Masalah Infrastruktur di Manggarai Barat, Paket Harmoni Solusinya 

Benny A. Litelnoni saat kampanye terbatas di Desa Semang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat / Tim

Labuan Bajo-RI.COM. Menjadi hal lumrah jika di Provinsi NTT memiliki pembangunan infrastruktur yang rendah dibandingkan dengan Provinsi lain termasuk Kabupaten Manggarai Barat

Hal ini menjadi perhatian khusus pasangan Calon Gubernur Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni (Harmoni) untuk menyelesaikan masalah tersebut dalam program pembenahan infrastruktur

Demikian dikatakan, Benny A. Litelnoni saat kampanye terbatas di Desa Semang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (21/03/2018)

“Jika kami Paket Harmoni terpilih maka masalah infrastruktur akan menjadi prioritas kami untuk wujudkan pemerataan pembangunan” ujar Wakil Gubernur NTT (Cuti)

Keluhan warga mengenai jalan, air bersih, listrik sering ditemukan selama Paket Harmoni melakukan kampanye di daerah berpenghuni reptil raksasa Komodo

Gerardus Paur,Warga setempat juga keluhkan jalan dari Wol hingga Ndiuk yang rusak parah sehingga jika ke kota kecamatan Lembor atau Labuan Bajo menelan biaya besar hingga 300 Ribu Rupiah

Kondisi ruas jalan pertigaan Sambigoro-Orong kecamatan Welak (Foto: Ferdinand Ambo/Floresa) / Ist

“Mungkin tadi bapak mereka datang sempat merasakan jalan kami.
Kami mau ke kota saja dari sini ke Lembor dengan ojek harus bayar 190 ribu pulang pergi. Ke Labuan Bajo pp 300 ribu. Sebenarnya jaraknya dekat tetapi jalannya yang sangat memprihatinkan” keluh dia

Selain itu keluhan listrik datang dari Maria Rita, Warga setempat

“Kalau terpilih tolong utamakan listrik masuk desa. Bukan di desa kami ini saja tetapi hampir kampung2 di sini masih gelap” ujar Maria

Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2015 yang dirilis pada 20l6 menunjukkan beberapa fakta bahwa dari total panjang jalan di Manggarai Barat 1.226,89 Kilometer (KM) masih terdapat 345,09 KM yang masih tanah, berkerikil 311,31 KM, beraspal 527,8 KM sedangkan yang hotmix hanya 42,69 KM

Begitupula dengan penduduk yang sudah berlangganan listrik PLN baru mencapai 16.294 pelanggan pada 2016 dari total penduduk 257.582 pada tahun yang sama berarti 6.33 % dari total jumlah penduduk

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan juga bahwa jaringan telekomunikasi juga terbatas sehingga menghambat proses komunikasi, lalu apa yang harus dilakukan?

Tentu Pemerintahan Gubernur yang baru harus menyelesaikan ini, dan Paket Harmoni memiliki program pembenahan infrastruktur dan desa menyala

Dalam pembenahan infrastruktur, Harmoni akan fokus pada perbaikan seluruh jalan provinsi, jembatan, pelabuhan/dermaga lalu, menyediakan sarana air bersih untuk membantu warga

Lalu bagaimana dengan Desa Menyala? Ini juga memiliki tujuan sama yakni pemerataan listrik rumah tangga dan jaringan sinyal telekomunikasi hingga semua pelosok desa, tentu ini bukan perkara mudah, namun dengan menggandeng pihak swasta atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentu bisa terwujud

Dalam setiap kesempatan Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni juga menandatangani kontrak politik dengan warga sebagai bentuk komitmen untuk wujudkan NTT sejahtera dalam setiap program unggulan

Untuk diketahui, Saat ini paket Harmoni telah memasuki Kampanye Tahap 2 di Zona 3 meliputi Manggarai Raya, Ngada, dan Nagekeo untuk terus meyakinkan kepada warga setiap visi-misi juga program unggulannya (RI/AND/Tim) 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *