Januari 2018, Provinsi NTT Alami Inflasi 0,94%

Konferensi Pers yang berlangsung di Aula Kantor BPS Provinsi NTT, Kamis (01/02/2018).

Kupang, reformasiindonesia.com – Pada bulan Januari 2018 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi 0,94% lebih tinggi dari inflasi Nasional 0,62%.

Inflasi di Provinsi NTT ini terjadi dikarenakan adanya kenaikan indeks harga pada 5 dari 7 kelompok pengeluaran, dimana kelompok bahan makanan mengalami inflasi tertinggi sebesar 5,26%, sedangkan kelompok transport alami penurunan indeks 2,65% dan sandang alami penurunan indeks 0,25%.

Hal ini disampaikan Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia kepada awak media dalam kegiatan Konferensi Pers yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Kamis (01/02/2018).

Maritje menambahkan dari data statistik yang ada Inflasi tertinggi terjadi di dua kota di NTT yaitu Kota Kupang dengan inflasi sebesar 1,06 % dan Maumere 0,17%.

Lanjutnya andil inflasi yang terjadi di Provinsi NTT pada umumnya berasal dari 7 kelompok pengeluaran yang terdiri dari bahan makanan 5,26 %, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,81 %, perumahan, air, Listrik, gas dan bahan bakar 0,09 %, sandang -0,25 %, kesehatan 0,21 %.

” Ada pula pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,20 % serta transport, komunikasi dan jasa keuangan -2,65% “, ungkap nya.

Sedangkan penyumbang Inflasi pada Januari 2018 lainnya yaitu 10 komoditas utama berupa ikan kembung, beras, ikan tembang, sawi putih, tomat sayur, kangkung, ikan kakap merah, cabai rawit, nasi dengan lauk, kol putih/kubis, jelas Maritje.

Sementara itu untuk inflasi Nasional di Januari 2018 yakni sebesar 0,62 %, dengan rincian 79 kota inflasi dan 3 kota deflasi, yang dimana kontribusi inflasi tertinggi yaitu di Kota Bandar Lampung 1,42 % dan inflasi terendah ada di Kota Tangerang 0,04 %, pungkasnya.(RI/RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *