kreativitas yang digelar di kawasan Bakauheni Harbour City.


"Rangkaian kegiatan tersebut sebagai suport nyata bagi UMKM lokal, sekaligus memperkuat posisi Bakauheni Harbour City (BHC) sebagai salah satu kawasan destinasi wisata dan ruang publik yang menawarkan berbagai aktivitas bagi masyarakat, baik olahraga, seni budaya, komunitas, maupun hiburan musik," pungkas Mario Sardadi. (Mdn)

Dari Sinte Sampai Judol, Sendang Agung Darurat Narkoba


REFORMASI-ID | LAMPUNG TENGAH  - Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, kini berada di ambang krisis sosial. Peredaran narkoba jenis tembakau sintetis (sinte) dan sabu serta maraknya judi online (judol) telah masuk hingga ke dusun-dusun dan mengancam masa depan pemuda. Kondisi darurat ini menjadi perbincangan disetiap sudut kampung. Minggu, 04/10/2026.

Data yang dihimpun dari dari warga menyebutkan, dalam beberapa bulan terakhir setidaknya ada tiga pemuda yang mengalami halusinasi berat hingga kejang-kejang usai mengonsumsi sinte yang dibeli secara online.

Kanit Reskrim  Polsek Kalirejo, Aiptu Rusdianto, membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, pola peredaran kini jauh lebih sulit dideteksi karena tidak lagi melalui bandar besar.

"Transaksi sekarang sistem tempel dan COD lewat media sosial. Barang ditaruh di kebun, di pemakaman umum bahkan di tiang listrik, pembeli tinggal ambil foto lokasinya. Untuk judol, cukup pakai HP, deposit Rp10 - 25 ribu sudah bisa main," jelasnya.

Menanggapi situasi tersebut, Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKB Dapil VII Lampung Tengah, Munir Abdul Haris, S.Sos.I., mengaku sangat prihatin dan menyebut kondisi Sendang Agung sudah masuk kategori darurat narkoba dan judol. 

Saat ditemui awak media ini di sela-sela kegiatannya beberapa waktu lalu, Munir menegaskan bahwa persoalan narkoba dan judol tidak bisa diselesaikan hanya oleh aparat kepolisian saja.

"Ini sudah darurat, keluhan soal narkoba sinte dan judol ini selalu muncul dari orang tua. Generasi kita terancam. Negara tidak boleh kalah dengan bandar," tegas Munir yang juga anggota Komisi III DPRD Lampung ini.

Menurut Munir, maraknya sinte dengan harga Rp 10 sampai 25 ribuan per linting dan judol yang mudah diakses menjadi bukti lemahnya pengawasan dan minimnya kegiatan positif bagi pemuda di kampung.

Ia menjelaskan, pengguna yang terjaring rata-rata masih berusia produktif, 17 hingga  30 tahu, dengan latar belakang petani, butuh tani, hingga pelajar. Bahkan beberapa diantaranya masih usia SMA.

Munir menilai, Kecamatan Sendang Agung belum sepenuhnya bebas dari ancaman narkoba dan judol. Ada beberapa warga yang telah terjerumus dan kini dalam proses pembinaan.

Menurutnya, faktor ekonomi, rendahnya literasi digital, serta minimnya kegiatan positif bagi pemuda menjadi celah masuknya narkoba dan judol ke kampung.

"Tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Perlu peran semua pihak, mulai dari orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat sampai karang taruna untuk menjaga anak-anak kita. Jangan sampai Sendang ini benar-benar menjadi kampung darurat narkoba," tegas Munir Abdul Haris.

Munir menambahkan, pihaknya di DPRD Provinsi akan mendorong BNNP Lampung dan Dinas Kominfo untuk turun langsung ke Sendang Agung. 

"Blokir situs judol saja tidak cukup, harus ada edukasi dan rehabilitasi. Saya juga akan mengawal agar Dana Desa bisa dipakai untuk kegiatan anti-narkoba dan anti-judol," tambahnya.

Sementara, Kepala Kampung Sendangasih, Gunanto, menyambut baik pernyataan tersebut. Ia berharap adanya perhatian khusus dari anggota DPRD Provinsi agar kampung-kampung di Sendang Agung mendapat program penyuluhan dan rehabilitasi gratis bagi pemuda yang terlanjur terpapar.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut melapor Jika mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungannya. Identitas pelapor dijamin aman dan akan ditindaklanjuti secara profesional. Sebab, jika tidak segera ditangani secara bersama-sama, ancaman sinte dan judol dikhawatirkan akan benar-benar menghancurkan generasi muda Sendang Agung. (**)

03 Oktober 2026

Fast Respon dan Wujud Polri Untuk Masyarakat, Polrestabes Palembang Gelar Posko Pengobatan Gratis


REFORMASI-ID | PALEMBANG - Wujudkan Polri untuk masyarakat dan aksi nyata maksimalkan pelayanan PRESISI Polrestabes Palembang gelar Posko pengobatan gratis bagi masyarakat menderita ISPA dampak dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayah hukum Polrestabes Palembang. Sabtu, 03/10/2026.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., menyampaikan, pembuatan posko kesehatan untuk masyarakat yang menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Mako polrestabes Palembang. Kondisi pencemaran udara saat ini mencapai kategori berbahaya dengan IKU 561 per hari ini pukul 22.00 WIB.

"Sesuai data dari dinas kesehatan bahwa hingga hari ini, terdapat 12.589 kasus baru hanya dalam rentang waktu 1 hingga 21 September 2026 Masyarakat yg menderita ISPA dan secara keseluruhan tahun 2026 kasus ISPA di Palembang tembus hingga 125.721 kasus," jelas Kapolrestabes Palembang Kombes Sonny.

Lebih lanjut sebutnya. Polrestabes Palembang membuat posko pengobatan gratis untuk membantu masyarakat untuk mengatasi gejala awal seperti Demam, Batuk, Radang tenggorokan, dan Flu sehingga tidak akan menimbulkan komplikasi yang lebih parah.

"Kami berkoordinasi dan melibatkan 3 dokter Umum dan 6 perawat dari Sie Kesehatan polrestabes Palembang, Biddokes Polda Palembang, Rumah sakit Bhayangkara untuk menambah tenaga medis, obat obatan termasuk peralatan medis juga Dinas Kesehatan Kota Palembang stanby melayani masyarakat diposko," ujarnya.


Selain itu ungkap Kapolrestabes Palembang menjelaskan. Polrestabes Palembang tidak hanya melayani pengobatan gratis, personel Polrestabes Palembang juga secara masif membagikan ribuan masker gratis kepada para pengguna jalan, pejalan kaki, serta anak-anak sekolah di sekitar lokasi.

"Petugas dilapangan turut memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga protokol kesehatan di luar ruangan di tengah situasi udara yang tidak sehat," ungkapnya.

dalam pada itu Kombes Sonny menegaskan Polrestabes Palembang menghimbau masyarakat Kota Palembang yang mengalami gejala klinis penurunan kesehatan akibat asap untuk segera mengunjungi Posko Pengobatan ISPA Polrestabes Palembang atau fasilitas kesehatan terdekat.

"Apabila mengalami gejala tersebut agar segera melaporkan untuk mendapatkan penanganan medis yang prima sebelum gejalanya memburuk," pungkasnya. (Mudian)

02 Oktober 2026

Pastikan Pasokan Listrik Aman, Kombes Pol Ananta Giarinto Pimpin Review Dokumen SMP DCC dan Server Scada Jawa Tengah



REFORMASI-ID | Semarang - Tim Klarifikasi Baharkam Polri sukses menuntaskan rangkaian kegiatan hari ketiga evaluasi implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) pada Objek Vital Nasional (Obvitnas) Distribution Control Center (DCC) dan Server Scada Jawa Tengah pada Jumat (2/10/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kresna PLN UP2D Jawa Tengah ini berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

Ketua Tim Klarifikasi Baharkam Polri, Kombes Pol Ananta Giarinto, S.H., menegaskan pentingnya penguatan sistem keamanan pada infrastruktur ini. Menurutnya, DCC dan Server Scada merupakan jantung dari distribusi kelistrikan di wilayah Jawa Tengah yang memegang peran vital, baik bagi aktivitas masyarakat maupun sektor industri. Oleh sebab itu, pemenuhan standar pengamanan yang ketat menjadi prioritas utama guna mengantisipasi segala bentuk gangguan.

"Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di DCC dan Server Scada Jawa Tengah telah berjalan sesuai regulasi dan mampu memitigasi risiko secara optimal," ujar Kombes Pol Ananta Giarinto dalam keterangan tertulisnya.

Agenda hari ketiga ini difokuskan pada pendalaman berkas serta hasil temuan audit sebelumnya. Sejak pukul 08.00 WIB, tim gabungan dari Mabes Polri dan Polda Jateng langsung melakukan wawancara intensif terkait tindak lanjut temuan audit pada Elemen IV dan Elemen V. Proses evaluasi kemudian dilanjutkan pada siang hingga sore hari dengan agenda review menyeluruh terhadap dokumen Elemen I sampai dengan Elemen V, sebelum akhirnya resmi ditutup pada pukul 18.00 WIB.

Dalam pelaksanaannya, Tim Klarifikasi Baharkam Polri didampingi oleh AKP Tiwi Prabaningrum, S.Tr.K., S.I.K. selaku Sekretaris, Kompol Umiyati, S.H. dan IPDA Yuni Nurul Fitriatiningsih, S.Psi., M.M. dari Polda Jateng, serta Dra. Henny Posumah, M.M. dan Mahmur, S.H., M.Pd. selaku Anggota Tim.

Dari pihak eksternal, hadir langsung Manager UP2D Jawa Tengah Moh. Khozain beserta jajaran manajemen, Manager K3L dan Keamanan PLN UID Jawa Tengah Yudi Dharyadi, serta jajaran Auditor Internal DCC dan Server SCADA Jawa Tengah. Sinergi yang kuat antara kepolisian dan pihak PLN ini diharapkan dapat terus meningkatkan standar keamanan fisik maupun siber pada sistem kontrol distribusi listrik di Jawa Tengah.

Melalui Vicon, Danrem 044/Gapo Perkuat Sinergi Penanganan Bencana


REFORMASI-ID | Palembang – Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengikuti kegiatan video conference di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Sumatera Selatan. Jum'at, 02/10/2026.

Kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi dan koordinasi untuk membahas perkembangan situasi wilayah, langkah-langkah penanganan bencana, serta kesiapan personel dan sarana prasarana dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.

Dalam kegiatan ini, Danrem 044/Gapo menegaskan pentingnya kerja sama dan keterpaduan langkah antara TNI, pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait lainnya. 


"Koordinasi yang baik diperlukan agar setiap perkembangan situasi dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terarah," tegas Danrem 044/Gapo.

Selain itu lanjut Brigjen TNI Khabib, kesiapsiagaan seluruh unsur terkait menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat. Melalui komunikasi yang berkesinambungan, diharapkan setiap kendala di lapangan dapat segera dikoordinasikan dan dicarikan solusi bersama.

"Korem 044/Gapo terus berkomitmen mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana, baik melalui koordinasi, pemantauan situasi, maupun pengerahan personel sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku," tandasnya menuturkan. (Mdn) 

Kombes Norul Hidayat, Pimpin Tim Bintek Audit "SMP" Obvitnas di PT. Timah (Persero) Tbk



REFORMASI-ID | Bangka - Tim Bimbingan Teknis (Bintek) implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari Korsabhara Baharkam Polri sukses menggelar rangkaian kegiatan hari ketiga di ruang rapat Emidinary 3, Lantai 1 Hotel Aston, Bangka. Kegiatan yang berlangsung maraton ini fokus pada pendalaman dan pemeriksaan dokumen krusial untuk memperkuat pilar keamanan perusahaan pertambangan negara tersebut.

Rangkaian kegiatan Bintek ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Audit, Kombes Pol Norul Hidayat, S.I.K., didampingi oleh Sekretaris Tim Kompol Yuli Astiti, S.H., M.H., serta anggota tim yang terdiri dari Budi Purwoto, S.E., Drs. Rahardy, dan Novey Noer Yustisia, S.Sos.

Dari pihak eksternal, kegiatan dihadiri secara intensif oleh para Division Head dan Department Head PT Timah (Persero) Tbk dari wilayah operasional Bangka, Belitung, dan Kundur, bersama Tim SMP internal perusahaan, serta perwakilan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dari PT SP dan PT ISS.

Pendalaman Pola dan Konfigurasi Pengamanan

Kegiatan hari ketiga dimulai sejak pagi dengan agenda safety induction di Aston Emidary Bangka Hotel Conference Center, yang dilanjutkan dengan wawancara mendalam serta pemeriksaan dokumen bersama manajemen dan staf PT Timah.

Dalam arahannya di sela-sela kegiatan, Ketua Tim Bintek Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Norul Hidayat, S.I.K., menekankan pentingnya sinergi dan komitmen dalam penerapan standar keamanan modern.

"Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen vital untuk memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan dan perlindungan aset Obvitnas. Kami di sini untuk memberikan asistensi agar pola dan konfigurasi pengamanan di PT Timah semakin solid serta adaptif terhadap potensi ancaman," ujar Kombes Pol Norul Hidayat.

Fokus utama pembahasan pada hari ketiga ini terbagi ke dalam dua elemen vital:

1. Elemen II (Pola Pengamanan): Pemeriksaan materi ini mendominasi sebagian besar sesi pengerjaan dari pagi hingga malam hari guna memastikan skema perlindungan aset negara berjalan terstruktur.

2. Elemen III (Konfigurasi Pengamanan): Memasuki sesi malam, tim bergerak memeriksa spesifikasi teknis dan pengorganisasian komponen keamanan pada sub-elemen III A.7.

Hasil Capaian dan Rekomendasi

Berdasarkan hasil evaluasi dan verifikasi dokumen yang berlangsung hingga malam, Tim Bintek Baharkam Polri menelurkan sejumlah poin penting:

• Saran dan Perbaikan: Tim memberikan rekomendasi taktis terkait perbaikan dokumen SMP Obvitnas PT Timah (Persero) Tbk, khususnya pada tata kelola Elemen II (Pola Pengamanan) dan Elemen III (Konfigurasi Pengamanan).

UNSW Pusat Studi Kepolisian: Memahami Kekerasan, Merawat Kebhinekaan



REFORMASI-ID | Salatiga - Memahami kekerasan tidak cukup hanya dengan melihat peristiwa ketika kekerasan terjadi. Di baliknya terdapat proses, lingkungan, cara pandang, serta berbagai faktor sosial yang perlu dipahami secara lebih mendalam.

Semangat tersebut menjadi bagian dari peran Pusat Studi Kepolisian yang terus membuka ruang perjumpaan antara ilmu kepolisian, pengalaman praktis, dan berbagai disiplin ilmu di perguruan tinggi. Pusat studi tidak hanya menjadi tempat membicarakan persoalan kepolisian, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman lapangan dengan perspektif akademik, sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat dikaji secara lebih utuh.

Kolaborasi dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menjadi salah satu bentuk bagaimana pengalaman dan pengetahuan tersebut dibawa ke lingkungan akademik untuk didiskusikan secara terbuka. Melalui ruang seperti ini, mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung dengan para ahli, sementara pengalaman kepolisian dapat diperkaya melalui perspektif ilmu pengetahuan.

Salah satu pertemuan tersebut berlangsung dalam Kuliah Umum bertema “Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Persatuan” di Balairung UKSW, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026).

Kuliah umum menghadirkan Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., Kasatgas Pusat Studi Terorisme, sebagai narasumber. Dengan pengalaman panjang dalam bidang kepolisian dan penanggulangan terorisme, Rycko membawa perspektif praktis ke ruang akademik untuk dibahas bersama mahasiswa dan sivitas akademika UKSW.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi UKSW, Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., menekankan pentingnya menjadikan kampus sebagai ruang pembelajaran yang aktif, terbuka, dan menyenangkan.

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pendengar. Mereka perlu menjadi bagian aktif dalam proses pembelajaran, berani bertanya, berpikir kritis, terbuka terhadap perbedaan, dan mampu membangun dialog," ujar Sri Suwartiningsih.

Menurutnya, proses pembelajaran perlu dibangun melalui joyful learning, sehingga mahasiswa dapat membahas persoalan kebangsaan yang kompleks dengan suasana terbuka dan konstruktif.

Memahami kekerasan dari prosesnya

Dalam paparannya, Rycko menjelaskan bahwa kekerasan ekstrem tidak muncul begitu saja.

Intoleransi, kebencian, marginalisasi, diskriminasi, pengalaman ketidakadilan, konflik, lingkungan sosial, hingga proses pencarian identitas dapat menjadi bagian dari kondisi yang perlu dipahami dalam proses radikalisasi.

Karena itu, perhatian tidak cukup diarahkan pada tindakan kekerasan yang sudah terjadi.

"Yang perlu dipahami bukan hanya tindakan akhirnya, tetapi proses yang terjadi sebelumnya—bagaimana kebencian terbentuk, bagaimana intoleransi berkembang, dan bagaimana sebuah gagasan dapat berubah menjadi pembenaran terhadap kekerasan," jelas Rycko.

Pemahaman tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat gagasan dapat menyebar dengan cepat.

Video pendek, meme, musik, animasi, media sosial, komunitas daring hingga interaksi melalui permainan digital dapat menjadi bagian dari lingkungan tempat gagasan berkembang.

Karena itu, generasi muda membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital.

"Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menyaring, dan menguji informasi yang mereka terima. Jangan sampai ruang digital justru menjadi ruang yang membentuk kebencian dan kekerasan," kata Rycko.

Memahami ekstremisme tanpa memberi stigma

Dalam kuliah tersebut, peserta juga diperkenalkan pada berbagai bentuk ekstremisme, antara lain Religiously Motivated Violent Extremism (RMVE), Ideologically Motivated Violent Extremism (IMVE), dan Nihilistic Violent Extremism (NVE).

Pembahasan ini menunjukkan bahwa ekstremisme memiliki latar belakang dan karakter yang beragam.

Karena itu, fenomena tersebut perlu dikaji secara hati-hati dan berbasis pengetahuan. Pendekatan akademik membantu mahasiswa membedakan antara perbedaan pendapat, sikap kritis, radikalisme, ekstremisme, dan tindakan kekerasan.

Mahasiswa berdialog langsung dengan ahli

Kuliah umum tidak berhenti pada penyampaian materi. Mahasiswa UKSW aktif mengajukan pertanyaan mengenai demokrasi, kebebasan berekspresi, kesetaraan, kepastian hukum, asas legalitas, penegakan hukum, hingga keadilan.

Salah satu pembahasan menyentuh bagaimana kebebasan dapat berjalan bersama tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Rycko menjelaskan bahwa kebebasan berekspresi merupakan bagian penting dari demokrasi, namun tetap perlu dijalankan dalam koridor hukum dan tidak diarahkan untuk membangun kebencian atau merugikan pihak lain.

Pembahasan lain menyentuh penegakan hukum. Menurut Rycko, tindakan kepolisian harus berpedoman pada hukum dan dilaksanakan secara profesional, proporsional, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Dialog tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan ekstremisme tidak berdiri sendiri. Ia bersinggungan dengan hukum, demokrasi, kebebasan, keadilan, pendidikan, dan kehidupan sosial.

UKSW sebagai ruang kebhinekaan

Tema “Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Persatuan” menemukan konteksnya di lingkungan UKSW.

Dalam forum tersebut, UKSW mendapat apresiasi sebagai “kampus miniatur Indonesia” karena keberagaman sivitas akademikanya.

Sri Suwartiningsih menilai keberagaman tersebut merupakan bagian dari kekuatan proses pendidikan.

"Kebersamaan, kolaborasi, kepedulian, dan saling mendukung menjadi penting agar perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan dalam kehidupan bersama," ujarnya.

Menurutnya, kampus perlu menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa untuk bertanya, berdialog, dan belajar memahami perspektif yang berbeda.

Dengan demikian, toleransi tidak berhenti sebagai teori. Mahasiswa mengalaminya dalam keseharian ketika belajar bersama, berdiskusi, bekerja dalam kelompok, dan membangun hubungan sosial dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Kolaborasi kampus dan pengembangan ilmu kepolisian

Kegiatan di UKSW mencerminkan pentingnya mempertemukan perguruan tinggi dengan institusi yang memiliki pengalaman langsung dalam menangani berbagai persoalan masyarakat.

Pusat Studi Kepolisian terus membuka jejaring dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari pengembangan ilmu kepolisian. Kolaborasi dapat berkembang melalui kuliah umum, penelitian, diskusi ilmiah, publikasi, pengembangan kajian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Dengan jejaring yang semakin luas, ilmu kepolisian dapat terus berinteraksi dengan ilmu hukum, sosial, psikologi, komunikasi, teknologi, pendidikan, dan bidang ilmu lainnya.

Bagi mahasiswa, perjumpaan tersebut memberikan kesempatan untuk belajar bukan hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman para ahli dan praktisi.

Memahami untuk mencegah

Pada akhirnya, pembahasan mengenai radikalisme, ekstremisme, dan terorisme bukan untuk membangun ketakutan, melainkan memperluas pemahaman.

Pendidikan dan dialog dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang mampu mengenali persoalan, memahami perbedaan, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Dari ruang akademik UKSW, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan menguji gagasan.

Dari Pusat Studi Kepolisian, pengalaman dan pengetahuan kepolisian dibawa ke ruang ilmu pengetahuan.

Keduanya bertemu dalam satu tujuan yang lebih luas: memahami masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga kehidupan yang damai, toleran, dan tetap bersatu dalam kebhinekaan.

Polda Sumsel Optimalkan Sisa Waktu Operasi Sikat Musi 2026, 591 Tersangka Diamankan


REFORMASI-ID | PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama jajaran mengungkap 208 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau 3C selama delapan hari pelaksanaan Operasi Sikat Musi 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 202 tersangka. Jum'at, 02/10/2026.

Selain perkara 3C, jajaran Polda Sumsel juga mengungkap 392 kasus premanisme dengan mengamankan 389 tersangka. Dengan demikian, selama delapan hari operasi, kepolisian mengungkap 600 kasus dan mengamankan total 591 tersangka.

Operasi Sikat Musi 2026 berlangsung selama 16 hari, mulai 24 September hingga 9 Oktober 2026. Operasi tersebut menyasar berbagai bentuk kejahatan yang dinilai meresahkan masyarakat, khususnya tindak pidana 3C dan aksi premanisme.

Kasatgas Humas Operasi Sikat Musi 2026 Kompol I Putu Suryawan, S.H., S.I.K. mengatakan capaian pengungkapan pada delapan hari pertama menunjukkan aktivitas penegakan hukum yang terus dilakukan jajaran kepolisian di lapangan.

“Kami terus bergerak aktif di lapangan untuk menindak tegas pelaku kejahatan 3C maupun premanisme demi memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat,” ujar Putu.

Pengungkapan ratusan perkara tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. Jajaran Polda Sumsel juga terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap potensi gangguan kamtibmas selama operasi berlangsung.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan Polda Sumsel akan terus mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Sikat Musi 2026 hingga batas waktu yang telah ditetapkan. 

“Kami memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan maksimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kamtibmas dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” ujar Nandang.

Operasi Sikat Musi 2026 masih berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Kepolisian mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta segera menyampaikan informasi mengenai dugaan tindak pidana kepada pihak kepolisian terdekat. (Mdn) 

Gagalkan 27 Kg Sabu, KSKP Bakauheni: Modus Pelaku Modifikasi Kendaraan



REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN – Kejelian petugas saat memeriksa sebuah Toyota Innova Reborn di Area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, mengungkap modus penyembunyian 27 kilogram sabu yang dibawa dari Aceh menuju Jakarta.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., menjelaskan pengungkapan tersebut bermula ketika anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan melakukan pemeriksaan kendaraan di area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

“Sabu tersebut disembunyikan dengan cara memodifikasi kendaraan menggunakan plat besi. Sebanyak 21 paket disembunyikan di bagian bawah kendaraan, sementara enam paket lainnya ditempatkan di bagian bawah jok atau kursi belakang yang juga telah dimodifikasi,” kata Deddy, Kamis 1 Oktober 2026.

Petugas melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap kendaraan yang melintas. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan paket yang disembunyikan di bagian kendaraan yang telah dimodifikasi menggunakan plat besi.

"Kendaraan yang diperiksa merupakan Toyota Innova Reborn 2.0 G A/T warna hitam dengan nomor polisi D 1859 AHD. Mobil tersebut dikendarai dua tersangka berinisial DS dan SD," jelas Kapolres Lampung Selatan.

Dalam pemeriksaan, polisi menemukan 21 bungkus paket besar warna silver yang diduga berisi sabu di bagian sasis bawah mobil sebelah kiri. Bagian tersebut dibuat dengan tambahan plat besi sehingga dapat digunakan sebagai tempat menyembunyikan barang.

Petugas kemudian menemukan enam paket lainnya di bagian bagasi belakang atau bawah jok kursi belakang kendaraan yang juga telah dimodifikasi.

"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, total barang bukti narkotika yang diamankan mencapai 27 bungkus paket warna hijau kombinasi kuning bertuliskan Qing Shan, dengan berat netto 27.000 gram atau 27 kilogram sabu," ujarnya.

Menurut keterangan DS dan SD kepada penyidik, sabu tersebut dibawa dari Aceh menuju Jakarta atas perintah THL, yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kedua tersangka disebut berperan sebagai pembawa sabu tersebut. Masing-masing dijanjikan memperoleh upah sebesar Rp100 juta apabila berhasil membawa narkotika dari Aceh menuju Jakarta.

“Kedua tersangka terancam pidana mati atau penjara hingga 20 tahun, sementara 27 kilogram sabu yang disita bernilai sekitar Rp27 miliar dan diperkirakan dapat menyelamatkan 108.000 jiwa dari penyalahgunaan narkotika.” pungkas AKBP. Deddy. (Mdn)