Telur Paskah, Simbol Kebangkitan Kristus? 

Kupang-RI.COM Selalu menjadi pertanyaan setiap kita merayakan hari raya Paskah, apakah arti tiap simbol yang menyertai hari penebusan Tuhan Yesus di bumi itu? Banyak yang belum mengetahui bahwa bukan hanya makna sederhana yang terdapat didalamnya, namun beberapa simbol seperi telur, kelinci, ataupun beberapa makanan lain mempunyai arti dan analogi yang religius yang perlu kita ketahui.

Seperti yang dilansir dari Jawaban.Com (01/04/2018) mengungkap beberapa fakta terkait telur sebagai ornamen Paskah

Salah satu simbol yang umum dipakai diseluruh dunia adalah telur. Menurut sejarah Telur Paskah berasal dari tradisi kesuburan kaum Indo-Eropa. Telur dianalogikan sebagai simbol dimana suatu makhluk hidup muncul dari cangkangnya yang mati seketika. Dijaman dahulu kala ketika seseorang menyaksikan proses ayam yang menetas dari telur adalah sebuah mukjizat. Karena itulah menjadi simbol universal yang umum untuk perayaan tahun baru, pernikahan, juga kelahiran.

Pada iman Kristen,  telur mendapatkan makna religius, yaitu sebagai simbol makam batu darimana Kristus keluar menyongsong hidup baru melalui Kebangkitan-Nya. Selain itu ada alasan yang sangat praktis menjadikan telur sebagai tanda istimewa sukacita Paskah, yaitu karena, dulu, telur merupakan salah satu makanan pantang selama Masa Prapaskah.

Tradisi telur Paskah berkembang di antara bangsa-bangsa Eropa utara dan di Asia segera sesudah mereka masuk Kristen. Tetapi, di antara bangsa-bangsa Eropa selatan, dan dengan demikian juga di Amerika Selatan, tradisi telur Paskah tidak pernah menjadi populer. Ritual Romawi mempunyai tata cara khusus untuk pemberkatan telur-telur Paskah: “Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, untuk menganugerahkan berkat-Mu atas telur-telur ini, menjadikannya makanan yang sehat bagi umat beriman, yang dengan penuh syukur menyantapnya demi menghormati Kebangkitan Tuhan kami Yesus Kristus.”

Simbol telur inilah yang hingga kini menjadi medium yang paling sederhana menganalogikan kebangkitan Kristus juga hidup manusia yang terlahir baru usai penebusan dosa manusia oleh Tuhan Yesus. Cangkang dapat dianalogikan sebagai medium pertobatan yang membentuk manusia sehingga mampu keluar dari keterikatan dosa. (RI/JC/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *