Zero To Hero Pendidikan Benny K. Harman Hingga Sukses

Reformasiindonesia.com. Lahir dalam keluarga sederhana tidak membuat sosok Benny K. Harman gentar menghadapi hidup yang keras untuk mewujudkan impian meraih menggapai posisi pendidikan tertinggi yang berguna bagi sesama dan juga Indonesia. Dengan memiliki ayah seorang guru sekolah dasar (SD) bernama Damianus Kabur (Alm) mungkin saja kehadiran Damianus memberikan teladan kepada Benny K. Harman bahwa pendidikan itu sangat penting sehingga membakar semangat dia untuk menempuh pendidikan tertinggi

Benny K. Harman adalah Putra Manggarai dari Pulau Flores kelahiran Denge Desa Todo Kecamatan Satarmese pada 19 September 1962 dari rahim wanita Katharina Ulus dan merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara yang terdiri dari tujuh perempuan dan dua laki-laki salah satunya Benny K. Harman (BKH) yang namanya sering menghiasi kertas media cetak maupun dilayar kaca sebagai anggota DPR RI tiga periode mewakili NTT

Memiliki saudara yang banyak dan penghasilan orang tua yang terbatas dengan mengandalkan penghasilan Damianus Kabur ayahanda BKH sebagai seorang guru dan apalagi Ibundanya cuma seorang ibu rumah tangga tentu hanya cukup memenuhi kebutuhan keluarga apalagi harus mengurusi pendidikan semua saudaranya yang berjumlah sembilan

Kesulitan ekonomi inilah yang sempat mengancam kelanjutan pendidikan BKH ke tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) setelah menyelesaikan studi dari SD Katolik Denge selama 6 tahun, namun nasib gemilang datang kepada BKH, melalui doa dan pengharapannya kepada Bunda Maria dan Yesus Kristus, Paman BKH bersedia membantu menyelesaikan jenjang pendidikan di SMP Tubi yang berada di Kota Ruteng, Manggarai

Ibarat seperti tumbuhan, pendidikan Benny K. Harman terus menancak naik meski berbagai rintangan terus datang silih berganti, namun kekuatan tekad untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA tercapai saat diterima di Sekolah Menengah Atas Seminari St. Pius XII Kisol yang merupakan sekolah yang dipersiapkan untuk menjadi calon Pastor Imam Katholik. Meski begitu dirinya berubah pikiran dan memilih jalan lain untuk tidak menjadi Pastor dan pada 1982 Benny K. Harman hijrah ke Jawa melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi

Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Benny K. Harman berpandangan bahwa pendidikan dapat mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik. Untuk itu dirinya sejak 1982 setelah lulus SMA merantau ke tanah Jawa untuk menimbah ilmu tepatnya pada Universitas Brawijaya di Malang Jawa Timur dan berhasil menyabet Sarjana Hukum pada 1987 dalam waktu singkat empat setengah tahun dari kebanyakan orang menyelesaikan studi strata satu (S1) lima tahunan

Benny K. Harman / Ist

Sempat terbesit keinginan dalam hati untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai keinginan ibunya Katharina Ulus, makhlum dijaman itu menjadi PNS adalah impian banyak orang untuk memperoleh hidup layak dan menjanjikan. Namun nampaknya Benny K. Harman ingin mandiri dan tidak mau terikat untuk mewujudkan impiannya menjadi pemimpin

Keinginan memperdalam bidang hukum, memaksa Benny K. Harman pada 1993 atau 6 tahun setelah raih Sarjana untuk terus lagi mengambil studi lanjutan dalam program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) salah satu Universitas terbaik di Indonesia untuk menempah pemahamannya tentang hukum dan berhasil memperoleh gelar Master dibidang Hukum pada 1997. Bagai tidak ada aral melintang, 4 tahun kemudian Benny K. Harman tepatnya 2001 BKH kembali mengukir prestasi dengan meraih gelar Doktor hukum pada 2006 di Universitas yang sama,UI.

Keyakinan pendidikan dapat mengubah nasib seseorang bukan omongan kosong belaka, terbukti setelah memperoleh gelar Master pada 1997 lalu pada 2004 (selisih 7 tahun) Benny K. Harman perdana terpilih menjadi Anggota DPR RI Periode 2004-2009 dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) waktu itu sebelum hijrah ke Partai Demokrat dan menjadi anggota DPR RI fraksi Demokrat Periode 2009-2014 dan Periode 2014-2019

Dengan pendidikan yang cukup mapan membuat Benny K. Harman memiliki kapasitas dimana saja bekerja baik sebagai aktivis di berbagai aktivitas seperti aktivis HAM dan Demokrasi di Masa Orde Baru, menjadi kepala Divisi bagian strategis Yayasan Lemabaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Kepala Litbang di Media Indonesia, ditingakat Internasional pernah menjabat Wakil Presiden Sout East Asian Parliamentarian Forum Against Corruption (organisasi parlemen dunia di Asia Tenggara untuk pemberantasan korupsi) dan jabatan lainnya yang strategis

Zero to hero (nol menjadi berhasil) bukan hanya semboyan tapi ini fakta yang perlu kita teladani bahwa pendidikan yang baik menghantarkan kita ke kesuksesan. Bahkan saat ini Benny K. Harman kembali bertarung menjadi orang nomor satu di NTT meskipun pernah gagal pada pemilihan Gubernur NTT pada 2013 saat berpasangan dengan mantan Bupati TTS, Wellem Nope (Alm)

Kali ini Benny K. Harman bersama Benny A. Litelnoni atau paket Harmoni nomor tiga siap memimpin untuk mengeluarkan NTT dari ketertinggalan. Meski merantau lama di daerah orang selama 36 tahun, kecintaan beliau untuk melayani NTT cukup tinggi inilah spirit yang harus dimiliki kita semua sebagai generasi muda harapan NTT dan bangsa Indonesia kedepan

Mengutamakan pendidikan merupakan kunci mewujudkan perubahan ditengah kehidupan bermasyarakat, hal ini telah dipraktekan Benny K. Harman dalam keluarganya. Istrinya Maria Goreti Ernawati yang merupakan seorang dokter gigi juga didorong Benny K. Harman untuk melanjutkan studi Doktoral di Ilmu Kesehatan Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Universitas yang sama dengan suaminya BKH menimbah ilmu jenjang Pascasarjana dan Doktoral. (RI/AND/*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *