Kepala Desa di Kabupaten Kupang Harus Ciptakan Terobosan Baru

Bupati Kupang, Ayub Titu Eki / Istimewa

Oelamasi,reformasiindonesia.com – Bupati Kupang Ayub Titu Eki meminta para Kepala Desa yang ada di Kabupaten Kupang agar selalu berinovasi dan melakukan terobosan-terobosan baru untuk pembangunan desa demi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat.

Hal ini disampaikan Bupati Kupang Ayub Titu Eki saat memimpin Rapat Koordinasi bagi Para Kepala Desa dan BPD di Lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, yang bertempat di Aula Kantor Bupati Kupang Oelamasi, Jumat (2/02/2018).

Ayub menambahkan upaya percepatan pembangunan dan meningkatkan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus digelorakan di Kabupaten Kupang salah satunya ialah lewat pengembangan potensi garam yang ada di pesisir pantai di wilayah Kabupaten Kupang hingga pembuatan bengkel terpadu bagi kendaraan-kendaraan dinas dilingkup Pemkab Kupang.

” Oleh karena itu lewat Rapat Koordinasi saya meminta para Kepala Desa khususnya yang memiliki wilayah pesisir untuk mengidentifikasi wilayahnya yang memiliki potensi pengembangan tambak garam dan segera melaporkannya sehingga dapat dikembangkan dan dipromosikan “, ujar Ayub.

Banyak pengusaha yang melirik Kabupaten Kupang sebagai lokasi pengembangan garam karena memiliki potensi laut yang produktif disertai dengan panas teriknya yang sangat bagus untuk pengembangan usaha garam itu sendiri, jelasnya.

” Terkait dengan penganggaran dana Desa yang cukup besar dimana setiap Desannya mendapatkan anggaran 1 Miliar lebih/Desa dengan total 160 Desa di Kabupaten Kupang, saya juga meminta para Kepala Desa membuat perencanaan terbaik dan gerakan perubahan drastis bagi kemajuan desanya “, tegas Ayub.

Selain itu soal pemekaran desa menjadi desa adat dinilainya perlu dilakukan demi mendongrak percepatan pembangunan di Desa, dimana saat ini di Kabupaten Kupang dari total 160 Desa di Kabupaten Kupang sudah ada beberapa Desa yang telah diidentifikasi untuk dimekarkan menjadi Desa adat yang mengedepankan kearifan lokal dalam memajukan masyarakatnya, pungkasnya.

Senada dengan Bupati Ayub, Wakil Bupati Kupang Korinus Masneno meminta dukungan dan kerjasama yang aktif dari semua perangkat daerah terkhusus para Kepala Desa untuk meningkatkan PAD Kabupaten Kupang.

” Bantu kami dengan melihat potensi yang ada di desa untuk kita kembangkan dan menjadi pemasukan bagi daerah ini “, kata Korinus.

Para Kepala Desa di Kabupaten Kupang juga harus dapat membuat perencanaan pemanfaatan dana desa secara baik karena dengan perencanaan yang baik, tujuan yang ingin dicapai dapat lebih terarah dan tepat sasaran sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan di desa, jelasnya.

Pj. Sekda Kabupaten Kupang Joni Nomseo menjelaskan dari 160 Desa di Kabupaten Kupang rata-rata mendapatkan alokasi Dana Desa sebesar Rp. 1. 285.127.933, dimana Desa Kauniki Kecamatan Takari mendapat Alokasi tertinggi yakni Rp. 1.744.249.835, dan yang mendapatkan alokasi terendah adalah Desa Kuaklalo Kecamatan Taebenu sebesar Rp. 1 Miliar 067 juta lebih.

Sementara itu terkait penyelenggaraan BUMDES sudah dilaksanakan di 73 Desa dari total 160 Desa yang ada di Kabupaten Kupang dan soal penyelenggaraan Pilakdes tahun 2018 akan dilaksanakan di 32 Desa yang tersebar di 16 Kecamatan yang dilaksanakan nantinya pada bulan Mei 2018 mendatang, jelas Joni.

Untuk diketahui dalam Rapat Koordinasi bagi Para Kepala Desa dan BPD di Lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang ini turut pula dihadiri Wakil Bupati Kupang Korinus Masneno, Pj. Sekda Joni Nomseo, Asisten II Setda Charles Amekan, Kadis PMD Johanis Masneno, Ka. Irda Anton Suriasa, Akademisi dari Undana Kupang Dr. Aziz.(RI/HKK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *