Ayam dan Tuak Putih Bukti Ketulusan Dukungan Terhadap Harmoni

Calon Wakil Gubernur NTT Benny A. Litelnoni Kampanye Terbatas di Desa Suru Numbeng Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat / Tim

Labuan Bajo-RI.COM. Berbagai cara dilakukan tiap orang  sebagai tanda dukungan terhadap suatu figur, club atau suatu organisasi tertentu yang bersifat dinamis begitupulah dengan simbol ayam dan tuak di Manggarai Barat

Ayam dalam budaya Thionghoa mencerminkan  sifat yang dekat dengan manusiawi misalnya bagaimana induk ayam mencari makanan untuk anak-anaknya, melindungi anak-anaknya dari marabahaya. Terkecuali ayam jantan yang selalu berkokok menyambut datangnya matahari pagi.

Sifat itu yang harus dimiliki oleh setiap insan manusia. Rasa berkorban, rasa  terus bekerja keras, tidak pernah menyerah, dan saling menjalin hubungan baik dengan Tuhan, Alam, dan Manusia

Begitu pula dengan tuak, yang adalah sejenis minuman beralkohol yang merupakan hasil fermentasi dari nira (pohon lontar), beras, atau bahan minuman/buah yang mengandung gula

Sewaktu Marco Polo mengunjungi Sumatra tahun 1290, menyebutkan bahwa bangsa Batak sudah gemar minum tuak. Mengkonsumsi tuak sudah merupakan budaya yang sangat melekat pada diri masyarakat Batak dan mempunyai arti yang khusus karena tuak dapat digunakan sebagai sarana keakraban, sebagai pengungkapan rasa terima kasih dan juga sebagai minuman persahabatan.

Ternyata simbol ayam dan tuak ini juga memiliki makna tersendiri bagi warga Manggarai Barat, bagaimana tidak sebab kedatangan Calon Wakil Gubernur Benny A. Litelnoni disambut dengan ayam putih dan tuak putih

Menurut Lambertus Lapat, juru bicara (Jubir) mewakili warga mengatakan bahwa ayam dan tuak memberi makna kebulatan hati masyarakat desa mendukung paket Harmoni juga Menghormati leluhur agar merestui dukungan warga tersebut

Ayam putih memberikan makna simbolik hati yang bersih bersih, sedangkan tuak putih juga cerminkan hati yang murni untuk memberikan dukungan penuh kepada paket no tiga Harmoni

“Kami sudah siap tanggal 27 Juni untuk no tiga” ujar Lambertus saat kampanye terbatas paket Harmoni di Desa Suru Numbeng Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (20/03/2018)

Mewakili warga, Lambertus keluhkan ketiadaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sehingga berharap paket Harmoni untuk mendirikan, juga meminta agar bisa memperoleh akses listrik di Desa mereka

Meresponi keluhan itu, Calon Wakil Gubernur NTT Benny A. Litelnoni mengatakan bahwa mendirikan sekolah memiliki dana khusus yang bukan dari dana APBD Kabupaten/Provinsi

Maka dirinya berjanji jika Harmoni terpilih akan memperjuangkannya bersama Calon Gubernur Benny K. Harman

Mengenai listrik, kata Litelnoni sudah merupakan program unggulan yang diprioritas yakni desa menyala

“Listrik sudah menjadi progran prioritas kami selama lima tahun  bertahap, kami akan perhatikan peneranganan di setiap desa di NTT,” ujar Wakil Gubernur NTT (Cuti) itu

Dirinya juga mengapresiasi dukungan warga Manggarai Barat yang telah mendukung paket Harmoni, semoga kemenangan 27 Juni 2018, milik Harmoni nanti

“Mari kita saling mendukung untuk paket Harmoni bertarung di pilgub nantinya”

Pasangan Calon Gubernur NTT no. 3 Harmoni (Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni) telah bertekada mewujudkan NTT sejahtera melalui 5 program yakni desa menyala, pembenahan infrastruktur, pemberian beasiswa bagi siswa miskin, memberikan kredit modal usaha tanpa jaminan serta membuka 100 ribu lapangan kerja

Paket ini sama seperti nomor punggungnya 3, didukung trio partai yakni P. Demokrat, PKPI dan PKS dengan brand koalisi Kebhinekaan yang berarti kita beragam namun memiliki satu semangat mewujudkan  cita-cita kesejahteraan untuk semua termasuk NTT tercinta

Terlihat Benny Litelnoni bersama “tuan tanah” Manggarai Barat Fidelis Pranda mantan orang nomor 1 di Kabupaten itu (RI/AND/Tim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *