PAUL LIYANTO: PROPINSI FLORES JANGAN DIPAKSAKAN SAAT INI

Abraham Paul Liyanto, Anggota DPD RI Asal NTT / Ist

Kupang-RI.COM. Abraham Paul Liyanto, Anggota DPD RI asal NTT merespon isu terkait Pemekaran Propinsi Flores, yang semakin menguak menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

Kepada wartawan diruang di ruang kerjanya Sabtu (03/03/2018) Abraham merespon  bahwa terkait pemekaran dirinya meminta untuk jangan dipaksakan saat ini, dan harus dipertimbangkam secara matang

Menurutnya hal mendasar yang menjadi landasan untuk tidak memaksakan pemekaran Propinsi Flores karena sistem ketatanegaraan Indonesia.

“Kita lihat sistem ketatanegaraan kita seperti ini. Representatif dari daerah berdasarkan jumlah penduduk, maka hati hati memekarkan propinsi ini dengan jumlah penduduk seperti ini”. Ujar Ketua Kadin NTT itu

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa jika dengan jumlah penduduk NTT yang ada saat ini, perwakilan rakyat hanya berjumlah 13 orang apabila terjadi pemekaran maka besar kemungkinan Propinsi induk dan Propinsi baru hanya akan memiliki sekitar lima sampai dengan tujuh anggota DPR RI.

“Bayangkan jika NTT mekar, maka sudah barang tentu yang menjadi perwakilan rakyat di pusat hanya sekitar lima sampai tujuh orang sedangkan ada 11 Komisi dan pastinya ada komisi tertentu yang kosong, lalu kita inginkan perubahan, sangatlah tidak mungkin”. Ungkapnya.

Menurut Abraham, keuntungan yang didapatkan apabila semua komisi terisi perwakilannya di DPR maka akan dapat memperjuangkan anggaran perubahan APBN, untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat khususnya NTT.

Sehingga menurutnya, jangan dipaksakan dulu pemekaran Propinsi Flores, tetapi alangkah baiknya pemekarannya dilakukan berkesinambungan mulai dari dasar, yakni dari desa.

“Undang Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa, mengakomodir salah satunya dana desa sehingga jika ada desa baru terbentuk, maka besar kemungkinan akan ada penambahan kecamatan kemudian pemekaran Kabupaten dan juga Propinsi”. Tutupnya (RI/AND/DO) 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *