Siswa TK Tunas Bangsa Terlantar di Rujab Gubernur NTT

Kupang-RI.COM. Pengalaman tidak mengenakan dialami sejumlah siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Kristen Tunas Bangsa Kupang saat ingin belajar tentang tema Negaraku di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT sebab mereka terlantar lantaran terjadi miss communication dengan pihak rumah tangga orang nomor satu di NTT itu pada Kamis,(26/04/2018)

Menurut Susanna Amnifu, salah satu guru TK Tunas Bangsa yang ada dalam kejadian itu mengatakan bahwa mereka sebagai guru kecewa lantaran pihak Rumah Tangga Rujab dan Satuan Pamong Praja (Satpol PP)  yang  tidak mengijinkan anak-anak masuk padahal telah dipersiapkan sesuai prosesdur sebelumnya  dan menganggap Pemerintah tidak mendukung proses pembelajaran para anak didik tersebut

Susanna pun mengaku sebelumnya telah bersurat ke pihak terkait dan pihak rumah tangga telah menyetujui kunjungan para anak didik TK Tunas Bangsa, maka dengan senang hati mengantarkan  pula para siswa  ke sana

Pihak rumah tangga rujab gubernur dan  pol pp mengatakan bahwa kepala rumah tangga Yoyakim Fahik sedang berada diluar kota, Surabaya sedang menjalankan tugas sehingga tidak diijinkan masuk

Kekecewaan juga datang dari Melsiana Pellokila, Kepala Sekolah TK Kristen Tunas Bangsa yang dimintai tanggapan oleh www.reformasiindonesia.com  terhadap penolakan anak didiknya menuturkan bahwa dirinya sangat kecewa sebab surat telah masuk satu minggu yang lalu dan telah mengkonfirmasi untuk mendatangi rumah jabatan itu untuk mengenal sistem pemerintahannya sendiri melalui tema Negaraku

“Sangat kecewa sekali, kami mendidik anak-anak kami sejak dini untuk mengenal sistem pemerintahannya, surat sudah kami kirim selama seminggu yang lalu dan sudah konfirmasi untuk datang namun kami ditolak” ujar Mantan Calon Walikota Kupang pada 2012 silam itu

Siswa TK Dalam Ilustrasi / ISt

Dalam wawancara via Whatsapp dirinya pun mengaku telah memenuhi seluruh SOP untuk permohonan ini namun pihaknya dipermainkan, pemerintah. Dengan lantang dirinya juga mengkritik pemerintah yang tidak mendukung calon pemimpin masa depan dari generasi muda yang disiapkan oleh lembaganya

“Saya sedih, saya membantu pemerintah menyiapkan pemimpin masa depan tapi pemerintah tidak mendukung” ujar Pellokila

Sekira 40 menit para siswa terlantar di rumah jabatan gubernur, mereka sudah ada sejak pagi dan sempat mendoakan Gubernur NTT dan seluruh pegawai Lingkup Provinsi NTT ada pula siswa yang sampai menangis,apalagi  maklum anak-anak jika tidak mendapatkan apa yang diinginkan tentu akan rewel dan ini tentu merepotkan para pahlawan tanpa tanda jasa kita

Salah Satu orang tua siswa Bobby Pakh yang anaknya ikut dalam kegiatan itu pun kecawa dan dengan tegas mengkritik pelayanan yang dilakukan rumah tangga sebab itu adalah juga rumah rakyat dan harus dilayani agar tidak terlantar  “kami sebagai orang tua kecewa karena anak-anak kami sudah keluar pagi-pagi lalu ditelantarkan seperti itu” ujar pria berdarah Rote yang berprofesi sebagai Notaris ini

Terpisah, Kepala rumah tangga Rujab Gubernur NTT, Yoyakim Fahik  yang dikonfirmasi reformasiindonesia.com meminta maaf atas kejadian tersebut yang dialami TK Tunas Bangsa karena terjadi miss communication antara pihaknya, sat pol pp dengan para guru

“kami mohon maaf, rupahnya ada miskomunikasi antara para bapak/ibu guru yang menuntun anak-anak ketika bertemu sat pol pp, seharusnya ketika tiba bisa langsung menghubungi saya untuk sampaikan kepada petugas piket pol pp bahwa ada surat resmi sehingga anak-anak bisa masuk melihat keadaan dalam rumah jabatan, sekali lagi kami mohon maaf ” ujar Fahik

Fahik juga menjelaskan bahwa dirinya sedang berangkat pada pukul 06:00 pagi ke luar kota, Surabaya untuk menjalankan tugas dan bahwa Gubernur NTT Frans Lebu Raya tidak berada ditempat sedang di Ende begitu pulang langsung ke Kabupaten Belu bersama Ibu Gubernur Lusia Adinda Lebu Raya

Dirinya juga mengatakan bahwa sekembalinya dari Surabaya Fahik akan bertandang ke TK Tunas Bangsa untuk menjadwalkan kunjungan ke rumah jabatan Gubernur  sekaligus ke Kantor Gubernur

“Sekembalinya dari surabaya, saya akan kesekolah untuk menjadwalkan kembali kunjungan ke rujab Gubernur termasuk kantor Gubernur” ujar dia

Persoalan ini juga ternyata sampai ke telinga Sakarias Moruk, Kepala Biro Umum Setda NTT dia juga mengatakan memang ada miss communication seperti yang telah terjadi dan dirinya meminta maaf atas ketidaknyaman itu, dan rujab Gubernur sebagai rumah seluruh rakyat NTT maka kapan saja bisa datang untuk menikmati suasana di singgasana para Gubernur NTT itu (RI/AND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *