Zet Malelak Sebut Jermias Pah Adalah Pahlawan

Oelamasi-RI.COM. Jermias A. Pah Sebagai tokoh yang namanya harum sebagai pesohor alat musik tradisional sasando baik level Nasional bahkan jenjang Internasional telah berpulang kepada sang khalik pada Kamis, (10/01/2019) sekitar pukul 04:00 Wita

Sebagai seorang Maestro Sasando yang mendunia, mengundang empati Zet Malelak Dosen/Akademisi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) yang hadir dalam tenda rumah duka cita di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Kamis (10/01/2019)

Menurutnya Almarhum Jermias A. Pah adalah seorang pahlawan karena dengan keahliannya yang dilengkapi karsa dapat menciptakan alat musik tradisional Sasando bermodalkan daun lontar, bambu dan dawai dari tali senar serta dengan jeli memainkan alat musik tersebut sehingga menghasilkan nada nan merdu yang telah mengharumkan nama Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bahkan Indonesia di kancah dunia

” Saya anggap Almarhum Jeremias Pah sebagai Pahlawan, karena dengan karya yang mengandung falsafah hidup telah harumkan nama Rote Ndao, NTT bahkan Indonesia di kanca dunia” ungkap dosen Fakultas Pertanian UKAW Kupang itu

Masih menurut Malelak, musik sasando yang dipromosikan Almarhum Jermias Pah sarat pesan falsafah hidup orang Rote yang pandai mengolah pohon lontar sebagai sumber kehidupan

“Sasando yang bermodalkan daun lontar telah memberikan arti tentang falsafah kehidupan. Apalagi lantunan nada yang dimainkan oleh Almarhum memberikan ketenangan batin sehingga orang berbondong bondong datang untuk melihat dan mendengar langsung”tambah dia

Malelak juga mengapresiasi langkah almarhum melestarikan alat musik sasando yang diwariskan ke generasi muda melalui anak-anaknya Djitron Pah dan Bertho Pah yang namanya sudah mendunia serta kepada orang lain yang ingin belajar

Meski Almarhum Jermias Pah telah tiada, dosen pertanian itu berharap agar Sasando terus dilestarikan sebagai warisan budaya dan meminta Pemerintah Daerah setempat untuk pro aktif menjaga sasando sebagai aset budaya agar tidak punah termakan jaman modern seperti saat ini

Bahkan diusia yang telah senja dirinya juga mempromosikan alat musik sasando ini sampai luar negeri yakni Yokohama,Jepang. Tak hanya itu Almarhum juga sering dipanggil ke Jakarta untuk memainkan alat musik sasando di Istana Negara sejak Presiden Soeharto sampai dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Almarhum Jermias Pah rencananya akan dimakamkan pada Minggu, 13 Januari 2019 di kediamannya Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang

Pantauan di lokasi, banyak masyarakat sekitar dan tamu-tamu lain yang datang melayat sang maestro (AND)

(AND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *