Media Reformasi Indonesia 🇮🇩

14 Januari 2026

PERMAHI Lampung Apresiasi Kinerja Awal Kapolda Lampung dalam Ungkap Kasus Narkotika Antar Pulau


REFORMASI-ID | Lampung, 13 Januari 2026 - Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Lampung menyampaikan apresiasi atas kinerja Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran dalam mengungkap kasus penyelundupan narkotika jenis sabu antar pulau di Pelabuhan Bakauheni.

Ketua PERMAHI Lampung, Tri Rahmadona, menilai pengungkapan kasus sabu dengan jumlah sangat besar tersebut merupakan indikator awal keseriusan dan ketegasan Kapolda Lampung yang baru dalam memerangi kejahatan narkotika yang terorganisir dan lintas wilayah.

“Kami memandang keberhasilan Polda Lampung menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar ini sebagai langkah konkret dan progresif dari Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf. Ini menunjukkan adanya komitmen kuat dalam menjaga Lampung dari ancaman jaringan narkotika antar pulau,” ujar Tri Rahmadona .

Menurutnya, Pelabuhan Bakauheni merupakan titik strategis nasional yang kerap dijadikan jalur distribusi narkotika dari Sumatera ke Pulau Jawa. Oleh karena itu, penguatan pengawasan dan keberhasilan pengungkapan kasus ini patut diapresiasi sebagai bentuk penegakan hukum yang berbasis pencegahan dan intelijen.

Tri Rahmadona juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada aspek penindakan hukum, tetapi juga memiliki nilai penting dalam perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika.

“Dari perspektif mahasiswa hukum, langkah ini tidak sekadar penegakan hukum, tetapi juga bentuk perlindungan negara terhadap masa depan generasi bangsa. Kami berharap pengungkapan ini diikuti dengan pengusutan tuntas hingga ke aktor intelektual dan jaringan utama,” tegasnya.

PERMAHI Lampung mendorong Polda Lampung di bawah kepemimpinan Irjen Pol Helfi Assegaf untuk konsisten, transparan, dan berkelanjutan dalam pemberantasan narkotika, serta tetap membuka ruang pengawasan publik sebagai bagian dari prinsip negara hukum.

“PERMAHI siap menjadi mitra kritis dan konstruktif aparat penegak hukum demi terwujudnya penegakan hukum yang adil, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tutup Tri Rahmadona. (Hms/Mdn)

Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi, Komitmen Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo



REFORMASI-ID | Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit meresmikan secara langsung 19 jembatan merah putih presisi di Desa Cucukan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini merupakan komitmen Polri dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto. 

"Alhamdulillah hari ini saya ucapkan apresiasi kepada Bapak Kapolda Jateng dan jajarannya, yang bergerak cepat tindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden terkait dengan keprihatinan beliau melihat anak-anak yang sekolah terpaksa harus menyeberang atau memutar jauh," kata Sigit kepada awak media, Rabu (14/1/2026). 

Secara keseluruhan terdapat 63 jembatan yang dibangun oleh Polda Jateng yaitu 19 jembatan yang diresmikan hari ini, 15 jembatan dalam tahap proses pembangunan, empat jembatan dalam tahap persiapan dan 25 jembatan lainnya dalam tahap survei serta perencanaan.

"Alhamdulillah dari rencana 63 jembatan hari ini telah diresmikan 19 jembatan secara serentak dan sisanya saat ini sedang dalam proses baik percencanaan, maupun pembangunan," ujar Sigit. 

Lebih dalam, Sigit menekankan, dalam proses pembangunannya, polisi bersinergi dengan warga setempat. Sehingga, terjalin hubungan yang baik antara personel Korps Bhayangkara dengan masyarakat. 

"Di dalam pengerjaan melibatkan langsung masyarakat di sekitar. Sehingga, kemudian terjalin interaksi baik yang kita harapkan hubungan Polri dengan masyarakat semakin baik, sesuai tagline kita Polri untuk masyarakat," ucap Sigit. 

Sampai dengan saat ini, Polri telah melakukan perbaikan dan pembangunan 178 unit jembatan dinseluruh Indonesia, dengan rincian 58 unit selesai dibangun, 32 unit dalam proses pembangunan, 6 unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman dan 82 unit dalam tahap perencanaan.

"Di samping itu 178 jembatan saat ini sudah terbangun namun yang paling besar di wilayah Polda Jateng," ucap Sigit. 

Dengan dibangunnya jembatan ini, Sigit berharap bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh anak sekolah, petani dan seluruh masyarakat. Kemudian, jalur penghubung ini juga bisa meningkatkan perekonomian wilayah setempat. 

"Mudah-mudaha  selain bisa membantu berangkat sekolah lebih cepat, kemudian petani ke sawah lebih cepat dan juga kegiatan masyarakat lain terbantu, harapan kita juga bisa membantu menambah atau menaikan pertumbuhan perekonomian desa," tutur Sigit.

Untuk diketahui, dalam hal ini, sebanyak 34 unit jembatan di antaranya dibangun di wilayah terdampak bencana dengan rincian 17 unit telah selesai, tiga unit masih dalam proses pembangunan, enam unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman, dan delapan unit dalam tahap perencanaan.

Pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam melaksanakan perintah Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat terutama anak-anak untuk dapat bersekolah dengan aman, mendukung aktivitas ekonomi, pemulihan infrastruktur, dan memperkuat akses antar-wilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan infrastruktur penunjang.

Tim Trauma Healing Polri Bersama Relawan UI Hadir Bersama Warga Pascabanjir di Cilincing



REFORMASI-ID | Jakarta - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (14/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.

Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.

Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.

Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.

Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.

Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.

“Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.

“Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.

Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.

“Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik.

Diduga Terindikasi Selewengkan Dana Bos, Oknum Kepala Sekolah Lecehkan Profesi Jurnalis dan LSM


REFORMASI-ID | BANYUASIN, SUMSEL - Komunitas Masyarakat Silampari (KANTI) bersama Media Pers, melakukan kunjungan ke SMPN 1 Sembawa dalam rangka menjalankan fungsi. Sebagaimana amanat undang - undang diantaranya yakni pengawasan kebijakan dan pelayanan publik dengan melakukan evaluasi, kontrol juga mengingatkan pemerintah terkait pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik, serta menjaga transparansi dalam pengelolaan keuangan negara. Senin, 12/01/2026.

Pada kesempatan itu Ketua Tim Komunitas Masyarakat Silampari (KANTI) Bung Jali Roy menyampaikan. Dari hasil temuan dan peninjauan Tim di SMP Negeri 1 Sembawa, diduga ditemukan adanya aroma korupsi dalam penyerapan dana BOS terkhususnya pelaksanaan kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah, yang mana hal ini di kuatkan dengan keterangan salah satu Dewan Guru bahwa pada tahun 2023 telah dilakukan pemeliharaan sarana dan prasarana.

"Pihak Sekolah telah melakukan pengecatan bagian depan gedung SMP Negeri 1 Sembawa dan pemeliharaan yang lainnya di pandang belum perlu dan masih layak digunakan," ungkap Bung Jali Roy saat konfirmasi disekolah tersebut. (Senin, 12/01/2026).

Diketahui jelas Bung Jali sapaan akrabnya, berdasarkan aturan standar pemeliharaan Sarana dan Prasarana untuk PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Permendikbudristek No. 22 Tahun 2023 dengan rincian juga uraian sebagai berikut :

1. Pemeliharaan Rutin (Harian/Mingguan): Kebersihan kelas lingkungan, mengecek lampu, memadamkan listrik saat tidak dipakai dan merawat alat sehari-hari.

2. Pemeliharaan Berkala (Bulanan/Tahunan): Pengecatan ulang, perbaikan mebel, perawatan alat elektronik, penyemprotan anti-hama buku, perbaikan struktur bangunan yang rusak.

3. Pemeliharaan Darurat: Perbaikan segera saat terjadi kerusakan mendadak misalnya kebocoran pipa, korsleting.

4. Pemeliharaan Preventif/Perawatan: Pencegahan kerusakan agar awet dan siap pakai, seperti servis berkala alat TIK atau mesin.

Menurutnya, mengingat rincian penggunaan komponen dana BOS Tahun Anggaran 2023 s/d 2025, sumber dokumen Permendikbudristek, bahwa SMP Negeri 1 Sembawa telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1.090.480.803 (terbilang : Satu milyar sembilan puluh juta, Empat ratus delapan ribu delapan ratus riga rupiah) yang dipergunakan untuk pemeliharaan Sarana dan Prasarana.

"Namun berdasarkan hasil tinjauan sarana dan prasarana pada SMP Negeri 1 Sembawa, sungguh memprihatinkan terkesan tidak dilakukan pemeliharaan seperti Plafon bolong, Kaca pecah, Cat ruang kelas mengelupas, Pintu jebol, Tiang hampir putus, Lis plang rapuh, dan banyak lagi lainnya," ujarnya.

Menyikapi hal ini Bung Jali Roy beserta Media Pers konfirmasi langsung dengan Kepala SMP Negeri 1 Sembawa untuk melakukan klarifikasi di ruangan kerjanya, Ironis dan miris dengan nada bahasa yang meninggi dan terkesan melecehkan profesi jurnalis dan LSM oknum tersebut mempertanyakan apa kontribusi LSM dan Wartawan. Sangat bertentangan dengan UU  NO 40 tahun 1999 tentang Pers. (Senin, 12/01/2026).

“Kamu jangan hanya cari-cari kesalahan, apa kontribusi LSM dan Wartawan untuk SMP Negeri 1 Sembawa, kinerja kami telah di tinjau oleh Dinas dan sudah di periksa Inspektorat tidak ada masalah silahkan mau melapor,” ucap Ketua Team Investigasi KANTI Bung Jali Roy, menirukan ucapan Oknum Kepala Sekolah tersebut.

Dalam pada itu Komunitas Masyarakat Silampari (KANTI) Bung Jali Roy menegaskan dari hasil temuan, tinjauan dilapangan dan berdasarkan dokumen data yang di miliki, bahwa kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 1 Sembawa dalam kurun waktu Tahun 2023 s/d 2025 yang menghabiskan dana milyaran rupiah diduga terindikasi adanya kejanggalan.

"Maka dalam waktu dekat perihal ini. Kami akan melaporkan pengaduan kepada Aparat Penegak Hukum wilayah Kabupaten Banyuasin," pungkasnya. (Tim)

Manfaatkan Lumpur Banjir, Kapolda Aceh Serahkan Ribuan Karung Tanam Untuk Masyarakat Aceh Tamiang



REFORMASI-ID | Aceh - Dari sisa lumpur banjir yang sempat melumpuhkan kehidupan, kini tumbuh secercah harapan bagi masyarakat. Kepedulian itu hadir langsung dari Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, yang menyerahkan bantuan 20.000 karung tanam serta 500 bungkus bibit pertanian kepada Polres Aceh Tamiang, Selasa (13/1/2026).

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan pascabencana.

Yang membedakan bantuan ini, seluruh karung tanam diisi dengan lumpur bekas banjir yang telah dikeringkan dan diolah. Lumpur yang sebelumnya menjadi simbol bencana dan penderitaan, kini dimanfaatkan kembali sebagai media tanam yang produktif.

Langkah ini menjadi wujud nyata pendekatan humanis dan solutif Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.

Kapolda Aceh dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemanfaatan lumpur banjir ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan pesan optimisme dan semangat bangkit bagi masyarakat. “Lumpur banjir ini pernah membawa kesedihan bagi masyarakat. Namun hari ini, kita ubah menjadi media tanam yang memberi harapan. Polri ingin hadir tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses membangun kembali kehidupan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah.

Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung masyarakat terdampak bencana melalui langkah-langkah yang bermanfaat, berkelanjutan, dan menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Kami berharap karung tanam dan bibit ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Aceh Tamiang. Semoga dari tanah lumpur ini tumbuh hasil pertanian yang mampu menggerakkan kembali ekonomi keluarga dan memperkuat ketahanan pangan,” tambahnya.

Penyerahan bantuan tersebut juga menjadi simbol gotong royong dan kepedulian sosial, sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali produktif dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka.

Dari lumpur yang sempat membawa duka, kini tumbuh benih harapan.
Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menanam masa depan bersama masyarakat.

13 Januari 2026

Waka Polri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Progres Capai 43 Persen: Wujudkan Ekosistem Garuda Menuju Indonesia Emas 2045



REFORMASI-ID | Bogor - Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau langsung perkembangan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Proyek strategis di bidang pendidikan ini tercatat telah mencapai progres pembangunan sebesar 43 persen.

Pembangunan sekolah unggulan ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam memberikan kontribusi konkret terhadap dunia pendidikan. Polri tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga aktif dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyediaan sarana pendidikan yang berkualitas.

SMA Kemala Taruna Bhayangkara dirancang untuk membentuk apa yang disebut sebagai "Ekosistem Garuda". Ini adalah sebuah ekosistem pendidikan komprehensif yang bertujuan menyiapkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan mampu bersaing di kancah global.

Dalam kunjungannya, Wakapolri menegaskan pentingnya proyek ini bagi masa depan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

"Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini adalah bagian dari langkah strategis Polri dalam mendukung Program Asta Cita. Kita sedang mempersiapkan SDM unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Melalui Ekosistem Garuda, kita ingin mencetak putra-putri terbaik bangsa yang berkarakter dan berintegritas," ujar Wakapolri di sela-sela peninjauan.

Beliau juga menambahkan bahwa inisiatif ini selaras dengan semangat Transformasi Polri yang semakin Presisi, di mana institusi Polri terus berorientasi pada kemajuan masa depan bangsa dan kemaslahatan masyarakat luas.

"Kehadiran SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan menjadi standar baru bagi sekolah berbasis asrama (boarding school) di Indonesia, yang memadukan kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan kurikulum pendidikan modern". Tutup Wakapolri

Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur Telah Mencapai 43 Persen



REFORMASI-ID | Bogor - Pembangunan sekolah ini merupakan wujud komitmen Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam menghadirkan pendidikan unggulan sebagai kontribusi Polri mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Polri membangun ekosistem Garuda—ekosistem pendidikan yang menyiapkan generasi muda berkarakter, berintegritas, dan berdaya saing global.

Ini adalah bagian dari upaya Polri mendukung Program Asta Cita, mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, selaras dengan semangat Transformasi Polri yang semakin presisi dan berorientasi pada masa depan bangsa.

#PolriUntukMasyarakat
#UpayaPolri
#KomitmenKapolri
#EkosistemGaruda
#AstaCita
#MencerdaskanKehidupanBangsa
#IndonesiaEmas2045
#TransformasiPolri
#SMAKemalaTarunaBhayangkara

Tingkatkan Keamanan Obvitnas, Baharkam Polri lakukan Pengawasan Implementasi SMP di PT Donggi Senoro LNG



REFORMASI-ID | Sulteng - Dalam rangka memastikan keamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) berjalan optimal, Baharkam Polri melaksanakan kegiatan Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) II hari pertama terhadap penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT Donggi Senoro LNG, Luwuk, Sulawesi Tengah, pada Selasa (13/01/2026).

Kegiatan yang berpusat di Kintom Meeting Room, Admin Building PT Donggi Senoro LNG ini, dipimpin langsung oleh Ketua Tim Wasdal II, KBP. Mirzal Alwi, S.I.K., didampingi oleh Sekretaris Pembina Andy Mulyadi, S.E., serta tim auditor profesional yakni Jemmy Rosdiantoro dan M. Roy Kusumawardhana.

Kunjungan tim dari Korsabhara Baharkam Polri ini disambut hangat oleh jajaran manajemen PT Donggi Senoro LNG, di antaranya Plant General Manager Sugianto Darsani, Senior Manager Maintenance Hidayat Husni, beserta jajaran manajer senior lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Wasdal II, KBP. Mirzal Alwi, S.I.K., menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan pengelola Obvitnas dalam menerapkan standar manajemen pengamanan yang ketat guna mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan di lingkungan kerja industri strategis.

Agenda hari pertama diawali dengan rapat persiapan internal, diikuti dengan pembukaan resmi yang diisi dengan penayangan profil perusahaan serta sambutan dari kedua belah pihak. Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan mendalam dari Tim Internal Audit PT Donggi Senoro LNG mengenai kondisi eksisting pengamanan di lapangan.

Pada sesi siang hingga sore hari, Tim Wasdal II melakukan pendalaman materi melalui wawancara intensif dengan pihak manajemen dan tim auditor internal perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memverifikasi kesesuaian antara dokumen administratif dengan implementasi nyata Sistem Manajemen Pengamanan di PT Donggi Senoro LNG.

"Kegiatan hari pertama ini berjalan dengan sangat baik dan lancar. Kami mengapresiasi keterbukaan dan kesiapan manajemen PT Donggi Senoro LNG dalam mendukung proses Wasdal ini," ujar Ketua Tim Kombes Pol Mirzal Alwi, S.I.K 

"Kegiatan Wasdal II ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pendampingan teknis dan pengawasan agar setiap Obvitnas memiliki ketahanan pengamanan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pelaksanaan Wasdal dijadwalkan akan terus berlanjut guna memastikan seluruh aspek pengamanan telah terpenuhi secara komprehensif". Tutup Kombes Pol Mirzal Alwi, S.I.K

Kota Palembang Siap Bersih-bersih, Perda "Sapu Jagat" Disiapkan



REFORMASI-ID | Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersiap melakukan revisi Perda Trantibum dengan mengeluarkan regulasi Perda baru yang disebut "Sapu Jagat". Selasa, 12 Januari 2026.

Bukan sekadar revisi biasa, aturan ini diprediksi akan mengubah cara warga dan pelaku usaha beraktivitas di Kota Pempek.

Kepala Satpol PP Kota Palembang, Dr. Helson, S.IP., S.H., M.H. menyampaikan bahwa Perda Ketertiban dan Pelindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) akan bersifat menyeluruh atau disebut "Sapu Jagat".

"Kami sedang menggodok Perda "Sapu Jagat" yang berfungsi untuk mengubah para pelaku usaha yang ada di Kota Palembang agar lebih tertib," ujarnya.

Ia juga mengatakan, kenapa Perda ini disebut "Sapu Jagat", karena regulasi yang baru akan mengatur hampir seluruh aspek kehidupan Kota dalam satu pintu.

Lanjutnya, adapun poin yang akan berubah diantaranya;

• ​Tertib Bangunan & Usaha: Memastikan estetika dan legalitas kota.
• ​Tertib Jalur Hijau & Drainase: Solusi untuk kota yang lebih asri dan bebas banjir.
• ​Hiburan Rakyat: Pengawasan ketat pada acara seperti Orgen Tunggal yang sering memicu kerawanan sosial.

​Selain itu, jelasnya, ada penyelarasan dengan KUHP Baru 2026, langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Perda yang berlaku saat ini merupakan produk tahun 2002 yang sudah berusia lebih dari dua dekade.

​"Perda lama belum selaras dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional yang baru (UU No. 1 Tahun 2023) yang mulai berlaku efektif 2 Januari 2026. Kita perlu penyesuaian sanksi, mulai dari denda hingga sanksi sosial," jelas Dr. Herison.

​"Didalam Perda "Sapu Jagat" tersebut kami juga memberikan Warning untuk Ormas: "Tertib atau Ditindak". tegasnya.

"Hal tersebut kami lakukan karena menanggapi bentrok antar Ormas beberapa waktu yang lalu, kami (Satpol PP-Red) bertindak tegas atas arahan Walikota," paparnya.

​"Kami menegaskan tidak ada ruang bagi organisasi yang menggangu kondusifitas Kota, agar kedepannya stabilitas keamanan akan menjadi syarat mutlak bagi siapapun yang ingin beraktivitas di Palembang," ucapnya.

"Ekonomi menjaga PAD Palembang, karena 90% PAD bergantung pada sektor jasa (Hotel, Restoran dan Pariwisata), untuk itu ketertiban menjadi harga mati untuk Kota Palembang," tambahnya.

"Logikanya sederhana, Kota aman Wisatawan datang, Pajak meningkat Pembangunan Lancar," jelasnya.

"​Saat ini, draf Perda "Sapu Jagat" sedang dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM. Jika berjalan lancar, Satpol PP akan segera melakukan sosialisasi masif sebelum menerapkan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dan denda bagi para pelanggar," pungkasnya.

(Red)

Pasien RS Hermina Grand Wisata Bekasi Diduga Alami Malapraktik Usai Operasi Cabut Gigi



REFORMASI-ID | Bekasi - Dugaan malapraktik terjadi di Rumah Sakit Hermina Grand Wisata, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Seorang pasien justru mengalami cedera serius setelah menjalani operasi cabut gigi.

Lilis Sumarnah, pasien yang menjalani operasi cabut gigi pada 23 Desember 2025 lalu, mengaku mengalami sejumlah cedera pascaoperasi. Dia mengeluhkan adanya kebocoran di bagian kepala, lebam pada mata, dan patah tulang klavikula (selangka). 

"Saya operasi cabut gigi dengan bius total. Selesai operasi, justru kepala bocor, mata lebam, dan tulang selangka patah," ujar Lilis kepada awak media, Selasa (13/1/2026).

Lilis menuturkan, awalnya dia mendapatkan rujukan dari klinik untuk melakukan operasi cabut gigi di RS Hermina Grand Wisata. Karena meyakini fasilitas rumah sakit tersebut memadai, dia pun memutuskan menjalani operasi di sana. "Bukannya gigi sembuh, keluar dari RS malah jadi sakit begini," ungkap Lilis dengan nada sedih.

Dia juga mengungkapkan pihak keluarganya telah meminta rekaman CCTV saat operasi berlangsung. Namun, pihak rumah sakit tidak bersedia membuka data rekaman tersebut.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Edison SH, mengatakan kejadian ini mengindikasikan adanya kelalaian dari pihak rumah sakit. Pihaknya telah melakukan konfirmasi agar masalah ini dapat terungkap secara jelas.

"Hari ini kami mengonfirmasi ke pihak manajemen RS (Hermina Grand Wisata Bekasi) agar masalah ini terang benderang. Namun, pihak RS belum berani memberikan penjelasan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Peristiwa ini berpotensi berdampak hukum, baik secara pidana maupun perdata," tutup Edison.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RS Hermina Grand Wisata belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan malapraktik tersebut.

Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Pimpin Sertijab Kasubdit Audit dan Pelantikan Kasubdit Pam Wisat



REFORMASI-ID | Jakarta - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kasubdit Audit Sispamobvitnas dan Pelantikan Kasubdit Pam Wisata. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Suhendri S.I.K., M.P. Sdm pada Selasa (13/1/2026).

Rangkaian acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan upacara formal di Lapangan Apel Ditpamobvit. Dalam upacara tersebut, Kombes Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H. resmi dilantik sebagai Kasubdit Audit Sispamobvitnas menggantikan Kombes Pol Bermen J.P. Sianturi, S.H., S.I.K. Selain itu, Dirpamobvit juga secara resmi melantik Kombes Pol Eduward Pardede, S.I.K., M.H. sebagai Kasubdit Pamwisata yang baru yang menggantikan Kombes Pol Noerwiyanto S.I.K

Prosesi sertijab ditandai dengan penyematan tanda jabatan serta penandatanganan berita acara, pakta integritas, dan pengambilan sumpah jabatan. 

Dalam amanatnya, Dirpamobvit menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengamanan objek vital nasional maupun sektor pariwisata.

Setelah upacara di lapangan selesai, acara dilanjutkan dengan agenda Pisah Sambut dan Ramah Tamah di Aula Samapta Reksabaya Adipradana. Suasana hangat menyelimuti momen penyampaian kesan dan pesan dari pejabat lama serta perkenalan dari para pejabat yang baru dilantik.

Acara ini turut dihadiri oleh Auditor Utama Sispamobvitnas Utama TK. II Baharkam Polri, para Kasubdit, Auditor Madya TK I, II, III dan Auditor Pratama, serta seluruh personel Ditpamobvit, baik perwira maupun bintara dan PNS. Hadir pula beberapa pejabat teras lainnya seperti Kabagrenmin Korsabhara serta sejumlah perwira menengah senior.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi pejabat lama, Dirpamobvit memberikan cendera mata yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pemberian ucapan selamat dari seluruh personel kepada pejabat lama maupun baru.

Kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WIB dengan situasi yang aman dan kondusif, menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan Subdit Audit dan Subdit Pamwisata Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri.

BKM Kelurahan Jakasampurna Ciptakan Ruang Terbuka Hijau, Wakil Wali Kota Bekasi Hadir Resmikan Taman Sakura




REFORMASI-ID 🇮🇩 Kota Bekasi - Selasa, 13 Januari 2026. Wakil Wali Kota Bekasi menghadiri sekaligus meresmikan Taman Sakura RW 017 Perumahan Bahagia Permai Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat. Peresmian ini mengusung tema “Harmoni Hijau Sakura: Menumbuhkan Semangat Mewujudkan Lingkungan Asri”dan berlangsung dengan antusiasme warga.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi Camat Bekasi Barat dan Lurah Jakasampurna. Selain itu di hadiri perwakilan instansi terkait turut hadir bersama warga perumahan Bahagia Permai RW 017 yang hadir dilokasi acara.

Sejak awal kegiatan, suasana peresmian terlihat hangat dan penuh kebersamaan. Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat mencerminkan sinergi dalam mewujudkan lingkungan yang hijau dan tertata.

Lebih lanjut, Taman Sakura RW 017 diperkenalkan sebagai ruang terbuka hijau yang ramah bagi semua kalangan. Taman ini diharapkan menjadi tempat interaksi sosial, sarana rekreasi, serta ruang edukasi lingkungan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bekasi menekankan pentingnya menjaga ruang hijau di wilayah perkotaan. Menurutnya, taman lingkungan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Keberadaan taman seperti ini bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan paru-paru kawasan permukiman,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Bekasi Barat menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif warga RW 017. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan dan perawatan fasilitas lingkungan.

“Pemerintah Kota Bekasi berharap taman ini dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Selain memperkuat fungsi ekologis, taman ini juga diharapkan menumbuhkan rasa memiliki di kalangan warga. Dengan demikian, kesadaran untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan dapat terus meningkat.

Ke depan, Pemerintah Kota Bekasi mendorong inisiatif serupa di wilayah lain. Langkah ini sejalan dengan upaya menciptakan kota yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan diresmikannya Taman Sakura RW 017 Jakasampurna, Bekasi Barat kini memiliki tambahan ruang publik yang representatif. Pemerintah dan masyarakat pun diharapkan terus bergandengan tangan dalam menjaga harmoni lingkungan.

Polisi Ungkap Kasus Pemalsuan Uang di Natar, Pemuda 18 Tahun Diamankan


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN - Polisi mengungkap kasus dugaan pemalsuan mata uang yang terjadi di wilayah Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, setelah melalui proses penyelidikan yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Seorang pemuda berinisial ASW (18), warga Dusun Sidoharjo, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar, diamankan di sebuah gudang ekspedisi di Desa Tanjung Sari, Minggu (11/1/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Natar. Petugas melakukan penelusuran, pengumpulan bahan keterangan, hingga pemantauan lokasi sebelum akhirnya bergerak ke tempat kejadian perkara sekitar pukul 13.15 WIB. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan terduga pelaku beserta uang kertas yang diduga palsu senilai Rp 1,2 juta.

Uang tersebut terdiri dari pecahan Rp 100.000 sebanyak sembilan lembar dan pecahan Rp 50.000 sebanyak enam lembar yang dikemas dalam bentuk paket. Berdasarkan pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui telah beberapa kali menggunakan uang palsu tersebut dalam transaksi.

Kapolsek Natar AKP Budi Howo mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja penyelidikan yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

“Setiap informasi dari masyarakat kami dalami terlebih dahulu. Petugas bekerja secara bertahap untuk memastikan kebenaran informasi sebelum melakukan penindakan,” ujar Budi Howo.

Ia menegaskan, pihak kepolisian masih terus mendalami asal-usul uang palsu tersebut serta menelusuri kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat.

"Atas perbuatannya, ASW dijerat Pasal 375 KUHP tentang pemalsuan mata uang dan uang kertas, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun," tegasnya.

Di akhir keterangannya, AKP Budi Howo mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama dalam transaksi di tempat umum.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa keaslian uang dan segera melapor ke kepolisian apabila menemukan dugaan peredaran uang palsu. Kerja sama masyarakat sangat penting dalam mencegah dan memberantas tindak kejahatan,” pungkasnya. (Hms/Mdn)

Membaca Jejak Kebijakan di Balik Perubahan Zonasi TNWK: Dari Meja Rapat hingga Konflik Berdarah di Desa Penyangga


REFORMASI-ID | Lampung Timur – Konflik gajah-manusia di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tidak lagi bisa dibaca sebagai insiden ekologis semata. Aksi ribuan warga desa penyangga yang mengepung Kantor Balai TNWK membuka tabir dugaan lebih besar:  Selasa, 13/01/2026.

perubahan kebijakan zonasi yang diduga lahir dari rangkaian keputusan administratif, aktor institusional, dan kepentingan tertentu.

Zonasi yang Tidak Pernah Dibahas ke Publik

Dalam sistem pengelolaan taman nasional, perubahan zonasi—terutama zona inti—bukan kebijakan teknis biasa. Ia seharusnya melalui kajian ekologis, konsultasi publik, dan persetujuan berlapis hingga kementerian.

Namun warga desa penyangga mempertanyakan satu hal mendasar:

 kapan mereka pernah dilibatkan?

Sejumlah tokoh masyarakat menyebut tidak pernah ada sosialisasi terbuka terkait perubahan zona inti menjadi zona pemanfaatan. Padahal, dampak langsung kebijakan tersebut justru mereka rasakan—gajah keluar hutan, ladang rusak, dan nyawa melayang.

“Keputusan diambil di atas meja, dampaknya kami yang menanggung,” ujar seorang tokoh adat setempat.

Dugaan Alur Keputusan: Dari Balai hingga Pusat

Berdasarkan penelusuran warga dan aktivis lingkungan, dugaan alur perubahan zonasi bermula dari usulan teknis di tingkat pengelola kawasan, yang kemudian naik menjadi rekomendasi struktural. 

Dalam sistem ini, Balai TNWK berperan sebagai pelaksana kebijakan, namun bukan pengambil keputusan final yang harus di sepakati.

Pertanyaan krusialnya: apakah rekomendasi tersebut murni berbasis konservasi, atau membuka ruang bagi kepentingan lain?

Warga mendesak agar dokumen-dokumen berikut dibuka ke publik:

• Peta zonasi lama dan zonasi terbaru

• Dokumen kajian ekologis perubahan zonasi

• Notulensi rapat dan rekomendasi teknis

• Surat persetujuan dari otoritas di atas Balai TNWK

Hingga kini, dokumen-dokumen tersebut belum pernah dipublikasikan secara transparan.

Dugaan Aktor dan Kepentingan

Dalam narasi warga, perubahan zona inti tidak dipandang sebagai kebijakan netral. Mereka menduga ada aktor-aktor di balik layar yang diuntungkan dari pelepasan atau pelonggaran fungsi kawasan hutan di TNWK.

Tanpa menyebut nama atau institusi secara spesifik, warga menyebut adanya indikasi:

_tekanan kepentingan non-konservasi,

_aktivitas yang membutuhkan akses kawasan,

_serta kebijakan yang “fleksibel” terhadap zona inti namun kaku terhadap keselamatan warga.

“Kalau zonanya tetap inti, tidak ada yang bisa masuk. Begitu jadi pemanfaatan, pintu terbuka,” ujar seorang warga dengan nada getir.

Dampak ekologis dari perubahan zonasi mulai terlihat di lapangan. Jalur jelajah gajah yang selama ini berada di kawasan steril diduga terganggu. Satwa kehilangan ruang aman dan terdorong keluar kawasan, memasuki lahan pertanian dan pemukiman.

Konflik pun menjadi keniscayaan.

Bagi warga, konflik ini bukan takdir alam, melainkan produk kebijakan yang mengabaikan keseimbangan ekosistem.

Korban Jiwa sebagai Alarm Kebijakan

Meninggalnya Kepala Desa Braja Asri, Darusman, menjadi titik balik kemarahan warga. Kematian itu dimaknai sebagai bukti bahwa kegagalan kebijakan zonasi tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga merenggut nyawa manusia.

“Kalau zona inti tidak diganggu, mungkin kami tidak berdiri di sini hari ini,” teriak salah satu orator aksi.

Tuntutan Audit Kebijakan

Dalam aksi unjuk rasa, tuntutan penghentian dan evaluasi total perubahan zona inti menjadi poin paling tegas. 

Warga mendesak:

1. Audit independen terhadap kebijakan zonasi TNWK

2. Pembukaan dokumen keputusan ke publik

3. Pengembalian zona inti ke fungsi konservasi murni

4. Pertanggungjawaban institusional, bukan sekadar janji personal

Penandatanganan tuntutan oleh Kepala Balai TNWK dinilai warga sebagai langkah awal, bukan akhir.

Konservasi atau Kepentingan?

Kasus TNWK kini berada di persimpangan. Jika dugaan perubahan zona inti dilakukan tanpa transparansi dan partisipasi publik, maka konflik gajah-manusia bukan sekadar persoalan teknis konservasi, melainkan konsekuensi dari kebijakan yang menjauh dari prinsip keadilan ekologis.

Pertanyaan yang belum terjawab hingga kini tetap menggantung: siapa yang merancang perubahan zonasi, siapa yang menyetujuinya, dan siapa yang diuntungkan.(Rf)

Sultan Palembang Darussalam dalam Rangkaian Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-125


REFORMASI-ID | SUMSEL, Palembang - Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dalam acara Dzikir dan Haul Akbar Datuk Kiai Marogan ke-125 tahun yang berlangsung di Masjid Lawang Kidul, Palembang, Minggu (11/01/2026).

Datuk Kiai Marogan atau Masagus H. Abdul Hamid bin Masagus H. Mahmud merupakan salah satu tokoh Islam ternama yang pernah belajar kepada ulama besar seperti Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dan Syekh Ahmad Khatib Sambas. Beliau juga memiliki hubungan persahabatan erat dengan tokoh agama lainnya seperti Syekh Nawawi Al-Bantani, Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Syekh Mahfudz At-Tarmasi.

"Kita lihat sambutan yang begitu meriah dari masyarakat kota Palembang yang nilai-nilai agamisnya begitu tinggi dan mengenali sejarah napak tilas bagaimana Kiai Marogan menyebarkan dan mendirikan pejuang Islam baik itu di kota Palembang maupun di luar Palembang Sumatera Selatan," ujar Sultan Iskandar saat diwawancarai usai acara.

Dalam kesempatan itu, Sultan mengajak generasi saat ini untuk meneladani sosok Kiai Marogan, terutama di era digital yang membuat banyak orang sibuk dengan kemajuan zaman dan media sosial. 

"Jangan lupakan nilai-nilai agama, adab, budaya dan tetap berpedoman kepada kitabullah dan hadist Rasulullah," tegasnya.

Selain itu, Sultan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Sumsel, Walikota Palembang, Forkopimda, Pangdam II/Swj yang diwakili Kasdam, Kapolresta Palembang, unsur Forkompimda  serta Masyarakat atas kehadiran dan dukungannya terhadap acara yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun. 

"Merupakan suatu kehormatan telah hadir dalam menyemarakkan acara ini," ucapnya.

Dari kegiatan ini, Sultan menjelaskan terdapat hikmah penting yang dapat diambil. "Kita dapat mengambil hikmah apa yang dapat kita ambil dari perjalanan hidup kita ke masa yang akan datang. Kita semua akan mati, maka kita harus berbuat baik, beramal sholeh dan bertaqwa kepada Allah SWT untuk mendapatkan surga Allah dan dapat bertemu dengan Allah dan Nabi Muhammad Rasullah junjungan kita," tutup Sultan Iskandar. (Yuli/Mdn)

12 Januari 2026

Aksi Heroik 'Polisi Penolong', Detasemen Perintis Terjang Banjir Cilincing Evakuasi Warga



REFORMASI-ID | Jakarta - Di bawah guyuran hujan dan genangan air yang merendam pemukiman, sosok "Polisi Penolong" kembali hadir nyata di tengah masyarakat. Personel SAR Detasemen Perintis Korsabhara Baharkam Polri terjun langsung melakukan aksi kemanusiaan mengevakuasi warga terdampak banjir di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, Senin (12/01/2026).

Respon cepat ini merupakan perintah langsung dari Kepala Detasemen Perintis, Kombes Pol. Bagus Setiyawan, S.H., S.I.K., M.H., yang menginstruksikan jajarannya untuk memprioritaskan keselamatan jiwa warga di lokasi bencana.

“Kehadiran kami di sini adalah wujud kepedulian Polri. Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi pelindung dan penolong saat masyarakat tertimpa musibah seperti banjir ini,” ujar Kombes Pol. Bagus Setiyawan 

Tepat pukul 17.30 WIB, dengan menggunakan perahu cano dan perlengkapan SAR lengkap, 10 personel pilihan Detasemen Perintis menyisir rumah-rumah warga yang terjebak banjir. 

Tanpa ragu, para petugas menembus genangan air untuk menjangkau kelompok rentan seperti lansia, wanita, dan anak-anak agar segera di bawa dan mendapatkan tempat pengungsian yang layak.

Untuk mendukung aksi penyelamatan ini, tim dilengkapi dengan peralatan rescue lengkap, mulai dari perahu Cano dan Tali Carmantel untuk evakuasi di gang sempit, Chain Saw (Senso) untuk antisipasi pohon tumbang atau hambatan kayu di arus air.

Perlengkapan Pelampung dan Helm Rescue guna memastikan keamanan petugas dan warga yang ditolong dan Aksi sigap ini membuktikan komitmen Detasemen Perintis dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara untuk masyarakat.

Masyarakat Cilincing menyambut hangat kehadiran petugas yang tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga rasa aman di tengah situasi darurat.

Hingga malam hari, tim SAR masih bersiaga di lokasi untuk memastikan seluruh warga telah terevakuasi dan memantau perkembangan debit air secara intensif.

Kepala Desa Cibinong Dukung Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara




REFORMASI-ID | Bogor - Kepala Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Herry Mulyadi, menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di wilayah Desa Cibinong. Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

Dalam keterangannya, Herry Mulyadi menegaskan bahwa pada prinsipnya Pemerintah Desa Cibinong mendukung setiap program pembangunan yang berorientasi pada kemajuan pendidikan, khususnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

“Pemerintah Desa Cibinong pada dasarnya mendukung pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia,” ujar Herry Mulyadi.

Ia menilai, kehadiran SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan berkualitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja baru.

“Pembangunan sekolah ini kami harapkan dapat memberikan efek ganda, baik di bidang pendidikan maupun ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian, Herry Mulyadi menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang intensif antara pihak pengelola pembangunan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Menurutnya, hal tersebut diperlukan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

“Koordinasi yang baik sangat diperlukan agar proses pembangunan berjalan tertib, transparan, serta tidak menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan yang merugikan warga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herry menyatakan bahwa Pemerintah Desa Cibinong siap berkoordinasi dan mendukung langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.

Ia pun berharap pembangunan sekolah tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Cibinong dan wilayah sekitarnya.

“Harapan kami, pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi pendidikan serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Gagalkan Penyelundupan Sabu Skala Besar, 1, 225 Kwintal Disembunyikan di Bawah 8 Ton Jengkol


REFORMASI-ID | LAMPUNG SELATAN — Di tengah padatnya tugas pengamanan Natal dan Tahun Baru, jajaran Kepolisian Republik Indonesia kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah besar. Jaringan pengedar sabu lintas provinsi diduga memanfaatkan situasi padat akhir tahun untuk melancarkan aksinya, namun kerja cermat aparat kepolisian membuat upaya tersebut berakhir gagal.

Sebanyak 122,51 kilogram sabu yang disamarkan rapi di bawah 8 ton muatan jengkol berhasil digagalkan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan di kawasan Pelabuhan Bakauheni. Modus penyamaran dengan hasil bumi itu dinilai sebagai upaya serius pelaku untuk mengelabui petugas.

“Barang bukti yang kami amankan ini beratnya 122,51 kilogram. Jika diasumsikan nilai ekonomis sabu per satu gram sebesar Rp 1 juta, maka total nilainya mencapai sekitar Rp 122.515.000.000,” ujar Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H.

Pengungkapan kasus besar tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Lampung yang didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kabid Humas Polda Lampung, serta Kapolres Lampung Selatan, dalam press release pada Senin (11/1/2026) di Aula Radin Intan, Polres Lampung Selatan.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (27/12/2025) di tengah puncak arus libur Natal dan Tahun Baru. Sekitar pukul 18.00 WIB, tim Opsnal Satresnarkoba mencurigai sebuah truk Colt Diesel warna kuning yang hendak menyeberang di area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Kecurigaan tersebut muncul meski kawasan pelabuhan saat itu dipadati aktivitas pelayanan masyarakat.

Kecurigaan petugas semakin menguat ketika diketahui truk tersebut tidak bergerak sendiri. Sebuah mobil Daihatsu Terios terlihat secara khusus mengawal perjalanan truk sejak memasuki kawasan pelabuhan. Pola pengawalan ini mengindikasikan adanya pengamanan khusus terhadap muatan yang dibawa.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri langsung turun tangan ke lokasi melakukan pemeriksaan menyeluruh, polisi menemukan lima karung hijau tersembunyi di bagian depan bak truk, tepat di bawah tumpukan jengkol. Karung-karung tersebut berisi 114 paket besar sabu dengan berat bruto mencapai 122,515 kilogram.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka, yakni W.S (30) yang berperan sebagai pengendali sekaligus pengawal, serta R (44) dan S (43) yang membawa truk bermuatan narkotika. Ketiganya diketahui berasal dari Kota Lhokseumawe, Aceh, dan diduga kuat merupakan bagian dari jaringan peredaran narkoba lintas provinsi.

“Selain narkotika, kami juga menyita lima unit telepon genggam, satu unit mobil Daihatsu Terios, serta satu unit truk Colt Diesel Mitsubishi yang digunakan untuk mengangkut barang haram tersebut. Seluruh tersangka beserta barang bukti langsung kami amankan untuk pemeriksaan,” kata Irjen Pol Helfi Assegaf.

Kapolda Lampung mengungkapkan, nilai ekonomis sabu tersebut diperkirakan mencapai Rp 122,5 miliar dan berpotensi merusak masa depan lebih dari 612.575 orang jika berhasil beredar.

“Kami masih terus melakukan profiling dan penyelidikan terkait keterlibatan para pelaku. Yang jelas, para pelaku yang bersangkutan merupakan bagian dari jaringan nasional,” tegasnya.

Dalam pada itu sebut Kapolda, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2), subsider Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana mati.

"Keberhasilan ini menegaskan bahwa Polri terus bekerja tanpa henti dalam menghadapi kejahatan narkotika, bahkan di tengah padatnya pelayanan masyarakat pada momentum libur besar nasional," pungkasnya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif melindungi generasi muda dari bahaya narkoba dengan menjauhi, menolak, dan melaporkan setiap bentuk peredaran gelap narkotika. (Hms/Mdn)

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Progres Capai 43 Persen



REFORMASI-ID | Bogor -  Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo meninjau langsung progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Senin (12/1/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan perlengkapan masjid secara simbolis kepada pengelola sekolah.

Dalam doorstop kepada awak media, Wakapolri menyampaikan bahwa pembangunan SMA KTB merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program Asta Cita Presiden, khususnya di bidang penguatan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Pada hari ini, alhamdulillah, saya bersama Yayasan Karabangsa, perwakilan filantropi, Polda Jawa Barat, dan Kapolres menyaksikan langsung progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Ia menjelaskan, SMA KTB menjadi salah satu sekolah unggulan yang dihadirkan Polri sebagai kontribusi nyata dalam ekosistem pendidikan nasional. Dari sepuluh sekolah unggulan yang menjadi kebijakan pemerintah, Polri turut menghadirkan satu sekolah unggulan berbasis pembinaan karakter, akademik, dan kepemimpinan.

“Bapak Kapolri berkomitmen untuk ikut mempersiapkan generasi muda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemantauan bersama Yayasan Karabangsa dan seluruh tim, progres pembangunan SMA KTB saat ini telah mencapai 43 persen hanya dalam waktu lima setengah bulan. Capaian tersebut melampaui target awal sebesar 40 persen.

“Artinya, dari target 40 persen, kita telah melampaui sebesar 3 persen. Kita optimistis pada bulan Juli, insyaallah, bangunan ini sudah dapat dimanfaatkan oleh siswa SMA KTB,” jelas Wakapolri.

SMA KTB Gunung Sindur nantinya akan digunakan oleh siswa angkatan pertama yang saat ini sedang menempuh pendidikan di SMA Global Darussalam Yogyakarta, sekaligus untuk angkatan kedua yang direncanakan mulai belajar langsung di Gunung Sindur.

Untuk diketahui, angkatan pertama SMA KTB berjumlah 120 siswa, sementara angkatan kedua direncanakan sebanyak 180 siswa. Proses rekrutmen angkatan kedua telah dilaksanakan pada akhir pekan lalu dan diikuti lebih dari 14.000 siswa SMP dari seluruh Indonesia.

“Seleksi menggunakan standar tes nasional sekolah unggulan dengan kriteria khusus. Dari lebih dari 14.000 peserta, akan diseleksi menjadi 3.000 peserta di tingkat provinsi, kemudian sekitar 400 peserta di tingkat pusat,” ungkapnya.

Seleksi tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026, sedangkan seleksi tingkat pusat akan dilaksanakan di Akademi Kepolisian. Penetapan peserta terpilih direncanakan dilakukan setelah Lebaran.

Wakapolri juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan SMA KTB, mulai dari filantropi, kontraktor, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga warga sekitar.

“Seluruh masyarakat sangat mendukung karena sekolah ini mempersiapkan aset-aset bangsa. Tidak ada satu negara pun yang maju tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang unggul,” tuturnya.

Ia menambahkan, lulusan SMA KTB diproyeksikan dapat melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas terbaik di dalam maupun luar negeri, serta ke berbagai akademi terbaik di Indonesia. Selain itu, kehadiran SMA KTB juga sejalan dengan dukungan Polri terhadap program sekolah rakyat yang digagas pemerintah.

“Melalui sekolah unggulan ini, kita mempersiapkan kader-kader bangsa,” pungkas Wakapolri.

H. Herman Deru Melepas Jamaah Haul Kiyai Marogan 125 Di Pusatkan di Masjid Lawang Kidul


REFORMASI-ID | SUMSEL - Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru secara resmi melepas ratusan jemaah dalam rangka Haul Kiai Marogan ke-125 yang dipusatkan di Masjid Lawang Kidul, Palembang, Minggu (11/1/2026).

Kegiatan haul tahun ini dirangkaikan dengan napak tilas perjalanan dakwah Kiai Marogan menyusuri Sungai Musi menuju Masjid Kiai Marogan di kawasan Kertapati, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan sang ulama besar dalam menyebarkan ajaran Islam di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa haul Kiai Marogan memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat kuat. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan refleksi atas perjuangan ulama dalam membangun peradaban Islam yang damai, santun, dan penuh keteladanan.

“Napak tilas ini bukan hanya mengenang sejarah, tetapi menghidupkan kembali semangat dakwah Kiai Marogan yang penuh keteladanan. Ini akan kita jadikan agenda wisata religi tahunan,” ujar Herman Deru.

Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen menjadikan haul Kiai Marogan sebagai agenda wisata religi tahunan, sehingga nilai-nilai perjuangan dan dakwah sang ulama dapat diwariskan lintas generasi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengingat bahwa kedamaian dan kerukunan umat tidak hadir secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang para ulama yang menyebarkan ajaran Islam dengan cara yang menyejukkan.

“Kiai Marogan mengajarkan persatuan, toleransi, dan kedamaian. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan rawat dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, khususnya di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Selain aspek spiritual, Herman Deru juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian Sungai Musi yang menjadi jalur dakwah Kiai Marogan di masa lalu. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mencemari sungai dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai Islam.

“Kebersihan Sungai Musi adalah tanggung jawab kita bersama. Sungai ini memiliki nilai ibadah dan sejarah yang tidak terpisahkan dari perjalanan dakwah Islam,” katanya.

Gubernur juga meminta keterlibatan aktif para zuriat (keturunan) Kiai Marogan dalam setiap pelaksanaan haul dan pengembangan wisata religi, agar substansi kegiatan tetap terjaga sesuai dengan nilai dakwah sang ulama.

“Kami membutuhkan bimbingan para zuriat agar apa yang kita lakukan benar-benar mendekati jejak dakwah Kiai Marogan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul sekaligus Kepala Pelaksana Masjid Kiai Marogan, Ismail, mengatakan antusiasme jemaah pada haul tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ribuan jemaah hadir, tidak hanya dari Palembang, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Ini diharapkan menjadi agenda wisata religi tahunan Sumsel,” ujarnya.

Ismail menjelaskan, puncak Haul Kiai Marogan ke-125 diisi dengan pembacaan Arba’in, sejumlah surah Al-Qur’an seperti Surah Al-Fatihah dan Yasin, serta tahlil. Rangkaian kegiatan diawali di Masjid Lawang Kidul, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan kapal tongkang, ketek, dan perahu menuju Masjid Kiai Marogan sebagai simbol tapak tilas dakwah di atas perairan Sungai Musi.

Menurutnya, penggunaan perahu pada haul tahun ini menjadi pembeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu terinspirasi dari metode dakwah Kiai Marogan yang dahulu menggunakan sampan kayu saat menyusuri Sungai Musi.

“Ini menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan, sekaligus daya tarik wisata religi yang dapat mengundang wisatawan datang ke Palembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, keteladanan Kiai Marogan juga tercermin dalam nilai sedekah dan kepedulian sosial, seperti menyantuni anak yatim dan mengutamakan kemaslahatan umat, yang patut terus dicontoh oleh generasi penerus.

Ismail menyebutkan, ke depan pihaknya merencanakan penggunaan hingga 1.000 perahu atau ketek untuk mengiringi jemaah pada haul tahun berikutnya.

“Alhamdulillah, program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang. Kami berharap ke depan pelaksanaannya semakin baik dan jemaahnya semakin banyak,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan haul ditutup dengan dzikir bersama yang diikuti Gubernur Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, para ulama, serta ribuan jemaah, sambil menyeberangi Sungai Musi menggunakan kapal tongkang menuju Masjid Kiai Marogan. (Yuli/Mdn )

Rubi Handojo Soroti Transformasi SDM sebagai Penggerak Daya Saing Perusahaan di Acara HR Networking 2026


REFORMASI-ID | Yogyakarta, 10 Januari 2026- Jasa Raharja berpartisipasi dalam kegiatan HR Networking 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pada 8-10 Januari 2026 di Yogyakarta. Forum ini menjadi ruang bagi para praktisi sumber daya manusia dari perusahaan asuransi dan reasuransi anggota AAUI untuk berdiskusi mengenai tantangan dan arah transformasi fungsi HR di tengah dinamika industri.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh para praktisi asuransi Direktur SDM, Umum & TI Jasa Raharja Rubi Handojo hadir sebagai narasumber membawakan paparan dengan topik 'Human Capital Transformation asa Driver of Organizational Competitiveness'. Melalui sesi ini, Jasa Raharja membagikan perspektif mengenai pentingnya transformasi human capital sebagai faktor kunci dalam menjaga relevansi dan daya saing organisasi, khususnya di industri asuransi yang terus
menghadapi perubahan teknologi, regulasi, dan ekspektasi publik.

Rubi mengawali pemaparannya dengan menyoroti dinamika industri asuransi global
dan nasional yang menunjukkan bahwa kegagalan beradaptasi terhadap perubahan
dapat berdampak serius terhadap keberlanjutan organisasi. la menegaskan bahwa tansformasi tidak dapat hanya bertumpu pada adopsi teknologi dan peningkatan kapabilitas, tetapi harus disertai dengan penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta integritas SDM sebagai fondasi utama organisasi.

"Pengalaman di industri menunjukkan bahwa teknologi dan kapabilitas saja tidak cukup. Faktor penentu keberlanjutan organisasi adalah integritas. Tanpa integritas, strategi bisnis, sistem, dan inovasi tidak akan memberikan makna jangka panjang, " ujar Rubi.

Lebih lanjut, Rubi menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi SDM di industri
asuransi perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain penguasaan kompetensi teknis dan digital, organisasi juga perlu memperkuat human-centric skills seperti kemampuan berpikir kritis, adaptabilitas, pembelajaran berkelanjutan, serta pengambilan keputusan yang etis. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjawab tantangan rendahnya literasi asuransi dan membangun kepercayaan publik terhadap industri.

Transformasi human capital tidak dapat dipisahkan dari mandat perusahaan dalam
menyelenggarakan asuransi kecelakaan Jasa Raharja sebagai bagian dari sistem perlindungan dasar bagi masyarakat. 

Penguatan SDM diarahkan agar setiap insan
perusahaan mampu menjalankan peran pelayanan publik secara profesional, empatik, dan akuntabel, sejalan dengan nilai melayani sepenuh hati.

"Transformasi SDM harus berdampak nyata pada pengalaman pegawai, mitra, dan masyarakat. Ketika budaya organisasi dibangun atas dasar integritas dan kepercayaan, maka petugas Jasa Raharja di lapangan akan mampu memberikan pelayanan prima sebagai wujud negara hadir," tambah Rubi.

Mengangkat fokus pada penguatan peran strategis HR, HR Networking 2026 AAUI
diarahkan untuk mendorong terbentuknya kesamaan perspektif di kalangan pimpinan dan praktisi HR industri asuransi dalam merespons perubahan lingkungan bisnis. Forum ini menjadi ruang konsolidasi gagasan terkait penguatan kepemimpinan, budaya organisasi, serta kesiapan talenta agar industri asuransi nasional dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jasa Raharja terus mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik, sejalan dengan arahan Danantara sebagai entitas pengelola dan penguatan BUMN. Transformasi human capital yang berkelanjutan diyakini menjadi fondasi utama dalam memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat tetap optimal di tengah tantangan perubahan yang semakin kompleks.

Kegiatan HR Networking 2026 ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, antara lain Budi Herawan selaku Chairman Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Eko Yunianto selaku Head of OJK Office Daerah Istimewa Yogyakarta, Heriyanto Agung selaku HR Director Vale Indonesia, serta Charles Budiman selaku Chief Digital Officer Maybank. Kehadiran para pemimpin lintas sektor tersebut memperkaya diskusi strategis terkait penguatan peran SDM dalam
mendorong daya saing dan keberlanjutan organisasi.




11 Januari 2026

Wujudkan Rasa Aman Koramil 02/Pondok Gede Gelar Patroli dan Siskamling Bersama Komcad, Komduk dan Komas

REFORMASI-ID |  Kodam Jaya, Kota Bekasi — Dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi keamanan wilayah, Koramil 02/Pondok Gede Kodim 0507/Bekasi melaksanakan Patroli Keamanan dan Siskamling Terpadu bersama Komponen Cadangan (Komcad), Komponen Pendukung (Komduk), dan Komponen Masyarakat (Komas), pada Minggu malam, 11 Januari 2026, mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh Pelda Rusdan Subianto dengan melibatkan 17 personel gabungan, terdiri dari 7 personel TNI, 4 Linmas Kelurahan Jatirahayu, dan 6 Mitra Jaya. Patroli menggunakan 1 unit Randis Maung, 3 unit randis roda dua, dan 10 unit sepeda motor, menyusuri rute strategis wilayah Pondok Gede dan sekitarnya.

Sebelum pelaksanaan, seluruh personel melaksanakan apel pengecekan dan briefing di Makoramil 02/Pondok Gede, dilanjutkan apel gabungan di halaman Kantor Kelurahan Jatirahayu. Dalam arahannya, Babinsa menekankan pentingnya sinergi dan kepedulian seluruh komponen terhadap keamanan lingkungan serta mekanisme pelaksanaan patroli apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan.

Selama patroli, tim secara humanis menyapa warga yang masih beraktivitas malam hari, seperti pedagang kaki lima, pengguna jalan, juru parkir, pengemudi ojek online, hingga remaja yang sedang berkumpul. Tim juga menyambangi warga yang melaksanakan siskamling di Perumahan Chandra Baru RT 002 RW 021, sebagai bentuk dukungan dan motivasi menjaga keamanan lingkungan secara mandiri.

Selain itu, patroli difokuskan pada pengecekan objek vital seperti kantor pemerintahan, pasar, pusat perbelanjaan, ruko, SPBU, dan fasilitas umum lainnya. Pemantauan di titik-titik rawan dilakukan guna mencegah balap liar dan potensi tawuran, serta memberikan imbauan tegas namun persuasif kepada para remaja agar tidak beraktivitas hingga larut malam.

Menurut Pelda Rusdan, Babinsa Koramil 02/Pondok Gede menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi. Patroli ini bukan untuk menakuti, tetapi mengajak seluruh elemen agar peduli dan bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Danramil 02/Pondok Gede Mayir Inf Fajar menegaskan bahwa sinergi dengan seluruh komponen wilayah merupakan kunci utama menciptakan stabilitas keamanan.
“Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Melalui patroli terpadu ini, kami berharap tercipta rasa aman, nyaman, dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kewilayahan,” tegasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif, menandakan sinergi dan kepedulian bersama menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Pondok Gede.

Evaluasi Nataru ASDP: Arus Lancar Terkendali, Kepuasan Publik Sangat Tinggi


REFORMASI-ID | Jakarta, 11 Januari 2026 - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menutup penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan kinerja layanan yang berjalan aman, lancar, dan terkendali, serta memperoleh tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi.

Evaluasi ini menegaskan bahwa pengelolaan arus penyeberangan nasional selama periode libur panjang mampu menjawab tingginya mobilitas masyarakat melalui tata kelola operasional yang adaptif dan kolaboratif.

Hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada melalui Pusat Studi Transportasi dan Logistik menunjukkan seluruh aspek layanan ASDP selama Nataru berada pada kategori “Sangat Puas”, dengan skor di atas 91. Aspek sarana mencatat nilai tertinggi sebesar 94,6, diikuti kebijakan sebesar 92,2, sementara prasarana dan manajemen transportasi masing-masing meraih skor 91,6. Capaian ini mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap kualitas layanan dan efektivitas pengelolaan arus penyeberangan nasional.

Sejalan dengan hasil survei tersebut, secara operasional ASDP berhasil melayani 3,4 juta penumpang dan 850 ribu kendaraan di 15 lintasan pantauan nasional selama periode H-10 hingga H+10 Nataru 2025/2026. Jumlah penumpang tercatat meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara total kendaraan tumbuh 6,7 persen, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus kesiapan sistem layanan penyeberangan dalam menghadapi lonjakan arus.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi pengelolaan layanan berbasis evaluasi dan sinergi lintas sektor. “Keberhasilan penyelenggaraan layanan Nataru ini tidak hanya diukur dari kelancaran arus, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat. Evaluasi berbasis data dan persepsi publik menjadi fondasi penting bagi peningkatan layanan ke depan,” ujarnya.

Kelancaran layanan selama Nataru tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat, pengaturan jadwal kapal yang adaptif, kesiapan sumber daya manusia, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta pemantauan intensif melalui posko terpadu selama puncak arus berangkat dan balik.

Survei IKM juga mencatat evaluasi terhadap sejumlah kebijakan utama ASDP selama Nataru, seperti penerapan tiket online wajib, diskon tarif tiket 15 persen, penambahan armada kapal, pengaturan lalu lintas di pelabuhan, serta pelayanan Posko Nataru, dengan nilai evaluasi berada pada rentang 4,4 hingga 4,7. Meski demikian, survei juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan akses tiket digital bagi sebagian pengguna jasa saat jam puncak, konsentrasi perjalanan pada waktu tertentu, serta perlunya penguatan peran posko sebagai pusat koordinasi layanan.

Menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut, ASDP menetapkan fokus perbaikan berkelanjutan pada peningkatan kesiapan dan keandalan sistem digital, pemerataan distribusi jadwal perjalanan, sinkronisasi armada dan standar layanan, konsistensi rekayasa lalu lintas di pelabuhan, serta optimalisasi fungsi posko terpadu. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan strategis menghadapi penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.

ASDP menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan andal, tidak hanya pada momentum libur panjang, tetapi sepanjang tahun, guna menjaga konektivitas antarpulau dan mendukung mobilitas nasional secara berkelanjutan. (Hms/Mdn)

Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah



REFORMASI-ID - Aceh - 11/1/2026. Di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh akibat banjir bandang dan tanah longsor, harapan baru kini mengalir bagi warga Kampung Suku Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Sabtu (10/1/2026), bantuan sumur bor dari Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basya, M.M., resmi dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.

Sumur bor tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melanda Kecamatan Bintang pada 26 November 2025 lalu. Bagi warga setempat, air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang sempat sulit diperoleh setelah bencana merusak sarana dan prasarana desa.

Peresmian berlangsung di Menasah Al-Mukmin Kampung Suku Wihlah Setie dan dihadiri para pejabat utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang beserta jajaran, personel BKO Brimob Polda Aceh, aparatur kampung, serta masyarakat yang menyaksikan langsung momen bersejarah bagi kampung mereka.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih yang aman dan berkelanjutan.

“Air bersih adalah kebutuhan utama. Melalui bantuan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih layak dan sehat, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana,” ungkap Kapolres.

Sumur bor dengan kedalaman sekitar 18 meter tersebut dikerjakan hanya dalam waktu satu hari. Kini, airnya telah mengalir jernih dan dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi solusi jangka panjang saat musim kemarau maupun kondisi darurat.

Peresmian ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Reje Kampung Suku Wihlah Setie serta pengecekan langsung debit air oleh Kapolres Aceh Tengah. Momen tersebut disambut senyum dan rasa syukur warga yang selama ini harus berjuang mendapatkan air bersih.

Reje Kampung Suku Wihlah Setie, Mansur Ariga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan jajaran Polri atas bantuan yang sangat berarti bagi masyarakatnya.

“Airnya sudah mengalir dengan lancar dan jernih. Ini sangat membantu warga kami, terutama setelah bencana yang membuat banyak fasilitas rusak,” ujarnya.

Kehadiran sumur bor ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Usai peresmian, Kapolres Aceh Tengah beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, yakni Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel, untuk menyalurkan bantuan logistik serta melaksanakan bakti kesehatan bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Akses Jalan Rusak, Polres Aceh Tengah Pastikan Bantuan dan Perhatian Sampai ke Warga Terpencil



REFORMASI-ID | Aceh - Jumat, 9 Januari 2026, pascabencana hidrometeorologi yang merusak infrastruktur jalan dan mengisolasi sejumlah kampung di Kecamatan Bintang, Polres Aceh Tengah terus hadir menyalurkan bantuan dan melakukan pendampingan pascabencana. Upaya ini dilakukan dengan menyasar langsung masyarakat di wilayah terpencil yang hingga kini masih mengalami kesulitan akses.

Dipimpin langsung Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., tim bergerak sejak pukul 10.00 WIB dari Mapolres Aceh Tengah. Sebanyak ±40 unit kendaraan roda dua khusus trail dikerahkan, terdiri dari 20 unit personel Polres Aceh Tengah dan 20 unit dari Komunitas Trail “Tragong” Aceh Tengah. Setiap kendaraan membawa bantuan untuk warga berupa 120 paket sembako, 450 potong pakaian layak pakai, 150 handuk, 300 set perlengkapan sekolah, serta 300 jaket.

Kerusakan jalan akibat bencana membuat jalur yang sebelumnya dapat ditempuh sekitar satu jam, kini harus dilalui selama sekitar tujuh hingga delapan jam menggunakan sepeda motor trail. Sepanjang perjalanan, tim melewati jalan sempit yang terputus, tanjakan dan turunan terjal, permukaan jalan yang licin akibat lumpur, serta sejumlah titik longsor. Di beberapa lokasi, jalur hanya dapat dilalui dengan kehati-hatian tinggi karena diapit jurang di sisi kiri dan kanan.

Setelah menempuh perjalanan panjang, rombongan tiba di titik pertama, Kampung Jamur Konyel. Bantuan diserahkan langsung kepada masyarakat dengan rincian 40 paket sembako, 150 potong pakaian, 50 handuk, 100 set perlengkapan sekolah, dan 100 jaket. Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Kampung Atu Payung dan Kampung Serule, dengan jumlah bantuan yang sama di setiap kampung.

Di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi jalan yang rusak. Sementara itu, anak-anak telah mulai kembali bersekolah, meskipun sarana dan mobilitas belum sepenuhnya pulih. Penyaluran perlengkapan sekolah dilakukan untuk membantu anak-anak tetap mengikuti kegiatan belajar di tengah kondisi pascabencana.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menyampaikan bahwa kehadiran personel di lapangan tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi warga tetap terpantau.

“Kami melihat langsung kondisi masyarakat di kampung-kampung yang aksesnya masih sulit. Anak-anak sudah mulai bersekolah, dan itu perlu kita dukung bersama. Kehadiran kami hari ini untuk memastikan bantuan sampai dan warga tetap terpantau,” ujar Kapolres.

Selain penyaluran logistik, personel Polres Aceh Tengah juga menyempatkan diri menyapa warga, mendengarkan keluhan, serta memastikan situasi keamanan dan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terpencil.

Usai seluruh bantuan tersalurkan, tim kembali menuju Mapolres Aceh Tengah dan tiba pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib.

Kapolres Aceh Tengah berharap adanya percepatan pembukaan kembali akses jalan, pemulihan sarana komunikasi dan penerangan, serta dukungan layanan kesehatan terpadu agar masyarakat di wilayah terpencil dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.