drg. Imelda Seruhkan Perempuan Harus Cerdas Merawat Anak

Oelamasi-Reformasi Indonesia— Dalam rangka memperingati hari perempuan internasional yang jatuh pada 08 Maret 2019 maka drg. Imelda Sudarmadji menyeruhkan agar perempuan di era modern ini harus cerdas baik dalam segi intelektual maupun cerdas mengurus anak sebagai tugas seorang perempuan ketika menjadi seorang ibu

Hal ini dikemukakan dokter gigi (drg) Imelda yang juga mengemban tugas sebagai kepala puskesmas tarus saat jalan santai bersama peringati hari perempuan internasional dari Kantor Desa Noelbaki hingga finish di depan Kantor Kelurahan Tarus pada Jumat (08/03/2019)

“Kita harus jalankan tugas sebagai perempuan yang cerdas, cerdas mengasuh anak seperti menmgantar anak ke posyandu, memberikan anak gizi seimbang agar terhindar dari stunting, melindungi anak dari kekerasan serta dapat menggunakan halaman rumah sebagai kebun bergizi:” ujar Imelda

Dirinya juga menekankan bahwa jika para perempuan (ibu-ibu) memahami tentang mengasuh anak yang baik maka tentu anak-anak akan terhindar dari stunting. Stunting adalah  masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Jalan Santai Peringati Hari Perempuan Internasional/ Ist

Jalan santai ini menurutnya juga dapat memberikan informasi langsung tentang pencegahan stunting dan bahayanya serta untuk kaum perempuan agar dapat merawat anak sebaik-baiknya. Disela –sela kegiatan itu pihaknya juga membagikan pamfleat berisi informasi stunting

Selain menyeruhkan cerdas merawat anak, para kaum perempuan juga meminta agar stop kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pernikahan dini, stop eksploitasi anak

Kegiatan jalan santai ini dibuka drg. Imelda Sudarmadji Kepala Puskesmas Tarus mewakili Camat Kupang Tengah yang berhalangan hadir. Jalan santai ini juga dihadiri siswa-siswa SMP Elpida Noelbaki, Benyamin Kanuk Kepala Desa Mata Air,Unsur Kecamatan Kupang Tengah, para Kader Posyandu, unsur Puskesmas Tarus dan masyarakat yang dikawal aparat Polsek Kupang Tengah

Sejarah Hari Perempuan Internasional

Seperti dilansir dari  id.wikipedia.org bahwa Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) dirayakan pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya memiliki sejarah tersendiri

Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan pada tanggal 28 Februari 1909 di New York dan diselenggarakan oleh Partai Sosialis Amerika Serikat. Demonstrasi pada tanggal 8 Maret 1917 yang dilakukan oleh para perempuan di Petrograd memicu terjadinya Revolusi Rusia. Hari Perempuan Internasional secara resmi dijadikan sebagai hari libur nasional di Soviet Rusia pada tahun 1917, dan dirayakan secara luas di negara sosialis maupun komunis.

Pada tahun 1977, Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia. (AND)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *