02 Oktober 2026
01 Oktober 2026
Bandar Lampung Peringkat 395 Kota Dunia Di Global Cities Index 2026
REFORMASI-ID | LAMPUNG — Bandar Lampung menempati peringkat 395 dalam daftar 1.000 kota terbesar di dunia dalam Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics. Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui laman resmi Oxford Economics di https://www.oxfordeconomics.com/global-cities-index/.
Capaian tersebut menempatkan Bandar Lampung sebagai salah satu dari 10 kota Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam Global Cities Index 2026. Posisi Bandar Lampung berada setelah Jakarta, Surabaya, Medan, Padang, Denpasar, dan Makassar, serta berada di atas sejumlah kota Indonesia lainnya yang masuk dalam daftar pemeringkatan.
Global Cities Index merupakan pemeringkatan yang mengukur kinerja kota-kota dunia melalui lima dimensi utama, yakni Economics, Human Capital, Quality of Life, Environment, dan Governance. Kelima aspek tersebut digunakan Oxford Economics untuk melihat berbagai karakteristik dan kinerja kota secara lebih luas, tidak hanya berdasarkan kekuatan ekonominya.
Posisi Bandar Lampung di peringkat 395 dunia menjadi perhatian karena kota ini memiliki peran strategis sebagai salah satu pintu gerbang utama Pulau Sumatera. Bandar Lampung menjadi simpul penghubung antara Pulau Sumatera dan Jawa, sekaligus pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, jasa, dan mobilitas masyarakat di Provinsi Lampung.
Letak geografis tersebut memberikan Bandar Lampung peran penting dalam jaringan logistik dan konektivitas regional. Pergerakan orang dan barang dari Pulau Jawa menuju berbagai wilayah di Sumatera maupun sebaliknya turut menjadikan Bandar Lampung sebagai salah satu pusat aktivitas perkotaan penting di kawasan Sumatera bagian selatan.
Meski demikian, masuknya Bandar Lampung dalam jajaran 395 Kota di Dunia tidak hanya menjadi capaian, tetapi juga menjadi gambaran mengenai tantangan pembangunan kota ke depan. Peningkatan kualitas hidup, sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, serta keberlanjutan lingkungan menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing Bandar Lampung.
Dengan posisi 395 dunia dalam Global Cities Index 2026, Bandar Lampung menunjukkan bahwa kota di Sumatera bagian selatan memiliki tempat dalam peta perkotaan global. Tantangannya kini adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan posisi tersebut melalui pembangunan kota yang semakin terhubung, inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kualitas hidup yang baik bagi masyarakat. (**)
Lanal Lampung Gelar Kenaikan Pangkat, Danlanal Resmi Sandang Kolonel
REFORMASI-ID | LAMPUNG - TNI AL, Jala Wira Saburai. Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung Letkol Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP., resmi naik pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Kolonel Laut (P) pada periode 1 Oktober 2026.
Kenaikan pangkat tersebut ditandai melalui Upacara Kenaikan Pangkat Perwira Menengah (Pamen) Kala Periode 1 Oktober 2026 yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, S.T., M.M., bertempat di Lobby Selasar Mako Kodaeral III, Jakarta Utara, Kamis (1/10/2026).
Kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian sekaligus amanah untuk meningkatkan kualitas diri, profesionalisme, disiplin serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.
Mengawali langkah dengan pangkat baru, Kolonel Laut (P) Irianto Kurniawan, B.Eng., M.S.S., M.Tr.Opsla., CRMP., menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad untuk menjadikan kenaikan pangkat sebagai motivasi dalam meningkatkan pengabdian.
"Saya sangat bersyukur atas kenaikan pangkat ini. Bagi saya, pangkat bukan sekadar tanda kenaikan jenjang, tetapi sebuah amanah dan tanggung jawab yang harus dijawab dengan kerja nyata, profesionalisme dan pengabdian," tuturnya.
Selain itu Sebut Danlanal Lampung, menyampaikan terima kasih kepada pimpinan, keluarga dan seluruh personel yang selama ini telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan Semog.
"Semoga saya dapat terus memberikan yang terbaik bagi TNI Angkatan Laut, satuan, bangsa dan negara," ungkapnya.
Menurutnya. Momentum kenaikan pangkat ini juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga integritas dan memperkuat profesionalisme.
"Utamanya dalam setiap melaksanakan tugas serta terus memberikan pengabdian terbaik bagi TNI Angkatan Laut, bangsa dan negara," pungkasnya. (Mdn)
Ketum Senkom Mitra Polri: Selamat Mengemban Amanah kepada Kapolri dan Wakapolri Baru
REFORMASI- ID | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dengan Pangkat Jenderal Polisi dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan tersebut mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat termasuk Senkom Mitra Polri. Ketua Umum Senkom Mitra Polri Prof. Dr. KP. H. Katno Hadi, S.E., M.M., M.H. menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat atas amanah baru yang dipercayakan negara kepada keduanya.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Senkom Mitra Polri, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto atas amanah sebagai Kapolri dan kepada Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. Semoga keduanya senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas serta membawa Polri semakin dekat dan hadir di tengah masyarakat,” ujar Katno Hadi saat dihubungi terpisah.
Menurutnya, pergantian kepemimpinan di tubuh Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus momentum untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh Indonesia.
“Senkom Mitra Polri siap terus memperkuat sinergi dan komunikasi dengan Polri dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kami berharap kepemimpinan Kapolri dan Wakapolri yang baru dapat semakin memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat serta membangun kolaborasi dengan seluruh elemen bangsa,” kata Katno Hadi.
Pelantikan Suyudi berlangsung setelah DPR RI menyetujui pengangkatannya sebagai Kapolri melalui Rapat Paripurna DPR RI. Sebelumnya, Komisi III DPR RI menyetujui Suyudi secara aklamasi setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolri. Sebelum ditetapkan sebagai Kapolri, Suyudi tercatat menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dalam agenda pelantikan tersebut, Presiden Prabowo juga melantik Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.
Sebelumnya, Wahyu Hadiningrat menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran.
Keputusan Presiden mengenai pengangkatan Suyudi Ario Seto dan Wahyu Hadiningrat dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Mayor Jenderal TNI Wahyu Yudhayana.
Ketum Senkom Dorong Penguatan Sinergi Polri dan Masyarakat
Katno Hadi menilai keberadaan Polri memiliki posisi penting dalam menciptakan rasa aman sekaligus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Karena itu, Senkom Mitra Polri berharap kepemimpinan baru di tubuh Polri dapat terus membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai organisasi kemasyarakatan dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.
“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polri memiliki peran strategis sebagai institusi negara sementara masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan membangun kepedulian terhadap keamanan di sekitarnya. Sinergi dan kolaborasi inilah yang perlu terus diperkuat,” pungkas Katno Hadi. (TJ)
Ungkap Narkotika Polres Lampung Selatan Sita 79,2 Kg Sabu, 335.483 Jiwa Terselamatkan
REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN — Polres Lampung Selatan mengungkap 27 kasus tindak pidana narkotika sepanjang September 2026, termasuk melalui Operasi Antik Krakatau 2026 yang digelar pada 14-27 September 2026. Dari rangkaian pengungkapan tersebut, polisi mengamankan puluhan tersangka dan menyita narkotika dalam jumlah besar. Kamis, 01/10/2026.
Saat konferensi pers Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., mengatakan keseluruhan pengungkapan itu melibatkan 34 tersangka, terdiri dari 33 laki-laki dan satu perempuan.
“Dari 27 laporan polisi yang kami ungkap, kami mengamankan 34 tersangka, terdiri dari 33 laki-laki dan satu perempuan, dengan barang bukti 79.230,31 gram sabu, 8.556 gram ganja, 9.954 cartridge etomidate, serta 26 butir ekstasi,” kata Deddy.
Lebih lanjut Kapolres. Khusus dalam Operasi Antik Krakatau 2026, Polres Lampung Selatan mengamankan 25 tersangka dengan barang bukti 29.219,1 gram sabu dan 26 butir ekstasi. Enam tersangka di antaranya merupakan Target Operasi (TO), terdiri dari tiga orang yang ditargetkan sebagai pengedar dan tiga lainnya sebagai pengguna. Operasi tersebut juga diwarnai kegiatan razia di sejumlah lokasi hiburan malam sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
"Pengungkapan kasus dilakukan di berbagai wilayah hukum Polres Lampung Selatan, termasuk kawasan Seaport Interdiction Bakauheni serta sejumlah wilayah kecamatan seperti Natar, Penengahan, Ketapang, Jati Agung, Tanjung Bintang, Kalianda, Katibung, Tanjung Sari, Palas, Merbau Mataram, dan Candipuro," ujarnya.
"Dalam sejumlah perkara, pelaku diduga menyembunyikan narkotika di bagasi dan sasis kendaraan yang telah dimodifikasi, tas, wadah permen, kotak rokok, hingga tempat lainnya," timpalnya menjelaskan.
Dalam pada itu AKBP Deddy menegaskan pemberantasan narkotika dilakukan bersamaan dengan langkah pencegahan dan pelibatan masyarakat. Polres Lampung Selatan berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika di Lampung Selatan.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba,” pungkas AKBP Deddy. (Mdn)
Kombes Norul Hidayat, Pimpin Tim Bintek Audit "SMP" Obvitnas di PT. Timah (Persero) Tbk
Babinsa Koramil 04/Jati Asih Sisir Permukiman Warga Bersama dan Linmas, Antisipasi Gangguan Kamtibmas
30 September 2026
Kejari Kota Bekasi Gelar Giat Pemusnahan Barbuk Perkara Tindak Pidana yang Sudah Inkracht
Perkuat Pengamanan Obvitnas, Baharkam Polri Evaluasi Implementasi SMP di PLN Jawa Tengah
SP2MI Dorong Penguatan Literasi di 38 PKBM Jakarta Utara, Sasar Anak Putus Sekolah
Media Reformasi, JAKARTA UTARA — Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) terus mendorong penguatan budaya literasi melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Jakarta Utara. Gerakan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi digital, tetapi juga diproyeksikan mendukung pendampingan anak yang tidak lagi bersekolah maupun yang putus sekolah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan peringatan Hari Literasi di PKBM Mutiara Hati, Jalan Moa, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus SP2MI Jakarta Utara, pengelola PKBM, tutor, serta warga belajar.
Ketua Umum SP2MI Drs. Amirudin Yusuf mengatakan, momentum Hari Literasi menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan literasi melalui jalur pendidikan nonformal. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk kembali membangun kesadaran warga belajar mengenai pentingnya membaca dan memiliki kemampuan literasi.
“Bulan literasi ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran warga belajar PKBM, khususnya di Jakarta Utara, agar kembali menumbuhkan semangat membaca dan kesadaran berliterasi,” kata Amirudin.
Ia menjelaskan, Jakarta Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian SP2MI karena memiliki jumlah penduduk yang cukup padat. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu alasan untuk memperluas gerakan literasi di lingkungan pendidikan nonformal.
Amirudin menambahkan, rangkaian kegiatan literasi sepanjang September juga selaras dengan dorongan pemerintah di sektor pendidikan nonformal agar PKBM turut memperingati dan mengembangkan berbagai program yang berkaitan dengan literasi.
Menurut dia, kegiatan literasi seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Program tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan melalui aktivitas membaca, pembelajaran, penguatan literasi digital, serta berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan warga belajar.
“Dengan gerakan literasi yang semakin masif, kami berharap kesadaran membaca dan literasi digital dapat tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.
Jaringan 38 PKBM
Amirudin menegaskan, pengembangan budaya literasi membutuhkan dukungan dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, pengelola PKBM, tutor, hingga masyarakat.
Di Jakarta Utara, gerakan tersebut telah mencakup jaringan PKBM yang berada di bawah koordinasi wilayah Jakarta Utara I dan Jakarta Utara II.
Koordinator Wilayah Jakarta Utara SP2MI Nanik Sri Utami menyebutkan, terdapat sekitar 38 PKBM yang tergabung dalam jaringan pendidikan nonformal di wilayah tersebut.
“Untuk jaringan yang ada di Jakarta Utara jumlahnya sekitar 38 PKBM,” kata Nanik.
Ia menjelaskan, wilayah Jakarta Utara I mencakup Tanjung Priok, Penjaringan, dan Pademangan. Sementara Jakarta Utara II meliputi Cilincing, Koja, dan Kelapa Gading.
Menurut Nanik, kegiatan literasi pada dasarnya telah menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran di masing-masing PKBM. Setiap lembaga dapat mengembangkan program sesuai karakteristik serta kebutuhan warga belajar di wilayahnya.
Warga Belajar Aktif Ikuti Kegiatan Literasi
Sekretaris Koordinator Wilayah Jakarta Utara SP2MI sekaligus Koordinator Wilayah Jakarta Utara II, Dewi Agustina, mengatakan program literasi mendapat sambutan positif dari warga belajar.
Hal tersebut antara lain terlihat dari keterlibatan mereka dalam sejumlah kegiatan dan perlombaan yang berkaitan dengan literasi.
“Warga belajar PKBM juga memiliki prestasi yang baik dalam bidang literasi. Hal itu terlihat dari antusiasme mereka mengikuti berbagai perlombaan,” ujar Dewi.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi warga belajar untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri.
Literasi Didorong Terhubung dengan Pendampingan Anak Tidak Sekolah
SP2MI juga menyiapkan langkah untuk mengembangkan gerakan literasi agar terhubung dengan program pendampingan anak tidak sekolah dan anak putus sekolah.
Amirudin mengatakan, penguatan program tersebut penting karena persoalan keberlanjutan akses pendidikan berkaitan erat dengan kemampuan literasi. Anak yang tidak mendapatkan pendidikan secara berkelanjutan, menurut dia, membutuhkan pendampingan agar dapat kembali memperoleh kesempatan untuk belajar.
Ia menyebutkan, data mengenai anak tidak sekolah yang dibahas pemerintah mencapai sekitar 4 juta orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian SP2MI dalam mendorong pengembangan program pendampingan.
Saat ini, SP2MI masih menantikan tindak lanjut dari Kementerian Sosial mengenai rencana sinergi dalam program pendampingan anak tidak sekolah.
“Kami sedang menunggu undangan dari Kementerian Sosial untuk membahas kerja sama terkait gerakan anak tidak sekolah. Harapannya, program pendampingan dan gerakan literasi ini dapat dimulai dari Jakarta Utara dan kemudian berkembang secara nasional,” kata Amirudin.
Semangat Warga Belajar
Peringatan Hari Literasi di PKBM Mutiara Hati turut diikuti warga belajar dari berbagai jenjang. Salah satunya Galuh Kirana Wijaya, warga belajar Paket A kelas VI yang berusia 12 tahun.
Galuh mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan pengalaman belajar, ia juga dapat bertemu dan berinteraksi dengan teman-teman baru.
Menurut Galuh, kegiatan literasi membuatnya semakin termotivasi untuk belajar. Ia juga mengajak anak-anak seusianya yang masih mengalami kesulitan membaca maupun mengenal huruf dan angka agar terus berusaha belajar.
“Tetap semangat belajar. Kalian pasti bisa,” ujar Galuh.
SP2MI berharap kegiatan literasi di lingkungan PKBM dapat terus berkembang dan tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca. Gerakan tersebut diharapkan turut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan memperoleh pendidikan serta meningkatkan kemampuan masyarakat secara berkelanjutan.
Bangun Sinergi dan Kemitraan, BNNK Lampung Selatan Bentuk Tim IBM Perkuat P4GN
REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan AKBP. Rahmad Hidayat. SE. MM., melaksanakan Rapat Pembentukan Tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) sebagai bagian dari upaya memperkuat peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanganan permasalahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan Desa, yang berlangsung di balai desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro Lampung Selatan. Rabu, 30/09/2026.
Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP. Rahmad Hidayat, S.E., M.M., beserta jajaran dan tim BNNK Lampung Selatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Titiwangi, Bapak Sumari beserta Agen Pemulihan dan masyarakat Desa Titiwangi.
Dalam sambutannya, Kepala BNNK Lampung Selatan menyampaikan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Pembentukan Tim IBM diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berperan dalam upaya pencegahan, deteksi dini, pendampingan, serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.
AKBP Rahmad Hidayat mengatakan. Melalui kegiatan ini, BNNK Lampung Selatan bersama Pemerintah Desa Titiwangi mendorong terbangunnya sinergi dan kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan desa yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
"Tim IBM yang terbentuk nantinya diharapkan mampu menjalankan peran sesuai dengan tugas dan fungsinya serta menjadi mitra masyarakat dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)," ujar AKBP Rahmad Hidayat.
Sementara itu Kepala Desa Titiwangi, Bapak Sumari, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyatakan juga sangat dukungan terhadap pembentukan Tim IBM di Desa Titiwangi. Dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan program serta dalam membangun kesadaran bersama mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
"Dengan terbentuknya Tim Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) Desa Titiwangi, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara BNNK Lampung Selatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Titiwangi yang tanggap terhadap permasalahan narkotika serta mendukung terwujudnya lingkungan masyarakat yang sehat, aman, dan produktif," ungkap Kepala Desa Titiwangi.
Pewarta: Muhammad Mudian
Sumber: BNNK Lampung Selatan.
#GenerasiBersinar, #IndonesiaTanpaNarkoba, #DimulaiDariAnak, #LindungiGenerasi, #SekolahBersinar, #KeluargaTahanBanting, #RemajaAman, #BangsaKuatTanpaNarkoba, #NegaraHadirUntukAnak, #SAPA184, #DigitalHumanity, #AstaCita
Polda Sumsel Amankan 35 Kg Sabu di Musi Banyuasin, Satu Kurir Ditangkap
REFORMASI-ID | MUSI BANYUASIN — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menggagalkan dugaan peredaran narkotika dalam jumlah besar berupa 35 kilogram sabu dan 600 butir pil happy five di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial ES (41) yang diduga berperan sebagai kurir. Petugas juga mengamankan satu unit mobil Daihatsu Terios warna putih yang diduga digunakan sebagai sarana pengangkutan narkotika.
Penindakan berlangsung di halaman parkir sebuah rumah makan di Jalan Raya Palembang-Jambi, Kabupaten Musi Banyuasin. Proses pengamanan dilakukan secara terukur sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap masyarakat di sekitar lokasi.
Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan pengiriman narkotika jenis sabu dari Kota Medan menuju Jakarta. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumsel bersama Tim IT melalui serangkaian penyelidikan dan pemetaan di sepanjang jalur Jalan Raya Palembang-Jambi.
Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi ciri-ciri kendaraan yang diduga digunakan untuk membawa narkotika. Pada Senin malam, kendaraan tersebut terpantau melintas di lokasi yang telah dipetakan.
Tim yang dipimpin Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumsel AKBP C.S. Panjaitan bersama Kanit II Iptu Hery Ahmadi dan personel kemudian menghentikan kendaraan untuk dilakukan pemeriksaan.
Dalam penggeledahan, petugas menemukan narkotika yang disimpan pada bagian dalam bodi belakang kendaraan. Pengemudi berinisial ES beserta barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Barang bukti yang diamankan berupa sabu dengan berat bruto 35 kilogram yang dikemas menyerupai bungkus teh, 600 butir pil happy five, satu unit telepon seluler, serta satu unit mobil yang digunakan sebagai sarana pengangkutan.
Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel memutus rantai peredaran narkotika melalui kombinasi informasi masyarakat, penyelidikan lapangan, serta analisis teknologi informasi. Penyidik juga masih mengembangkan perkara untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.
Tersangka diproses berdasarkan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, serta Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, sesuai dengan konstruksi perkara dan ketentuan hukum yang berlaku.
Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumatera Selatan AKBP C.S. Panjaitan menyampaikan apresiasi atas sinergi antara masyarakat, personel penyelidikan, dan Tim IT dalam pengungkapan tersebut.
“Sinergi antara informasi masyarakat, tim penyelidikan, dan tim IT membuahkan hasil yang sangat membanggakan. Kami akan terus semangat mengembangkan kasus ini untuk mengejar pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini,” ujar AKBP C.S. Panjaitan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengapresiasi kinerja Ditresnarkoba Polda Sumsel sekaligus mengajak masyarakat terus berperan aktif dalam memberikan informasi kepada kepolisian.
“Prestasi ini adalah bukti nyata komitmen kami melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah memberikan informasi berharga, dan kami mengajak seluruh warga untuk terus bersinergi bersama kepolisian,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.
Polda Sumsel terus mengembangkan pengungkapan tersebut untuk memastikan jaringan peredaran narkotika yang terkait dapat ditelusuri sesuai fakta dan alat bukti. Partisipasi masyarakat melalui pemberian informasi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya bersama mencegah peredaran narkotika dan melindungi generasi muda.
Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penegakan hukum terhadap peredaran narkotika sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan Sumatera Selatan yang aman dan kondusif. (Hms/Mdn)
MK Pertegas Pasal 272 Ayat (2) KUHAP: Gunakan Ijazah Palsu Tak Otomatis Dipidana
Dalam putusan tersebut Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materil Pasal 272 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) terkait norma penggunaan ijazah palsu yang diajukan oleh Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana.
Meski gugatan ditolak, MK menegaskan pertimbangan hukum penting, seseorang tidak bisa dipidana hanya karena ijazahnya terbukti palsu tanpa dibuktikan adanya niat jahat (mens rea) atau kesengajaan.
29 September 2026
“Perang tak lagi selalu bersenjata, Senkom Sulut pelajari ancaman kognitif”
REFORMASI-ID | TOMOHON — Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara memperkuat kapasitas 30 personelnya menghadapi perang kognitif dan derasnya arus informasi digital. Mereka mengikuti Latihan Kader Bela Negara 2026 yang digelar Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XIII/Merdeka, Tomohon, 29 September–1 Oktober 2026.
Materi perang kognitif menjadi salah satu pembekalan utama dalam latihan yang diikuti 310 peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk aparatur sipil negara, buruh, dan sektor swasta.
Ketua Provinsi Senkom Mitra Polri Sulawesi Utara, M. Amin Muslim, S.Kom., mengatakan materi tersebut penting bagi personel Senkom karena aktivitas organisasi bersentuhan langsung dengan masyarakat dan perkembangan informasi di ruang digital.
> “Personel Senkom harus memiliki kemampuan menyaring informasi, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan tidak ikut menyebarkan disinformasi. Ini bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga kondusivitas masyarakat,” kata M. Amin.
Menurut M. Amin, kemampuan menghadapi perubahan teknologi tidak cukup hanya dengan menguasai perangkat digital. Anggota juga perlu memahami bagaimana informasi dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku masyarakat.
Karena itu, kata dia, pembekalan tentang perang kognitif dan literasi digital akan menjadi bekal bagi personel Senkom dalam menjalankan peran sosial kemasyarakatan.
> “Materi tentang perang kognitif dan literasi digital menjadi bekal penting bagi personel Senkom. Kami berharap anggota dapat menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kepala Pusat Bela Negara Bacadnas Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han., mengatakan Latihan Kader Bela Negara merupakan bagian dari program Kementerian Pertahanan untuk menginternalisasikan dan menyebarluaskan nilai-nilai bela negara kepada masyarakat.
“Latihan Kader Bela Negara ini merupakan program Kementerian Pertahanan yang bertujuan untuk menginternalisasikan dan menyebarkan nilai-nilai Bela Negara. Nilai Bela Negara memiliki nilai strategis dalam rangka mewujudkan Indonesia menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” ujar Brigjen Luhut saat membuka kegiatan.
Ia mengatakan nilai bela negara mencakup kecintaan terhadap tanah air, kesediaan berkorban, kesetiaan kepada Pancasila, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kemampuan awal bela negara.
Para peserta, menurut dia, diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi. Mereka juga diharapkan dapat menjadi panutan dan menyebarkan nilai-nilai tersebut di lingkungan masing-masing.
“Melalui latihan kader Bela Negara, para tokoh menjadi bagian dari duta Kementerian Pertahanan dalam menyebarkan nilai-nilai Bela Negara,” katanya.
Dalam pembahasan perang kognitif, Brigjen Luhut menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuka ruang bagi berbagai informasi untuk memengaruhi pola pikir masyarakat. Mekanisme tersebut antara lain berlangsung melalui algoritma yang bekerja di ruang digital.
Digitalisasi, kata dia, memberikan manfaat sekaligus membawa risiko. Salah satunya berkaitan dengan rendahnya kemampuan sebagian masyarakat dalam memilah informasi.
“Literasi digital perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami serta memiliki ketahanan di dunia digital,” ujar Brigjen Luhut.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menerima setiap informasi secara mentah. Informasi perlu diperiksa kebenaran dan manfaatnya sebelum dipercaya ataupun disebarluaskan.
Bagi Senkom Sulawesi Utara, pembekalan tersebut melengkapi materi kesadaran bela negara yang diberikan selama latihan, termasuk pemahaman mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.
M. Amin mengatakan peningkatan kompetensi personel akan terus dilakukan agar anggota Senkom memiliki wawasan kebangsaan sekaligus kemampuan menghadapi dinamika masyarakat.
“Bela negara adalah tanggung jawab bersama. Senkom Mitra Polri akan terus mendorong personel untuk meningkatkan kompetensi, menjaga persatuan, membantu menciptakan situasi yang kondusif, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Latihan Kader Bela Negara 2026 berlangsung selama tiga hari, 29 September hingga 1 Oktober 2026, di Rindam XIII/Merdeka, Tomohon.
Polda Sumsel Hadir di Tengah Kemarau, Warga Balai Agung Sekayu Terima Bantuan Air Bersih
REFORMASI-ID | MUSI BANYUASIN — Polda Sumatera Selatan melalui Polres Musi Banyuasin dan Polsek Sekayu menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada 75 kepala keluarga di RT 024 RW 007, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih akibat musim kemarau dan kekeringan. Kapolsek Sekayu AKP Dedy Kurniawan, S.H., M.H., memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut mewakili Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H. Kegiatan melibatkan personel Binmas, Bhabinkamtibmas Kelurahan Balai Agung, serta Ketua RT setempat, Yulius. Selasa, 29/9/2026.
Kapolsek Sekayu AKP Dedy Kurniawan menyampaikan. Distribusi air bersih dilakukan setelah jajaran kepolisian menerima informasi mengenai kesulitan warga memperoleh sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
"Sebanyak 4.000 liter air disalurkan kepada masyarakat sebagai bentuk respons langsung kepolisian terhadap kondisi yang dihadapi warga selama periode kemarau," ucap AKP Dedy Kurniawan.
Lebih lanjut Kapolsek mengatakan. Program bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial yang digagas Kapolres Musi Banyuasin (Muba) sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui jajaran kewilayahan, Polres Muba berupaya memberikan pelayanan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga.
Lanjutnya lagi. Kondisi kekeringan dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari.
"Penyaluran bantuan air bersih di Balai Agung diharapkan dapat meringankan beban 75 kepala keluarga yang terdampak keterbatasan sumber air selama musim kemarau," ujar AKP Dedy Kurniawan.
Menurutnya. Kegiatan ini juga mencerminkan pendekatan pelayanan kepolisian yang responsif terhadap persoalan sosial di wilayah hukum Polda Sumsel.
"Kehadiran Bhabinkamtibmas dan personel Binmas dalam penyaluran bantuan sekaligus memperkuat fungsi kepolisian dalam membangun komunikasi serta kedekatan dengan masyarakat," tegas Kapolsek Sekayu.
Terpisah Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran Polri di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat secara langsung.
“Polri untuk Masyarakat berarti hadir, mendengar, dan membantu menjawab kebutuhan warga. Ketika masyarakat kesulitan memperoleh air bersih, jajaran Polda Sumsel hadir memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka. Kepedulian seperti inilah yang terus kita kedepankan dalam melayani masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.
Menurut Nandang, pelayanan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga kepedulian terhadap kondisi sosial yang dihadapi warga. Respons jajaran di tingkat kewilayahan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan responsif.
"Penyaluran air bersih tersebut sekaligus memperkuat semangat “Polri untuk Masyarakat” dan implementasi “Nyago Bumi Sriwijaya 24/7” melalui kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat. Polda Sumsel bersama jajaran kewilayahan terus mendorong pelayanan yang cepat dan tepat terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak musim kemarau dan kekeringan," pungkas Nandang. (Mdn)
Jaga Jakarta On The Spot, Kapolsek Bekasi Barat Sambangi Camat Perkuat Sinergitas 3 Pilar
REFORMASI-ID | Kota Bekasi — Upaya memperkuat sinergitas tiga pilar sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan Polsek Bekasi Barat. Kapolsek Bekasi Barat AKP Diaman Saragih, SH., MH., bersama Waka Polsek melaksanakan silaturahmi kamtibmas ke Kantor Kecamatan Bekasi Barat, Jalan Bintara Raya, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa (29/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolsek Bekasi Barat diterima langsung Camat Bekasi Barat Andi Kristanto Puryandaru, S.STP., MM. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai sembari makan siang, namun tetap diisi dengan pembahasan terkait perkembangan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Bekasi Barat.
Kapolsek bersama Camat berdiskusi mengenai langkah-langkah bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Kondisi wilayah yang terjaga diharapkan dapat memberikan rasa tenang dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Diaman Saragih juga mengajak jajaran Kecamatan Bekasi Barat untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di tengah masyarakat. Selain itu, patroli bersama juga akan terus didorong sebagai bentuk sinergi dan kehadiran tiga pilar di tengah masyarakat.
“Sinergitas dan komunikasi yang baik antara Polri, pemerintah kecamatan, TNI serta seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga keamanan wilayah. Dengan Siskamling dan patroli bersama yang aktif, diharapkan potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujar Kapolsek.
Kegiatan silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Bekasi Barat dalam memperkuat koordinasi dengan unsur pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan keamanan kepada masyarakat berjalan secara optimal.
Melalui sinergitas yang solid, Polsek Bekasi Barat bersama Kecamatan dan unsur terkait berkomitmen menjaga wilayah tetap aman, tertib dan kondusif, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman serta merasa nyaman tinggal di wilayah Bekasi Barat.
Deni Ribowo Apresiasi Kapolda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dalam Operasi Antik Krakatau 2026
REFORMASI-ID | Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, memberikan apresiasi kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran atas keberhasilan mengungkap 379 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dalam Operasi Antik Krakatau 2026, Senin (28/9/2026)
Deni menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen kuat Polda Lampung dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Keberhasilan Polda Lampung mengungkap ratusan kasus narkotika dengan jumlah barang bukti yang sangat besar patut diapresiasi. Saya memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Deni Ribowo.
Dalam Operasi Antik Krakatau 2026, jajaran Polda Lampung berhasil mengamankan sejumlah barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Barang bukti tersebut di antaranya sabu-sabu sebanyak 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram, ganja, ekstasi, obat-obatan terlarang, tembakau sintetis, serta berbagai barang bukti lainnya.
Dari seluruh barang bukti yang berhasil diamankan, total nilai ekonomisnya mencapai sekitar Rp158,8 miliar.
Menurut Deni, keberhasilan operasi tersebut bukan hanya dilihat dari jumlah kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari dampak besar terhadap upaya penyelamatan masyarakat Lampung dari bahaya narkotika.
“Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat Lampung dari ancaman narkoba. Namun, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Perlu dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, serta keluarga. Menurutnya, upaya pencegahan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.
Deni juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat dengan melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
“Jika masyarakat mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba, segera laporkan melalui layanan kepolisian 110. Informasi dari masyarakat sangat penting agar aparat dapat bergerak cepat melakukan pencegahan dan penindakan,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan Provinsi Lampung yang lebih aman dan terbebas dari ancaman narkoba.
“Pencegahan harus terus dilakukan bersama-sama. Edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, harus diperkuat agar mereka memahami bahaya narkoba dan memiliki kesadaran untuk menjauhinya,” pungkas Deni. (Mdn)
Tingkatkan Kualitas Keamanan, PT Timah Tbk Jalani Bimtek SMP Bersama Baharkam Polri
28 September 2026
Lima Hari Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Ungkap 322 Kasus
REFORMASI-ID | PALEMBANG — Memasuki hari kelima Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumatera Selatan bersama Polres jajaran telah mengungkap 322 kasus tindak pidana 3C (Curat, Curas, Curanmor) dan premanisme. Senin, 28/09/2026.
Pengungkapan tersebut terdiri atas 131 kasus 3C dengan 129 tersangka serta 191 kasus premanisme dengan 185 tersangka. Secara keseluruhan, polisi mengamankan 314 tersangka dari kedua sasaran tersebut.
Jumlah pengungkapan itu setara sekitar 213,25 persen dari 151 Target Operasi (TO) yang ditetapkan untuk kedua sasaran. Artinya, jumlah perkara yang diungkap telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan keseluruhan target operasi.
Karo Ops Polda Sumsel sekaligus Karendal Ops Sikat I Musi 2026, Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., mengatakan capaian tersebut menunjukkan produktivitas jajaran dalam melaksanakan Operasi Sikat I Musi 2026 sejak operasi dimulai.
“Capaian selama lima hari ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumsel dan Polres telah bekerja secara optimal dalam mengungkap perkara 3C dan premanisme. Namun operasi masih berjalan, sehingga kegiatan akan terus ditingkatkan dengan tetap mengedepankan profesionalitas, prosedur hukum dan situasi keamanan di lapangan,” ujar Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Sikat I Musi Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan, S.H., S.I.K., mengatakan pengungkapan selama lima hari tidak hanya mencakup sasaran yang telah ditentukan dalam operasi, tetapi juga perkara yang ditemukan jajaran selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Sebanyak 322 kasus berhasil diungkap dalam lima hari pelaksanaan operasi. Ini merupakan hasil kerja jajaran Polda Sumsel bersama seluruh Polres, dan kami akan terus menyampaikan perkembangan pelaksanaan operasi secara transparan kepada masyarakat,” kata Kompol I Putu Suryawan.
Selain itu tutur Kompol I Putu. Operasi Sikat I Musi 2026 masih berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersisa, Polda Sumsel bersama Polres jajaran akan terus mengoptimalkan kegiatan operasional untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan gangguan kamtibmas, khususnya tindak pidana 3C dan aksi premanisme.
"Capaian selama lima hari pertama menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2026 dalam menanggulangi kejahatan yang meresahkan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan," tuturnya. (Mdn)
Gelar Bimtek dan Launching Kurikulum Anti Narkoba, BNNK: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
REFORMASI-ID | Lampung Selatan — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) serasi berjaya sinari sekolah bagi SMKN 1 Kalianda. Kegiatan yang berlangsung di Kantor BNNK Lampung Selatan tersebut diikuti oleh tiga orang guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMKN 1 Kalianda, yang berlangsung di Klinik Pratama BNNK Lampung Selatan dan launching integrasi kurikulum anti narkoba di SDN 2 Merak Belantung Kalianda. Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Kepala BNNK Lampung Selatan, AKBP Rahmad Hidayat, S.E., M.M. Turut hadir Katim Rehabilitasi Ferdiansyah, S.H., M.H., bersama Tim Rehabilitasi BNNK Lampung Selatan.
Pada kesempatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Selatan mengatakan. Kegiatan Bimtek ini merupakan salah satu upaya BNNK Lampung Selatan dalam meningkatkan kapasitas guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengenali, mencegah, dan menangani permasalahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut AKBP Rahmad Hidayat menuturkan. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam memberikan pendampingan kepada siswa.
"Sekaligus memperkuat peran sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika," ucap Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat.
Selain itu jelasnya menegaskan. BNNK Lampung Selatan terus mendorong sinergi dengan satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika.
"Khususnya di kalangan pelajar. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati," ujarnya.
Sementara itu saat launching kurikulum anti Narkoba di SDN 2 Merak Belantung Kepala BNNK Lampung Selatan AKBP Rahmad Hidayat, menyampaikan. Mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif, serta keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan yang dapat menjerumuskan kepada penyalahgunaan narkoba.
Dalam pada itu sebut AKBP Rahmad menambahkan. Dengan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif yang melibatkan para siswa, di antaranya Drama "Aku Berani Berkata TIDAK", Senam Anti Narkoba, serta Lomba Poster sebagai wadah bagi siswa untuk menuangkan kreativitas.
"Hal-hal seperti ini sekaligus untuk menyampaikan pesan-pesan positif tentang bahaya narkoba kepada Generasi muda penerus Bangsa," pungkasnya. (Mdn)
Hadapi Karhutla di Lahan Gambut, Polda Sumsel dan SLOG Polri Perkuat Pemadaman Berbasis Teknologi
REFORMASI-ID | (OKI) OGAN KOMERING ILIR — Polda Sumatera Selatan bersama Staf Logistik (SLOG) Polri mengoptimalkan penggunaan teknologi drone udara dan Formula X-Fire dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Dukungan tersebut dilakukan sebagai langkah taktis untuk menangani Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah OKI, khususnya kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik sulit dijangkau dan membutuhkan penanganan ekstra.
Tim SLOG Polri yang dipimpin Karo Pengadaan Barang dan Jasa SLOG Polri Brigjen Pol. Hery Santoso, S.I.K., M.H., turun langsung memberikan dukungan pemadaman sejak Sabtu (26/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026).
Penanganan difokuskan di kawasan lahan gambut Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta area sekitar ruas Jalan Tol Trans Sumatera (Kapal Betung).
Pemanfaatan drone memberikan dukungan dari udara untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses personel darat maupun wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air. Teknologi tersebut dipadukan dengan penggunaan Formula X-Fire dalam upaya mempercepat penanganan titik Karhutla.
Brigjen Pol. Hery Santoso, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut di OKI menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan Karhutla.
“Kawasan OKI memiliki lahan gambut yang cukup luas, sangat rentan terbakar, dan kondisinya sulit dijangkau serta minim air sehingga memerlukan penanganan ekstra. Inovasi penyemprotan cairan X-Fire dari udara ini jauh lebih praktis, ekonomis, serta meminimalisasi risiko bagi personel di lapangan,” jelas Brigjen Pol. Hery Santoso.
Sebelum diterapkan di wilayah OKI, teknologi tersebut juga telah digunakan dalam serangkaian uji coba penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
Selain melakukan dukungan pemadaman, Brigjen Pol. Hery Santoso mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan menghentikan praktik membuka lahan dengan cara membakar.
“Ayo kita jaga alam sekitar kita, alam tetap lestari tanpa terbakar dan bebas asap,” serunya.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa optimalisasi teknologi dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari upaya Polda Sumsel memperkuat respons terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Sesuai arahan Bapak Kapolda, pencegahan Karhutla bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama untuk melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat Sumsel. Pemanfaatan drone dan cairan X-Fire ini adalah wujud nyata optimalisasi penanganan agar titik api tidak meluas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.
Sinergi Polda Sumsel dan SLOG Polri melalui pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari penguatan penanganan Karhutla di wilayah Sumatera Selatan, khususnya pada lokasi yang memiliki tantangan akses dan kondisi lahan gambut.
Polda Sumsel terus mengedepankan langkah pencegahan, respons cepat, pemadaman, serta edukasi kepada masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru. Kolaborasi antara personel di lapangan, dukungan teknologi, dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.
“Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!” (Hms/Mdn)
Ops Antik Krakatau 2026, Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dan Sita 85,9 Kilogram Sabu
REFORMASI-ID | Lampung Selatan – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung bersama jajaran Polres berhasil mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan narkotika dalam pelaksanaan Operasi Antik Krakatau 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 September 2026.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 779 personel dilibatkan, terdiri dari 160 personel Satgas Polda Lampung dan 619 personel Satgas Polres jajaran.
Berdasarkan hasil konferensi pers Polda Lampung, Senin (28/9/2026), tercatat sebanyak 379 kasus narkotika berhasil diungkap dengan jumlah 530 tersangka yang diamankan.
Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengungkap 81 target operasi (TO) orang atau mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan, serta mengungkap 449 orang non-target operasi. Selain itu, polisi juga berhasil mengungkap 81 TO tempat dan 298 tempat non-TO.
Dalam operasi ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti narkotika dan barang terkait lainnya, dengan rincian:
Sabu-sabu: 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram
Ganja: 49,34 gram serta 8 batang pohon ganja
Ekstasi: 274 butir dan 2,37 gram
Obat-obatan: 309 butir
Tembakau sintetis: 463,6 gram
Etomadate: 1.309 pcs
Uang tunai: Rp67.781.000
Kendaraan roda dua: 27 unit
Kendaraan roda empat: 9 unit
Total nilai ekonomis dari seluruh barang bukti yang berhasil disita mencapai Rp158.838.252.000.
Polda Lampung memperkirakan hasil pengungkapan tersebut dapat menyelamatkan sekitar 432.356 jiwa dari dampak penyalahgunaan narkotika.
Para tersangka dijerat dengan sejumlah ketentuan hukum sesuai peran dan barang bukti yang ditemukan, di antaranya Pasal 609 ayat (2) huruf A dan huruf B UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 612 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 jo Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Antik Krakatau 2026 atas keberhasilan mengungkap ratusan kasus narkotika di wilayah hukum Polda Lampung.
Menurut Kapolda, pemberantasan peredaran narkotika membutuhkan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, baik aparat penegak hukum maupun masyarakat.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika. Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama," ujar Helfi.
Kapolda Lampung juga mengimbau masyarakat Lampung untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau penanganan cepat dari petugas.
"Masyarakat Lampung dapat menggunakan layanan Polisi 110 dan Siger Presisi Lampung apabila membutuhkan layanan kepolisian yang cepat. Kami berharap kehadiran layanan ini dapat semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bantuan dan pelayanan kepolisian," ujar Kapolda.
Helfi menambahkan, partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta membantu kepolisian dalam mencegah berbagai bentuk gangguan kamtibmas, termasuk peredaran narkotika. (Hms/Mdn)
Ads 970x90































