Komit Berantas Korupsi di NTT, Benny K. Harman Siap Diselidiki 

Maumere-RI.COM. Menjamurnya korupsi di Indonesia, membuat Calon Gubernur NTT Benny K. Harman  berkomitmen memberantas korupsi hingga ke akarnya jika terpilih memimpin NTT 5 tahun mendatang

Demikian ditegaskan Calon Gubernur Benny K. Harman saat berkampanye di Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka pada Minggu (01/03/2018)

“Saya terbuka untuk diselidiki oleh masyarakat, apakah saya ini pernah korupsi atau tidak dan itu hak rakyat” ujar Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu

Harman juga berpesan agar masyarakat mengenali siapa pasangan calon (Paslon) dan apa visi-misinya untuk membangun NTT

“Sehingga Bapa/mama tidak memilih kucing dalam karung, selidiki para paslon yang ada” tambah Harman

Warga yang hadir dalam kampanye dialogis juga meminta agar jika terpilih menjadi Gubernur Benny K. Harman jangan korupsi seperti pejabat lain yang sering menghiasi layar kaca tanah air

“Saya cuma pesankan, tolong Pak, kalau terpilih jangan sampai korupsi. Kami bosan dengan berita-berita di Pusat,” ujar Rafael Meo yang mengaku berasal dari Ngada ini

Berdasarkan data dari Indonesia Corruption Watch (ICW) salah satu lembaga independen yang menyoroti masalah korupsi di Tanah Air bahwa selama 2015 yang dirilis pada 2016 menunjukkan fakta mengejutkan bahwa NTT masuk dalam “lingkaran setan” dengan berada dalam 10 besar daerah terkorup

Seperti diberitakan sebelumnya oleh www.reformasiindonesia.com bahwa berdasarkan jumlah kasusnya, NTT berada diposisi 4 secara Nasional dengan 30 kasus setelah Jawa timur (52 kasus), Sumatera Utara (43 kasus), Jawa Barat 32 kasus, dibawah NTT mengekor Jawa Tengah (26), Riau (22), Lampung (22), Sulawesi Selatan (20), dan Sumatera Barat (19)

Lebih miris lagi data yang dikumpulkan ICW sejak 2010 hingga 2016 menemukan kerugian negara mencapai 971 Miliar Rupiah dengan jumlah kasus sebanyak 132 dengan total tersangka 328 orang

Sejumlah fakta diatas, menuntut Calon Gubernur Benny K. Harman untuk tidak tinggal diam terhadap kasus korupsi, apalagi pengalaman selama tiga periode berada di pimpinan Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan Hak Asasi Manusia tentu paham betul mengenai tips memberantas korupsi dan kroni-kroninya (RI/AND/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *