Menang, Paket Harmoni Akan “Damaikan” Perbatasan Matim – Ngada 

Nomor 3 Paket Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni (Harmoni) / Ist

Borong-reformasiindonesia.com. Paket Nomor Urut 3 Benny K. Harman dan Benny A. Litelnoni (Harmoni) akan menyelesaikan sengketa wilayah perbatasan antara Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada  jika dipercayakan memimpin NTT

Demikian dikatakan Benny K. Harman Calon Gubernur NTT saat bertemu masyarakat di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Selasa,( 20/02/2018)

“Jika saya menjadi Gubernur saya akan menyelesaikan konflik perbatasan Ngada dan Matim apapun resikonya” ujar BKH

Mantan anggota DPR RI itu juga menyatakan keseriusannya bahwa ini harus dilakukan tanpa ada tendensi tertentu dan semata-mata untuk kesejahteraan rakyat

“Jangan karena ingin disenangi oleh satu dua orang kita tidak berani mengambil keputusan” tegas Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu

Sengketa perbatasan antara warga Ngada dan Matim memuncak pada 7 tahun lalu tepatnya Jumat (20/05/2011) sejak aksi gali jalan di Wae oleh warga Benteng Tawa seperti yang dilansir Pos Kupang Tribunnews.com

Sebelumnya Gubernur NTT Frans Lebu Raya juga mengakui bahwa masalah sengketa wilayah perbatasan menjadi “PR” Pemerintah apalagi menurutnya tapal batas antara Matim dan Manggarai Barat (Mabar) sejak Mabar terbentuk berdasarkan UU No. 08 Tahun 2003 seperti dikatakan Lebu Raya pada Kamis (02/06/2016) lalu seperti dilansir dari floresa.com

Selain sengketa batas Kabupaten Ngada dan Matim, juga terdapat 2 sengketa lain yakni segmen Lotas batas antara Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Malaka, juga segmen Nasipanaf antara Kabupaten Kupang dan Kota Kupang

Nomor 3 Paket Harmoni yang diusung Partai Demokrat, PKPI dan PKS memiliki program 5 program unggulan yakni program desa menyala, pembenahan infrastruktur, membuka lapangan kerja baru, kredit tanpa jaminan dan beasiswa untuk pelajar (RI/AND/Tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *