Bintang Akan Terlihat Lebih Terang Saat Gerhana Bulan Total

BANDUNG,  – Peristiwa gerhana bulan total yang diprediksi bakal terjadi pada 31 Januari ini merupakan fenomena langka yang tidak boleh dilewatkan.

Gerhana bulan nanti termasuk fenomena langka karena bulan berada di posisi terdekat dengan bumi, sehingga ukuran bulan terlihat lebih besar, atau lebih dikenal dengan fenomena supermoon.

Warga Indonesia dapat berkesempatan langsung mengamati gerhana supermoon ini. Hanya saja, posisi bulan bakal berbeda di setiap wilayah.

Seperti di wilayah Indonesia bagian timur, warga dapat menikmati proses terjadinya gerhana bulan total saat posisi bulan sudah cukup tinggi. Beda halnya dengan Indonesia di bagian tengah dan barat, gerhana bulan akan tampak saat bulan masih di bawah ufuk atau gerhana terjadi saat bulan baru terbit.

“Selama peristiwa itu, kita bisa menyaksikan bulan ditutup bayang umbra bumi sekitar 1 jam 16 menit,” kata Astronom Observatorium Boscha, Mohammad Irfan di Observatorium Boscha, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/1/2018).

Menurutnya, gerhana bulan total nanti tidak akan benar-benar gelap, karena piringan bulan tidak tepat melewati jalur pusat umbra bumi.

“Bulan kemungkinan akan berwarna merah kegelapan, karena dia (bulan) berada berdekatan dengan pusat kerucut bayang umbra kita,” katanya.

Baca juga : Dinas Pariwisata DKI Tak Sediakan Teropong untuk Saksikan Gerhana Bulan Total

Irfan menjelaskan, puncak gerhana maksimum akan terjadi sekitar pukul 20.29 WIB. Saat itulah masyarakat tak hanya dapat menyaksikan fenomena gerhana bulan total ini, tetapi juga bakal menyaksikan cahaya bintang di langit yang terlihat lebih terang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *