KESEMBUHAN PASIEN MEMBUTUHKAN KEPEDULIAN PERAWAT

Penulis Rudi Sabuna Masyarakat Kabupaten TTS / Ist

KESEMBUHAN PASIEN MEMBUTUHKAN KEPEDULIAN PERAWAT

Oleh : RUDI SABUNA
MASYARAKAT KABUPATEN TT

Berbicara mengenai “PUSING” tentu kita semua sudah pernah merasakannya.banyak tanggapan yang akan diberikan dimulai dari dapur jika saat ibu memasak dan ada bumbu yang kurang tentunya , ibu akan merasa pusing untuk mendapatkan bumbu pelengkap biar hidangan yang disajikan bersama keluarga tidak terasa hambar.atau jika ada anak di dalam rumah yang malas bekerja tentunya hal yang sama akan dirasakan oleh kedua orang tuanya, serta juga disaat kita mengerjakan askep yang belum selesai pun pasti kita akan merasa pusing.

Oleh karena itu marilah secara bersama melihat akan hal ini, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti kata SOLIDER adalah bersifat mempunyai atau memperlihatkan perasaan bersatu (senasib, sehina, semalu dan sebagainya) selanjutnya akan dilanjutkan dengan CARING yaitu mempedulikan dan turunan kata berikutnya adalah PUSING Yang berarti turut memikirkan, mempedulikan, menghiraukan. dalam kaitannya dengan keperawatan tentunya ada satu bentuk pelayanan yang sering dilakukan yaitu perilaku caring perawat dalam pemberian asuhan keperawatan dari beberapa hal diatas tentunya seorang perawat perlu memiliki perilaku caring dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasiennya. dimana keperawatan memegang hal yang sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan..

CARING secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk berdedikasi bagi orang lain, pengawasan dengan waspada, menunjukkan perhatian, perasaan empati pada orang lain dan perasaan cinta atau menyayangi yang merupakan kehendak keperawatan (Potter & Perry, 2005). Mayeroff (1872, dalam Morrison & Burnard, 2008) menjelaskan bahwa caring adalah suatu proses yang memberikan kesempatan pada seseorang, baik pemberi asuhan maupun penerima asuhan untuk pertumbuhan pribadi. Aspek utama caring menurut Mayeroff meliputi pengetahuan, pengalaman, kesabaran, kejujuran, rasa percaya, kerendahan hati, harapan dan keberanian. Benner (1984, dalam Potter & Perry, 2009) juga menggambarkan inti dari praktik yang baik adalah caring.

Perilaku caring merupakan suatu sikap, rasa peduli, hormat dan menghargai orang lain, artinya memberikan perhatian yang lebih kepada seseorang dan bagaimana seseorang itu bertindak. Perilaku caring sangat penting untuk mengembangkan, memperbaiki dan meningkatkan kondisi atau cara hidup manusia. Perilaku caring sangat penting dalam pelayanan keperawatan karena akan memberikan kepuasan kepada pasien dan perawat akan lebih memahami konsep caring, khususnya perilaku caring dan mengaplikasikan dalam pelayanan keperawatan. Seorang perawat memerlukan kemampuan untuk memperhatikan orang lain, keterampilan intelektual, teknikal dan interpersonal yang tercermin dalam perilaku caring atau kasih sayang (Dwidiyanti, 2007 dalam Nurbiyati, 2013).

Aplikasi Perilaku Caring dalam Praktik Keperawatan

Perilaku perawat yang ditunjukkan dalam asuhan keperawatan berhubungan dengan caring meliputi kehadiran, sentuhan kasih sayang, selalu mendengarkan dan mengenal klien. (a) kehadiran bukan berarti hanya hadir secara fisik melainkan juga komunikasi dan juga memahami klien; (b) sentuhan, sebagai satu bentuk komunikasi yang merupakan awal terjadinya hubungan antara perawat dan klien (Potter & Perry, 2009). Sentuhan terdiri atas sentuhan kontak dan sentuhan non-kontak (Fredrikkson, 1999 dalam Potter & Perry, 2009). Sentuhan kontak berarti adanya persinggungan antara kulit dan kulit, sedangkan sentuhan non-kontak berarti adanya kontak mata antara perawat dan klien. (c) mendengarkan, caring bukan hanya merupakan suatu interaksi interpersonal dan berbicara satu sama lain, tetapi lebih dari itu, dalam hubungan caring perawat dan klien membangun hubungan saling percaya, membuka jalur komunikasi dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh klien. Mendengarkan klien berarti perawat dapat memahami dan mengintrepetasikan apa yang dikatakan klien serta memberikan umpan balik pada klien (Kembe,1992 dalam Potter & Perry, 2009); (d) mengenal dan memahami klien adalah inti dari proses pengambilan keputusan.

Manfaat Caring
Pemberian pelayanan keperawatan yang didasari oleh perilaku caring perawat mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penerapan caring yang diintegrasikan dengan pengetahuan biofisikal dan pengetahuan mengenai perilaku manusia akan dapat meningkatkan kesehatan individu dan memfasilitasi pemberian pelayanan kepada pasien.

Konsep Implementasi Perilaku Caring Perawat

Implementasi perilaku caring perawat digambarkan dalam sepuluh perilaku caring perawat yang terdiri dari : Mendengar dengan perhatian, Memberi rasa nyaman, Berkata jujur, Memiliki kesabaran, Bertanggung jawab , Memberi informasi sehingga klien dapat mengambil keputusan , Memberi sentuhan , Memajukan sensitifitas , Menunjukkan rasa hormat pada klien, Memanggil klien dengan namanya.(Bidang Keperawatan RSUP Sanglah Denpasar, 2011)

Satu hal lagi yang dapat dipahami dari perbedaan caring dan curing yaitu dari aspek tujuan. Tujuan dari perilaku caring, yaitu: Membantu pelaksanaan rencana pengobatan atau terapi, Membantu pasien/ klien beradaptasi dengan masalah kesehatan, mandiri memenuhi kebutuhan dasarnya, mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, dan meningkatkan fungsi dari tubuh pasien. Sedangkan tujuan dari kegiatan curing adalah menentukan dan menyingkirkan penyebab penyakit atau mengubah problem penyakit dan penanganannya.

Dari berbagai penjelasan tersebut, dapat kita tarik kesimpulan bahwa caring lebih kompleks daripada curing. Karena caring memberikan pelayanan yang menyangkut seluruh kebutuhan pasien baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. Curing hanya bagian dari caring. Sebagai seorang perawat, kita harus mampu membedakannya dan melakukan caring dengan sebaik-baiknya. Kesejahteraan klien didapat dari totalitas kita dalam melakukan caring. Caring tidak akan pernah lepas dari profesi keperawatan. Karena caring merupakan esensi keperawatan itu sendiri.

Memang Pusing tidak mengenakan bagi sebagian orang.Tetapi semandiri apa pun kita, pasti akan tetap membutuhkan bantuan orang lain .Oleh karena itu, marilah kita sebagai Perawat tunjukannlah Sikap PUSING, CARING, SERTA SOLIDER terhadap pasien yang kita layani.Karen ketika kita ada ditengah- tengah pasien maka disitu ada nilai kepuasan tersendiri bagi pasien itu sendiri, setidaknya hal PUSINGdari Perawat sudah sedikit memberi keceriaan bagi mereka yang terbaring lemah dan dalam kondisi sakit.Jika memang demikian kesembuhan pasien, tidak saja terletak dari terapi pengobatan yang diberikan tetapi lebih dari pada itu perlu ada PUSING dari Perawat juga sangat penting bagi mereka.

#Caring menjadi bagian inti dari profesi keperawatan serta penting dalam praktik keperawatan.

#Cepat, Antusias, Respond dan Empati#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *