Vinsen Loe Siap Bersuara di DPRD Belu 2019-2024

Kupang-RI.COM. Pemilihan Legislatif 2019-2024 memunculkan berbagai figur pemimpin baru yang mau menjadi pembawa aspirasi ditengah masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan yang menjadi hak rakyat. Maka Vinsen Loe dengan tekad bulat  siap menjadi pelayan rakyat jika diberikan kepercayaan masyarakat di Kabupaten Belu

Demikian disampaikan Vinsen Loe kepada media www.reformasiindonesia.com Minggu, (13/05/2018) via Whatsapp “ saya ingin mengabdi mewakili rakyat Kabupaten Belu sesuai kewengan DPR yang diatur dalam Undang-Undang” ujar Pria yang memiliki nama Vinsensius Brisius Loe atau sering dipanggil VBL

Masyarakat Belu sudah tidak asing dengan Vinsen Loe karena sebelum terjun ke dunia politik praktis, beliau sering aktif dikegiatan sosial lewat Lembaga Swadaya Masyarakat ataupun Yayasan Pendidikan Astanara Keuskupan Atambua yang dipimpinnya sebagai Ketua lembaga

VBL merasa dirinya belum cukup berbakti kepada masyarakat sebab ada hal yang belum bisa dipenuhi maka dirinya beranggapan bahwa jika telah masuk dalam sistem Pemerintahan maka dapat  menciptakan kebijakan berupa Peraturan Daerah (Perda) yang berpihak kepada rakyat maka dirinya memutuskan untuk bergabung dengan Partai Garuda untuk menjamin langkahnya

Bagai gayung bersambut, sosok yang sederhana dan murah senyum itu diberikan amanat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Garuda Kabupaten Belu. Sebagai partai baru yang belum tercoreng dan masih terbilang bersih dari praktek korupsi ,VBL siap mencalonkan diri sebagai anggota lesgislatif periode 2019-2024

Vinsen Loe atau VBL akan maju sebagai Calon DPRD Kabupaten Belu lewat pintu Partai Garuda yang akan mewakili masyarakat lima kecamatan di Dapil III yang meliputi Lakmanen, Lamaknen Selatan, Tasifeto Timur, Raihat, dan Lasiolat

Dirinya sangat mengharapkan dukungan warga masyarakat yang berada di lima kecamatan tersebut untuk sehati-sesuara untuk memenangkan Vinsensius Brisius Loe agar dapat duduk di Kursi Legislatif yang peran penting sebagai kontrol Pemerintah melalui tugasnya sebagai legislasi membuat Perda, fungsi anggaran membuat alokasi anggaran yang prosional sesuai kebutuhan, dan fungsi pengawasan untuk mengawasi jalannya program yang dilaksanakan eksekutif (Bupati dan jajaran) (RI/AND)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *