Marianus Sae Bertekad Perjuangakan Nasib Petani di NTT

Calon Gubernur NTT, Marianus Sae (berdiri) saat mengungkapkan pendapatnya kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia Amran Sulaiman pada kegiatan Sekolah Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan / Istimewa.

 

Jakarta, Reformasi Indonesia.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap petani yang ada di Provinsi NTT, Calon Gubernur NTT Periode 2018 – 2023 yang diusung oleh PDI Perjuangan, Marianus Sae bertekad memperjuangkan nasib para petani di NTT.

Tekad mulia yang didasari rasa kepedulian ini diungkapkan Marianus Sae saat menghadiri kegiatan Sekolah Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan bertempat di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Selasa (30/01/18).

Sesuai rilis yang diterima media ini, kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang juga membawakan materi bertajuk “Terobosan Kebijakan Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”.

Calon Gubernur NTT Periode 2018 – 2023 Marianus Sae pada kesempatan ini mengungkapkan dirinya siap untuk memperjuangkan nasib petani di NTT pada umumnya karena sebelum dipercayakan menjadi calon Gubernur NTT ini dirinya telah aktif memperjuangkan pula nasib petani yang ada di Kabupaten Ngada selama dua periode kepemimpinannya sebagai Bupati Ngada.

Marianus menambahkan selama dirinya menjabat sebagai pemimpin di Kabupaten Ngada dirinya telah turut aktif memperjuangkan nasib para petani meski ada banyak hambatan yang ditemui baik karena faktor temperatur tanah, SDM masyarakat maupun potensi lahan tidur yang belum dioptimalkan oleh para petani.

” Sekalipun ada sejumlah hambatan dalam memajukan sektor pertanian, sebagai pemimpin daerah saya memiliki komitmen untuk memperjuangkan nasib petani “, ujar Marianus.

Menyikapi hal ini dirinya mengharapkan pula adanya perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian agar mengimplementasikan program pertanian tingkat nasional secara khusus bagi para petani di NTT dengan menyediakan bibit-bibit unggul sehingga para petani di NTT dapat memaksimalkan potensi lahan tidur yang selama ini belum dimanfaatkan dengan baik, jelas Marianus.

“ Sebagai calon gubernur NTT dan mewakili masyarakat NTT, saya meminta agar Menteri Pertanian dapat memberikan varietas bibit unggul kepada para petani kami sehingga mereka bisa memanfaatkan potensi lahan tidur mereka yang masih sangat luas,” ungkap calon Gubernur yang berpasangan dengan salah satu tokoh perempuan NTT, Emilia Nomleni ini.

Lanjut Marianus, pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif sangat penting guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan taraf hidup para petani. Ia juga mengharapkan agar Kementerian Pertanian dapat mensupport hasil pertanian dan komoditi unggulan masyarakat NTT sehingga dapat berdaya saing dan memiliki nilai ekspor ke luar negeri.

“ Pada umumnya, para petani di NTT sangat antusias dan giat jika didukung oleh pemerintah melalui pengadaan varietas unggulan yang memiliki nilai jual ekonomis juga untuk kepentingan ekspor. Diharapkan, berbagai hasil komoditi unggulan masyarakat NTT seperti kopi, kakao, cengkeh dan jagung, memiliki nilai jual untuk diekspor ke luar negeri ”, kata Marianus.

Marianus yang dikenal dekat dengan masyarakat kecil ini turut mempertanyakan kebijakan pembatasan kuota ternak di masyarakat oleh Kementerian Pertanian. Ia menilai, seharusnya tidak boleh ada kebijakan pembatasan kuota ternak tetapi diberi kebebasan kepada masyarakat.

” Mengapa sampai ada pembatasan kuota ternak? Seharusnya masyarakat diberi kebebasan tinggal pihak kementerian melakukan pengawasan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Amran Sulaiman mengatakan bahwa apa yang diungkapan perlu dilaporkan sehingga pihak kementerian dapat menyesuaikan dengan kebijakan dan program pertanian guna mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Terkait distribusi pangan atau ternak, Menteri Amran menegaskan bahwa hal itu tidak diambil dalam skala lintas provinsi.(RI/MS-EN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *